Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 59


__ADS_3

Hari demi hari berlalu, hubungan Dewa dengan Veli semakin hari semakin dekat dan harmonis, Dewa yang dulunya dingin dan acuh kini menjelma menjadi suami yang manja, poessesif dan tidak lupa dengan sifat egoisnya yang selalu melekat pada dirinya.


Begitupun dengan hubungan Bima dan Dewi yang semakin mesra saja, walaupun ada saja kelakuan nakal Dewi yang memang sudah mendarah daging, membuat Bima jengkel dan kesal, namun dia selalu bersabar menghadapi tingkah pacar kecilnya itu.


Dewi sering kali pergi ke sebuah club malam dengan teman-temannya dan tidak jarang dia juga menonton balap liar. Dan itu semua tanpa izin dari sang Kakak maupun sang kekasih sehingga membiat Dewi sering di marahi oleh Dewa, namun tetap saja tidak mempan bahkan dia sudah membuat rencana di otaknya hendak membawa kakak iparnya untuk bersenang-senang dengannya.


"Aku berangkat kerja ya..." Dewa memeluk erat pinggang istrinya seraya mencium kening Veli dengan mesra.


Veli hanya mengangguk dengan tersenyum paksa, karena sudah beberapa kali suaminya mengatakan itu namun, tidak kunjung berangkat dan masih asik menempel denganya, seolah tidak rela berpisah dan istrinya itu.


"Iya Mas. Dari tadi kamu bilang begitu, tapi tidak berangkat berangkat. Ini sudah jam berapa? Nanti kamu kesiangan loh..."Ujar Veli sembari melepaskan diri dari dekapan sang suami, dan membuat Dewa cemberut karena pelukannya terlepas.


"Sebentar sayang. Lagian aku adalah Bossnya, jadi tidak masalah jika suamimu ini kesiangan atau pun tidak berangkat sama sekali..." Rengek Dewa seraya memeluk kembali tubuh istrinya dan menciumi leher putih Veli.


Veli merasa geli dengan perlakuan suaminya itu, selalu saja seperti ini sebelum berangkat kerja selalu ngedrama dulu. Kadang Veli juga berfikir apakah ini bukan suaminya, mengingatkan perlakuan Dewa dulu yang dingin dan acuh padanya, jangankan untuk bermanja-manja menyapanya saja tidak pernah. Namun itu semua segera ia tepis, mungkin suaminya memang sudah berubah walaupun hingga kini dia tidak pernah mendengarkan kata cinta dari bibir suaminya, kecuali saat mereka bercinta Dewa akan selalu mengatakan cinta padanya.


"Jangan seperti itu Mas! Kamu harus memberikan contoh yang baik untuk karyawan kamu. Walaupun kamu Bossnya, tapi kamu juga harus disiplin jangan seenaknya!" Veli memberikan kecupan lembut di kening dan juga bibir suaminya, supaya menurut.


"Iya-iya aku berangkat sekarang! Tapi, pulang pemotretan nanti kamu mampir ke kantor ya...jangan keluyuran!" Sebenarnya dia merasa tidak nyaman untuk melepas istrinya itu bekerja lagi, namun sebisa mungkin dia harus bisa menjaga sang istri di tengah-tengah kesibukkannya itu.


Apalagi istrinya itu bekerja sebagai model, yang ruang lingkupnya bisa di bilang bebas. Dewa tidak pernah mengizinkan sang istri untuk ikut party-party dengan rekan kerjanya, bukannya tidak percaya terhadap istrinya itu, hanya saja dia berusaha mengantisipasi. Dia sudah paham betul dengan hal-hal seperti itu.


Veli menghembuskan nafas berat mendengar permintaan suaminya.

__ADS_1


"Aku nanti pulangnya sore, jadi aku langsung pulang saja. tidak papa kan?" Pasti akan sangat melelahkan nantinya jika harus mampir dulu ke perusahaan suaminya, belum lagi dia harus menunggu suaminya itu hingga selesai bekerja, mending tidur di rumah. Apalagi akhir-akhir ini entah kenapa tubuhnya jadi mudah lelah, padahal dulu saat mengerjakan pekerjaan rumah seorang diri dia tidak merasa lelah seperti ini.


"Beneran nggak bohong kan?" Tanya Dewa dengan tatapan tajamnya.


"Beneran sayang. Udah berangkat sana!"


