
Malam ini Dewa terpaksa harus menginap dirumah mertuanya, lantaran ia tidak tega menolak permintaan dari Bunda yang terlihat berharap sekali agar ia menginap di sini. Bima jangan ditanya, pria itu tentu saja juga menginap. Sementara Pak Sopir kembali ke kediaman Papa Wiguna dan akan mencemput Dewa esok hari.
Dewa langsung diarahkan ke dalam kamar Veli oleh Bunda, sedangkan Bima akan tidur dikamar tamu. Setelah membersihkan tubuhnya dan mengati bajunya hasil pinjaman dari Satria, kini Dewa terlihat mengamati kamar istrinya yang tidak terlalu besar namun terlihat rapi.
Dewa melihat-lihat foto Veli yang berjejeran rapi dan estetika di dinding. Ada juga foto saat istrinya itu SMA.
"Ya ampun kenapa Mami dulu culun begini sih? Tapi culun-culun begini Mami masih terlihat cantik dan imut, bahkan jika dilihat-lihat Mami yang paling cantik diantara mereka. Hanya saja penampilan Mami ini..."ucap Dewa dengan mata yang menelusuri foto yang dipajang di dinding.
Lalu tangan Dewa menelusuri buku-buku yang masih tertata rapi di atas meja belajar istrinya dulu, sebelum menikah dengannya dan ikut dirinya ke Jakarta. Sama sekali tidak berubah masih sama seperti dulu. Bunda memang sengaja tidak merombak kamar putrinya, menurutnya yang berhak merombak adalah putrinya sendiri.
Mata Dewa tidak sengaja melihat sebuah kotak berwarna navy yang tersimpan di rak diantara boneka-boneka milik istrinya. Karena dilanda penasaran Dewa lantas mengambilnya lalu duduk di kursi meja belajar Veli.
Dewa membolak-balikkan kotak tersebut, mengamatinya dan ternyata kotak itu terasa ringan. "Membuka milik istri sendiri tidak papa kan? Ya, kalau yang aku buka ini milik bang Satria baru itu lancang dan tidak sopan,"monolognya.
Tanpa menunggu lama Dewa langsung membuka kotak navy tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah foto-foto dalam bentuk polaroid. Dan juga ada sebuah gelang dan benda-benda yang entah Dewa sendiri tidak tahu benda apa itu.
"Apa ini? Seperti barang-barang couple. Alay banget," gumam Dewa dengan mengambil berbagai barang yang ada dalam kotak tersebut.
"Ahh... ini kan foto Mami sama temennya itu. Yang namanya Nessa. Ternyata mereka berteman sejak SMA, pantas saja Mami terlihat dekat dengan perempuan itu," ucap Dewa saat melihat foto sang istri dengan perempuan yang pernah ditemuinya di rumahsakit saat masih memakai seragam putih abu-abu.
Lalu mata Dewa dibuat terbelalak kaget saat melihat sebuah foto istrinya dengan seorang remaja laki-laki, yang juga tengah memakai seragam SMA. Bahkan foto-foto dengan laki-laki itu cukup banyak. Ada pula foto Veli dan Nessa dengan laki-laki itu dan temannya.
__ADS_1
"Siapa laki-laki ini?"Kali ini nada bicara Dewa berubah menjadi datar dan tajam.
Pancaran matanya sudah memancarkan sebuah kemarah yang besar. Jika bisa diterawang mungkin dikepala Dewa sudah muncul tanduknya.
"Apa jangan-jangan ini mantan pacar Mami. Yang namanya seperti motor matic itu. Kenapa juga Mami masih menyimpan foto mantannya sih? Apa jangan-jangan Mami masih suka lagi sama dia." Sungutnya dengan kesal.
