Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
22. Episode 22


__ADS_3

Setelah kepergian mayleen dari kediaman Liu Yaoshan, wajah Liu Yaoshan berubah menjadi datar.


"Fengying!! Hongli!!" panggil kaisar lalu tiba-tiba muncul dua orang didepannya dengan memakai topeng.


"Ada apa tuan" ucap kedua orang tersebut.


"Laporkan kegiatan permaisuri setiap harinya pada ku dan kemana dia pergi" ucap Liu Yaoshan datar.


"Baik tuan" ucap hongli dan fengying.


"Jangan sampai kalian ketahuan atau kalian akan mendapat hukuman" ucap Liu Yaoshan.


"Siap tuan" ucap hongli dan fengying lalu menghilang.


"Kau tidak akan bisa pergi dariku mayleen, apa pun yang terjadi kau adalah milikku dan tidak akan ku biarkan siapa pun memilikimu selain aku" ucap Liu Yaoshan.


•Siapa sebenarnya Liu Yaoshan?


Liu Yaoshan adalah anak dari kaisar terdahulu dan permaisuri pertama yang merupakan reinkarnasi raja iblis, dia menutupi identitasnya selama ini, hanya hongli dan fengying yang mengetahui siapa sebenarnya Liu Yaoshan. Dia mengetahui siapa sebenarnya dalang dibalik pembunuhan ibu nya tetapi dia tidak gegabah, dia hanya akan memainkan perannya sebagai kaisar di dalam istana dan berbeda setelah dia keluar dari istana, Setelah Liu Yaoshan keluar dari istana dia akan akan menunjukan penampilan aslinya sehingga tidak Ada yang mengenalinya dan dia akan menjadi sangat kejam dan tidak segan-segan membunuh orang yang menhianatinya. tetapi dia berubah saat bertemu mayleen, dia akan menjadi baik dan lembut pada wanitanya tetapi tanpa diketahuinya ternyata mayleen terlebih dahulu mengetahui siapa dirinya sebenarnya. Liu Yaoshan memang sangat kuat, kekuatannya dengan mayleen sama tetapi mereka tidak akan menggunakannya jika tidak dalam keadaan yang mengancam.


Nah sekarang sudah terjawabkan siapa sebenarnya Liu Yaoshan.


Sementara dikediaman mayleen dia sedang bermain dengan jieru.


"Jieru Ada yang ingin ku katakan padamu"panggil mayleen.


"Ada apa kak? " tanya jieru.


"Mulai besok kau akan tinggal dengan kaisar beberapa hari kedepan" ucap mayleen.


"Kenapa aku harus bersama dengan paman kak? apa kau sudah tidak menginginkanku?" tanya jieru dengan mata yang berkaca-kaca.


"Jangan berbicara seperti itu, aku Ada urusan beberapa hari kedepan dan itu berada di luar istana jadi aku menitipkan mu disana agar kau bisa terlindungi" ucap mayleen sambil mengelus kepala jieru.


"Apa aku tidak bisa ikut denganmu? " tanya jieru.


"Kau tidak boleh ikut karena disana sangat berbahaya" ucap mayleen.


"Baiklah kak aku akan menurutimu dan kau harus berhati-hati jangan sampai kau terluka" ucap jieru.


"Baiklah adikku sayang" ucap mayleen memeluk jieru.


Saat kedua nya sibuk berbincang-bincang, nuan nuan datang dan membisikkan sesuatu ke mayleen.


"Baik, aku akan kesana" ucap mayleen menyunggingkan sudut bibirnya.


"Ternyata rencana selir Zhang sudah dimulai ya hehe aku sudah menantikannya" ucap mayleen dalam hati.


"Jieru pergilah dan bermain bersama nuan nuan"ucap mayleen.


"Baik kak" ucap jieru lalu berlari menarik tangan nuan nuan.


"Jingmi keluar lah" ucap mayleen.


"Ada apa may? " tanya mayleen.


"Mendekat lah" ucap mayleen lalu membisikkan sesuatu ketelinga jingmi.

__ADS_1


"Baik aku akan pergi mencari nya" ucap Jingmi lalu menghilang.


"Hem.. Seperti dia menyuruh seseorang memata matai ku, ya sudahlah aku akan mengatasinya nanti" ucap mayleen dalam hati.


Sementara dikediaman kaisar, hongli dan fengying melaporkan sesuatu kepadanya.


"Salam tuan" ucap keduanya.


"Ada apa baru saja aku menyuruh kalian, apa sudah ketahuan olehnya" ucap Liu Yaoshan datar.


"Kami belum ketahuan tuan, tetapi saat ke kediaman permaisuri kami melihat permaisuri memanggil seseorang setelah itu muncul pria berambut putih lalu permaisuri membisikkan sesuatu ketelinganya" ucap fengying.


"apakah dia pria yang sama saat dihutan kematian"ucap Liu Yaoshan dalam hati.


"Ada lagi? apa kalian mendengar yang mereka bicarakan? " tanya Liu Yaoshan.


"Kami tidak mendengarnya tetapi sepertinya permaisuri menyuruh pria itu mencari sesuatu tuan" ucap hongli.


"Baiklah kalian boleh pergi dan pantau permaisuri dari jauh agar kalian tidak ketahuan" ucap Liu Yaoshan lalu kedua pria itu menghilang.


"Apa yang sedang dicarinya?" ucap Liu Yaoshan dalam hati.


Beberapa saat kemudian seorang pengawal masuk dengan mengantarkan seorang pelayan.


