
Mayleen dan Liu yaoshan lalu masuk ke dalam untuk bertemu dengan kakek dari anak-anak itu.
"Permisi" ucap mayleen.
Kakek dari kedua bocah itu menyambut mereka dengan senyuman dan memaksakan diri untuk duduk namun ditahan oleh Liu yaoshan.
"Sebaiknya anda berbaring saja" ucap Liu yaoshan.
"Sepertinya yang dikatakan cucu-cucu ku itu benar kalian memang anak-anak yang baik" ucap sang kakek tersenyum menatap bergantian Liu yaoshan dan mayleen.
"Apakah anda sudah lama sakit?"tanya Liu yaoshan.
"Iya, kakek sudah lama sakit kakek merasa hanya menyusahkan cucu-cucu kakek karena seharusnya yang mencari nafkah untuk mereka itu kakek tapi sekarang kakek hanya bisa berbaring ditempat ini menunggu ajal kakek" ucap sang kakek dengan senyum pahit.
"Jangan berkata seperti itu kek hikss... aku dan adik sayang sama kakek, tidak apa-apa kami yang mencari makan diluar asal kakek selalu ada bersama kami" ucap bocah itu.
"Kalau boleh tau, kemana orang tua mereka"tanya mayleen.
"Keluarlah dulu, kakek ingin berbicara dengan mereka" ucap sang kakek kepada cucu-cucunya.
Setelah kedua anak itu keluar, sang kakek lalu menceritakan tentang kedua orang tua dari anak-anak itu.
"Sebenarnya mereka bukan cucu kandungan saya" ucap sang kakek kini flashback saat dia pertama kali menemukan kedua anak itu.
"Ada orang yang meninggalkan mereka didepan rumah ini dan saya pernah mencoba mencari tahu asal usul mereka tetapi hasilnya nihil..uhukk.." jelas sang kakek.
"Semenjak saat itu saya mengangkat mereka menjadi cucu kakek" ucap sang kakek.
Mayleen dan Liu yaoshan hanya mengangguk tanda mengerti dengan ucapan kakek tersebut.
Setelah berbicara cukup lama dengan mereka Liu yaoshan dan mayleen pun pamit dari sana.
"Dahh kak! semoga kita bisa berjumpa lagi" ucap anak-anak itu.
"Dah dik! ambillah ini sebagai Hadiah untuk kalian" ucap Liu yaoshan memberi anak-anak itu kantong yang berisi koin dan emas.
"Makasih kak! semoga kebaikan kalian terbalaskan" ucap anak-anak itu lalu mayleen dan Liu yaoshan pun pergi meninggalkan rumah mereka.
Setelah jauh dari rumah anak-anak itu Liu yaoshan dan mayleen kembali melanjutkan jalan-jalan mereka dan hingga sampai mereka melewati seorang wanita peramal diujung pasar yang membuat mereka terheran.
"Kasian juga anak-anak itu, tega sekali orang tua mereka meninggalkannya" ucap mayleen.
"Orang tua mereka sangat tidak bertanggung jawab" timpal Liu yaoshan.
"Bisakah kau berhenti dan kemari nona?"tanya seorang wanita yang sedang memejamkan matanya.
__ADS_1
Mayleen yang mendengar hal itu lantas berbalik dan tidak melihat seorang pun wanita selain dia.
"Anda berbicara dengan saya?"tanya mayleen lalu wanita itu mengangguk.
"Kemarikan tangan mu nona" ucapnya.
Mayleen menjulurkan tangannya kearah wanita itu lalu wanita itu pun memejamkan matanya.
"Jiwa mu sangat asing nona" bisik wanita itu kepada mayleen.
Mayleen yang mendengarkan hal itu tau betul karena memang perkataan wanita itu benar dia hanya jiwa asing yang terlempar kedunia ini.
"Jiwa asli tubuhmu itu sangat lemah, dia yang mendorong mu kesini untuk membalaskan dendamnya karena ketidakmampuannya dia telah melakukan perjanjian terlarang dan kau yang akan menghadapinya dihari kemudian" ucapnya.
"Sebaiknya kau tidak asal berbicara, kau bermaksud mengatakan bahwa dia orang yang jahat" ucap mayleen.
"Aku tidak mengatakan bahwa dia adalah orang yang jahat tetapi karena rasa putus asa nya akibat diperlakukan sangat buruk akhirnya dia mengambil jalan dengan menggunakan cara terlarang" ucapnya.
