Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
85. Episode 85


__ADS_3

Ditempat Tao, mayleen sedang berjalan-jalan mengelilingi halaman.


"Kalau begini lama-lama aku bisa bosan, apa aku tanyakan saja pada Tao siapa tau saja aku ada pekerjaan yang bisa ku lakukan" ucap mayleen.


Tao yang sedang menuju kandang hewan kesayangannya tidak sengaja melihat mayleen yang sedang berjalan dihalaman.


"Apa lagi yang dilakukan wanita itu" batin Tao.


"Hehe karena dia sudah memukul ku dengan sendok kemarin, baiklah aku akan mengerjainya kali ini" batin Tao tersenyum licik kearah mayleen.


"Hey wanita bodoh! kemarilah" teriak Tao.


Mayleen yang mendengar ada orang yang berteriak lalu menoleh dan melihat orang yang dicarinya berada Disana.


"Sepertinya hari ini adalah hari baik untukku, aku tidak perlu mencari orang itu malah dia sendiri yang datang kepadaku" batin mayleen.


"Tunggu sebentar aku akan kesana" teriak mayleen.


Mayleen berlari cepat kearah Tao dengan sangat kencang membuat tao terbelalak melihatnya.


"Apakah wanita ini jelmaan kuda? larinya sangat cepat bahkan aku saja tidak dapat melakukannya" batin Tao.


"Hey kenapa kau malah melamun, ada apa kau memanggilku? kebetulan ada juga yang harus ku tanya kan pada mu" ucap mayleen.


"kalau begitu kau duluan katakan apa yang mau kau katakan padaku" ucap Tao.


"Baiklah, apa kau mempunyai pekerjaan untukku agar aku tidak bosan?"tanya mayleen.


"Waahh hari ini sangat cerah mungkin pertanda bahwa hari ini adalah hari keberuntungan ku dan wanita ini juga memintanya sendiri, hehe..baiklah sepertinya rencana ku akan berjalan mulus kali ini" batin Tao.


"Hey kau melamun lagi, aku tahu aku cantik tapi jangan menatap ku seperti itu kau ingatkan aku istri teman mu" ucap mayleen.


"Percaya diri sekali kau, cepat ikuti ada pekerjaan yang bisa kau lakukan" ucap Tao.


Mayleen lalu mengikuti pria itu sampai akhirnya mereka memasuki ruangan yang terlihat agak redup mungkin bisa dipastikan oleh mayleen kalau hanya tempat itu yang berbeda dari tempat lainnya.


"Tempat apa ini? jangan bilang kau menyuruhku membersihkan tempat ini"tanya mayleen menatap tajam tao


"Ikuti saja aku, sebentar lagi kita akan sampai" ucap Tao.


Beberapa saat kemudian mereka sampai dan tidak terlihat apa-apa ditempat itu.

__ADS_1


"Kita sudah sampai" ucap Tao.


"Aku merasakan ada aura kuat ditempat ini" batin mayleen.


"Lili keluar lah" ucap Tao sambil bersiul.


"Lili siapa?"tanya mayleen.


"Lihat saja sendiri" ucap Tao dan tak lama kemudian keluar seekor singa tua yang memiliki bulu yang sangat lebat.


"Woww ternyata kau memiliki hewan seimut ini ya" ucap mayleen berjalan menuju kearah lili dan mengusap kepala singa itu dengan lembut.


Tao yang melihat hal dihadapannya melotot dan mulutnya sedikit terbuka, bukannya mayleen takut dia malah berani berjalan kearah singa itu dan bahkan menyentuhnya.


"Tidak biasanya lili nyaman dengan orang lain selain aku, bahkan dia pernah mencabik seorang pelayan yang ingin memberinya makanan" batin Tao.


"Huftt.. seperti rencana ku kali ini gagal untuk mengerjai wanita ini" batin Tao.


"Apa kau memberiku pekerjaan untuk merawat kucing kecil ini?"tanya mayleen.


"Tidak boleh dia adalah lili kesayangan ku dan tidak ada yang boleh merawatnya selain aku" ucap Tao cemburu yang melihat lili yang baru bertemu mayleen malah kelihatan lebih akrab dari pada dirinya saat pertama kali bertemu dengan lili.


"Lili kemarilah, aku akan memberikan makanan yang sangat enak untukmu" ucap Tao tetapi lili tidak meresponnya dan malah menikmati elusan dari mayleen.


