Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 136


__ADS_3

Kini kebahagiaan Dewa telah lengkap dengan hadirnya sang buah hati. Bayi tampan yang akan menjadi pengikat erat hubungan pernikahan antara Dewa dan Velisa, meskipun pada awalnya Dewa sangat membenci dengan kehadiran istrinya itu, namun lambat laun kebencian itu berubah menjadi rasa cinta yang begitu besar. Bahkan rasa cinta Dewa lebih besar daripada rasa cinta Veli, mungkin ini semua adalah karma bagi Dewa yang dulu seringkali menyakiti hati sang istri.


Saat ini Veli tengah berbaring nyaman, sementara Dewa selalu berada disisi Veli setiap saat. Bahkan pria itu tidak terlalu fokus pada sang buah hati yang baru saja dibawa oleh suster kedalam ruang rawat Veli.


Ia tidak ingin sang istri berfikir jika ia lebih sayang pada sang buah hati yang baru lahir itu dan melupakan dirinya. Padahal Veli tidak seperti itu, bahkan tidak terlintas sedikitpun rasa cemburu pada sang buah hati jika suaminya itu menunjukkan kasih sayangnya pada anaknya itu, memang Dewa saja ribetnya minta ampun. Suka sekali berasumsi yang aneh-aneh.


"Papi ngapain natap Mami kayak gitu?" Tanya Veli yang melihat sang suami terdiam dengan terus menatapnya dalam, sementara tangannya tidak lepas dari genggaman tangan Veli.


"I love you, so much. I hope we can continue to be together until we grow old. Don't ever think of leaving me, no matter what. 'Cause I'll go crazy if you go..." ucap Dewa seraya mengecup tangan sang istri yang ia genggam.


"Huuuwekk... Bullshit Vel, jangan percaya omongannya buaya," seru Diki yang tiba-tiba muncul didalam ruang rawat Veli, bersama antek-anteknya Firza dan Gery tentunya.


Dewa langsung menatap kesal pada Diki yang tiba-tiba muncul dan menganggu keromantisannya dengan sang istri.


"Ngapain Lo kesini?!" Dewa menatap malas pada Diki yang menampilkan wajah menyebalkan-nya itu.


"Tentu saja ingin menengok Anakku. Eh salah, keponakanku maksudnya ..." ujarnya seraya meletakkan paper bag yang ia bawa keatas sofa.


"Sialan...!!" Umpat Dewa dan mendapatkan cubitan dari Veli.


"Jangan sembarang bicara, ingat sudah menjadi Ayah..." omel Veli. Dewa hanya cemberut sambil menatap istrinya yang melotot padanya.


"Selamat bro... Akhirnya Lo udah jadi Ayah..." ujar Diki seraya memeluk tubuh Dewa.


"Hmm... Terimakasih..."jawab Dewa dengan malas, masih kesal dengan Diki.


"Selamat juga untuk kamu Veli... Ekhmm... Habis lahiran kamu makin cantik aja," Masih sempat-sempatnya Diki mengeluarkan gombalnya pada Veli yang habis melahirkan itu, di depan suaminya pula.

__ADS_1


"Dikjing... Jangan coba-coba memancing kemarahan ku ya...!!!" Geram Dewa. Diki hanya cengengesan saja, rasanya sangat menyenangkan menggoda Dewa yang pemarah namun konyol itu.


"Selamat bro... Akhirnya kita sudah menjadi official hot Dady, dan bentar lagi si Bima juga nyusul," ujar Firza, bapak anak satu itu.


Tidak ketinggalan Firza dan Gery yang turut memberikan selamat pada Dewa dan Veli. Meraka juga ikut bahagia melihat sahabatnya itu kini sudah berbahagia dengan keluarganya. Sementara Gery merasa sedikit iri dengan kehidupan Dewa. Dewa yang dulu sangat brengsek tetapi mendapatkan istri yang sabar dan setia, bahkan kini telah memiliki sang buah hati. Sedangkan dirinya yang berusaha menjadi suami yang baik dan setia malah diselingkuhi oleh sang istri. Memang takdir seseorang tidak ada yang tahu.


Disisi lain Dewi yang tengah fokus mendampingi sang keponakan dengan Bima pun merasa kesal dengan ocehan keempat pria itu. Karena ocehan empat pria itu, membuat sang keponakan yang tadinya damai sejahtera dengan tidurnya pun mulai merasa terganggu. Lihatlah wajahnya yang menggemaskan itu sudah menekuk hendak menangis. Badannya pun bergerak-gerak gelisah.


"Sayang sepertinya dia mau menangis," ujar Bima yang melihat gelagat bayi Dewa yang hendak menangis.


"Hey... Kalian bisa diam tidak, terutama Kak Diki. Lihatlah keponakanku jadi terganggu dengan kebisingan ocehan tak berfaedah kalian...!!" Pekik Dewi dengan kesal. Yang membuat Bayi mungil itu langsung menangis dengan kencang, karena suara Dewi begitu keras.