"Siapa kau sebenarnya?"
"Suatu saat kau akan mengetahui semuanya dan hari itu akan segera tiba"
"Baiklah terima kasih atas informasi yang kau katakan tetapi jika aku mengetahui bahwa kau berbohong, aku akan menemukanmu hingga ke sudut dunia manapun"
Setelah itu mayleen lalu meninggalkan tempat itu.
"Wanita? aneh? siapa yang kau maksud may" tanya Liu yaoshan.
"Wanita yang disana" mayleen berbalik kearah tempat wanita tadi tetapi hanya tersisa tembok kosong disana dan tidak ada meja ataupun wanita itu.
"Hah?! Kemana perginya wanita itu, padahal dia baru saja masih berada disana" ucap mayleen.
"Apakah kau baik-baik saja may? tidak ada wanita atau siapapun disini dan seperti kau sudah kecapean, sebaiknya kita pulang" ucap Liu yaoshan.
"Apa kau tidak percaya padaku? aku melihat wanita itu tadi berada disana mana mungkin penglihatanku salah" ucap Mayleen sedikit bernada tinggi.
"Seperti ada yang tidak beres disini, bagaimana bisa aku tidak merasakan apapun seakan semua indraku tertutup" batin Liu yaoshan.
"Aku sangat percayalah padamu, ayo kita pulang" ucapnya lalu menarik mayleen pergi dari sana.
Setelah itu mayleen dan Liu yaoshan pulang dan saat sesampainya di istana liu yaoshan dan mayleen pun pergi beristirahat.
Keesokan harinya terjadi keributan di istana, semua rakyat berkumpul didepan istana.
"Keributan apa yang terjadi diluar?"
__ADS_1
"Salam yang mulia, para rakyat berkumpul dan ingin menemui anda" ucapnya.
"Biarkan beberapa dari mereka masuk dan menemui ku" ucap Liu yaoshan.
Penjaga itu lalu keluar dan membawa beberapa orang masuk dan bertemu dengan Liu yaoshan.
"Salam yang mulia! aku mohon bantu kami" ucapnya.
"Katakan dengan jelas, apa yang ingin kau katakan"
" Semua warga telah terserang penyakit menular termasuk istri dan anakkku, mereka sudah sekarat dan tabib bahkan belum mengetahui penyakit apa itu, aku mohon bantuan anda yang mulia! selamatkan istri dan anakku serta warga yang lainnya" ucap pria itu.
"Hamba mohon yang muliat selamatkan orang tua ku mereka juga terkena penyakit itu.. hiks.." mereka lalu bersujud dan memohon bantuan dari istana.
"Berdirilah, aku akan membantu kalian" ucap Liu yaoshan.
"Terima kasih yang mulia, anda sangat rendah hati dan semoga anda panjang umur"
Setelah itu mereka pergi dari sana, Liu yaoshan menyuruh Minghao menyelidiki sumber penyakit tersebut dan setelah itu Liu yaoshan lalu pergi ke kediaman mayleen.
"Salam yang mulia"
"apakah permaisuri ada?"
"Iya yang mulia, beliau berada didalam"
Setelah itu Liu yaoshan masuk dan membuka pintu kamar mayleen dan pemandangan pertama yang dilihat adalah mayleen masih berada didalam mimpinya.
"May ayo bangun sayang, ini sudah siang kau itu adalah permaisuri dan harus menjadi contoh yang baik"
"Heumm..aku masih ngantuk, jangan ganggu aku"
"Bangun atau aku akan melakukan sesuatu yang tidak kau harapkan sekarang sayang, apakah kau mau itu terjadi?"
"Iyaaa, aku bangun" ucap mayleen setengah sadar dan segera berdiri.
"Kau puaskan, aku sudah bangun"
"Kenapa matamu masih terpejam seperti itu may, ayolah bangun sayang atau aku akan menggendongmu ke kamar mandi"
"Aaaa..kau itu sangat berisik dan hanya bisa mengancam orang saja"
Setelah itu mayleen beranjak dari sana meninggalkan Liu yaoshan yang tertawa terbahak-bahak melihat tingkah lucu istrinya dipagi hari.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like komen dan vote.
__ADS_1
see you next time.
byee guys🤗**