Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
81. Episode 81


__ADS_3

"Memangnya ada apa jika seseorang berkeliaran malam hari didesa ini?"tanya mayleen.


"Para prajurit akan berpatroli dimalam hari dan sebelum-sebelum itu para rakyat telah diperingatkan untuk tidak berkeliaran karena ada mahluk aneh yang akan merampok emas dan juga bahan-bahan pokok didapur" ucap wanita itu.


"Kenapa para prajurit itu belum menangkap mahluk itu?"tanya mayleen.


"Mahluk itu sedang dalam pencarian dan tidak ada yang berhasil menemukannya karena dia tidak meninggalkan jejak sedikit pun" ucap wanita itu.


"Memangnya mahluk seperti apa dia? apa ada yang sudah melihatnya?"tanya Liu yaoshan.


"Ada seorang warga yang pernah kehilangan semua emas dan bahan-bahan didapurnya pada malam hari karena itu kita semua diperintahkan untuk tidak berkeliaran dan menjaga rumah" ucap wanita itu.


"Warga itu juga bercerita bahwa bayangan dari mahluk itu bukan seperti seorang manusia, dia memiliki dua tanduk diatas kepalanya dan bertubuh kecil lalu berlari sangat kencang setelah warga itu memergokinya" lanjut wanita itu.


"Di wilayah Utara ini memang sangat banyak mahluk aneh jadi hal itu sudah biasa bagi mereka ada yang terlalu peduli dengan hal ini ada juga yang tidak selagi mereka masih mendengarkan perintah dari atas" ucap Liu yaoshan.


"Sepertinya tuan mengenal daerah ini dengan baik, tapi kalian kelihatannya bukan berasal dari wilayah ini" ucap wanita itu.


"Kami datang ke wilayah Utara karena memiliki urusan sedikit disini, oh ya apakah masih ada penginapan yang kosong untuk kami berdua?"tanya mayleen.


"Sebenarnya masih ada satu tempat dibelakang tapi sudah lama kamar itu tidak terpakai mungkin sekarang dipenuhi dengan debu, sebaiknya kalian menginap dikamar putraku karena dia sedang ikut berpartroli dimalam hari jadi kamarnya kosong dan tidak ada yang menempatinya" ucap ibu penginapan.


"Apa putramu seorang prajurit istana?"tanya mayleen.


"Iya, dia prajurit dia sudah berusaha sampai akhirnya dia berhasil masuk dan menjadi bagian dari penjaga keamanan istana" ucap ibu penginapan.


"Apa anda tidak takut jika suatu hari nyawa putra mu bisa saja melayang?"tanya mayleen.


"Itu sudah pilihannya dahulu suamiku juga adalah seorang prajurit istana tetapi dia tewas di medan perang awalnya aku takut saat putraku ingin menjadi seperti ayahnya tetapi apa dayaku itu sudah pilihannya aku hanya berdoa yang terbaik untuknya" ucap ibu penginapan dengan wajah sendu.


"Sudah tengah malam kalau begitu bolehkan anda mengantar kami ke kamar putra mu?"tanya Liu yaoshan.


"Baiklah nak, ikut aku" ucap ibu penginapan.


Keesokan paginya ibu penginapan telah membersihkan kamar untuk ditempati oleh mayleen dan Liu yaoshan.


"Biar aku yang mengangkat semua barang-barang ini may" ucap Liu yaoshan.


Mayleen lalu menyerahkan barang-barang yang dipegang nya ke Liu yaoshan dan dia berkeliling melihat sekitar desa yang lumayan ramai.

__ADS_1


"May cepatlah kemari dan makan sarapanmu setelah itu kita akan berangkat dan kembali lagi kemari pada malam hari" ucap Liu yaoshan.


Saat mayleen ingin menyampiri Liu yaoshan ada seorang anak kecil yang terus memperhatikan dirinya dan memegang bajunya.


"Hey dik kenapa kau menarik bajuku?"tanya mayleen.


"Kakak bisakah kau membantuku?"tanya anak kecil itu.


"Apa yang bisa aku bantu?"tanya mayleen lalu mensejajar kan tubuhnya dengan anak kecil itu.


