
"Tidak perlu membelinya nak, itu untuk kalian berdua saja karena kalian sudah bersedia mendengarkan cerita kakek" ucap kakek tersebut.
"Baiklah kek, terima kasih atas pemberian anda" ucap Liu yaoshan.
"Semoga kalian selalu bersama dalam setiap hal apapun yang akan terjadi kedepannya jika itu bisa kalian lalui bersama hehe"ucap sang kakek dengan suara yang sangat kecil menatap mayleen dan Liu yaoshan secara bergantian.
"Baik kek kalau begitu kami pergi dulu" ucap Liu yaoshan dan mayleen sedari tadi hanya menatap aneh kearah sang kakek.
"Apa maksud perkataannya tadi" batin mayleen.
Setelah itu Liu yaoshan dan mayleen kembali berjalan-jalan ke tempat yang lain, saat dia kembali menoleh ke arah sang kakek tadi duduk dia sudah tidak Ada di sana.
"Hey Lihat kakek itu menghilang" ucap mayleen.
"Aku tahu.. kakek itu tadi hanya orang yang telah meninggal bertahun-tahun yang lalu, tetapi dia masih di dunia ini karena masih Ada urusan yang belum terpenuhi" jelas Liu yaoshan.
"Maksudmu gelang ini yang menjadi urusan nya sehingga dia masih berada di dunia ini? " tanya mayleen dan diangguki oleh Liu yaoshan.
"Hm.. pantas saja saat aku menatap mata kakek itu tidak Ada kehidupan yang aku lihat di matanya dan aku penasaran dengan perkataannya barusan" ucap mayleen.
"Kau tidak perlu memikirkan hal lain, cukup pikirkan aku saja" ucap Liu yaoshan sambil merangkul bahu mayleen.
"Hmm... " mayleen hanya berdehem dan terus menatap gelang yang berada di pergelangan nya sambil memikirkan perkataan sang kakek.
"Sebenarnya hal sulit apa yang akan terjadi nanti nya, ahh.. perkataan kakek itu membuat ku pusing saja" batin mayleen.
"Apa kau mau menonton pertunjukan di sana?" tanya Liu yaoshan menunjuk ke arah kerumunan orang yang sedang menonton pertunjukan orang bertarung dengan menggunakan kekuatan fisik tanpa alat apa pun.
Liu yaoshan bisa menebak apa yang sedang mayleen pikirkan dan itu juga yang sedang dia pikirkan, mereka sangat penasaran dengan perkataan sang kakek tadi, tetapi dia tidak mau gara-gara memikirkan hal itu waktu nya bersama mayleen malah tebuang sia-sia.
"Seperti banyak orang disana, kita tidak akan bisa melihatnya karena sudah tertutupi oleh kerumunan orang-orang" ucap mayleen.
"Apa kau lupa siapa suami mu ini" ucap Liu yaoshan menurunkan rangkulannga dari bahu kearah pinggang mayleen yang ramping.
Liu yaoshan terbang dengan merangkul mayleen dan mereka menonton pertunjukan gulat itu dari atas.
"Bagaimana jika Ada orang yang melihat kita? " tanya mayleen.
__ADS_1
"Tenang saja, tidak aka Ada yang melihat kita" ucap Liu yaoshan.
Mereka berdua menikmati pertunjukan dari atas sampai mayleen tak sengaja melihat pria yang sedang bermain curang, pria itu diam-diam mengeluarkan pisau kecil dari kantongnya dan ingin menusuk kearah kaki sang lawan.
"Lihat itu pria itu ingin bermain curang" ucap mayleen.
"Aku tahu dan kau tidak boleh melakukan apa-apa itu bukan urusan kita, kita hanya menonton saja" ucap Liu yaoshan memperingati mayleen. Dia tahu mayleen pasti akan mencoba membantu pria itu.
"Tapi itu nama nya curang, aku tidak boleh membiarkan hal itu terjadi. apa lagi itu terjadi dihadapan ku sendiri" ucap mayleen.
"Aku sudah bilang tidak ya tidak, jangan membantah perkataan ku mayleen" ucap Liu yaoshan menaikkan nada bicaranya.
"Kenapa kau malah membentakku, aku hanya ingin menolong orang itu" ucap mayleen yang juga ikut tersulut emosi dan melepaskan rangkulan Liu yaoshan dan turun ke bawah.