Dewa pun akhirnya berangkat, tidak lupa ia mencium seluruh wajah istrinya, rasanya ia engan sekali untuk berpisah dengan istrinya itu. Veli tersenyum manis, dia tidak menyangka suaminya yang dulu acuh sekarang bisa manja seperti ini padanya.


"Dada sayang ku...aku berangkat dulu. Pokoknya setelah pemotretan selesai langsung pulang, awas kalau sampai keluyuran!" Seru Dewa dari dalam mobil dengan kepala yang nagkir di jendela mobil yang terbuka. Dewa mengemudi mobilnya sendiri, sedangkan Bima yang biasanya menjadi supirnya kini beralih menjadi supir adiknya dan sudah berangkat dari tadi pagi karena memang Dewi ada jam kuliah pagi.


Wanita cantik itu terkekeh geli sembari melambaikan tangannya.


"Semoga seperti ini terus, dan jangan pernah berubah..."lirih Veli dengan menatap mobil suaminya yang mulai menghilang.


*


*


Kini laki-laki itu sudah berkutat dengan tumpukan kertas-kertas di mejanya, namun ia tidak merasa tertekan sama sekali, justru ia bersiul-siul dan tersenyum-senyum sendiri sudah seperti ABG yang sedang kasmaran.


"Istriku yang cantik aku akan segera menyelesaikan kertas-kertas sialan ini biar bisa pulang cepat, aku sangat merindukanmu!" Entah apa yang ada di dalam pikiran laki-laki itu, baru saja dia bekerja sudah memikirkan untuk pulang, memang orang bucin kadang rada-rada.


Bruakkk

__ADS_1


Tiba-tiba pintunya di buka dengan keras dan sontak membuatnya kaget, Dewa langsung mengumpat kesal saat melihat seseorang yang sudah mendobrak pintunya dengan keras itu. Namun seseorang itu hanya berjalan dengan santai dengan gaya tengilnya.


"Halo Bossku kakak iparku...!"Sapa Bima dengan senyuman manisnya, seraya menghampiri meja Dewa dan mendudukan dirinya di kursi depan Dewa yang terhalang meja, dengan sangat santai.


"Dasar sinting! Kenapa Dewi bisa suka dengan spesies langka seperti mu..."Ketus Dewa.


"Santai broo...tentu saja karena aku tampan dan berkharisma jadi Dewi bisa jatuh hati kepadaku..."Ujar Bima dengan PDnya. Dewa hanya memutar bola matanya malas mendengar ucapan sahabatnya itu, untung dia bisa di andalkan dalam pekerjaan kalau tidak, mungkin Dewa sudah memecat laki-laki itu dari lama.


"Ngapain kamu kesini? Menganggu saja...!!" Tanya Dewa ketus, sembari menyenderkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya.


"Aku kesini mau memberikan undangan pernikahan dari Aldi, dia tadi kesini tapi kamu belum datang, karena katanya dia buru-buru jadi langsung pergi..." Bima meletakan undangan di atas meja dan menyodorkannya ke arah Dewa.


"Kamu juga dapat kan?" Aldi adalah teman mereka saat kuliah dulu, yang sekarang juga menjadi seorang pebisnis sepertinya.


"Tentu dong. Oh ya, itu undangnya nanti malam dan aku izin mau mengajak Dewi biar keliatan tidak jombo, kamu juga datang kan?"


"Hemmm..."Jawab Dewa, dia sedang berencana mengajak istrinya untuk yang pertama kali ke acara seperti ini bersamanya, karena dulu ia tidak pernah mengajak istrinya itu. Semua temannya pasti sudah mengetahui alasan kenapa Dewa tidak pernah mengajak istrinya, tentu saja karena mulut Dewa waktu itu seperti ember bocor sang suka menjelekkan istrinya sana sini.


"Semoga nanti tidak ada yang membahas tentang kamu yang selalu menjelekkan Veli di hadapan mereka Wa...bisa gaswat nati. Tapi aku tidak yakin." Gumam Bima dalam hati yang sudah menerawang jauh tentang apa yang akan terjadi di pesta nanti. Sedangkan Dewa dia tidak sampai kepikiran hal itu, yang ada di pikiranya sekarang hanya akan mengajak istrinya ke pesta pernikahan temanya dan memperkenalkan Veli sebagi istrinya.


"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu, pekerjaanku masih banyak." Bima memang gesrek namun, kalau soal pekerjaan dia sangat kompeten dan disiplin.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2