
Hari berganti, mayleen dan Liu yaoshan sudah memulai perjalanan untuk mencari desa asal kakek yang mereka temui di pasar.
"Apa kau sudah memerintahkan bawahan mu untuk membantu kita mencari kakek itu? " tanya mayleen.
Liu yaoshan sebenarnya telah menyuruh beberapa mata-mata terhebatnya dari kerajaan iblis untuk mencari keberadaan makam kakek tersebut.
"Sudah, tetapi mereka sama sekali tidak menemukan titik terang sedikit pun" ucap Liu yaoshan.
"Katakan pada mereka kita tidak boleh menyerah untuk menemukan desa tempat asal kakek itu" ucap mayleen.
"Tetapi apa yang harus kita lakukan sekarang? kita sama sekali tidak tahu apa-apa tetang kakek itu" ucap Liu yaoshan.
Mayleen sebenarnya sudah lelah untuk mencari asal desa kakek itu tetapi bukan mayleen jika dia sangat mudah menyerah begitu saja tanpa mendapatkan hasil apa pun.
Mayleen lalu teringat sesuatu, dia mengambil sepasang gelang itu yang sudah berada di dalam kantongnya. dia memperhartikan setiap sudut gelang itu.
"Kalau di lihat dari gelang ini hanya permata ini saja yang menambah kecantikan setiap sudut nya" batin mayleen.
"Dimana tempat penghasil permata terbaik di setiap desa yang berada di sekitar kerajaan? " tanya mayleen.
"Kalau tidak salah ada di sebelah barat tetapi perjalanan ke sana sangat berbahaya, tetapi kenapa kau malah menanyakan hal itu? " tanya Liu yaoshan.
"Sepertinya aku sudah menemukan titik terang dari pencarian kita" ucap mayleen.
"Maksudmu desa asal kakek itu berada di bagian barat? " tanya Liu yaoshan.
"Benar, kita harus segera kesana" ucap mayleen.
Liu yaoshan dan mayleen lalu melanjutkan perjalanan mereka menuju arah barat, tetapi di perjalanan tersebut tidak berjalan mulus, selalu saja banyak penghalang yang menghalangi jalan mereka.
Saat memasuki bagian hutan untuk menyebrang tiba-tiba sekumpulan orang yang menghalangi jalan mereka.
"Hay tuan dan nona sebaiknya kalian menyerahkan seluruh harta benda anda, kalau tidak kalian akan mati disini" ucap salah orang orang yang memegang pedang.
"Apa kau yakin bisa menyerang kami? " tanya Liu yaoshan dingin.
"Tentu saja tuan, kalian tidak membawa pengawal atau apa pun sedangkan kami sangat banyak hanya sekali menyerang saja kalian sudah tiada Hahahaha" ucap orang itu sambil tertawa.
"Haih.. dasar sampah menggangu saja, biarkan dia saja yang menanganinya aku sedang malas" batin mayleen hanya diam di atas kudanya.
"Percaya diri sekali" ucap Liu yaoshan lalu turun dari kudanya dan berjalan ke arah pria itu.
__ADS_1
"Tuan ternyata kau ingin menye_" ucap pria itu terpotong setelah Liu yaoshan dengan gerakan tak terlihat, pedangnya sudah berada di leher pria itu.
"Jangan banyak bicara dan pergi lah ke neraka" ucap Liu yaoshan langsung memisahkan kepala dari tubuh pria itu.
"Apa masih ada yang ingin menghalangi jalan kami? " tanya Liu yaoshan menatap bawahan pria itu yang sudah ketakutan.
"Ma.. maaf kan kami tuan, seharusnya kami tidak menghalangi mu kami mohon jangan bunuh kami" ucap salah satu dari mereka bersujud dan memohon amount begitu juga dengan yang lainnya.
"Sudah lah biarkan saja mereka kita harus segera pergi sebelum matahari terbenam" ucap mayleen.
"Baiklah, kali ini kalian ku ampuni tetapi tidak lain kali jika kalian berhadapan lagi dengan ku" ucap Liu yaoshan datar.
Setelah itu mereka pergi dari Sana dan meninggalkan orang yang tidak beguna itu disana.
Ditengah perjalanan mayleen dan Liu yaoshan berhenti dan beristirahat karena langit sudah mulai menggelap. mereka lalu memberi minum kuda mereka yang terlihat sudah kelelahan juga.
