
Setelah perbincangan tersebut Yenny pun setuju dan mengikuti perintah tuoli, Yenny lalu keluar dari ruangan tersebut lalu kembali ke kamarnya.
"Kapan kita akan melaksanakan rencana ini tuan?"tanya orang itu.
"Sekarang antarkan Yenny keistana itu, oh ya aku memerlukan sebuah benda yang perlu kau dapatkan" ucap tuoli.
"Apa tuan?"tanya orang itu.
Tuoli lalu mengode orang itu untuk mendekat kearahnya dan membisikkan sesuatu ketelinga orang itu.
"Baik tuan kalau begitu saya permisi dulu" ucap orang itu dan diangguki oleh tuoli.
Sementara di istana, mayleen sedang makan bersama Xue mei dibawah pohon yang rindang.
"Bagaimana keadaan istana saat aku pergi?"tanya mayleen.
"Semuanya kacau kak bahkan para selir-selir itu mencoba mendekati yang mulia dengan mencoba masuk keruangannya" ucap Xue mei.
"Lalu?"ucap mayleen.
"Tapi tenang saja kak mereka semua berakhir dengan wajah yang murung saat keluar dan ada juga yang berlari sambil menangis kak" ucap Xue mei.
"Hahaha... seandainya aku ada saat itu pasti aku akan menjadi orang pertama yang menertawainya" ucap mayleen.
"Kak ada yang ingin aku tanyakan padamu" ucap Xue mei.
"Tanyakan lah" ucap mayleen.
"Selama ini kakak kemana saja? kenapa kakak sangat lama kembali keistana ini" tanya Xue mei.
"Ceritanya sangat panjang mei, apa kau ingin mendengarnya?"tanya mayleen.
"Tidak usah kak, bisa-bisa aku tertidur disini kalau ceritanya begitu panjang hahaha" ucap Xue mei sambil tertawa.
Saat kedua sibuk berbincang seseorang datang mendekati mayleen dan Xue mei, Xue mei yang melihat orang tersebut berjalan dari arah belakang mayleen dengan cepat ingin berdiri tapi diberi isyarat oleh orang itu untuk tetap duduk, siapa lagi kalau bukan Liu yaoshan.
Liu yaoshan diam-diam berjalan mendekati mayleen dan langsung memeluknya dari belakang sehingga membuat mayleen terkejut dan langsung membanting tubuh pria itu ketanah.
"Akhhh" teriak Liu yaoshan membuat para pengawal yang bertugas di kediaman mayleen berlari kearah sumber suara.
"Kak apa yang kau lakukan, itu yang mulia kak" ucap Xue mei menutup mulutnya.
mayleen terkejut dan segera membatu Liu yaoshan.
Sementara beberapa pengawal yang datang segera membantu mayleen untuk mengangkat Liu yaoshan kedalam.
"kalian boleh pergi dan mei tolong panggilkan aku seorang tabib" ucap mayleen.
"Kalau begitu kami permisi yang mulia" ucap pengawal tersebut kompak dan keluar dari kamar.
__ADS_1
Setelah para pengawal pergi tersisa Liu yaoshan dan mayleen didalam kamar tersebut.
"Maafkan aku tapi ini juga salahmu karena mengagetkan aku hingga aku refleks tadi" ucap mayleen.
"Iya-iya ini salahku tapi sepertinya tulang belakangku sedikit patah" ucap Liu yaoshan.
"Tunggu sebentar saja Xue mei sudah memanggilkan seorang tabib untuk mu" ucap mayleen.
"Sini aku bantu pijat belakang mu" ucap mayleen.
Liu yaoshan dengan senang hati menerima pijatan dari mayleen.
Sebelum mayleen memijat Liu yaoshan, ada orang yang mengetuk pintu tak lain adalah Xue mei dan seorang tabib.
"Salam yang mulia" ucap tabib tersebut.
"Kemarilah dan periksa keadaannya, apa ada masalah ditulangnya" ucap mayleen.
Liu yaoshan kesal dalam hatinya karena mayleen tidak jadi memijatnya karena tabib datang diwaktu bersamaan.
"Ada apa dengan yang mulia seperti dia sedang kesal" batin tabib tersebut.
Tabib lalu memeriksa tubuh Liu yaoshan, sedangkan mayleen dan Xue mei keluar dari sana.
"Sepertinya tubuh anda baik-baik saja yang mulia" ucap tabib tersebut.
"Jangan katakan pada istriku kalau aku tidak apa-apa" ancam Liu yaoshan.
