
Setelah pertemuannya dengan pria yang tidak lain adalah Zaan dan Leo, Mayleen pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kediamannya diam-diam.
"Jingmi, keluarlah" ucap Mayleen.
Kalung Wanita itu lalu mengeluarkan sinar dan kini muncul lah Jingmi di hadapannya.
"Ada apa Mayleen?" tanya Jingmi.
"Aku menemukanmu hal yang aneh saat aku di luar" ucap Mayleen.
"Hal aneh seperti apa yang kau temui?" tanya Jingmi penasaran.
"Sewaktu aku di berkeliaran di luar istana, aku bertemu seorang pria yang mengeluarkan kekuatan aneh dan misterius aku tidak tahu bagaimana menjelaskannya kepada mu namun pria itu seperti dapat mengalirkan racun ke auranya sehingga orang yang berada dekat di sekelilingnya dapat merasakan kesakitan yang hebat dan akhirnya terbunuh sama halnya seperti dia membunuh tanpa menyentuh orang tersebut" jelas Mayleen kepada Jingmi.
"Sepertinya aku pernah mendengar tentang kekuatan seperti itu beberapa tahun yang lalu, kekuatan turun temurun itu berasal dari sebuah negeri yang terletak di barat, ah namun yang aku tidak tahu pastinya" ucap Jingmi.
"Ah ternyata itu kekuatan turun temurun di negeri barat ya, pantas saja aku tidak pernah melihat orang di negeri timur ini ada yang menggunakannya" ucap Mayleen.
"Kekuatan seperti itu sungguh luar biasa jika dikembangkan terus menerus hingga mencapai maksimalnya, yang aku tahu hanya keturunan murni kaisar barat yang mempunyai kekuatan itu" ucap Jingmi.
"Keturunan murni berarti pria yang ku temui itu bukan orang biasa" batin Mayleen.
"Tapi kenapa kau bisa bertemu orang yang bisa menggunakan kekuatan seperti itu Mayleen, seperti yang kita ketahui bahwa negeri barat sudah lama menjadi musuh negeri ini dan jika orang dari negeri barat masuk ke negeri kita berarti dia adalah seorang penyusup atau mata-mata yang dikirim dari negeri barat" ucap Jingmi.
"Oh ya Mayleen aku menemukanmu sesuatu mengenai selir baru itu, nama aslinya adalah Yiran dia pernah bekerja di sebuah rumah bordil, namun hal yang membuat ku terkejut setelah memata-matainya beberapa hari ini ternyata setiap dia memberikan minuman kepada Kaisar dia sepertinya mencampurkan sesuatu ke dalam minuman itu" lanjut Jingmi.
"Dia tidak mungkin sebodoh itu sampai tidak mengetahui jika wanita itu mencampur sesuatu ke minuman yang di berikan kepadanya" ucap Mayleen.
"Benar katamu, tapi waktu selir itu pergi aku diam-diam melihat minum itu dan aku juga tidak dapat merasakan apa-apa padahal insting manusia setengah hewan seperti ku ini sangat kuat, Mayleen." ucap Jingmi.
Jingmi lalu tiba-tiba mengeluarkan sesuatu dari balik lengan bajunya.
"Lihat ini, aku berhasil mengambil satu botol ini dari kotak di kamar selir itu. Ada banyak botol seperti ini di dalam lemarinya dan ini sepertinya telah digunakan" ucap Jingmi.
"Cari tahu dari bekas ramuan di botol itu, sebenarnya ramuan apa itu dan kenapa keberadaannya tidak dapat di deteksi, sepertinya selir itu memang bukan orang biasa" ucap Mayleen.
__ADS_1
"Baiklah"
Jingmi lalu menghilang dan kini Mayleen tinggal seorang diri.
"Sungguh melelahkan terlibat dengan semua ini, aku benar-benar lelah" batin Mayleen.
"Kak, aku sudah mengemasi semua barang-barang kita" ucap Xue Mei dengan nada berbisik-bisik.
"Sepertinya kita belum bisa pergi hari ini Xue Mei, masih ada hal yang harus ku selidiki dan itu berkaitan dengan kerajaan ini" ucap Mayleen.
"Tapi bagaimana jika kaisar tahu bahwa kau telah kembali, kak" ucap Xue Mei.
"Dia tidak akan bisa merasakan keberadaan ku disini. Oh ya Mei, apakah kaisar dan selir Lian menghabiskan waktu sepanjang hari?" tanya Mayleen.
