Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
Episode 100


__ADS_3

"Baiklah, sepertinya tidak ada yang perlu ku curigai dari mu dan sudah waktunya aku kembali, namun aku menyarankan kepada mu agar kau segera kembali ke negeri mu" ucap Mayleen.


"Terimakasih atas saran mu, ada yang ingin ku tanyakan kepada mu sebelum kita mengakhiri pertemuan ini, sebenarnya aku sudah penasaran sejak awal, Siapa kau sebenarnya?" tanya Zaan.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku dan jangan mencoba untuk mencari tahu, jika urusan mu telah selesai disini segeralah tinggalkan negeri bersama teman mu itu" ucap Mayleen.


"Tunggu sebentar! Apa kau benar-benar tidak bisa mengatakannya?" tanya Zaan.


"Jika kau tahu aku tidak bisa menjamin bahwa kau sekarang masih baik-baik saja di sini bersama teman mu itu, aku tidak akan menggunakan jabatanku sekarang namun lain kali jika kita bertemu mungkin ceritanya akan berbeda" ucap Mayleen.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa lagi. Namun apakah kita bisa berteman?" ucap Zaan.


"Jangan katakan apa-apa lagi, berteman? sepertinya itu ide yang buruk, lagi pula untuk apa aku berteman denganmu, kita juga tidak akan bertemu lagi setelah pertemuan ini, kalau begitu sampai jumpa" ucap Mayleen lalu menghilang dari sana.


"Dia benar untuk apa berteman dengan orang yang menjadi musuh negerinya, aku sungguh bodoh mengajukan permintaan seperti itu" batin Zaan.


Setelah kepergian Mayleen, Leo lalu datang.


"Apa kau sudah berbicara dengannya?" tanya Leo.


"Hm, dia tidak akan mengatakan apa-apa tentang kita dan menyuruh kita agar segera pergi tetapi kini rasa penasaran ku tetap tidak hilang, aku ingin mencari tahu lebih jauh tentangnya" ucap Zaan.


"Bagus lah, kita memang harus segera meninggalkan negeri ini dan kembali ke tempat asal kita. Aku sarankan untuk mu agar menghilangkan rasa penasaran mu itu, dia hanya wanita biasa tidak ada yang menarik darinya" ucap Leo.


"Kau salah, Leo. Kau belum melihatnya wujud aslinya. Kau hanya menatap dia dari balik cadar itu, dia wanita paling menarik yang pernah aku temui" batin Zaan sambil tersenyum.


"Baiklah, kita akan kembali besok" ucap Zaan.


Pria itu akhirnya memutuskan untuk kembali ke negerinya sendiri.


Sementara Mayleen kini telah sampai di kediamannya.


"Bagaimana, Jingmi? Kau sudah menemukan sesuatu tentang ramuan itu" tanya Mayleen.


"Ya, aku sudah mengetahuinya. Ini adalah ramuan cinta, Orang yang menggunakannya akan mabuk dan kemudian setelah sadar dia akan jatuh cinta kepada orang yang pertama di lihatnya, namun jika si pengguna telah menyukai seseorang dia akan melihat sosok orang yang di cintainya itu di tubuh orang yang di lihatnya pertama kali" ucap Jingmi.


"Pantas saja wanita itu menempel terus dengan Liu Yaoshan" batin Mayleen.


"Apa ramuan itu memiliki efek samping yang berbahaya?" tanya Mayleen.


"Sejauh ini tidak akan ada perubahan bagi tubuhnya, hanya jika terus-menerus di berikan dalam dosis yang tinggi mungkin saja orang itu akan hilang kendali atas dirinya sendiri" ucap Jingmi.


"Jadi maksudmu pria itu akan bisa di kendalikan jika terus menerus mengonsumsi ramuan itu" tanya Mayleen.

__ADS_1


"Benar, mungkin saja selir itu memiliki niat lain sehingga dia ingin menjadikan kaisar sebagai boneka yang digerakkan nya" ucap Jingmi.


"Aku paham sekarang" ucap Mayleen.


"Darimana ramuan itu berasal?" tanya Mayleen.


"Ramuan ini hanya di temukan di negeri barat saja dan aku tidak tahu siapa yang membawa masuk barang itu ke negeri ini" ucap Jingmi.


"Ini tidak mungkin ada hubungannya dengan kedua pria itu kan" batin Mayleen.


"Bao Yu keluar lah" ucap Mayleen.


Tiba-tiba seekor Phoenix tiba-tiba muncul.