"Ma.. maaf kan aku may, Aku tidak tahu kenapa aku tiba-tiba menjadi seperti itu" ucap Liu yaoshan tersadar saat mayleen ikut menaikkan volume suara nya.
"Ada yang aneh dengannya kenapa dia tiba-tiba membentakku pada hal awalnya semua baik-baik saja" batin mayleen.
"Ada yang aneh dengan diri ku, kenapa tiba-tiba aku sangat emosi saat melihat mayleen ingin membantu orang itu, pada hal sebelumnya hal ini tidak pernah terjadi" batin Liu yaoshan.
Liu yaoshan mengejar langkah kaki mayleen yang sangat cepat dan berkali-kali meminta maaf tetapi tidak direspon oleh mayleen karena dia sibuk dengan pikirannya.
"Ma.. may_" ucap Liu yaoshan terpotong.
"Diam! Sepertinya Ada yang aneh dengan gelang ini" ucap mayleen melepaskan gelang itu dari tangannya.
"Maksudmu? " tanya Liu yaoshan kurang paham.
"Sepertinya gelang ini dapat mengontrol emosi seseorang, cepat lepaskan gelang itu" ucap mayleen dengan cepat Liu yaoshan melepas gelang tersebut.
"Ini" ucap Liu yaoshan menyerahkan gelang itu ke mayleen.
Mayleen memperhatikan gelang Liu yaoshan dan gelang nya secara bergantian dia melihat permata kecil pada gelang itu.
"Kita haru mencari kakek itu lagi, sepertinya dia belum menceritakan hal tersembunyi dari gelang ini" ucap mayleen.
"Di mana kita akan mencari kakek itu? " tanya Liu yaoshan.
__ADS_1
"Kita harus mencari makam kakek itu " ucap mayleen.
"Tapi kita tidak tahu dimana makam kakek itu" ucap Liu yaoshan.
"Kita coba dengan mencari orang yang masih Mengenalnya di desa tempat asalnya" ucap mayleen.
"Baiklah tetapi yang aku tahu dikekaisaran ini hanya memiliki beberapa desa kecil saja dan yang lainnya sudah berkembang menjadi desa besar, bagaimana kita akan mencari nya, lagi pula kakek itu sudah meninggal bertahun-tahun yang lalu. Apa mungkin masih Ada yang Mengenalnya" ucap Liu yaoshan
"Kita akan mencoba segala cara agar dapat menemukan kakek itu, kalau tidak cepat atau lambat gelang ini dapat mengendalikan seluruh perasaan" ucap mayleen.
" Tapi yang aneh gelang ini tidak dapat sama sekali mempengaruhiku, apa mungkin karena aku bukan pemilik asli tubuh ini" batin mayleen.
"Apa sebaiknya kita kembali ke istana terlebih dahulu? " tanya Liu yaoshan.
"Baiklah, ayo kita kembali ke istana" ucap mayleen.
Setelah itu mereka kembali ke istana dan dalam perjalanan mayleen sama sekali masih memikirkan hal itu.
"Dasar sialan kakek itu, berani-beraninya dia menipuku dengan cerita palsunya" gumam mayleen tetapi masih dapat di dengar oleh Liu yaoshan.
"Jangan bicara seperti itu, aku merasa cerita itu asli saat dia menceritakannya. hanya saja aku merasa di balik cerita itu masih Ada rahasia yang tersembunyi" ucap Liu yaoshan.
"Mau asli atau pun bohongan aku sangat kesal dengan kakek sialan itu" ucap mayleen.
"Baiklah..itu terserah padamu " ucap Liu yaoshan.
"Tunggu saja jika aku melihat kakek itu muncul lagi aku akan mencabik-cabiknya biarpun dia hantu dan biarpun dia berlari sampai keneraka aku akan mengejar nya" ucap mayleen.
"Hahaha.. kau ini sangat imut saat marah" ucap Liu yaoshan mencubit pipi mayleen.
Beberapa saat kemudian mereka sampai di istana dan gelang itu masih di pegang oleh mayleen agar tidak terjadi hal di luar dugaannya jika gelang itu dipakai oleh Liu yaoshan.
**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like komen dan divote π
Salam dari author π
See you next time ππ
__ADS_1
Love you all πππππ€
Bye Ω©(ΰ΄°Μα΄ΰ΄°Μ)α΅ΚΈα΅ π΄δΈπ΄δΈπ**