Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
92. Episode 92


__ADS_3

Setelah mayleen selesai membersihkan diri, dia kembali ke kembali ke kamarnya.


"Kak makanan untuk mu sudah disajikan" ucap Xue Mei.


"Dimana pria itu?"


"Yang mulia?"


"Benar, dimana dia mei?"


"Yang mulia telah kembali kak, yang mulia hanya berpesan mungkin dia akan jarang berkunjung kemari karena terjadi masalah dan dia harus segera membereskannya"


"Apa kau tau masalah apa yang terjadi?"


Mayleen kini duduk dan menyantap makanan yang telah disiapkan oleh pelayan.


"Aku hanya mengetahui sedikit, kalau tidak salah beberapa warga datang dan mengeluh karena penyebaran penyakit menular"


"Seperti mereka harus bekerja keras kali ini dan juga harus mencari sumber dari mana penyakit itu berawal"


"Apa anda juga ingin ikut membantu kak?"


"Kau lihat saja nanti, sekarang aku mau makan dan lanjutkan pekerjaanmu mei"


"Baiklah kak, kalau begitu aku permisi" mayleen mengangguk dan Xue Mei pun pergi dari sana.


Setelah selesai makanan mayleen pergi keruang baca pribadinya dan memilih-milih buku yang berhubungan dengan ilmu pengobatan tradisi kuno.


"Sepertinya aku harus meminta bantuan Jingmi untuk mencaritahu penyakit seperti apa yang sedang menular ini dan membuat para rakyat resah"


Setengah hari mayleen hanya menghabiskan waktunya diruang baca dengan mengamati beberapa buku yang telah dipilihnya.


"Jingmi, kemarilah ada tugas untuk mu"


Kalung yang dipakai oleh mayleen lalu mengeluarkan sinar berwarna putih dan tak lama muncul seekor harimau putih kecil.


"Ada apa kau memanggilku?" kini Jingmi, si harimau putih itu berubah menjadi sosok manusia tampan dan berdiri dihadapan mayleen.


"Aku ingin kau mencaritahu penyakit yang sedang menular di luaran sana dan segera laporkan kepada ku"


"Baiklah, apakah ada hal lain lagi?"


"Tidak, sekarang kau boleh pergi dan segera laporkan jika kau telah mengetahui"


Setelah kepergian Jingmi, Mayleen beranjak dari kursi yang sedari tadi didudukinya dan keluar dari ruangan tersebut.


"Salam yang mulia permaisuri, ada surat untuk anda" pelayan itu menyerahkan sebuah surat kepada mayleen.


"Siapa yang menitipkan surat ini?"


"Saya tidak tau yang mulia, hanya saja surat ini ditemukan didepan kamar anda"


"Baiklah, kau boleh pergi"


Setelah menerima surat dan pelayan itu juga sudah pergi, mayleen menatap surat yang diberikan oleh pelayan itu yang sekarang berada ditangannya.

__ADS_1


"Sebaiknya aku membukanya nanti saja"


Mayleen memasukkan surat itu kedalam kantong bajunya dan segera melanjutkan jalannya.


3 hari kemudian...


Mayleen kini sedang berada diruang bacanya sama seperti tiga hari sebelumnya dan dia sudah mengetahui penyakit apa yang sebenarnya sedang menyerang para rakyat.


"May"


"Hm?"


"Apakah kau akan terus menyembunyikan keberadaan jieru dan nuan-nuan?" kini Jingmi membuka sebuah topik.


"Kenapa kau menanyakan hal itu?"


Mayleen masih fokus pada buku dihadapannya.


"Kau tahu kini Nuan nuan dan Jieru, anak-anak itu kini sudah mulai tumbuh dan kau jarang sekali menemui mereka"


"Aku tahu, tapi kau sendiri juga tau keadaan ku sekarang tidak seperti rencana awal kita"


"Maafkan aku, seharusnya aku harus mengerti keadaan mu"


"Kau tidak perlu meminta maaf, aku hanya ingin kau tahu saja bahwa aku bukan ingin menyembunyikan mereka tetapi aku hanya tidak ingin mereka tidak menjadi kelemahan ku dikemudian harinya"


"Baik aku paham maksud perkataan mu"


"Kembalilah dan makasih untuk informasi yang telah kau dapatkan"


"Ya ya ya ingatlah kau harus menjaga dan menjadi guru yang hebat untuk adik-adik tersayang ku Jingmi" senyum Mayleen.


"Hahaha tentu jika itu kemauan mu" setelah itu Jingmi lalu menghilang dari sana.


