
Mayleen pun berinisiatif untuk membangunkan Tao dan menyuruhnya kembali ke kamarnya.
"Hey bangun" ucap mayleen.
karena tidak ada respon mayleen lalu mengambil sendok makannya dan mengetuk kepala Tao dengan sendok tersebut dan hal tersebut berhasil membuat Tao terbangun dari tidurnya.
"Auchhh siapa yang berani melempar batu kepadaku!!" teriak Tao dan mayleen dengan cepat menutup telinganya.
"Diam lah dan pergi dari hadapan ku kau hanya mengganggu pemandangan saat aku makan" ucap mayleen.
"Eh siapa kau? kenapa ada wanita ditempatku" tanya Tao.
"Berarti yang waktu itu menjebak ku kemari bukanlah Tao tetapi pria itu dan dia berpura-pura menjadi Tao yang asli karena dia memiliki ingatan Tao yang asli seperti aku yang memiliki ingatan mayleen yang asli" batin mayleen.
"Hey aku bertanya kepadamu, siapa kau dan kenapa kau bisa berada ditempatku?"tanya Tao.
"Hmm sepertinya kali ini aku harus jelaskan kepadanya" batin mayleen.
Mayleen lalu menghela nafas dan mulai menceritakan dari awal kepada Tao bahwa pria itu sendiri yang menjebaknya ketempat itu agar Liu yaoshan mau menemuinya tetapi mayleen tidak menceritakan tentang pria tua tadi.
"Tapi kenapa aku tidak mengingat apa pun, apa kau mau menipuku?"tanya Tao.
"Terserah kau tunggu saja selama 7 hari suamiku akan datang untuk menjemput ku kemari" ucap mayleen.
"Jika kau menipuku aku tidak akan membiarkan mu keluar dari tempat ini dan menjadikanmu santapan hewan kesayanganku" ucap Tao.
"Itu tidak akan terjadi dan kau tidak akan bisa bermacam-macam denganku" ucap mayleen datar.
"Sudahlah aku tidak lapar lagi karena ada pemandangan yang menggangu dihadapan ku membuat selera makan ku ini hilang" sindir mayleen lalu pergi dari sana.
"Hey dasar wanita tidak sopan ini adalah tempatku jadi aku bebas di mana saja ditempat ini" teriak Tao tetapi mayleen seakan menutup telinga.
Sementara Liu yaoshan yang sedang dalam perjalanan kembali bersama Jing berhenti setelah melewati hutan karena dia harua berhati-hati agar tidak ada yang melihat Jing atau merasakan auranya yang kuat.
"Kau kembali lah aku akan melanjutkan perjalanan ku, aku sudah mengirimkan surat untuk minghao agar menjemput ku" ucap Liu yaoshan.
__ADS_1
"Baik tuan, kalau begitu saya pergi dulu" ucap Jing lalu terbang menjauh hingga tak terlihat lagi.
Saat tiba dibawah Liu yaoshan sudah disambut oleh minghao dan melanjutkan perjalanan mereka, tetapi saat ditengah jalan sekumpulan orang menghadang mereka dengan memakai seragam yang sama.
"Tuan seperti ada sekumpulan orang yang sedang menunggu kita didepan" ucap minghao dengan memberi kode kepada Liu yaoshan.
"Aku tahu seperti kita telah dikepung dan sudah banyak kumpulan mereka yang mengambil setiap bagian jadi tidak ada jalan untuk kabur selain menghadapi mereka" ucap Liu yaoshan.
Liu yaoshan dan minghao memutuskan untuk menghadapi orang-orang tersebut, sekumpulan orang-orang itu sudah mengelilingi kuda yang ditunggangi oleh Liu yaoshan dan minghao.
"Tangkap mereka dan bawa mereka hidup-hidup kehadapan tuan boss" ucap salah satu dari mereka yang diperkirakan adalah pemimpin dari sekumpulan orang-orang itu.
"Siapa yang memerintah kalian menangkap kami" ucap minghao.
"Ikut dengan kami jika tidak ingin mati ditempat ini juga" ucap pemimpin mereka.