"Salam yang mulia" ucap keduanya.


"Ada apa? " tanya Liu Yaoshan datar.


"Selir Zhang mengundang anda minum teh bersama" ucap pelayan tersebut.


"Katakan bahwa aku sibuk" ucap Liu Yaoshan.


"Ada apa wanita itu mengundangku minum teh bersama, apa dia sedang merencanakan sesuatu" ucap Liu Yaoshan dalam hati.


"Tunggu!! Apa hanya aku yang diundang? " tanya Liu Yaoshan.


"Permaisuri dan para pangeran juga ikut Yang mulia" ucap pelayan.


"Katakan aku akan datang" ucap Liu Yaoshan.


"Baik yang mulia" ucap pelayan tersebut lalu keluar bersama dengan pengawal yang mengantarnya masuk.


"Sepertinya dugaanku benar wanita itu sedang merencanakan sesuatu, tidak mungkin dia akan dengan sengaja mengundang mayleen orang yang sangat tidak disukainya" ucap Liu Yaoshan dalam hati.


Saat Liu Yaoshan keluar dari kediamannya, dia melihat mayleen yang berjalan bersama xue mei menuju kediaman selir Zhang.


"May!! " panggil Liu Yaoshan membuat yang punya nama berbalik keasal suara.


" kenapa kau memanggil namaku langsung? " tanya mayleen.


"Tidak apa-apa lagian tidak akan Ada yang melarangku" ucap Liu Yaoshan.


"Apa kau juga akan ke kediaman selir Zhang? " lanjutnya.


"Ya.. dia mengundangku minum teh bersama" ucap mayleen.


"Aku juga sama" ucap Liu Yaoshan.

__ADS_1


Setelah sampai dikediaman selir Zhang, disan sudah Ada pangeran Liu changhai dan pangeran Liu xingsheng.


"Wah.. ternyata kaisar dan permaisuri juga datang" ucap Liu xingsheng.


"Terima kasih karna telah menerima undangan hamba yang mulia" ucap selir Zhang kepada Liu Yaoshan dan mayleen.


"Huh.. tunggu saja kau akan segera diusir permaisuri" ucap selir Zhang dalam hati.


"Silahkan duduk yang mulia aku akan memanggil pelayan agar membawa kan teh untuk kita" ucap selir Zhang.


"Hemm... Rencana murahan seperti ini sangat cocok dengan wanita murahan seperti mu selir Zhang" ucap mayleen dalam hati.


Saat pelayan pribadi selir Zhang didapur dan sibuk memasukkan obat kedalam minuman mereka, jingmi datang dengan merubah penampilannya menjadi seorang pelayan dan menukar seluruh minumannya tanpa disadari oleh pelayan pribadi selir Zhang.


Setelah siap pelayan itu membawa keluar teh dan cemilannya dan menyajikannya dihadapan semua orang.


"Silahkan diminum yang mulia dan pangeran" ucap selir Zhang dengan senyumnya.


"Hmm.. Sepertinya jingmi sudah menukar nya karena teh ini sudah tidak berbau obat" ucap mayleen dalam hati lalu meminum teh tersebut.


"Dalam teh ini terdapat bau obat yang membuat seseorang tertidur, sebenarnya apa yang di rencana kan wanita ini. sebaiknya aku pura-pura saja meminumnya" ucap Liu Yaoshan*.


Sementara kedua pangeran tersebut meminum teh tersebut dan selir Zhang juga meminum teh yang sudah ditukarnya dengan obat.


"Hehe sebentar lagi obat itu akan bereaksi" ucap selir Zhang dalam hati.


Beberapa lama kemudian kedua pangeran itu tertidur dan kaisar pun pura-pura tertidur berbeda dengan mayleen yang pura-pura pusing.


"Ada apa permaisuri sebaiknya anda beristirahat di dalam" ucap selir Zhang membawa mayleen kedalam tempat tidur kosong.


"Hehe kau bermain dengan orang yang salah selir Zhang" ucap mayleen membuat selir Zhang terkejut beberapa saat kemudian selir Zhang pingsan.


"Jingmi!! " panggil mayleen.


"Apa kau sudah membereskan pelayan itu? " tanya mayleen.


"Sudah may, lalu pria ini mau kau apakan? " tanya jingmi.


"Menurutmu? " tanya mayleen lalu melirik keatas tempat tidur yang disana Ada selir Zhang yang pingsan.


"Aku mengerti" ucap jingmi lalu menidurkan lelaki yang sudah diberi obat dan selir Zhang yang sudah meminum obatnya sendiri.


"Hehe kau silahkan menikmati permainanmu dari rencana mu sendiri selir Zhang" ucap mayleen lalu meninggalkan kedua orang tersebut.


"Pergilah jingmi" ucap mayleen lalu jingmi kembali masuk.


Saat diluar mayleen melihat kedua pangeran dan kaisar yang sedang tertidur.


"Jangan pura-pura tertidur lagi" bisik mayleen ketelinga Liu Yaoshan.


"Huh..ternyata kau mengetahuinya"ucap Liu Yaoshan lalu mengangkat kepalanya.


Liu Yaoshan melihat semua yang di lakukan oleh mayleen tetapi saat Liu Yaoshan ingin kembali pura-pura tertidur dikursi tanpa diketahuinya mayleen mengetahui bahwa dia sedang berpura-pura.


**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like, komen,dan divote😁


See you next time..

__ADS_1


love you all 💓😍


Bye ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ 🚴三👋**


__ADS_2