
Disebuah gubuk kecil didekat gunung yang jauh dari kerajaan Xue mei diikat oleh suruhan tuoli dan dia di jaga oleh beberapa penjaga.
"Tolong!! Tolong!!" teriak Xue mei.
"Tidak ada yang akan bisa menolong mu nona walaupun kau berteriak sekeras mungkin" ucap salah satu" penjaga.
"Siapa kalian? kenapa aku berada disini" ucap Xue mei.
Belum sempat orang itu menjawab bawahan tuoli sudah masuk dan menyuruh orang itu diam.
"Kau seharusnya tidak mendengar apa yang tidak perlu kau dengar nona karena hal itu kau berada ditempat ini sekarang" ucap orang itu.
"Kau sebenarnya siapa? apa yang kau rencanakan terhadap kaisar dan permaisuri" ucap Xue mei dengan nada tinggi.
"Aku bukan orang bodoh yang akan mengatakan rencana ku kepada mu nona tapi karena kau yang akan lebih dahulu pergi aku akan mengatakannya" ucap orang itu sambil mendekat ke arah Xue mei.
"Aku berencana ingin membunuh kedua orang itu" bisik orang itu.
Mendengar hal itu Xue mei bukannya takut dia malah menertawai orang itu.
"Apa kau bilang? kau ingin membunuh mereka? jangan mimpi disiang bolong tuan sebelum itu semua terjadi kau yang akan lebih dahulu mati ditangan mereka Hahahahah" ucap Xue mei sambil tertawa.
"Diam!! pengawal pukuli wanita ini dan buat dia tidak bisa berbicara karena omongannya itu membuat hanya membuatku kesal saja" ucap orang itu lalu pergi dari sana.
Setelah orang itu pergi empat orang yang berjaga Disana melaksanakan tugasnya dan mereka malah memukuli Xue mei dengan sebuah kayu besar.
Xue mei sama sekali tidak berteriak histeris dan menangis, dia malah menahan rasa sakit itu dengan memejamkan matanya dan berharap didalam hati agar ada seseorang yang datang dan menyelamatkan nya dari neraka itu.
"Aku mohon seseorang datang dan tolong aku" batin Xue mei.
Sedangkan mayleen yang telah selesai membersihkan diri dan kembali ke kamarnya tetapi sama sekali belum menemukan Xue mei, dia juga sudah bertanya di Liu yaoshan tetapi jawaban Liu yaoshan Xue mei sama sekali belum kembali sejak tadi.
Mayleen merasa aneh dan memutuskan untuk pergi mencari Xue mei tetapi hasilnya nihil dia sama sekali tidak menemukannya bahkan dia sudah bertanya di beberapa pelayan tetapi mereka semua tidak mengetahuinya.
"Apa kalian melihat Xue mei?"tanya mayleen.
"Tidak yang mulia, kami belum melihat Xue mei dari tadi biasanya dia lebih dahulu ke dapur dan mengambil makanan tetapi dia belum kemari yang mulia" ucap perwakilan dari para pelayan.
__ADS_1
"Baiklah" ucap Mayleen lalu pergi dari sana.
Mayleen pun berpikir mungkin Xue mei sudah kembali ke kediamannya tetapi saat dia kembali dia hanya menemukan Liu yaoshan yang menunggunya Kembali.
"Apa Xue mei sudah kembali?"tanya mayleen.
"Belum may, apa dia tidak ada didapur?" tanya Liu yaoshan dan mayleen menggeleng.
"Mungkin dia keluar istana" ucap Liu yaoshan
"Biasanya anak itu akan meminta izin terlebih dahulu kepadaku jika dia ingin keluar istana" ucap mayleen.
"Mungkin kali ini dia ada keperluan mendesak sehingga dia tidak meminta izin kepada mu may" ucap Liu yaoshan.
"Tapi aku memiliki firasat buruk, pasti sesuatu terjadi pada Xue mei sampai-sampai dia belum kembali juga sampai saat ini" ucap mayleen khawatir.
"Tenanglah dan jangan khawatir aku akan menyuruh beberapa orang mencari Xue mei" ucap Liu yaoshan.