"Apa yang kau lakukan kepada hewan kesayangannya ku sehingga dia tidak menurut lagi padaku" ucap Tao menatap curiga mayleen.


"Aku tidak melakukan apa pun, iya kan lili?" ucap mayleen lalu lili kembali mengangguk.


"Aarrggg..Kemari lili kalau tidak_" ucap Tao terpotong.


"Kalau tidak kenapa ha? kau tidak mau mengurusnya lagi? oke biar lili bersama denganku" ucap mayleen.


"Sudahlah aku malas, aku akan kembali ke kamar ku" ucap Tao.


"Lihatlah lili tuan mu itu sedang kesal, apa kau tidak mau menemuinya?"tanya mayleen.


Lili mengangguk kemudian berlari mengejar Tao yang berjalan keluar dari tempat itu.


"Kenapa sekarang kau mengejar ku sana bermain saja dengan wanita itu dan jangan pedulikan aku" ucap Tao melewati lili.


Lili kembali mengejar Tao dan menghalangi jalannya dengan tubuh lili yang besar.

__ADS_1


"Jangan marah dengannya, seharusnya kau yang harus mengerti lili kau tidak membiarkannya bebas diluar dan terus mengurungnya sendiri ditempat yang gelap ini" ucap mayleen.


"Benar juga yang dikatakan oleh wanita ini aku tidak pernah memberikan lili ku kebebasan diluar sana bukan kah sama saja aku menyiksanya" batin Tao.


"Maafkan aku lili seharusnya aku memberikanmu kebebasan diluar sana dan tidak mengurung mu ditempat seperti ini" ucap Tao sambil mengelus bulu lebat lili.


Lili seakan mengerti apa yang dibicarakan oleh manusia-manusia dihadapannya, dia lalu menjilati muka Tao dan membuat pria itu geli dan tertawa.


Sedangkan minghao yang telah sampai dengan cepat menceritakan semua kejadian tersebut kepada hongli dan fengying.


"Apa kalian memiliki rencana?"tanya minghao.


"Untuk saat ini kita harus memberitahukan kabar ini kepada nona mayleen" ucap fengying.


"Ta_tapi tuan mengatakan untuk tidak memberitahu istrinya dan aku sudah berjanji" ucap minghao.


"Bagaimana denganmu hongli?" tanya fengying.


"Aku setuju dengan perkataan fengying, hanya dia yang bisa menyelamatkan tuan" ucap hongli.


"Walaupun kita bertiga yang melawan tuoli pasti bisa, tetapi bagaimana dengan orang yang berada dibelakangnya bahkan orang itu hampir menyamai kekuatan yang dimiliki tuan" ucap fengying.


"Jadi rencana kali ini, kita harus menemuinya tetapi apa kalian tahu nona berada dimana?"tanya Hongli.


"Dia masih berada di wilayah Utara dan untuk sampai ke sana kita memerlukan waktu sehari bahkan sampai dua hari karena yang kudengar dari para pekerja perbatasan jalan disana sedang ditutup" ucap minghao.


"Jalan terakhir kita sendiri yang harus menghadapi mereka untuk melawan tuoli, jika salah satu dari kita tewas itu sudah resiko yang harus kita tanggung karena kita sudah berjanji akan melakukan apa pun jika terjadi sesuatu yang berhubungan dengan tuan" ucap fengying.


"Aku setuju dengan mu" ucap mereka berdua.


Setelah membicarakan rencana mereka dan menyusun strategi selama berhari-hari, mereka bertiga sudah menyiapkan rencana diam-diam untuk menyelinap kedalam markas tuoli.


Sedangkan Liu yaoshan yang masih berada dalam tahanan tuoli, tubuhnya mulai sedikit melemah karena tidak diberi makan dan disiksa setiap hari yang dia lalui disana.


"Apa kau sudah menyerah sekarang Liu yaoshan?" tanya tuoli sambil menarik dagu Liu yaoshan.


Dengan tatapan tajamnya, Liu yaoshan menghempaskan tangan kotor tuoli dengan kasar dari wajahnya.


"Hahahaha kau belum menyerah juga rupanya, kalau begitu kalian lanjutkan beri pelajaran yang lebih keras lagi pada pria ini" ucap tuoli lalu pergi dari ruang tahanan.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.

__ADS_1


See you again.


Bye-byee**.


__ADS_2