Liu yaoshan dan minghao saling menatap dan kemudian menghajar satu persatu orang-orang dihadapannya, tetapi karena kalah jumlah sebab orang-orang tersebut tak kunjung habis mereka berdua menyerah.
"Kalian bisa membawaku tetapi biarkan temanku pergi" ucap Liu yaoshan datar.
"Bagaimana boss apakah kau menyetujui apa yang dikatakan pria itu, bukan kah kita hanya diperintahkan untuk menangkapnya" ucap salah satu dari sekelompok orang-orang tersebut kepada pemimpinnya.
"Ta_tapi yang mulia hamba tidak bisa meninggalkan anda sendiri disini" ucap minghao.
"Tidak apa-apa, ambil penawar ini dan cepatlah ke istana dan berikan kepada tabib agar Xue mei pulih dan aku bisa kembali menjemput mayku" ucap Liu yaoshan.
"Tapi saya tidak bisa meninggalkan anda yang mulia, saya akan melanggar janji saya sendiri jika meninggalkan ada disini" ucap minghao.
"Aku sendiri yang memerintah ini kepadamu jadi untuk saat ini jangan pikirkan janji-janji itu lagi" ucap Liu yaoshan.
Minghao bergelut dengan pikirannya akhirnya dia setuju dan segera pergi dari sana dengan berat hati.
"Sekarang ikut dengan kami, bawa dia dan ikat tangannya" ucap pemimpin kelompok tersebut.
Sedangkan minghao dengan cepat menuju ke istana dengan membawa penawar untuk Xue mei dan tak berapa lama kemudian dia telah sampai di gerbang istana dan melewati para penduduk dengan kecepatan tinggi hingga membuat riuh warga-warga disana.
__ADS_1
"Hey hati-hati lah membawa kuda mu" teriak salah satu warga desa.
"Dasar bangsawan seenaknya saja" ucap salah satu warga desa.
Minghao yang dalam keadaan tidak fokus dengan apa yang dilakukannya membuat para warga marah namun pikirannya hanya fokus ke Liu yaoshan yang sedang disandera oleh sekelompok orang tersebut.
Setelah minghao memberikan penawar kepada sang tabib, dia segera pergi ke kerajaan iblis memberitahukan hal yang terjadi kepada hongli dan fengying.
Sementara Liu yaoshan yang ditangkap telah dikurung dan di ikat disebuah penjara besi.
keadaan yang awalnya sunyi dan hanya ada beberapa penjaga yang sedang minum-minum di depannya tiba-tiba ada beberapa suara derap kaki menghampiri.
"Sial tuan sudah datang, cepat bereskan semua botol-botol ini dan buang ke belakang" ucap salah satu penjaga.
"Seperti dia sudah tidak sabar untuk bertemu denganku" batin Liu yaoshan.
Tidak lama kemudian muncul seseorang yang sangat dikenali oleh Liu yaoshan dihadapannya dan tentu saja orang itu juga mengenalinya.
"Apakah ini pria yang sering diagung-agungkan sekarang berada di balik jeruji besi" ucap orang yang tak lain adalah tuoli.
Liu yaoshan hanya menatap kuku-kunya yang sedang kotor tanpa mendengarkan ucapan tuoli.
"Kali ini sudah waktunya kau mati tetapi bukan ditangan ku Bwahahahaha" ucap tuoli sambil tertawa keras memenuhi ruangan itu.
"tawa mu itu membuat kuping ku sakit saja" ucap Liu yaoshan.
"Tenang saja setelah kau tiada nanti istrimu juga akan menyusul mu" ucap tuoli menekan kata istrimu untuk memancing Liu yaoshan.
"Oh silahkan saja kalau kau mau bermain-main dengannya, dia yang akan menyusul ku atau kita akan berjumpa lagi disana" ucap Liu yaoshan sambil membayangkan mayleen yang sedang mengamuk di matanya bagaikan seekor kucing kecil.
Bukan Liu yaoshan yang terbawa emosi tetapi tuoli dia lalu memerintahkan bawahannya untuk memberi pelajaran kepada Liu yaoshan setelah itu dia pergi dari sana.
"Dasar pria sialan, liat saja nanti" batin Tuoli dan pergi meninggalkan tempat tersebut.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.
__ADS_1
See again.
bye-byee**.