
Sementara saat ini Veli telah keluar dari ruangan pantry yang beberapa waktu yang lalu menjadi tempat yang begitu angker dan horor bagi Veli.
"Huhhh... gara-gara Pak Subroto dan Susan, aku jadi terjebak di dalam pantry. Pasti Mas Dewa sudah sampai dan menunggu ku sedari tadi. Eh aku malah nonton adegan 21+, live lagi," ucap Veli saraya berjalan dengan tangan yang memegang nampan berisi segelas kopi dan coklat panas.
"Pak Subroto jahat banget sih, selingkuh sampai berbuat zina seperti itu. Susan juga, diakan cantik dan masih muda pula kenapa mau-maunya sama Pak Subroto yang sudah tuir dan punya istri itu. Heran deh sama pelakor, nggak di sinetron nggak di dunia nyata sama-sama meresahkan..." gerutu Veli di sepanjang perjalanan masih terbawa kesal dengan ulah kedua mahluk itu, dia sangat benci dengan yang namanya perselingkuhan.
Saat Veli sudah dekat dengan ruangan suaminya, tiba-tiba matanya langsung melebar sempurna ketika mendapati sosok matan kekasih dari Dewa terlihat keluar dari ruangan suaminya itu. Dengan berjalan cepat Veli menghampiri wanita yang juga tengah menatap kaget dirinya.
"Ngapain Mak Lampir itu kesini?" gumam Veli dengan kesal.
Jeenika yang melihat Veli tengah berjalan kearahnya seketika tersenyum licik. Jika ia tidak berhasil menjerat Dewa, maka Jeenika akan memanfaatkan keadaan ini untuk membuat kedua pasangan itu bertengkar, anggap saja ini sebagai hadiah. Seketika di otaknya sudah tersusun rapi rencana-rencana licik untuk membuat kedua pasangan itu berseteru.
Jeenika tersenyum angkuh menatap Veli dengan melipat kedua tangannya didada.
"Hai... perempuan kampung kita bertemu lagi. Wah-wah kau sangat cocok sekali dengan nampan itu, kau terlihat cocok menjadi office girl daripada menjadi model apalagi istri dari Dewa..." ejek Jeenika dengan kesombongannya.
__ADS_1
"Ck! ngapain kamu kesini?!" Tanya Veli dengan ketus ketika sudah sampai di hadapan wanita itu.
"Aku kesini? Tentu saja untuk bertemu dengan Dewa. Kita habis nostalgia kenangan indah saat kita masih pacaran dulu..." ucap Jeenika dengan tersenyum licik, berharap Veli terpengaruh dengan ucapannya.
Mendengar ucapan Jeenika membuat Veli merasa cemburu, tanpa sadar tangannya meremas nampan yang ia bawa, ia sudah membayangkan hal yang tidak-tidak. Otaknya yang sudah tercemar oleh perselingkuhan Pak Subroto dan Susan membuat pikiran Veli tidak karuan dan berfikir buruk pada suaminya, apalagi dengan mata kepalanya sendiri melihat Jeenika keluar dari ruangan Dewa.
"Kamu itu seharusnya sadar diri, Dewa itu cintanya cuman sama aku. Dan dia terpaksa menerima kamu, hanya karena ingin berbakti kepada kedua orang tuanya..." lanjut Jeenika.
"Kamu itu yang seharusnya sadar diri, nggak mungkin Mas Dewa masih cinta sama kamu yang jelas-jelas tukang selingkuh. Pasti kamu kesini mau menggoda suami aku kan? Nggak tau malu banget sih.Dulu Situ yang selingkuh loh. Eh, giliran Mas Dewa sudah menikah dan bahagia situ malah kegatelan sama Mas Dewa, kenapa mau balik sama Dia? Nggak usah mimpi deh...!!!" Sarkas Veli yang geram sekali dengan wanita sejenis Susan ini, semoga saja suaminya itu tidak sejenis pula dengan Pak Subroto, pikirannya. Karena sedang hamil dan sensitif membuat sifat Veli yang lemah lembut sekarang menjadi lebih galak dan bermulut pedas.
"Jaga bicaramu ya, anjing. Asal kamu tahu Dewa sendirilah yang membawaku kesini, kita berdua habis makan siang bareng tadi...!!!" pekik Jeenika yang tidak terima dengan ucapan Veli yang benar adanya, sehingga ia mengarang cerita agar wanita di depannya ini kepanasan.
Bima yang berada di ruangannya sontak langsung menghentikan pekerjaannya ketika mendengar pekikan nama hewan disebut, Bima berfikir kedua wanita yang sedang bertengkar itu adalah kedua sekertarisnya, memang siap lagi wanita selain kedua sekertarisnya itu, pikir Bima.
"Kenapa sih mereka ini? Jangan-jangan bertengkar rebutan cowok lagi..." gerutu Bima seraya bangkit hendak mendatangi suara ribut-ribut itu.
__ADS_1
Mata Bima seketika terbuka lebar, ketika kedua wanita yang sedang bertengkar itu bukanlah sekertarisnya, melainkan istri dan mantan pacar dari bosnya.
"What the fckfck...!!! Perang apa ini?" Buru-buru Bima menghampiri kedua wanita itu.
Di sisi lain Veli dan Jeenika terus saja adu mulut.
"Kamu itu seharusnya jadi wanita itu harus punya harga diri dong. Lihat muka kamu itu sudah kelihatan tua dan banyak keriputnya. Jadi nggak usah ngarang Mas Dewa bawa kamu kesini, pasti kamu kesini sendiri mau menggoda Mas Dewa, kan? Dasar memang nggak tau diri...!!!" Hardik Veli yang mencoba tidak terpengaruh dengan ucapan Jeenika, padahal dalam hatinya sudah teramat dongkol sekali. Bagaimana jika yang diucapkan Jeenika itu benar, Dewa lah yang membawa Jeenika kesini.
Jeenika yang geram mendengar hinaan Veli yang menohok hatinya, dengan refleks Jeenika mendorong tubuh Veli, hingga terjerambah ke lantai.
Bruakk
"Akhhh...!!!"
"MAMI....!!!"
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...