
"Pak Dewa apa kabar? Lama tidak bertemu," ucap pria itu dengan tersenyum paksa pada Dewa.
"Cih... Tidak usah sok akrab, kita tidak sedekat itu, jadi tidak usah menanyakan kabar saya!" Jawab Dewa dengan ketus.
Veli yang melihat sikap Dewa kurang sopan pada orang yang menurutnya lebih tua itu segera menegur, "Papi jawab yang benar. Tidak boleh seperti itu."
Dewa hanya berdecak kesal mendapatkan teguran dari sang istri.
"Ngapain sih Mami belaian si botol kecap ini?" Gerutu Dewa dalam hati.
"Papi?" Pria itu sangat bingung mendengar wanita yang dia sukai itu memanggil Dewa dengan sebutan Papi.
"Kenapa? Wajarlah dia manggil saya begitu. Wanita yang duduk disebelah saya ini adalah istri saya!!" Ucap Dewa dengan menekankan kata istri saya.
Pria yang tidak lain adalah Fernando itu merasa kaget ternyata perempuan yang berhasil membuatnya tertarik itu ternyata adalah istri dari Dewa.
"Oh ternyata Nona Veli ini istri anda? Ternyata memang benar anda sudah menikah, pantas saja saya tidak pernah melihat anda mampir' ke perusahaan saya. Biasanya anda kan sering mampir ke perusahaan saya untuk menjemput Jeenika." Fernando sebenarnya sudah tahu jika Dewa sudah menikah, namun ia tidak tahu jika Veli adalah istri dari Dewa. Ia sengaja mengatakan itu agar Veli salah paham dengan Dewa, tentang Jeenika. Memang benar jika Dewa sering mampir ke perusahaan Fernando untuk menjemput Jeenika, namun itu semua sudah sangat lama sekali, sebelum mereka putus.
__ADS_1
Dewa yang mendengar ucapan Fernando menjadi geram sendiri. Ada maksud apa pria itu mengungkit kejadian dimasa purba itu. Apa pria tua itu sengaja ingin membuat Veli marah padanya.
"Untuk apa anda membahas hal sudah lama dan tidak penting itu? Bukankah Jeenika lebih memilih anda dari pada saya? Jadi nikmatilah kehidupan anda itu. Semua itu hanya masa lalu, dan sekarang saya sudah memiliki istri yang sangat saya cintai. Dan juga sebentar lagi anak pertama kita akan segera lahir. Jadi tidak perlu mengungkit masa lalu lagi," ujar Dewa seraya mengecup bibir istrinya. Sengaja pamer kepada Fernando dengan menunjukkan keromantisannya dihadapan pria tua itu.
"Brengsek!!" Maki Fernando dalam hati. Darahnya begitu mendidih melihat bibir Veli dikecup oleh Dewa. Ngapain juga marah, orang yang nyium suaminya sendiri.
Mendengar nama Jeenika disebut, membuat Veli langsung ingat dengan cerita Dewi, jika Jeenika berselingkuh dengan atasannya sendiri. Apa mungkin Pria tua didepannya ini yang menjadi selingkuhan Jeenika kala itu. Tetapi kenapa Jeenika justru lebih memilih pria yang sudah tua itu, dan meninggalkan Dewa? Apa Jeenika sudah buta? Tampan-nan juga Dewa kemana-mana.
"Apa Anda masih tidak terima jika Jeenika lebih memilih saya daripada anda? Apa Nona Veli ini hanya sebagai pelampiasan anda?" Tanya Fernando dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Jaga bicaramu bajingan!!! Saya justru sangat bersyukur bisa lepas dari iblis betina itu, dan dia lebih memilih anda. Karena kalian berdua sangat serasi, iblis betina dan iblis kelebihan hormon, sangat cocok bukan?" Ucap Dewa dengan tersenyum mengejek Fernando yang terlihat begitu marah itu.
Fernando sangat merasa terhina sekali, baru kali ini ada orang yang berani padanya bahkan sampai mengusir dirinya. Dia adalah orang terhormat, semua orang sangat menghormatinya. Dia menatap Veli dengan intens, sebelum pergi meninggalkan meja Dewa tanpa sepatah katapun.