"Salam yang mulia permaisuri seperti yang mulia mengalami keretakan tulang akibat tulang belakangnya terhempas terlalu keras ke tanah" ucap sang tabib.
"Bagaimana mungkin itu terjadi" ucap mayleen.
"Seperti tabib itu benar kak, kak tadi membanting tubuh yang mulia terlalu keras" ucap Xue mei mengerti maksud tabib tersebut.
"Jadi apa yang harus aku lakukan?"tanya mayleen.
"Anda harus merawat yang mulia selama seharian penuh dalam beberapa hari kedepan sampai keadaannya kembali yang mulia" ucap tabib tersebut.
"Baiklah, kalau begitu kau boleh pergi" ucap mayleen.
Setelah berbicara dengan tabib tadi mayleen lalu masuk kedalam dan melihat Liu yaoshan yang sedang tertidur.
"Huhhfff...kenapa hari ini aku sangat sial" ucap mayleen.
"Seperti dia tertidur, sebaiknya aku keluar saja" ucap mayleen baru saja ingin keluar tangannya sudah ditarik oleh Liu yaoshan.
"Temani aku tidur" ucap Liu yaoshan.
"Eh bukannya kamu tadi sedang tertidur?" tanya mayleen.
__ADS_1
"Tidurlah disebelahku dan nyanyikan sebuah lagu" ucap Liu yaoshan.
"Aku tidak pandai bernyanyi" ucap mayleen.
"Jangan berbohong sayang, apa kau lupa saat aku datang kekediaman mu dan memergoki mu sedang bernyanyi diayunan belakang" ucap Liu yaoshan.
"Kenapa ingatan orang ini sangat tajam sih" batin mayleen.
"Aku mohon sayang nyanyikan sebuah lagu untukku" ucap Liu yaoshan seperti seorang anak kecil sehingga membuat hati mayleen luluh.
"Baiklah, tapi kau harus berjanji tidurlah setelah aku menyanyikan lagu kau taukan tubuhmu sedang tidak sehat" ucap mayleen.
"Baiklah" ucap Liu yaoshan.
Mayleen lalu menyanyikan sebuah lagu dengan sangat merdu hingga membuat Liu yaoshan tertidur dengan pulas.
Setelah melihat Liu yaoshan tertidur mayleen bangun dan beranjak pergi keluar untuk menemui Xue mei, sedangkan Xue mei sedang berada diluar dan memeriksa setiap pelayan yang akan masuk ke kediaman permaisuri.
"Salam yang mulia" ucap mereka kompak dan membungkuk kepada mayleen.
"Ada apa ini mei?"tanya mayleen.
"Hamba sedang memeriksa setiap pelayan yang akan masuk ke kediaman anda yang mulia" ucap Xue mei.
"Baiklah, tapi biarkan aku ikut memilih dengan mu" ucap mayleen.
"Anda bisa memilih sendiri pelayan yang akan anda pekerjakan dikediaman anda yang mulia" ucap Xue mei.
Setelah itu mayleen memerikasa setiap pelayan yang berada Disana dan dia menemukan seorang wanita yang lumayan cantik dan mengambilnya.
"Kau kemarilah" ucap mayleen.
Pelayan itu lalu mendekat kearah mayleen dengan tatapan yang agak angkuh sehingga membuat mayleen tersenyum sekilas.
"Apa tujuan mu bekerja sebagai pelayan di istana?"tanya mayleen.
"Saya hanya ingin membantu perekonomian di keluarga saya yang mulia" ucap mayleen.
"Tapi bukankah lebih baik jika kau tidak menjadi pelayan? kau memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang bagus" ucap mayleen.
Sementara wanita pelayan itu tau maksud dari perkataan mayleen.
"Sialan wanita ini apa dia menyuruhku untuk bekerja dirumah pelacuran, tunggu saja jika sudah tiba waktunya aku akan menghabisi mu denga tanganku sendiri" baru wanita pelayan itu yang tak lain adalah Yenny.
"Walaupun saya memilikinya tetapi itu semua tidak berguna bagi hamba yang hanya orang miskin ini yang mulia" ucap Yenny yang sedang menyamar menjadi seorang pelayan.
" baiklah, kalau begitu kalian boleh pergi dan mulai besok kalian boleh bekerja dikediaman ini " ucap mayleen lalu beranjak dari disusul oleh Xue mei.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen dan vote( ◜‿◝ )♡
__ADS_1
See you again (✿ ♡‿♡)
Bye bye(っ.❛ ᴗ ❛.)っ⊂(•‿•⊂ )*.✧**