Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 117


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Dewa sudah membuat kehebohan yang membuat Veli pusing tuju keliling. Semalam setelah pertempuran panas yang menguras tenaga, Dewa dan Veli langsung tertidur pukul 01:27. Tentu saja sebelum bertempur Dewa terlebih dahulu menyiapkan segala keperluannya yang akan ia bawa ke Bandung, tanpa mau dibantu oleh sang istri. Pagi harinya Dewa sangat sulit dibangunkan, padahal jam tujuh ia sudah harus berangkat ke Bandung. Alasannya tentu saja ia masih mengantuk dan masih ingin tidur sambil dipeluk oleh istrinya.


"Mami... pokoknya Papi mau Mami yang mandiin. Tidak ada penolakan...!" Setelah berusaha keras untuk membangunkan Dewa dengan penuh drama, akhirnya Dewa mau untuk bangun, namun dengan syarat Veli harus memandikan pria itu. Veli tentu saja tidak bisa menolak, bisa-bisa suaminya itu akan ber-drama terus menerus dan bisa jadi terlambat berangkat ke Bandung.


"Mami pilihkan baju untuku. Terus Papi pengen Mami yang pakaikan bajunya..."


Lagi. Veli hanya bisa menurut tanpa bisa membantah. Wanita itu dengan penuh kesabaran seluas lapangan sepakbola, memakaikan baju suaminya mulai dari dalaman yang di pakai suaminya hingga semua baju yang melekat ditubuhnya, Veli lah yang memakaikan nya.


Belum selesai, pria itu kembali merengek yang lagi-lagi tidak bisa dibantah oleh Veli, lebih tepatnya Dewa yang tidak akan mendengarkan bantahannya sama sekali.


"Papi ingin sarapan masakan Mami. Dan juga Papi ingin bawa bekal untuk dimakan saat perjalanan nanti. Dan semua itu harus masakan Mami..." Veli hanya bisa pasrah saat Dewa mengendong dirinya untuk turun kebawah seperti biasanya. Ya, setiap hari Dewa selalu saja mengendong tubuhnya. Pria itu tidak ingin istrinya itu kecapean. Namu pria itu tetap merepotkan dengan banyak maunya yang semua harus dituruti tanpa mau dibantah.


Akhirnya setelah semua drama yang dilakukan oleh Dewa selesai. Dan saat ini Veli tengah berada didepan rumahnya, melepas kepergian sang suami keluar kota. Disana juga ada Bima dan Dewi tentunya.


"Sayang jaga diri baik-baik. Jangan telat makan, susu hamil dan vitamin nya juga jangan sampai lupa. Papi bakalan video call setiap menit kok, Mami tidak usah khawatir," ujar Dewa sembari membelai lembut pipi gembul istrinya.


"Siap Papi. Papi juga jaga diri baik-baik. Jangan terlalu keras kerjanya, jika sudah laper langsung makan jangan ditunda-tunda. Ingat Papi kemarin sakit karena makanannya tidak teratur dan kecapean. Jangan begadang juga, tidak baik..." tutur Veli.

__ADS_1


Dewa mengela nafasnya, ia pasti akan kesulitan tidur jika tidak dipeluk oleh istrinya.


"Iya Mami. Papi janji akan menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, biar Mami tidak akan lama-lama merindukan Papi nanti..." ucap Dewa dengan tidak bersemangat.


"Mami doakan semoga pekerjaan Papi lancar dan cepat selesai. Sampai dengan selamat ke Bandung nanti. Mami pasti bakalan merindukan Papi yang manja ini..." ujar Veli dengan lembut. Dewa lantas langsung mencium bibir istrinya itu dengan dalam dan penuh perasaan. Veli memejamkan matanya menikmati ******* lembut yang Dewa berikan padanya. Para pelayan dan juga supir mereka pura-pura buta saja.


Sementara Bima dan Dewi juga tidak kalah romantisnya. Mereka juga sama-sama memberikan perhatian lewat kata-kata seperti yang dilakukan oleh Dewa dan Veli.


