Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 125


__ADS_3

Waktu berlalu dengan begitu cepat. Hari yang telah dinanti-nanti oleh pasangan Bima dan Dewi akhirnya tiba. Kini kedua pasangan yang tengah menjadi raja dan ratu itu terlihat berbahagia, mimpi untuk merajut kasih kejenjang yang lebih serius pun akhirnya tercapai. Rasa syukur dan bahagia seakan tumpah ruah. Pesta pernikahan yang digelar di sebuah hotel mewah berjalan dengan lancar dan megah. Sesuai dengan mimpi kedua pasangan pengantin yang terlihat tengah berbahagia itu.


Serangkaian acara pengucapan janji suci pernikahan telah digelar pukul 10:30 tadi, dengan sangat sakral dan khidmat.


Dan malam ini adalah malam puncak dimana acara pernikahan Bima dan Dewi itu masih berlanjut dengan diadakannya acara resepsi yang digelar dengan begitu meriah di gedung hotel milik Dewa yang sudah didekorasi dengan begitu mewah dan elegan, sesuai dengan keinginan sang pengantin. Para tamu undangan satu persatu mulai berdatangan hendak memberikan selamat pada sang pengantin yang sudah berdiri menyambut para tamu di atas pelaminan.


Tidaklah sediki para tamu yang diundang, muali dari keluarga besar Raharja, rekan kerja Bima dan Dewa juga Papa Wiguna. Seluruh teman Bima dan juga tentunya teman dari Dewi, bahkan teman-teman Dewi yang berada di Bandung juga turut hadir dalam acara bahagia itu.


Dewi terlihat begitu cantik mengenakan gaun pengantin berwarna putih ala-ala princess impiannya, dengan bagian punggungnya yang terbuka. Sementara Bima terlihat tampan mengenakan setelan jas dengan warna senada. Senyum keduanya tampak mengembang menyalami para tamu di atas pelaminan.


Jika kedua pasangan pengantin baru itu tampak sangat bahagia, beda lagi dengan pasangan pengantin lawas Dewa dan Veli. Wajah Dewa tampak begitu masam dan cemberut, sementara wajah Veli tampak terlihat tertekan.

__ADS_1


"Kita duduk berdua saja di sana, mih." Dewa menuntut Veli dengan begitu lembut menuju meja yang ia tunjuk. Perut Veli sudah semakin membesar seiring berjalannya waktu. Tinggal beberapa bulan lagi bayi yang dinanti-nanti oleh pasangan suami istri itu akan lahir ke dunia.


Veli yang sebenarnya ingin bergabung keluarga- nya pun akhirnya hanya bisa menghela nafas pasrah, ketika suaminya itu sudah menuntun dirinya untuk berjalan ke meja yang ditunjuk Dewa.


Sampai di meja yang Dewa tuju. Dewa langsung mendudukkan istrinya dengan hati-hati. "pelan-pelan sayang."


"Ingin makan sesuatu sayang?" tanya Dewa mengalihkan perhatian sang istri yang nampak terus memandang ke arah keluarganya yang tengah bercengkrama.


"Kenapa sih Pi? Aneh banget, mereka itu keluargaku. Masak aku tidak boleh deket-deket mereka. Aku kan juga kangen dengan keluargaku. Besok mereka kan juga sudah kembali ke Bandung. Terus kenapa coba, aku tidak boleh peluk-peluk Bang Satria? Dia itu Kakak ku bukan mantan ku..." Cerocos Veli yang merasa kesal dengan sang suami yang terus-menerus melarang dirinya untuk berdekatan dengan keluarganya, terutama Satria.


Dewa yang melihat istrinya kesal padanya, lantas berjongkok di depan wanita berperut buncit itu. Tangan menggenggam lembut kedua tangan istrinya, seraya memberikan kecupan mesra pada kedua tangan istrinya. "Mami kan sedari tadi sudah bersama mereka, sampai-sampai lupa sama suami. Papi nggak suka," cebiknya.

__ADS_1


"Berdiri Papi..., Malu diliatin orang," ucap Veli dengan pelan, ketika menyadari beberapa pasang mata melihat ke arahnya dan sang suami dengan tatapan heran.


"Nggak mau... biarin, ngapain malu, orang Kitakan suami istri..."


"Tapi nggak jongkok kayak gini juga Papi. Duduk gih... malu tauk diliat tamu-tamu..."Desis Veli dengan kesal seraya membalas tatapan para tamu dengan tersenyum kaku.


"Nggak mau... nggak mau... Nggak mau...!!"Rengek Dewa yang justru malah menenggelamkan wajahnya diperut buncit istrinya seraya memeluk erat pinggang sang istri. Veli rasanya ingin menghilang saja dari pesta ini, bagaimana tidak kala melihat para tamu menonton tingkah suaminya itu dengan terkekeh geli. Suaminya juga kenapa tidak ada rasa malu sedikitpun bertingkah kekanak-kanakan di depan umum, apalagi pasti banyak rekan-rekan kerjanya yang melihat kelakuan konyol Dewa.


"Nonjok muka suami sendiri dosa nggak sih?"


TBC.

__ADS_1


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2