
Pukul, 13:37. Pemotretan Veli sudah selesai dan dia berencana untuk pergi ke kantor suaminya, andai saja suaminya itu tidak merengek memintanya untuk datang kekantor, mungkin wanita itu akan langsung pulang dan istirahat di rumah.
Kini Veli dalam perjalanan menuju kantor sang suami diantar oleh supir, setelah sebelumnya makan siang bersama Nessa dan Mery di restoran yang dekat gedung agensi.
Beberapa saat yang lalu saat Veli tengah makan siang tiba-tiba Dewa menelfon, merengek meminta Veli untuk datang ke kantor nya. Dewa yang juga tengah melakukan meeting diluar, segera kembali kekantor setelah meminta istrinya itu untuk datang ke kantornya.
Veli disambut dengan hangat oleh semua karyawan di kantor suaminya, Veli menghampiri resepsionis untuk bertanya apakah suaminya sudah kembali dari luar atau belum. Karena pada saat menelpon tadi, Dewa mengabarinya jika ia masih ada diluar.
__ADS_1
"Mbak, apa Mas Dewa sudah kembali dari meeting di luar?" tanya Veli pada resepsionis wanita dengan ramah.
"Pak Dewa belum kembali Bu. Mungkin sebentar lagi beliau akan kembali," jawab resepsionis itu dengan sedikit salah tingkah. Entah karena apa.
"Oh, baiklah terimakasih. Kalau begitu saya tunggu saja dia diruanganya..." jawab Veli seraya berpamitan untuk menunggu suaminya di ruangan pria itu.
"Ehhh...Waduh gawat ini..." resepsionis itu mendadak cemas saat Veli mengatakan akan menunggu Dewa di ruangannya. Pasalnya beberapa saat yang lalu ada seorang wanita cantik yang datang hendak menemui Dewa, resepsionis itu sudah mengatakan jika Dewa sedang tidak ada di kantor, namun wanita itu tetap ngotot untuk menunggu Dewa hingga pria itu kembali. Dan resepsionis itu yakin jika wanita itu menunggu sang bos di ruangan pria itu, Karena wanita itu tidak terlihat keluar dari tadi.
__ADS_1
Sementara Veli yang sudah berjalan menuju ruangan suaminya mendadak belok ke arah ruangan pantry, Veli hendak membuat kopi untuk suaminya yang masih dalam perjalanan dan coklat panas untuk dirinya sendiri.
Saat memasuki ruang pantry, di sana tampak sepi mungkin orang-orang sedang bekerja. Veli dengan cekatan menyiapkan dua gelas, namun saat hendak membuat kopi ternyata, kopinya habis.
"Lah kok habis," gumam Veli ketika melihat toples yang biasanya berisi kopi itu habis. Namun wanita itu tersenyum saat melihat sebuah rak yang berisi berbagai bahan pokok, mungkin di sana masih tersedia stok kopi.
Dengan langkah riang Veli berjalan menghampiri rak tersebut, dan melihat-lihat sejenak. Tepat di rak bagian bawa terdapat kopi yang masih utuh dalam kemasan plastik. Veli lantas berjongkok untuk mengambil kemasan kopi tersebut, namun saat hendak berdiri mata Veli dibuat melotot melihat sesuatu di depannya, Veli lantas kembali berjongkok dan bersembunyi dibalik rak tersebut dengan jantung yang berdetak tidak karuan saat melihat pemandangan di depannya.
__ADS_1
Dua orang bebedan usia dan jenis, terliha memasuki rungang pantry. Lalu keduanya menyatukan bibir mesra setelah mengunci pintu dari dalam. Pria yang sudah tidak muda lagi itu dengan gencarnya mencumbu setiap inci tubuh wanita muda yang pakaian sudah tidak karuan. Kancing kemeja yang sudah terbuka semua sehingga memperlihatkan kedua benda kenyalnya yang terus dimainkan dari belakang oleh pria itu, sementara rok spannya sudah terangkat keatas sampai pinggang.
Ini sebenarnya masih panjang tapi karena adegan dibawah terus di tolak jadi sengaja aku potong, semoga kelanjutannya lulus review....