Setelah kepergian Fernando, Dewa langsung menatap tajam wajah istrinya.
"Darimana pria itu mengenal Mami? Apa kalian pernah bertemu tanpa sepengetahuan Papi sebelumnya?" Tanya Dewa dengan datar.
__ADS_1
Veli yang melihat wajah dingin suaminya hanya bisa menelan salivanya. Sangat terlihat sekali jika Dewa tidak suka dengan Fernando yang mengenal dirinya. Akan tetapi memang mereka tidak kenal, hanya pernah bertemu sekali, itupun tidak sengaja. Ia baru mengingat jika pria itu adalah pria di rumahsakit yang tidak sengaja ia tabrak.
"Mami tidak tahu darimana dia tahu nama Mami. Hanya saja, orang itu pernah tidak sengaja Mami tabrak di rumahsakit saat Mami sedang terburu-buru ingin segera menemui Papi yang saat itu pingsan di kantor dan dibawa ke rumahsakit," jelas Veli dengan cepat. Dia sedikit gugup mengatakannya lantaran ia terus ditatap oleh Dewa dengan tajam. Dewa memang manja padanya, namun ada kalanya suaminya itu bersikap tegas dan tidak bisa ia bantah. Rupanya sifat arogan Dewa memang tidak pernah bisa hilang, dan terkadang dirinya juga sedikit merasa takut jika Dewa sudah dalam mode tegas dan serius.
"Benar begitu? Mami tidak sedang membohongi Papi, kan?" Bukan dirinya tidak percaya pada Veli, hanya saja rasa trauma pada Fernando yang pernah merebut miliknya membuat ia merasa was-was. Jika Fernando bertingkah ingin merebut lagi miliknya maka ia tidak akan diam begitu saja. Jika dulu dirinya langsung melepas Jeenika, karena Jeenika sendiri yang lebih memilih Fernando. Maka tidak untuk sekarang, rasa cintanya pada Jeenika tidak sebesar rasa cintanya pada istrinya saat ini. Bahkan ia sanggup membunuh Fernando jika pria itu mencoba untuk merebut Veli darinya.
"Tidak Kak... Aku juga ada di sana. Bahkan Kak Veli tidak sedikitpun memperhatikan si tua bangka itu, Kak Veli hanya sibuk menghawatirkan keadaan Kakak. Memang dari awal si tua itu yang memang ganjen, kurang belaian..." Jelas Dewi turut membantu Veli menjawab lantaran melihat suana yang sedikit tegang.
Dewa melihat wajah Dewi. Tidak mungkin adiknya itu berbohong, soal beginian. Dengan menghembuskan nafasnya lega, Dewa segera menarik Veli kedalam pelukannya.
"Lain kali kalau ketemu dia lagi, langsung pergi. Pria tua itu sangat berbahaya, dia adalah seorang pedofil yang sering sekali memaksa gadis dibawah umur untuk menjadi pemuas nafsunya. Papi takut, dia melakukan hal nekat pada Mami, apalagi sepertinya dia tertarik dengan Mami." Dewa sangat merasa khawatir, jika Fernando melakukan hal yang nekad pada istrinya. Pria itu bahkan mendekap dengan erat tubuh istrinya itu seraya mengecup pucuk kepala Veli dengan bertubi-tubi.
Veli langsung merasa merinding mendengar penuturan suaminya. Pantas saja tatapan pria tua itu sangat berbeda, seakan hendak menelanjanginya. Ternyata dia adalah seorang pedofil, sungguh sangat menakutkan. Kenapa juga ia harus bertemu dengan pria itu, dan juga darimana pria itu mengetahui namanya, padahal dirinya tidak pernah sekalipun berkenalan dengannya.
"Selain pedofil dia juga hiper s3x. Bahkan dia tidak segan-segan menyiksa wanita yang di setubuhi. Sudah banyak sekali korbannya, namun tidak ada yang pernah melaporkannya..." Celetuk Bima.
"Bagaimana mau melaporkan jika mereka melakukannya dengan sama-sama mau. Hanya dengan iming-iming uang mereka langsung menyerahkan dirinya begitu saja, sungguh miris." Ucap Dewa.
__ADS_1
TBC.
Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...