Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
61. Episode 61


__ADS_3

Mayleen pun merasa tidak nyaman dengan perdebatan antara Liu yaoshan dan Jin huo, dia lalu angkat suara.


"Apa kalian Akan berdebat seperti ini terus? sebaiknya Kita berbicara dirumah saja karena jika tidak kalian akan mengundang banyak orang dengan perdebatan kalian" ucap mayleen lalu berbalik pulang kerumah kakek tabib.


"Iya nak sebaiknya Kita bicara dirumah saja" ucap kakek tabib.


Mereka lalu menuruti perkataan mayleen Dan kakek tabib dan saat mereka sudah sampai dirumah kakek tabib mereka kembali berkumpul dan berbucara.


"Jadi bagaimana anda bisa membuktikan bahwa nak may adalah istri anda yang hilang tuan?"tanya kakek tabib.


"May bisakah kau membuka cadar mu?"Tanya Liu yaoshan.


Mayleen tidak membantah dan menuruti perkataan Liu yaoshan dia membuka perlahan cadarnya.


"Inilah buktinya wajah Dan suara Yang Sama, apa lagi yang perlu kubuktikan bahwa dia adalah istri Ku" ucap Liu yaoshan.


"Tapi nak may Sama sekali tidak mengingat siapa anda tuan" ucap kakek tabib.


"Tidak mungkin, kau pasti mengenalku Kan may?"Tanya Liu yaoshan.


"Maaf tuan tapi saya tidak Sama sekali mengenal anda, tetapi jujur saat pertama kali melihat anda dan tuan itu saya merasa tidak asing dengan kalian" ucap mayleen.


"Mungkin nak may tidak mengingat masa lalunya karena kepalanya pernah terbentur benda yang sangat keras sehingga membuat ingatannya menghilang" ucap kakek tabib.


"Kakek apa kau mau jujur kepada mereka,Kita Kan belum tahu mereka orang Yang baik atau tidak jangan sampai Kita memberikan may kepada orang Yang salah kek bisa saja mereka menipu Kita" ucap Jin huo berbisik kepada kakeknya.


"Kakek juga khawatir, tapi jika benar mereka keluarganya nak may Kita tidak boleh menahannya untuk tetap bersama Kita Karena Kita tidak mempunyai hak Sama sekali Kita hanya kebetulan menolongnya" ucap kakek tabib.


"Tapi Aku tidak mau jika may ikut bersama mereka kek" ucap Jin huo.


"Jangan egois Jin huo Kita Sama sekali tidak punya hak untuk menahan may, biarkan dia ikut bersama keluarganya" ucap kakek tabib.


"Tapi kek.." ucap Jin huo.


"Aku tahu kau diam-diam menaruh perasaan kepada may tetapi kakek Mohon hilangkan perasaan mu itu Karena itu hanya menyakiti hatimu, dia adalah wanita Yang sudah memiliki suami" ucap kakek tabib.


Jin huo hanya diam mendengar perkataan sang kakek, menurutnya memang benar jika itu bukan haknya Sama sekali tetapi hatinya Sakit saat mengetahui bahwa may benar-benar telah memiliki suami Yang sangat sempurna yang jauh dari darinya.


"Baiklah kek ceritakannya, Aku pamit mau pulang mungkin Ibu sudah menunungguku" ucap Jin huo lalu berdiri dan pergi Dari Sana.


"Kau mau kemana jin huo Kan urusan ini belum selesai tetapi kau sudah mau pulang" ucap mayleen.

__ADS_1


"Aku Masih ada urusan may, ini urusanmu dengannya dan Aku tidak mempunyai hak disini" ucap Jin huo terlihat murung.


Mendengar ucapan Jin huo, Liu yaoshan tersenyum Karena tidak ada penghalang lagi antara dia dan mayleen.


Setelah Jin huo pergi Dari Sana kakek tabib menceritakan awal mula dia menemukan mayleen hingga sampai saat ini.


"Jadi keputusan terakhir ada ditangan nak may sendiri" ucap kakek tabib.


"May kau maukan pulang bersamaku, Kita harus kembali keistana may" ucap Liu yaoshan


"Apa Yang harus kulakukan sekarang?Aku Sama sekali tidak mengingat apa-apa, Bagaimana jika kedua pria ini sedang menipu Ku" batin mayleen.


Seakan dapat membaca pikirkan mayleen,Liu yaoshan langsung berkata agar dia mempecayai dirinya.