"Ikuti aku" ucap anak kecil itu sambil menarik baju mayleen.


Mayleen sejenak lupa bahwa Liu yaoshan telah memanggil nya dan dia mengikuti arah anak kecil itu membawanya.


"Kau mau membawa ku kemana bukankah ini sudah keluar dari gerbang desa?" tanya mayleen.


Anak kecil itu tidak merespon dan terus menarik mayleen dan mayleen tetap mengikuti anak itu.


Tiba-tiba anak kecil itu berhenti didepan sebuah gua dan menyuruh mayleen masuk sendirian kesana.


"Kak masuklah kesana ada seseorang yang sedang menunggu mu" ucap anak kecil itu perlahan-lahan tubuhnya menghilang dan hancur terbawa angin.


Tiba-tiba ada suara yang muncul dan mengagetkan mayleen.


"Ikuti saja kata hatimu, maka itu adalah jalan yang benar dan mengantarmu pada tujuanmu asal jangan memilih untuk mundur" suara tersebut.


"Siapa kau?"tanya mayleen tetapi suara itu sudah menghilang.


"Kata hati ku" ucap mayleen sambil menimbang-nimbang keputusan yang mau diambil nya.


"Ada yang aneh" batin mayleen.


Dia tidak menghiraukan jalannya dia tetap berjalan ke depan tanpa memilih antara kedua arah tersebut, tiba-tiba semuanya berubah kedua jalan itu menyatu dan rasa dingin yang mencekam itu berubah menjadi hangat.


"Selamat kau berhasil melewati tahap pertama mu" suara tadi kembali terdengar.


"Siapa itu?"tanya mayleen.


"sekarang kau sudah bisa berbicara denganku tahap kedua akan dimulai" suara sistem.

__ADS_1


"Perkenalkan aku sistem yang telah disusun didalam gua ini dan akan membantumu sampai tahap akhir" suara sistem.


"Aku harus kembali sekarang suamiku sudah menunggu ku" ucap mayleen.


"Tenang saja waktu tempat ini berjalan sangat cepat dibanding diluar sana jadi kau tidak perlu khawatir" suara sistem.


"Tahap keduamu kau harus melewati jembatan asap beracun didepan jangan sampai kau terjatuh jika itu terjadi kau akan terjebak disini selamanya" suara sistem.


"Jalan lah kedepan dan tetap fokus disetiap jalan yang kau injak terdapat jebakan" suara sistem.


Mayleen yang ragu awalnya lalu memejamkan matanya dan berjalan kedepan dengan percaya.


Tiba-tiba muncul asap hijau di jembatan itu yang baunya sangat menyengat membuat mayleen menutup hidung nya.


"Jangan hancurkan kefokusanmu karena bau asap racun itu" suara sistem.


Mayleen yang sudah tidak fokus lagi kemudian salah menginjak dan membuat jembatan itu kehilangan keseimbangan hingga membuat jembatan itu putus.


Awalnya semuanya hening hingga kembali terdengar suara di kepala mayleen.


"Kau tidak pantas hidup di dunia ini maka menghilang lah maka semuanya akan kembali damai"


"Kembali may aku menunggu mu jangan pergi meninggalkan ku ingat janji mu"


"Sudah cukup aku terjebak didalam halusinasi ku yang tidak nyata ini" batin mayleen dia terus memanjat keatas hingga akhirnya dia berhasil mencapai puncaknya.


"Tahap kedua selesai tahap ketiga akan menyusul siapkan diri mu jangan sampai kehilangan kefokusanmu" suara sistem.


Mayleen semakin berjalan terdengar banyak orang yang menjerit kesakitan dan meminta tolong kepadanya.


"Tetap fokus mau tetap fokus" batin mayleen.


Suara itu sudah tidak asing lagi baginya, suara orang yang menjerit di telinganya itu halusinasi nya, suara itu ingin membuatnya masuk ke masa lalunya dimana mayleen yang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menikmati orang-orang yang berkhianat disiksa sampai tak bernyawa lagi.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.


See you again (. ❛ ᴗ ❛.)


bye bye(。•̀ᴗ-)✧**

__ADS_1


__ADS_2