"Iya, Kak. Selir Lian selalu berada di samping yang mulai kaisar setiap waktu" ucap Xue Mei.
"Heum baiklah, kau boleh melanjutkan pekerjaan mu. Aku sedang ingin sediri" ucap Mayleen.
"Baik, kak" ucap Xue Mei.
"Jadi dugaan ku benar pria itu bukan dari negeri ini dan kekuatan yang di milikinya itu adalah kekuatan turun temurun dari keturunan murni kaisar ah tunggu sebentar..." ucap Mayleen.
"Keturunan?! Berarti pria itu heum.. Aku lupa siapa ya namanya... Dia adalah putra dari kaisar negeri barat, tapi apa yang sedang mereka rencanakan sehingga datang ke timur ini, tidak memungkinkan juga kaisar negeri barat mengirimkan putra nya langsung untuk menjadi mata-mata di negeri musuh" lanjutnya kembali berpikir.
"Dan juga selir itu mengapa dia menyembunyikan identitas aslinya, Yiren, nama yang disebut oleh Jingmi tadi dan juga dia berasal dari rumah bordil rupanya. Aku penasaran bagaimana dia bisa bertemu dengan pria bodoh itu, awalnya kupikir dia bukan pria yang gampang tergoda namun faktanya malah terbalik" batin Mayleen.
"Namun ramuan apa yang dia masukkan ke minuman pria tua itu sehingga sekelas Jingmi saja tidak bisa mendeteksinya, huftt... Memikirkan ini semua membuat ku sakit kepala" batin Mayleen.
Kini 3 hari telah berlalu, Mayleen kembali keluar dari istana diam-diam untuk menemui kedua pria yang tak lain ialah Putra Mahkota Zaan dari negeri barat dan pengawal pribadinya sekaligus sahabatnya yaitu Leo.
"Aku kira kau tidak akan menepati janji mu dan kabur lagi, Nona May" ucap Zaan sedikit bercanda.
"Aku orang yang memegang janji ku" ucap Mayleen datar.
"Oh ya kemana pria yang waktu itu bersama mu?" lanjutnya.
__ADS_1
"Ah maksud mu Leo, dia sedang ada urusan sebentar dengan pencernaannya namun dia akan segera menyusul" ucap Zaan.
"Langsung saja kita ke intinya, ada yang ingin ku tanyakan kepada mu" ucap Mayleen.
"Tanyakan saja" ucap Zaan.
"Heum apa yang di lakukan seorang dari negeri barat menyusup ke negeri musuh ini? Dan juga orang ini bukan orang biasa melainkan seorang anak dari kaisar di negeri barat" ucap Mayleen dengan memperhatikan Zaan dari atas sampai bawah.
Lelaki di hadapannya itu lumayan kaget dengan ucapan Mayleen dan kemudian tersenyum.
"Sepertinya wanita ini bukan orang biasa di negeri ini" batin Zaan.
"Ternyata kau sudah mengetahui identitas ku sejauh itu, lantas apakah kau akan melaporkan tentang keberadaan kami, Nona?" ucap Zaan.
"Mungkin saja jika kalian tidak memberikan ku alasan yang cukup bisa ku terima" ucap Mayleen.
"Semudah itu?" tanya Zaan.
"Tentu saja, maka dari itu katakan apa maksud kedatangan kalian ke negeri ini" ucap Mayleen.
"Huftt.. Sebenarnya aku hanya ingin tahu seperti apa negeri asal ibuku, ibuku adalah orang negeri ini dan benar kata mu aku anak dari kaisar negeri barat yang berarti ayah ku adalah orang negeri barat namun keduanya menikah sebelum ayah ku menjadi kaisar lalu setelah aku lahir ibuku pun meninggal" ucap Zaan.
"Menarik" batin Mayleen.
"Lantas kau harus jauh-jauh datang ke negeri ini hanya untuk memenuhi rasa penasaran mu terhadap negeri asal ibu mu, begitu?" tanya Mayleen dan Zaan pun mengangguk untuk membenarkan ucapannya.
"Namun aku juga ingin mencaritahu apakah masih ada kerabat ibuku yang tersisa, hanya itu" ucap Zaan.
Akhirnya Mayleen pun mengerti dengan kondisi pria di hadapannya itu, namun resiko yang dia ambil sangat besar jika hanya hal seperti itu.
...****************...
Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like komen dan vote.
See you in episode 💯 bye bye
__ADS_1