
"Aku sudah berbicara dengan tabib dan dia berkata Xue mei hanya bisa diselamatkan jika kita menemukan penawar racun didalam tubuhnya itu tapi_" ucap mayleen menatap kearah lain setelah itu dengan mantap dia pun berani menatap Liu yaoshan.
"Tapi apa may?"tanya liu yaoshan.
"Kau pernah mendengar racun ular raksasa berkepala dua yang bertahun-tahun lalu seseorang telah melenyapkan ular itu hanya karena dia ingin mengambil racun langka yang ada didalam tubuhnya" ucap mayleen.
"Iya aku tahu, kenapa kau membicarakan hal itu lagi pula kan racun ular itu telah hilang bertahun-tahun yang lalu karena dicuri oleh seseorang" tanya Liu yaoshan.
"Ada seseorang yang telah menggunakan racun itu dan memasukkannya kedalam tubuh Xue mei" ucap mayleen.
"Apa? siapa orang bodoh yang berani menggunakan racun itu hanya untuk melukai seorang pelayan, pasti ada sesuatu yang diketahui oleh Xue mei yang menyebabkan orang itu menggunakan racun itu" batin Liu yaoshan dengan wajah tidak terbaca.
"Ada apa dengan mu?"tanya mayleen.
"Jadi apa rencan mu sekarang?"tanya liu yaoshan.
"Beri aku waktu tiga hari untuk keluar dari istana ini dan aku akan pergi mencari penawar racun itu" ucap mayleen.
"Tidak boleh, kau tidak boleh keluar dari istana ini hanya untuk mencari penawar racun itu bukan kah kau juga ingin pergi kehutan kematian" ucap Liu yaoshan.
"Hufft sudah kuduga jawabannya akan seperti ini lagi" batin mayleen.
"Aku sudah mengirim sebuah pesan untuk jingmi bahwa aku tidak jadi kesana" ucap mayleen.
Mayleen sudah mengirim sebuah pesan kepada jingmi dia menceritakan hal-hal aneh yang terjadi dan menyuruh pria itu untuk mencari dalang dibalik semua kejadian ini.
"Jadi pagi ini aku akan berangkat dan pergi mencari penawar racun itu, aku mohon berikan aku izin aku akan pergi bersama Bao yu" ucap mayleen.
Liu yaoshan diam tanpa berbicara apa pun dia pergi dari sana meninggalkan mayleen sendiri dan hal mengucapkan satu hal.
"Aku sudah bilang tidak ya tidak jangan membantah omonganku mah" ucap Liu yaoshan dingin lalu pergi dari sana.
"Hihh aura pria itu sangat menyeramkan hingga membuat ruangan ini terasa sangat dingin" ucap mayleen lalu juga ikut pergi dari sana.
Liu yaoshan yang pergi dari sana kembali ke kamar nya dan meminta minghao untuk memanggil fengying dan hongli.
"Ada apa dengan tuan seperti setelah dia berbicara dengan permaisuri dia terlihat aneh dan berbicara dingin kepada semua orang" batin minghao.
Sementara beberapa saat kemudian fengying dan hongli datang dan membawa sebuah informasi penting untuk Liu yaoshan.
__ADS_1
"Hati-hati lah kalian sepertinya suasana hati tuan kalian ini sedang tidak baik" ucap minghao.
"Memangnya ada apa?"tanya Hongli.
"Aku juga tidak tahu, tadi setelah dia berbicara dengan permaisuri dia terlihat sangat aneh dan berbicara dingin kepada kami semua" ucap mingaho.
"Sudahlah ayo kita masuk jangan sampai tuan tambah marah karena kita terlambat" ucap fengying.
Mereka bertiga lalu masuk dan menemui Liu yaoshan yang sedang duduk sambil memikirkan sesuatu.
"Salam tuan" ucap fengying dan hongli.
"Duduklah dan katakan informasi penting yang kalian dapatkan" ucap Liu yaoshan.
"Kami telah berhasil menemukan pelayan yang telah diperintahkan oleh tuoli untuk mencelakai permaisuri dan pelayan itu sudah berada ditempat para penjaga dan dia setuju untuk bekerja sama dengan kami" ucap Fengying.
"Kenapa wanita itu mau bekerja sama dengan kalian?"tanya Liu yaoshan.