"Kak Bima, jika nanti ada salah satu keluarga ku berkata yang macem-macem tidak usah dihiraukan. Kak Bima pasti paham kan dengan mereka..." ujar Dewi yang tidak ingin Bima mengambil hati ucapan keluarga yang ada di Bandung nanti. Dewi sangat khawatir, pasalnya tidak semua keluarga besar Raharja itu berhati mulia dan dermawan. Ada saja yang bertingkah sombong dan suka merendahkan. Dia saja yang keluarganya tidak lepas dari kenyinyiran mereka. Bahkan gara-gara mereka juga Mama dan Papa sampai ikut-ikutan menekannya.


"Iya kamu tidak usah khawatir, sayang..." balas Bima dengan tersenyum. Ia akan berusaha untuk tidak mengambil hati akan ucapan mereka nantinya, jika Dewa mengijinkan ia akan menginap di hotel saja.


"Pelan-pelan Pak supir...!!!" Teriak Dewi pada supir yang akan mengantarkan kedua pria itu. Sang sopir hanya tersenyum sembari mengacungkan kedua jempolnya.


"Akhirnya si grandong itu pergi juga..." celetuk Dewi setelah mobil yang ditumpangi Dewa dan Bima melesat pergi dari halam rumahnya. Ia juga sangat pusing dengan tingkah Dewa yang banyak drama dan konyol akhir-akhir ini.


"Dewi kenapa kamu suka sekali memberi julukan yang aneh-aneh pada Mas Dewa?" Veli kadang heran sendiri dengan Dewi yang sepertinya sangat memusuhi Kakaknya itu.

__ADS_1


"Karena dia itu menyebalkan dan bikin orang darah tinggi..." jawabannya dengan merangkul pundak Veli menuntunnya masuk kedalam rumah.


"Seminggu ini kita harus refreshing Kak. Kita harus jalan-jalan bareng, nyalon bareng dan belanja bareng. Mumpung tidak ada kedua pria yang bakal ngerecokin kita nanti..." seru Dewi dengan semangat.


"Ide bagus. Kamu tahu sendiri kan Mas Dewa itu setiap hari selalu nempel, rasanya sulit sekali untuk sekedar keluar rumah..."


"Maka dari itu, kita harus seneng-seneng mulai besok. Kebetulan jadwal kuliahku tidak terlalu padat. Dua hari lagi di Jakarta ada konser boy grup dari Korea. Kita bisa nonton nanti, tenang saja soal tiket itu biar menjadi urusanku. Bagaimana mau nggak...?" Dua hari lagi di Jakarta akan kedatangan para idol-idol K-Pop terkenal yang akan mengelar konsernya di Jakarta. Dewi yang seorang K-Popers tentu saja sangat antusias dengan kedatangan para idol tampan itu. Ia bisa mengajak Veli menonton nanti, mumpung pawangnya sedang nggak ada.


Veli terdiam sejenak. Dengan kondisi seperti ini tidak mungkin suaminya itu memberikan izin. Ia ingin ikut ke Bandung saja tidak boleh, dengan alasan tidak ingin ia kenapa-napa karena melakukan perjalanan jauh.


"Aku pikir-pikir dulu. Aku yakin Mas Dewa tidak akan memberikan izin untuk nonton konser. Apalagi nanti akan berdesakan- desak di sana," ujar Veli dengan lesu.


"Tenang saja...kita bisa kabur nanti. Lagian Kak Dewa tidak akan tahu, cukup kita diam tidak perlu meminta izin segala. Langsung gas saja..."


Veli hanya diam saja. Otaknya berfikir keras, ia juga ingin menonton konser. Sebelumnya mana pernah ia menonton konser, ia hanya sibuk belajar. Dan lagi orangtuanya pasti juga bakalan melarangnya pergi ke Jakarta hanya untuk menonton konser.


"Biar aku pikir-pikir dulu..." putusnya.

__ADS_1


TBC.


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2