"Mungkin jika melihat barang-barang dimasa lalu mu kau bisa perlahan-lahan mengingat sesutu may, maka Dari itu Ayo iku bersama ku Dan pulang ke istana Kita" ucap Liu yaoshan.


"Bisakah anda memberikan waktu satu Hari untuk saya, sepertinya saya harus memikirkan hal ini matang-matang dulu" ucap mayleen.


"Baiklah, hanya satu Hari Dan tidak lebih" ucap Liu yaoshan.


"Zhi sebaiknya kau pergi kebalai desa dan katakan bahwa Kita sudah menemukan mayleen" ucao Liu yaoshan.


"Sepertinya kalian berdua butuh waktu untuk bicara, kalau begitu kakek pergi dulu" ucap kakek tabib lalu pergi.


Setelah kakek tabib pergi suasana jadi canggung antara mayleen dan Liu yaoshan.


"Apa kau mau minum, biar Aku ambilkan" ucap mayleen.


"Tidak, saat ini Yang Aku butuhkan hanya kau" ucap Liu yaoshan terus menatap mayleen sehingga membuat mayleen merasa risih dengan tatapan Liu yaoshan.


"Kalau begitu jangan menatapku seperti itu, jujur saja Aku merasa risih dengan tatapan mu" ucap mayleen.


"Oh maaf" ucap Liu yaoshan lalu mengalahkan pandangan matanya.


"Bolehkah Aku tahu Nama mu?"Tanya mayleen.


"Namaku Liu yaoshan" ucap Liu yaoshan.


"Kalau kau bersedia bisakah kau menceritakan Bagaimana kita bisa bertemu hingga menikah" ucap mayleen.


"Tentu saja boleh, sebenarnya Kita menikah Karena aku Di jodohkan dengan mu jadi Kita sama-sama tidak memiliki perasaan apa-apa dan setelah menikah Kita tetap menjalankan pekerjaan masing-masing dan sangat jarang berbicara karena kesibukan ku aku jadi mengabaikan mu tetapi sejalan dengan waktu Kita mulai saling berbicara satu Sama lain dan tanpa Aku duga Aku mulai jatuh cinta pada mu hingga aku tidak bisa melupakan mu " ucap Liu yaoshan.

__ADS_1


"Hmm..kisah cinta yang tidak menarik, Huuh didunia Ku Dan didunia ini Aku Sama sekali tidak pernah merasakan jatuh cinta kepada seseorang Karena kesibukan ku" batin mayleen.


"May apa kau mendengar ceritaku?"Tanya Liu yaoshan.


"Apa?"Tanya mayleen.


"Apa kau mendengar ceritaku?"Tanya ulang Liu yaoshan.


"Iya iya aku dengar" ucap mayleen.


"Tapi dari tadi Aku melihat mu melamun, apa kau baik-baik saja?" Tanya Liu yaoshan.


"Iya Aku baik-baik saja" ucap mayleen.


"Sepertinya Aku harus membantu kakek untuk mengobati orang, kalau begitu Aku pergi dulu" ucap mayleen.


"Boleh Aku ikut bersama mu?"Tanya Liu yaoshan.


"Terserah" ucap mayleen berjalan dan disusul oleh Liu yaoshan.


"Walaupun kau Masih tidak mengingat apa-apa, kau Sama sekali tidak berubah may" batin Liu yaoshan.


Saat sampai ditempat khusus pengobatan milik kakek tabib, mayleen membantunya meracik obat sedangkan Liu yaoshan hanya diam dan melihat.


"Biar Aku Yang memasukkan obat-obatan itu kedalam botol" ucap Liu yaoshan.


"Tidak perlu, Aku saja Yang melakukannya aku tidak ingin merepotkan mu" ucap mayleen.


Mendengar ucapan mayleen Liu yaoshan tersenyum dan tetap mengambil botol tersebut dan mengisinya.


"Dasar keras kepala" ucap mayleen dengan suara kecil tetapi dapat didengar oleh Liu yaoshan.


"Kau dulu lebih keras kepala dariku sayang" ucap Liu yaoshan menggoda mayleen.


Mendengar kata sayang Dari Liu yaoshan membuat mayleen senang didalam hatinya tetapi dia menutupinya dengan wajah datarnya.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa dilike, komen dan vote(◔‿◔(◍•ᴗ•◍(. ❛ ᴗ ❛.)


See you next time (◠‿◕)(✿^‿^


Bye bye( ´◡‿ゝ◡**`)

__ADS_1


__ADS_2