Dewa langsung saja bangkit menghampiri sang buah hati, dan mengangkatnya dengan perlahan-lahan.


"Sayangnya Papi, kenapa hm?" Dewa dengan luwesnya menimang bayinya itu.


"Kira-kira dia makan apa ya Mi? Papi kan belum sempat beliin dia makanan," ujar Dewa dengan polos.


"Sepertinya es boba cocok tuh... Kebetulan cuacanya lagi panas-panasnya," celetuk Diki.


"Jangan makan es nanti kalau anakku pilek, bagaimana?" Ucap Dewa.


Veli hanya bisa melongo mendengar ocehan Dewa dan Diki yang nyeleneh itu. Sampai-sampai ia mengabaikan rengekan sang bayi.


"Bagaimana kalau bubur ayam. Lagian bayiku-kan belum tumbuh giginya. Bima tolong kamu belikan bubur ayam untuk bayiku sekarang, lihatlah dia kelaparan samapi nangis begitu..." ujar Dewa.


"Goblok... Mana bisa bayi baru brojol makan begituan. Yang benar itu bayimu minum boba. Tapi boba ini bukan sembarang boba, ini boba premium yang berasa dari istrimu sendiri..." Geram Gery yang sedari tadi tidak bersuara pun menjadi jengkel sendiri dengan kelakuan kedua temannya itu. Veli yang mendengar ucapan Gery, merasa malu sendiri, ia paham betul dengan boba yang dimaksud oleh Gery.

__ADS_1


"Mending kalian semua menyingkir, biar Kak Veli menyusui keponakanku..." Seru Dewi dengan mendorong para laki-laki itu untuk menjauh dari ranjang Velisa.


Setelah para pria itu menjauh dan duduk disofa, Veli langsung membuka kancing bajunya, lalu mengeluarkan sumber ASI-nya untuk dihisap sang buah hati.


"Bisa-bisanya bayiku disuruh makan es boba atau bubur ayam. Memang bayiku bayi jadi-jadian," gerutu Veli dengan mengusap lembut pipi gembul bayinya yang bergerak-gerak karena menyusu.


"Keponakanku yang ganteng, janga meniru mereka ya jika besar nanti," ujar Dewi dengan mengelus kepala keponakannya itu.


Disisi lain, para laki-laki masih membahas pasal makanan bayi, terutama Diki dan Dewa yang masih belum mengerti dengan makanan bayi. Entah bagaimana, Dewa yang sudah menjadi ayah itu masih belum paham dengan sumber makanan dari bayinya, yang dia pelajari hanyalah cara membuatnya saja.


"Menyusu? Memang anakku menyusu apa, susu sapi atau susu kambing," batin Dewa masih kepikiran.


"Sebentar-sebentar. Gery, Lo bilang kan bayi Dewa minum boba premium milik Veli. Memang Veli jualan boba?" Tanya Diki yang masih penasaran.


"Anjir... Maksudnya itu, boba yang menghasilkan susu murni atau ASI, yang nantinya akan diminum oleh bayi sebagai sumber makanan dan sumber nutrisinya. Masak Lo gak paham sih... Bukannya kerjaan Lo juga menyusu..." Jelas Firza dengan sedikit fulgar. Benar saja otak Diki langsung paham, jika mendengar kata-kata fulgar.


"Dan satu lagi, bayi tidak diperbolehkan makan makanan lain, selain ASI. ASI harus diberikan selama 6 bulan secara eksklusif agar pertumbuhan dan perkembangan bayi dapat tercapai secara optimal. Selain itu dengan ASI eksklusif 6 bulan kesehatan bayi akan lebih terjamin dan kebutuhan nutrisi terpenuhi. Dan setelah 6 bulan, baru boleh diberikan makanan sebagai makanan pendamping susu ibu atau biasa disebut MPASI..." lanjut Firza panjang lebar. Dia sudah seperti seorang bidan yang menjelaskan pada para ibu hamil.


"Jadi Dewa, dari penjelasan Firza, bayi kamu itu masih belum boleh makan bubur. Dia hanya boleh minum susu dari istrimu. Jika usia bayi kamu sudah 6 bulan lebih, baru boleh diberikan makanan, itupun harus makan khusus untuk bayi dan tidak boleh sembarangan..." Ujar Bima yang turut menjelaskan pada Dewa.


"Wow... Kalian berdua sudah mirip bidan saja. Akhirnya Dewa Lo punya saingan hahah... " seru Diki dengan cekikikan.


"Jadi maksud kalian, bayiku menyusu pada Veli, seperti aku menyusu setiap malam begitu," ujar Dewa dengan muka syok.


Firza dan Bima mengangguk serentak menanggapi ucapan Dewa.


"OH MY GOD....!!!" Teriak Dewa. Lantas bangkit dari duduknya dan langsung berhamburan menghampiri sang istri.

__ADS_1


TBC.Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2