Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 44


__ADS_3

"Di sini yang di selingkuhin gue, yang lagi galau gue. Kok kesannya jadi kayak lo ya, yang lagi di sakiti padahal disini gue yang lagi sedih, kok jadi sedihan lo si Wa...??" celetuk Gery yang melihat Dewa tampak ber kaca-kaca.


"Gue mau pulang...!" ujar Dewa tiba-tiba, lalu bangit dari duduknya dan langsung pergi keluar begitu saja.


"Lah kenapa tu orang....?" tanya Firza heran.


"Paling mau nen..."jawab Diki nyeleneh, dan di hadiahi tabokan dari kedua temanya.


......................


Sementara setelah makan malam, Veli dan Dewi tengah asik berbincang di kamar Dewi. Awalnya Veli ingin segera istrirahat karena badanya masih terasa lelah sehabis di gempur oleh suaminya, namun Dewi memaksa Veli untuk berbincang denganya dan Veli pun tidak bisa menolak.


"Dewi, boleh aku bertanya tentang masalalu Mas Dewa padamu?" tanya Veli, yang tengah berbaring di atas ranjang Dewi. Dengan posisi telentang dan menghadap ke langit-langit kamar tersebut.


Dewi yang sedang tengkurapan pun, merubah posisinya menjadi seperti Veli kala mendapatkan pertanyaan yang cukup serius, ia menoleh kepada kakak iparnya itu.


"Tanya saja, kalau aku tahu pasti akan aku kasih tahu," jawabnya.


"Kamu tahu sendiri kan, setelah kita menikah Mas Dewa terus bersikap dingin dan acuh padaku, walaupun sekarang dia sudah sedikit berubah sih. Tapi aku juga ingin memahaminya, bisa di bilang sekarang aku masih belum memahami apapun tentang Mas Dewa."


"Ya, aku tahu itu. Memangnya apa yang mau Kak Veli tanyakan? aku akan menjawabnya dengan senag hati," ucap Dewi.


"Apa karakter Mas Dewa memang orangnya dingin, acuh dan ketus seperti itu? selama aku hidup dengannya hanya itu yang aku dapat. Jujur Dewi jika saja Mas Dewa tidak juga bisa menerimaku sebagai istri untuk selamanya aku berniat akan mundur, walaupun aku sangat mencintainya. Namun jika dia tidak bisa bahagia dengan ku aku bisa apa? aku tidak bisa hanya memiliki raganya saja, tapi aku juga ingin hatinya, aku ingin keduanya," ucap Veli, dengan masih menerawang menatap langit-langit kamar Dewi.

__ADS_1


Dewi menghela nafasnya panjang sebelum ia menjawab pertanyaan kakak iparnya yang dulu tidak di sukainya itu.


"Dulu kak Dewa adalah orang yang penyayang, hangat, dan sedikit manja. Walaupun dia memang agak pendiam dan kurang peka, namun. Itu semua berubah saat wanita yang di cintainya berkhianat. Kak Dewa dulu sangat mencintai kak Jeenika mantan pacarnya itu, begitupun aku juga dulu dekat denganya." Dewi terkekeh kecil di akhir kalimatnya, dia mengingat kebersamaannya dulu dengan wanita yang dulu sangat di sukainya dan sangat dia benci sekarang, Veli hanya diam mendengarkannya dengan serius tanpa berniat menyela sedikitpun.


"Jeenika adalah wanita pertama yang berhasil membuat kak Dewa jatuh cinta, karena kak Dewa adalah tipe orang yang sulit jatuh cinta, tetapi saat dia sudah cinta pada seseorang dia akan sangat mencintai seseorang itu. Mereka menjalin hubungan sangat lama, semenjak mereka masih kuliah apalagi mereka berdua mengambil jurusan yang sama. Di tahu ke enam mereka pacaran, kak Dewa berniat melamar wanita itu. Kak Dewa hendak memberi kejutan melamarnya dengan mendatangi apartemen kak Jeenika tanpa sepengetahuanya. Namun justru di sana kak Dewa memergoki kak Jeenika dengan pria lain, entah apa yang mereka lakukan sehingga membuat kak Dewa marah besar dan memutuskan hubungan yang sudah lama itu. Semenjak kejadian itu, kak Dewa mulai berubah menjadi dingin dan acuh, sebenarnya dia juga sudah tidak berniat lagi menjalin hubungan dengan wanita, jika saja Mama Papa tidak memaksa menjodohkanya dengan kak Veli."