"Sama dengan kita wanita itu benci dengan tuoli karena pada akhirnya dia mengetahui bahwa tuoli hanya memanfaatkannya saja" ucap Fengying.
"Tetap awasi wanita itu dan berhati-hati lah jangan terlalu mempercayai seseorang" ucpa Liu yaoshan.
"Katakanlah" ucap Liu yaoshan.
"Wanita itu berkata padaku bahwa mata-mata tuoli telah memasukkan racun kedalam tubuh pelayan yang mulia permaisuri" ucap fengying yang membuat tiba-tiba suasana ruangan itu berubah.
"Seperti Fengying mengatakan hal yang salah kali ini" batin hongli sambil mengalihkan pandangannya.
"Sudah kuduga ini semua pekerjaan pria itu" ucap Liu yaoshan dingin.
"Penawar racun itu berada ditangan mata-mata tuoli dari informasi yang kami dapatkan dan satunya telah hilang" ucap fengying.
"Penawar yang mana yang akan mayleen dapatkan, tidak mungkin jika dia pergi ketempat tuoli dan memintanya" batin Liu yaoshan.
Sementara mayleen sedang berada ditempat Xue mei berada dan mencoba meneliti disetiap tubuh Xue mei.
"Pasti ada yang bisa aku lakukan untuk menghambat penyebaran racun ini" ucap mayleen.
mayleen lalu memejamkan matanya dan masuk keruang dimensinya dimana dia memasuki perpustakaan dan mencari buku yang membahas mengenai racun.
__ADS_1
"Dapat" ucap mayleen lalu membuka buku yang bersampul hitam itu dia membuka setiap lembaran buku itu dan pada lembar ke-23 dia berhasil menemukan racun ular raksasa berkepala dua.
Dia membaca buku itu dan menemukan sebuah kalimat "Racun ular ini bisa ditekan dengan racun tetapi tidak dapat disembuhkan secara total kecuali dengan penawar asli racun itu sendiri"
"Racun dengan racun, sekarang aku mengerti" ucap mayleen lalu kembali sadar dan membuka matanya.
"Darahku Sudah bercampur dengan racun tetapi apakah ini bisa berhasil" ucap mayleen.
"Sebaiknya aku mencobanya dulu karena hal ini dapat memperlambat penyebaran racun ini" ucap mayleen lalu berdiri dan mengambil pisau buah dimeja.
"Semoga ini berhasil" ucap mayleen lalu mengiris telapak tangannya sehingga mengeluarkan darah dan dengan cepat dia membuka mulut Xue mei dan memasukkan darahnya itu.
Beberapa saat kemudian tubuh Xue mei bereaksi dan mengeluarkan cairan hitam dari mulutnya dengan cepat meyleen memanggil pelayan dan menyuruhnya mengelap cairan itu.
"Seperti ini berhasil dan racun ini bisa ditekan selama aku pergi hanya dengan menggunakan darahku" batin mayleen.
"Pelayan siapkan beberapa botol kecil untukku dan bawakan keruanganku" perintah mayleen.
"Baik yang mulia" ucap seorang pelayan.
Setelah mencoba hal tersebut terlihat jelas dari raut wajah Xue mei yang semula sangat pucat bagaikan mayat sekarang jauh lebih baik.
Sementara diruangannya seorang penjaga melaporkan hal yang dilakukan mayleen sehingga membuat Liu yaoshan marah akan hal tersebut dan menuju ketempat mayleen.
Mayleen yang sudah menyiapkan alat-alat yang diambilnya dari ruang dimensinya kembali menyedot darahnya dan memasukkannya kebotol-botol yang telah dibawa oleh pelayan tadi.
Brukk
Pintu terbuka dan Liu yaoshan masuk dengan wajah dinginnya.
"Mayleen!"bentak Liu yaoshan.
"Astaga jantungku, apa kau ini tidak bisa mengetuk sebelum masuk" bentak balik mayleen.
"Apa kau sudah gila? apa yang sedang kau lakukan, kau melukai dirimu sendiri hanya untuk menyelamatkan seorang pelayan may apa kau ingat posisimu atau perlu aku ingatkan" ucap Liu yaoshan dengan nada yang keras dan tegas.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.
See you again (◠‿・)—☆
__ADS_1
Bye-bye (。•̀ᴗ-)✧**