Setelah Jingmi pergi mayleen kembali melanjutkan kegiatannya yang sempat tertunda dan tiba-tiba dia teringat akan surat yang diberikan oleh seorang pelayan 3 hari yang lalu.


"Dimana ya aku menyimpan surat itu?" batinnya.


Mayleen membuka satu persatu lapisan kertas di hadapannya dan tidak menemukan secarik surat itu.


"Ah mungkin ada di kamar ku"


Mayleen lalu segera bergegas ke kamarnya untuk mencari surat itu.


Setelah sampai di kamarnya mayleen membuka lemari pakaiannya dan mencari-cari benda itu dan pada akhirnya dia menemukannya.


"Siapa yang mengirimkan surat ini dan seperti surat ini berlapiskan kekuatan sihir"


Isi Surat tersebut:


Hai wanita pembawa petaka!


Surat ini mungkin sudah sampai ditangan mu sekarang dan aku hanya ingin mengingatkan mu bahwa pria mu akan menjadi milikku dan aku akan segera menggantikan posisimu, semua akan berjalan sesuai rencana ku dan kau tinggal menyaksikan kehancuran mu, semenjak kedatangan mu sangat banyak kesialan yang terjadi dan kini aku kembali untuk membereskan semua hal yang telah kau kacau kan dan tunggu pembalasanku, kau akan berlutut di depanku sambil memohon ampun.


___

__ADS_1


"Apa orang yang mengirimkan surat ini kepadaku masih waras atau dia benar-benar kehilangan kewarasannya"


Mayleen membaca surat itu dengan wajah datarnya, tak tunggu lama surat itu kini menjadi abu dan terbawa hembusan angin.


"Sepertinya ada orang yang telah merencanakan semua kekacauan yang terjadi belakangan ini, aku harus menyelidiki siapa orang yang berani bermain-main dengan ku" batinnya.


Sementara ditempat lain dimana Liu Yaoshan berada kini pria itu sedang berdiri melihat para ahli peracik obat membuat pil untuk menyembuhkan para rakyat.


"Apa kau tau awal penyakit ini tersebar ke daerah ini?"


"Setau saya ada seorang pria yang kembali ke desa lalu menyebarkan penyakit itu yang mulia"


"Sebelumnya apa kau tau kemana pria itu pergi?"


"Dia dari hutan barat dan dia hanya seorang pemburu kecil"


"Baiklah, kalau begitu kau boleh kembali dan melanjutkan pekerjaan mu"


"Salam yang mulia"


Setelah orang itu pergi kini Liu Yaoshan mengajak Liu Yaoshan untuk menjauhi keramaian.


"Aku punya tugas untukmu, segera selidiki penyakit yang berasal dari hutan daerah barat itu dan juga apa saja yang menjadi sumber penyakit tersebut"


"Baiklah yang mulia, tetapi bagaimana dengan anda?"


"Jangan menghawatirkan aku, segeralah pergi dan laporkan segera jika dirimu menemukan sesuatu"


Kini Minghao pergi, Liu Yaoshan lalu keluar dari tempat itu dan berjalan melihat daerah yang kini terlihat tidak sehat untuk menjadi pemukiman para warga.


Brukk


"Akhh... maaf maaf aku tidak melihat anda tuan"


"Bisakah kau berjalan menggunakan mata mu?"


Liu Yaoshan kini menatap datar orang yang menabraknya tanpa berniat untuk menolong orang tersebut.


"Ma-maaf aku sedang terburu-buru untuk pulang"


Gadis itu kini mencoba berdiri tetapi sayangnya kakinya terkilir dan dia kembali terduduk di tanah.


"Akh...tu-tuan bisakah anda membatu saya?"


"Kau mempunyai kaki mengapa aku harus membantu mu dan ini juga adalah kesalahan mu sendiri"


Liu Yaoshan pergi meninggalkan gadis itu tetapi belum jauh dia dari tempat itu, pendengarannya menangkap isak tangis gadis yang tadi menabraknya dan dengan berat hati Liu Yaoshan kembali dan membantu memapah gadis tersebut.


"Tadi katanya tidak mau membantu, huh.. dasar pria yang aneh"


"Jaga ucapan mu! jika kau masih mau berbicara aku akan melepaskan mu dan membiarkan mu terjatuh"


**JIKA KALIAN TERTARIK PADA CERITANYA JANGAN LUPA DI LIKE, KOMEN DAN VOTE.


SEE U NEXT EPS GUYS🦊

__ADS_1


BYE-BYEE**


__ADS_2