Tiba Tiba Istriku Cuek

Tiba Tiba Istriku Cuek
Bab 109


__ADS_3

Masih di ruang rawat Dewa.


Keadaan sudah sangat sepi, hanya tinggal Dewa dan Veli saja. Bima kembali ke kantor dengan membawa sang kekasih, setelah sebelumnya Dewi sudah berbaikan dengan sang Kakak, terjadilah drama yang mengharukan antara sepasang saudara itu. Diki, Firza dan juga Gery juga sudah pulang karena hari sudah beranjak sore. Sebelum pulang mereka semua makan bersama lantaran Diki, Firza dan Gery sengaja membelikan nasi Padang untuk masing-masing orang, bedanya nasi Padang milik Dewa porsi lauknya cuku banyak. Dan anehnya Dewa sanggup menghabiskan itu semua sepertinya dia begitu kelaparan setelah tidak berselera makan akhir-akhir ini. Tentu saja pria manja itu makan dengan disuapi oleh sang Mami tercintanya.


Kini Dewa dan Veli tengah berbaring diatas ranjang pasien milik Dewa, tentu saja muat lantaran ranjang tersebut cukup luas. Veli dengan lembut dan penuh perhatian merawat suaminya yang tengah sakit itu. Tangannya dengan lembut terus menepuk-nepuk pantat Dewa, itu semua atas permintaan pria itu, yang ingin pantatnya ditepuk-tepuk manja oleh sang istri. Rasanya Dewa begitu mengantuk setelah makan dengan porsi jumbo dan juga meminum obat.


"Mami pokoknya harus tepuk-tepuk pantat Papi, sampai Papi tidur. Terus juga peluk Papi sampai Papi bangun tidur nanti. Pokoknya Mami tidak boleh beranjak sedikitpun dari sini..." Rengekan Dewa dengan mendekap erat tubuh istrinya seraya menduselkan wajahnya di leher jenjangnya sang istri. Ia begitu menikmati tepukan lembut sang istri di pantatnya. Tubuh hangat Veli begitu nyaman ia peluk, rasanya dirinya ingin selalu mendekap tubuh hangat itu, tidak akan ia lepaskan barang sedikitpun.


"Lebih baik aku iya in ajalah, daripada merajuk. Bikin pusing saja, seharusnya kan aku yang manja-manja kayak gini. Ini malah dia yang manja banget. Belum apa-apa udah ngurus bayi besar..." gerutu Veli dalam hati. Tangannya senantiasa menepuk pantat suaminya itu. Persis seperti seorang ibu yang sedang menidurkan anaknya.


"Mami kok diam aja sih? Nggak mau?"

__ADS_1


Tuhkan belum juga jawab apa-apa sudah membuat kesimpulan sendiri. Dari nada bicaranya, suaminya ini sudah kelihatan merajuk.


Ini yang hamil dirinya atau suaminya sih, kenapa suaminya ini begitu amat sensitif dan manja pakek banget. Sedangkan dirinya sendiri tidak separah suaminya, hanya kadang-kadang saja ia menjadi sensitif dan ingin dimanja. Sepertinya ia harus stok sabar segudang untuk mengahadapi tingkah random suaminya itu.


"Iya... tidur ya. Katanya ngantuk. Sekarang tutup matanya, Mami tepuk-tepuk pantat Papi sampai tepos kalau bisa," jawab Veli dengan senyum tertekan.


"Jangan sampai tepos dong. Nanti Mami gak bisa uyel-uyel pantat gemoy Papi ini..." ujar Dewa denga tangannya yang sudah bergerak menurunkan resleting depan drees istrinya. Tangannya sudah sangat gatel, ingin bermain dengan sikembar kesayangannya.


"Nggak bakal ada yang masuk, Papi udah kunci pintunya pakek remote. Jadi semuanya aman, bahkan jika Papi menjeguk baby kita pun, tidak akan ada yang lihat..." ujarnya seraya meletakkan tangan istrinya ke pantatnya kembali.


"Tapi Papi lagi lemes, jadi Papi mimi cucu aja ya, Mami..." lanjutnya dengan seolah-olah meminta izin dengan memasang wajah puppy eyes nya, yang tetu saja membuat Veli gemas dan tidak bisa menolak permintaan dari suaminya itu. Sontak Veli menganggukkan kepalanya seraya mengecup singkat keningnya suaminya.

__ADS_1


"Sayang dan cinta Mami banyak banyak..." seru Dewa denga semangat langsung melahap gundukan gemoy yang ia rindukan selama ini. Veli tersenyum geli melihat tingkah suaminya itu, ia lebih suka suaminya bertingkah manja seperti ini daripada kasar dan arogan seperti dulu.


"Papi...Mami masih penasaran loh dengan apa yang dilakukan Papi dan Jeenika waktu itu. Kenapa Jeenika bisa keluar dari ruangan Papi?" Tanya Veli keti otaknya mengingat kejadi yang membuatnya marah dan mengabaikan suaminya itu.


Plop...


Dewa melepas hisapannya dengan sedikit kasar hingga berbunyi, disaat-saat seperti ini kenapa istrinya itu justru membahas hal yang tidak penting dan juga bisa memicu pertengkaran kembali.


"Jangan sekarang Mami. Nanti bakal Papi jelasin dengan sejelas-jelasnya dan juga Mami bisa lihat rekaman CCTV di ruangan Papi. Tapi please jangan sekarang, Papi lagi pengen mesra-mesraan sama Mami. Mami jangan merusak suasana dong..." ujarnya merajuk dengan bibir yang sudah maju 5 meter.


"Baiklah... baiklah..." tidak ingin suaminya itu merajuk, lantas Veli langsung menjejalkan putingnya pada mulut suaminya yang hendak menyerocos kembali. Sampai Dewa merasa sedikit pengap karena mulutnya begitu penuh, namun ia tentu saja dengan senang hati menikmatinya dengan memejamkan matanya yang sudah tinggal setengah Watt itu.

__ADS_1


Jangan lupa beri like command and vote biar author tambah semangat love you all...


__ADS_2