"Ternyata kau masih mengingatku, Mayleen! kenapa kau terus-menerus memberikan tugas kepada Jingmi sedangkan aku tidak pernah" ucap Bao Yu kesal, kini dia telah berubah wujud.


"Kau ini sangat cerewet! Sekarang aku mempunyai tugas untukmu. Kau harus memata-matai kediaman Kaisar dan lihat pergerakan Selir baru itu, jika dia memberikan sesuatu lagi ke minuman kaisar kau harus menggantinya" ucap Mayleen.


"Hanya tugas seperti itu yang kau berikan kepada ku? Ckck tetapi baiklah selagi kau masih mengingatku, namun lain kali berikan aku tugas yang lebih bagus lagi" ucap Bao Yu.


"Oh jadi sekarang kau sudah berani memerintah ku?" tanya Mayleen dengan raut wajah yang menyeramkan.


"Hehe tidak-tidak aku hanya bercanda, baiklah kalau begitu aku akan pergi melakukan tugas ku" ucap Bao Yu kemudian menghilang.


"Baik, Mayleen" ucap Jingmi lalu menghilang.


Setelah itu Mayleen juga pergi dari sana, entah kemana lagi wanita itu pergi.


Sementara di tempat kaisar, dia kini sedang bersama dengan Selir Lian.


"Minuman lah segelas air ini Yang Mulia agar Anda lebih tenang" ucap Selir Lian.


"Apa maksud perkataan mu itu!" ucap Liu Yaoshan dengan penekanan.


"S-saya hanya menghawatirkan Anda Yang Mulia" ucap Selir Lian.


Liu Yaoshan tidak mau mengambil pusing lalu meminum segelas air tersebut dan melemparkan gelas itu ke dinding.


"Sekarang pergi! Aku tidak membutuhkan mu disini!" ucap Liu Yaoshan.


"Untung saja dia sudah meminum nya" batin Selir Lian.


"Baiklah jika itu kemauan anda, saya pamit yang mulia" ucap Selir Lian lalu keluar dari sana.

__ADS_1


Setelah kepergian selir Lian, kini Liu Yaoshan lagi-lagi merasa kehilangan kendali atas dirinya.


"Minghao!" teriaknya.


"Ada apa yang mulia?" tanya Minghao.


"Apa kau sudah menemukan di mana Mayleen? cepat bawa dia ke sini!" ucap Liu Yaoshan.


"Kami belum menemukan tanda-tanda keberadaan permaisuri Yang Mulia, kami semakin sulit melacak keberadaannya" ucap Minghao.


Mendengar hal tersebut Liu Yaoshan menjadi marah dan menghempaskan seluruh barang-barang di atas mejanya, penampilan pria itu benar-benar semakin kacau.


"Ada apa dengan yang mulia belakangan ini, dia benar-benar kehilangan kendali atas dirinya" batin Minghao.


"Pergi! cari dia sekarang dan bawa dia kembali kepadaku!" teriak Liu Yaoshan.


Sementara Bao Yu menyaksikan itu semua, dia lumayan terkejut dengan pria yang dahulu dia temui itu.


"Lama tidak berjumpa kenapa dia menjadi seperti orang sekarang? Mayleen ada di kediamannya lalu mengapa dia malah mencarinya, seperti aku harus meminta penjelasan dari Mayleen mengenai hal ini" batin Bao Yu.


"Baik Tuan, berikan saya waktu saya pasti akan segera menemukan permaisuri" ucap Minghao lalu menghilang.


"Siapa di sana?!" teriak Liu Yaoshan.


"Gawat! Dia mengetahui keberadaan ku" batin Bao Yu lalu segera terbang menjauh dari kediaman Liu Yaoshan.


"Aura ini sepertinya tidak asing bagiku" batin Liu Yaoshan.


Namun pria itu kini tidak memikirkannya, dia lalu mengambil sebotol minuman dan membuat dirinya mabuk.


Sementara Bao Yu yang telah berhasil melarikan diri, sampai di sebuah tempat para selir.


"Ternyata tempat ini masih ada, aku kira Mayleen sudah menghancurkannya" batin Bao Yu.


Bao Yu lalu melihat-lihat tempat itu hingga dia sampai di sebuah kamar yang sepertinya di huni oleh seseorang.


"Sepertinya dia selir baru itu Mayleen masih jauh lebih baik darinya, akan tetapi siapa orang yang bertopeng itu? aku harus ke sana dan mendengar percakapan mereka" batin Bao Yu.


Setelah itu Bao Yu pun terbang ke arah kedua orang tersebut dan menguping menguping mereka.


...****************...


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.

__ADS_1


See u di next episode, byebye.


__ADS_2