"Apa kita harus menginap disini dan melanjutkan perjalanan besok pagi? " tanya Liu yaoshan.
"Sebaiknya seperti itu aku juga sudah kelelahan" ucap mayleen.
Liu yaoshan lalu mengumpulkan kayu dan menyalahkan api dengan kekuatannya untuk menghangatkan tubuh mereka.
"Apa kau kedinginan? " tanya Liu yaoshan.
Liu yaoshan tidak percaya dengan perkataan mayleen menarik nya kedalam pelukannya tetapi mayleen sama sekali tidak menolak.
"Biarkan aku tidur sebentar" ucap mayleen.
"Tidurlah, Aku akan membangunkan mu jika sudah pagi" ucap Liu yaoshan.
"Apa kau tidak beristirahat, kau kelihatan sudah kelelahan" ucap mayleen.
"Jangan menghawatirkan aku, tidurlah" ucap Liu yaoshan mengelus kepala mayleen dan mengecup dahinya.
Tidak lama kemudian mayleen sudah tertidur dipelukan Liu yaoshan.
"Akhirnya dia tertidur, dia pasti sangat kelelahan" ucap Liu yaoshan menatap wajah cantik istrinya dan beberapa saat kemudian dia ketiduran juga.
Pagi sekali mayleen terbangun dan melihat Liu yaoshan yang ikut tertidur disampingnya.
"Hoaammm..kemarin dia bilang dia yang ingin membangunkan ku ternyata dia ketiduran juga" ucap mayleen.
__ADS_1
Mayleen lalu perlahan melepaskan pelukannya Liu yaoshan dan pergi mencari makanan dan air yang dapat mereka gunakan sebelum mereka melanjutkan perjalanan.
Beberapa saat setelah mayleen pergi Liu yaoshan terbangun dan melihat sebelah telah kosong, dia mulai panik karena melihat mayleen yang tidak ada disampingnya.
"Ahhh bodoh nya aku kenapa aku ketiduran semalam, apa ada yang menculiknya selamanya aku tidur" ucap Liu yaoshan khawatir dan mulai berpikir yang tidak-tidak.
Liu yaoshan sibuk memikirkan apa yang harus dia lakukan sambil berjalan mondar mandir hingga suatu seseorang membuyarkan pikirannya.
"Ada dengan mu? " tanya orang itu yang tak lain adalah mayleen yang baru datang dan membawa kelinci dan air ditangannya.
Liu yaoshan mendengar suara itu berbalik dan menatap orang yang datang tanpa berkata apa pun.
"Eh ada apa lagi dengannya, apa dia sudah tidak waras karena aku meninggalkannya sebentar" batin mayleen.
"Ada apa dengan mu" tanya mayleen heran dengan Liu yaoshan yang hanya dia.
"Ahh..apa? Eh..kemana saja kau ? kau tahu aku sangat panik saat aku melihat tidak mu, sampai-sampai aku memikirkan hal yang tidak-tidak" ucap Liu yaoshan.
"Aku tadi mencari makan dan minum setelah mengisi tenaga kita harus melanjutkan perjalanan" ucap mayleen.
"Aku tidak perlu makan dan minum asalkan ada kau sayang karena sumber tenaga ku berasal dari mu" ucap Liu yaoshan mengecup pipi mayleen.
"Jauh-jauh dariku dan panggang kelinci itu " ucap mayleen menyembunyikan rasa malunya.
"Apa istriku ini merasa malu? Hmmm?? " ucap Liu yaoshan menggoda mayleen.
"Si..siapa juga yang malu? aku tidak mungkin kan" ucap mayleen mencuci wajahnya dengan air yang dibawa nya.
Setelah itu Liu yaoshan membakar kelinci yang dibawa oleh mayleen dan mereka makan bersama.
"Ayo berangkat, kita harus sampai hari ini juga ke desa itu" ucap mayleen.
"Baiklah, ayo berangkat" ucap Liu yaoshan menaiki kudanya.
Beberapa saat kemudian mengendarai kuda masing-masing, mereka mencapai gerbang memasuki desa kecil tetapi desa itu memiliki banyak penduduk.
**Jika kalian kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like komen dan divote☺
Love you all 😍😘😙😗🤗
See you next time🕊⏰
__ADS_1
Salam dari author🙏
Bye ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ 🚴三🚴三👋**