Veli menoleh ke arah Dewi, dan menatapnya dengan serius.


"Apakah menurutmu, Mas Dewa masih mencintai Jeenika Jeenika itu...?" dari cerita yang ia dengar sekarang, Veli menyimpulkan bahwa Dewa sangat mencintai wanita itu apalagi mereka menjalin hubungan tidak sebentar. Ada kekhawatiran besar di dalam hatinya, apakah suaminya itu masih mencintai mantannya? karena hingga sampai sekarang suaminya tidak kunjung menyatakan cinta padanya, walaupun Dewa sudah mulai berubah tetapi dia juga ingin Dewa mengatakan cinta padanya agar dia tidak lagi merasa mencintai sendirian. Apa yang akan terjadi jika mantan dari suaminya itu kembali, apa suaminya itu akan pergi meninggalkannya dan kembali kepada Jeenika? wanita yang bertahta cukup lama di hati suaminya itu, Veli yakin tidak semudah itu untuk menggantikan Jeenika di hati suaminya.


"Soal itu aku tidak tahu...." jawab Dewi, menatap Veli dengan tatapan bersalahnya, ia merasa iba dengan kakak iparnya itu.


"Tetapi...aku percaya kak Dewa pasti sudah mulai mencintai kak Veli, buktinya sekarang dia mangil kak Veli sayang, terus lebih parahnya lagi dia menjadi manja jika bersama kak Veli, iya kan...?" ucap Dewi, mencoba menghibur Veli yang tampak terdiam dengan sendu.


Di saat kedua wanita itu tengah asik berbincang, tiba-tiba pintu kamar Dewi di gedor-gedor dengan sangat kuat dari luar. Dan terdengar suara Dewa yang bertriak-trika memanggil nama Dewi.


Bruak bruak bruak


"Dewi keluar kamu...!!! istriku tidak ada, Veli pergi...!!!" terika Dewa, sambil tangannya terus menggedor-nggedor pintu kamar tersebut.


"Akh...!! itu kak Dewa? ngapain dia nggedor-nggedor pintu kamarku kayak orang kesetanan?" kesal Dewi, dia tersentak kaget tiba-tiba pintu kamarnya di gedor dari luar.


"Kayak orang nagih utang saja....!!!"

__ADS_1


"iya, bukankah tadi Mas Dewa pergi ketemu teman-temanya? kok cepet banget udah pulang? biasanya tengah malam baru pulang," ujar Veli, yang sudah merubah posisinya menjadi duduk, karena ia juga kaget tadi.


"Kak Veli tunggu di sini saja, biar aku yang buka pintunya..." ucap Dewi, saat melihat Veli hendak turun dari ranjang dan berniat menemui suaminya.


Veli pun terpaksa menghentikan niatnya dan mengangguk pelan.


"Baiklah"


Dewi pun bergegas berlari kecil menuju pintu kamarnya, setelah ia membuka pintu tersebut tampaklah Dewa yang berdiri di hadapannya dengan tampilan yang berantakan, yang lebih membuatnya heran kedua mata kakanya tampak memerah menahan tangis.


"Kak Dewa kenapa...?" Dewi memandang kakanya dengan pandangan penuh tanya, ada apa dengan kakanya ini? apakah di bully teman-temannya tadi saat nongkrong, dan mau mengadu padanya?


"Istriku pergi dia tidak ada di kamar... sepertinya dia kabur. Ayo bantu aku mencarinya sekarang..." ucap Dewa dengan suara yang terdengar serak, menahan tangis.


"Whatt pergi dari rumah? kak Veli?" pekik Dewi menatap cengo kakanya.


"Iya, buruan kita cari sekarang...!!"pintanya dengan wajah yang menyedihkan.


"Buahahahaha.....!!!" seketika tawa Dewi pecah, jadi kakanya tampak menyedihkan seperti ini karena mengira istrinya pergi dari rumah.


"Kenapa kamu tertawa? kamu pikir ini lucu....!!!" marah Dewa yang mengira Dewi menertawakan kepergian istrinya dari ruamah.


TBC.

__ADS_1


__ADS_2