Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
17. Episode 17


__ADS_3

Saat mereka sampai ditengah keramaian pasar, banyak yang menatap kearah kedua pasangan itu Ada yang memuji dan Ada yang iri Karena keduanya seperti dewa dan dewi yang turun dari langit


"Wah.. Aku mau yang itu" ucap mayleen sambil menunjuk permen kapas yang dijual oleh seorang pria paruh baya


"Tidak boleh, itu tidak baik untuk kesehatanmu" ucap Liu Yaoshan.


Mayleen kesal melihat Liu Yaoshan, baru Saja mereka sampai Liu Yaoshan Sudah melarang-larangnya. Mayleen tidak mempedulikannya dan tetap pergi membeli permen kapas tersebut.


"Aku Sudah melarang... " ucap Liu Yaoshan terpotong saat mayleen menyumbat mulutnya dengan permen kapas yang dibelinya.


"Ehmm ini enak sekali dan Terasa manis lalu meleleh dimulutku" ucap Liu Yaoshan.


"Makanya makanya Saja dan Jangan melarang-larang ku" ucap mayleen.


Saat mereka berjalan-jalan mayleen melihat seorang anak kecil yang sedang dipukuli oleh pria berbadan besar dan orang-orang disana hanya melihat itu tanpa Menolong anak kecil tersebut.


"Berhenti!!! " Teriak mayleen mengambil kayu pria tersebut dan melemparnya karena itu sangat mudah baginya.


"Jangan ikut campur gadis kecil" bentak pria bertubuh besar itu.


"Hey jelek beraninya kau membentak istriku" ucap Liu Yaoshan dengan tatapan membunuh nya dan membuat nyali pria bertubuh besar itu menciut.


Orang-orang yang menonton kejadian itu hanya berbisik-bisik memaki pria bertubuh besar itu Karena tega memukul seorang anak kecil.


"Kenapa kau memukulnya? " tanya mayleen sambil menggendong pria kecil itu.


"Dia mencuri roti ditoko ku" ucap pria bertubuh besar itu.


"Hanya Karena itu? " tanya mayleen lalu memberika beberapa koin emas kepada pria itu dan menyuruhnya pergi.


"Hey siapa namamu? " tanya mayleen sambil tersenyum kearah pria kecil itu membuat Liu Yaoshan cemburu Karena mayleen tidak pernah tersenyum saat berbicara padanya.

__ADS_1


"Kenapa kau tersenyum pada anak itu? " tanya Liu Yaoshan dengan nada kesal seakan pria kecil itu akan menjadi saingannya.


"Hey apa kau cemburu dengan anak kecil ini" ucap mayleen terkekeh.


"Aa.. Aku tidak punya nama" ucap pria kecil yang berada digendongan mayleen.


"Dimana rumahmu? " tanya mayleen lalu pria kecil itu menggeleng dengan kata lain dia tidak mempunyai rumah.


"Baiklah mulai sekarang kau akan tinggal bersamaku dan menjadi adikku" ucap mayleen sambil tersenyum ke pria kecil itu.


"Benarkah? " tanya ulang pria kecil itu dengan mata yang berkaca-kaca lalu memeluk mayleen dengan sangat erat dan mayleen tidak menolak pelukannya, dia hanya tersenyum melihat pria kecil itu yang menggemaskan.


"Iya dan mulai sekarang Aku akan menjadi kakakmu, maka panggil Aku kakak dan mulai saat ini namamu adalah jieru" ucap mayleen sambil tersenyum melihat pria kecil itu.


dia teringat dengan jieru yang diangkat menjadi adiknya juga, tetapi akhirnya dia juga yang mengambil nyawanya.


"Terima kasih kakak" ucap jieru lalu memeluk mayleen lagi.


"Hey anak kecil jangan asal memeluk istriku" ucap Liu Yaoshan yang merasa kesal dan cemburu sedari dia diabaikan dan melihat jieru memeluk mayleen.


"Baiklah, Ayo kita pergi membeli baju baru untuk jieru" ucap mayleen.


"Sini biar Aku yang menggendong anak kecil itu" ucap Liu Yaoshan lalu mengambil jieru dari pelukan mayleen.


"Awas kau anak kecil, jangan sembarang memeluk istriku" bisik Liu Yaoshan dengan mengancam jieru dan jieru hanya memeletkan lidahnya kearah Liu Yaoshan.


"Ba.. baik pa.. paman" ucap jieru dengan mata yang berkaca-kaca yang dibuat-buat agar terlihat oleh mayleen.


"Hey Jangan memanggilku paman, panggil Aku kakak seperti kau memanggil istriku" ucap Liu Yaoshan menatap seakan ingin memakan jieru dan membuat jieru pura-pura menangis.


"Kau apakan adikku? " ucap mayleen mengambil jieru kembali, lalu jieru yang berada dipelukan mayleen tersenyum kemenangan kearah Liu Yaoshan lalu kembali memeletkan lidahnya.

__ADS_1


Setelah jieru berganti pakaian mereka memutuskan untuk pulang.


Dalam perjalanan pulang Liu Yaoshan dan jieru beradu tatapan seakan tatapan Liu Yaoshan mengancamnya agar tidak menyentuh mayleen tetapi jieru semakin memeluk erat mayleen.


"Awas kau pria kecil, Aku tidak akan membiarkanmu memeluk istriku" ucap Liu Yaoshan dalam hati sambil menatap tajam jieru.


Sesampainya dikediaman mayleen, Liu Yaoshan tidak mau kembali ke kediamannya dia terus menempel pada mayleen.


"Kak dimana Aku akan tidur?" tanya jieru.


"Kau akan tidur denganku" ucap mayleen.


"Tidak boleh, kau tidak tidur dengan pria lain selain Aku" ucap Liu Yaoshan sangat kesal.


"Hey kau ini kepada sedari tadi hanya marah-marah Saja? " tanya mayleen.


"Sepertinya paman tidak menyukaiku kak" ucap jieru dengan luka dibuat-buat sedih dan mata yang berkaca-kaca.


"Jadi kau tidak menyukai adikku? " tanya mayleen.


"Huh pria kecil ini sangat pandai bersandiwara agar mayleen memarahiku baiklah Aku akan menemanimu hehe"ucap Liu Yaoshan dalam hati.


"Tidak, Aku sangat menyukai nya" ucap Liu Yaoshan dengan senyum dibuat-buat lalu menggendong jieru.


"Baiklah kalau begitu kau boleh tidur dengan jieru asal Aku juga ikut" ucap Liu Yaoshan.


Mayleen sangat lelah dan segera beristirahat, disusul oleh jieru dan Liu Yaoshan. Mereka tidur dengan posisi mayleen disebelah kanan lalu jieru ditengah dan Liu Yaoshan disebelah kiri.


**Jika kalian suka pada ceritanya Jangan lupa di like, komen, vote dan follow author ya☺


See you next time.. ⌚

__ADS_1


love you❤😘


Bye ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ 👉👀👈**


__ADS_2