"Lihat mereka terlihat romantis sekali, sial! Bahkan kita berdua tidak pernah foto-foto romantis seperti ini...!!!" Dengan nafas memburu Dewa langsung meremas semua foto-foto itu hingga tidak berbentuk. Dewa sungguh kesal sekali melihat foto-foto yang masih disimpan rapi oleh istrinya itu. Ia meras kalah dengan pria itu, bahkan ia yang telah menjadi suaminya tidak pernah foto berdua kecuali foto pernikahan. Itupun mukanya terlihat jelek sekali. Dewa geli sendiri saat melihat foto pernikahannya, wajahnya terlihat seperti orang yang menahan berak, sementara istrinya terlihat begitu anggun dan cantik. Karena itu, Dewa engan memajang foto pernikahannya.
"Mami tega banget sih masih menyimpan foto mantan. Tidak mikirin bagaimana perasaan Papi ini. Tega banget..."lirihnya yang sudah ingin menangis saking dongkol nya hati pria itu.
Lalu pria itu beranjak mengambil ponselnya yang berada diatas ranjang dan mendudukkan dirinya di sana.
Rupanya Dewa langsung menghubungi istrinya lewat video call. Taklama panggilan langsung diangkat dan terdengar suara diseberang telefon.
Namun senyum Veli seketika pudar saat melihat suaminya hanya diam dengan wajah cemberut mengabaikan sapaannya. Veli yang sudah tahu jika Dewa tengah menginap dirumahnya menganggap jika suaminya seperti itu karena kesal dengan Satria.
"Kenapa wajahnya seperti itu? Berantem sama Bang Satria?"Tanya Veli dengan sedikit cemas.
"Jahat!" Alih-alih menjawab pertanyaan sang istri justru Dewa mengatakan ucapan keramatnya. Wajah Dewa ditekuk dengan mata yang sudah berkaca-kaca. Veli makin dibuat penasaran saja, sebenarnya apa yang terjadi pada suaminya itu.
"Siapa? Bang Satria?"
__ADS_1
"Mami! Mami yang jahat!"pekiknya dengan airmata nya yang sudah mbrebes mili.
"Kenapa Mami? Mami salah apa?" Veli bingung tiba-tiba diteriaki jahat oleh suaminya sendiri.
"Mami tega sama Papi...kenapa Mami masih menyimpan foto mantan pacar Mami itu? Masih cinta sama dia, iya?" Tuduhnya
"Bahkan kita tidak punya foto berdua yang romantis seperti foto Mami dan si motor matic itu... bilang sama Papi...Mami masih suka kan sama dia...hiks..."Hati Dewa terasa perih saat mengatakan kalimat itu. Dadanya begitu sesak melihat foto romantis sang istri dengan laki-laki lain.
Kalau sudah seperti ini, Veli menjadi merasa bersalah. Padahal ia sendiri sudah lupa dengan foto-foto itu. Entah bagaimana suaminya sampai bisa melihat foto itu.
"Enggak Pi...Mami saja sudah lupa dengan foto itu. Papi jangan nangis dong... maafin Mami ya Pi, tanpa sadar masih menyimpan foto denga Kak Rio..."
"Jangan sebut nama pria itu...!!!" Sentak Dewa.
"Pokoknya Papi ngambek sama Mami...hati Papi sakit tau nggak...bilang saja Mami masih suka sama dia..."
"Sumpah Pi...Mami cuma cinta sama Papi...itu semua sudah masa lalu..."
Namun Dewa yang terlanjur sakit tidak menggubris ucapan Veli.
"Sudahlah Papi mau istirahat dulu. Mami jangan lupa minum susunya sebelum tidur... ingat jangan hubungi Papi dulu sebelum Papi sendiri yang hubungi Mami... pokoknya Papi mau ngambek...!!!" Tegas Dewa yang justru terlihat lucu sekali. Meskipun sedang marah tetapi suaminya itu tidak lupa mengingatkannya untuk minum susu hamilnya. Dan mana ada orang ngambek bilang-bilang.
__ADS_1
Tanpa menunggu balasan dari Veli, Dewa langsung mematikan sambungan video call nya. Lalu meringkuk diatas ranjang dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut. Bahunya terlihat bergetar, rupanya pria itu masih lanjut menangis. Besok pagi ia akan membakar foto-foto sialan itu. Hatinya amat sangat kesal sekali pada foto itu dan juga istrinya.
TBCJangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...