"Bagaimana aku tidak khawatir dia sudah kuanggap sebagai adikku sendiri bagaimana mungkin aku membiarkan sesuatu terjadi padanya" ucap mayleen.
"Iya aku tahu itu may" ucap Liu yaoshan.
Pelayan lalu bergegas masuk dan membungkuk dihadapan Liu yaoshan dan mayleen.
"Ada apa yang mulia?"tanya pelayan itu.
"Panggilakan minghao kemari" ucap Liu yaoshan.
Pelayan tersebut lalu bingung dia belum terlalu mengenal orang-orang didalam istana ini karena dia baru saja bekerja di istana.
"Kau pasti bingung, katakan pada kepala pelayan untuk menyampaikan pesan yang tadi" ucap mayleen.
"Baik yang mulia" ucap pelayan tersebut lalu pergi.
Sedangkan minghao yang telah mendapat kabar tersebut bergegas ke kediaman mayleen dan menemui kedua orang tersebut.
"Ada apa anda memanggil saya yang mulia?"tanya minghao.
__ADS_1
"Aku akan langsung berbicara ke intinya, jadi Xue mei menghilang dan belum kembali sampai sekarang karena itu aku mempunyai sebuh firasat buruk karena tidak biasanya dia seperti itu" ucap mayleen.
"Saya mengerti perkataan anda yang mulia, saya akan mengerahkan beberapa pengawal untuk mencari keberadaan Xue mei" ucap minghao.
"Aku tidak ingin ada orang yang mengetahui hal ini dan segera temukan dia" ucap mayleen.
"Oh ya minghao apa kau sudah menemukan informasi tentang seorang mata-mata yang dikirim orang itu kedalam istana?"tanya liu yaoshan.
"Yang saya dengar dari hongli dan fengying mata-mata yang dikirim oleh orang itu adalah seorang wanita dan dia sudah diterima menjadi seorang pelayan di istana ini yang mulia" ucap minghao.
"Aku mengerti sekarang" batin mayleen.
"Pasti orang yang dimaksud oleh mereka bukanlah orang biasa dan dia berencana akan mengambil satu persatu orang yang berada didekat ku setelah sudah tidak ada yang bisa melindungi ku dia akan mengambil alih dan menghabisiku dan jika dia berhasil membunuhku sasaran utama mereka adalah Liu yaoshan dan jika saat itu mereka berpikir Liu yaoshan akan merasa terpuruk kehilanganku dan saat itu pula rencana mereka untuk menghabisi orang utamanya akan berjalan lancar" batin mayleen yang sudah menebak jalan cerita selanjutnya.
"Tapi itu hanya pemikiran ku saja bagaimana jika akhirnya ini semua melenceng dari perkiraan ku" batin mayleen.
"May kenapa kau malah melamun?"tanya Liu yaoshan.
"Ti_tidak apa-apa oh ya bolehkan aku bertanya sesuatu pada kalian?"tanya mayleen.
"Katakan lah may" ucap Liu yaoshan.
"Sebaiknya kita membuat sebuah rencana untuk mencari keberadaan mata-mata itu" ucap mayleen.
"Bagaimana caranya may" ucap Liu yaoshan.
"kita hanya perlu mengumpulkan pelayan-pelayan baru itu dan biar aku sendiri yang yang mulai mencari siapa sebenarnya dalang dibalik semua ini" ucap mayleen.
"Itu akan sangat merepotkan mu may, bagaimana jika aku dan minghao saja yang melakukannya" ucap Liu yaoshan.
"Kau jangan lupa dengan kondisi tubuhmu yang belum stabil dan berdiamlah disini sampai kau kembali sembuh" ucap mayleen.
"Aku tahu tapi beberapa waktu ini kau terus direpotkan oleh ku may, aku merasa tidak enak denganmu bukannya sebagai suami yang baik seharusnya aku yang melakukannya" ucap Liu yaoshan.
"Tidak perlu kau hanya butuh istirahat dan kembali tidur biarkan aku dan minghao yang menyelesaikan semua dan jangan berpikir macam-macam yang dapat menggangu pikiran mu" ucap mayleen.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like komen dan vote.(θ‿θ)
__ADS_1
See you again (✿^‿^)
bye bye,(。•̀ᴗ-)✧**