Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
30. Episode 30


__ADS_3

Mayleen pun tertidur di paha Liu yaoshan, sedangkan zhixin pergi mencari tempat tinggal untuk mereka tinggal bertiga.


"Kenapa aku harus sebodoh itu hingga mencelakaimu, kau bodoh sekali Liu yaoshan" ucapnya meruntuki dirinya sendiri.


Setelah menunggu beberapa saat zhixin kembali dengan membawa makanan ditangannya.


"Apa kau sudah menemukan tempat tinggal? " tanya Liu yaoshan.


"Ya, ada seorang ibu yang menyewakan rumahnya di desa dekat sini. oh ya ini berikan pada may, dia pasti lapar saat bangun karena sudah memuntahkan seluruh isi perutnya" ucap zhixin menyerahkan beberapa roti ke Liu yaoshan.


"Baik, ayo kesana" ucap Liu yaoshan.


Zhixin mengantar Liu yaoshan ke rumah sewaan di desa yang terlihat tak terurus dan banyak penduduk yang sangat kurus karena kekurangan sumber makanan.


"Apa kau yakin desa ini aman untuk tempat persinggahan? " tanya Liu yaoshan.


"Hanya desa ini yang terdekat, lagi pula kan hanya untuk semalam kita disini" ucap zhixin.


"Baiklah aku akan membawa mayleen masuk ke kamar dan kau tinggal saja di kamarnya sebelah" ucap Liu yaoshan.


Setelah itu Liu yaoshan membaringkan tubuh mayleen ke atas tempat tidur dan ikut beristirahat disampingnya dengan melingkari tangannya di pinggang mayleen yang ramping.


Sedangkan penduduk desa melihat ketiga orang yang baru datang itu seperti mendapat mangsa baru yang segar.


Malam nya mayleen terbangun dari tidurnya dan melihat Liu yaoshan disampingnya sedang tertidur pulas.


"Hey.. hey bangun" ucap mayleen menggoyangkan tubuh Liu yaoshan.


"Bangun Liu yaoshan!!!" teriak mayleen ditelinganya.


"Hoamm ada apa kau membangunkanku? " tanya Liu yaoshan dengan suara khas bangun tidur.


"Aku lapar" ucap mayleen.


"Hahaha ternyata kucing nakal ku sedang lapar ya" ucap Liu yaoshan bangun dan duduk disamping mayleen.


"Enak saja kau memanggil ku kucing, memang nya aku kucing apa" ucap mayleen.


"Baiklah, dimeja itu mungkin masih ada roti yang tadi di berikan oleh zhixin untuk kau makan" ucap Liu yaoshan.


"Wahh.. Zhixin memang yang terbaik" ucap mayleen turun dari tempat tidur.


"Iya dia yang selalu terbaik untukmu dan aku tidak pernah kan" ucap Liu yaoshan mamas sambil memutar bola matanya, dia akan belajar mengontrol dirinya agar tidak melukai mayleen seperti tadi.


"Hahaha kenapa kau selalu saja cemburu? "tanya mayleen sambil memakan rotinya.


" Suami mana yang tidak cemburu jika melihat istrinya bersama pria lain"ucap Liu yaoshan.


"Kan aku hanya berteman dengan mereka dan nyatanya kau yang ditakdirkan menjadi suami ku dan bukan mereka" ucap mayleen.


"Walaupun aku yang ditakdirkan menjadi suamimu tapi kenapa kau selalu saja tersenyum dan berbicara santai jika bersama pria lain sedangkan bersamaku kau selalu saja bersikap dingin" ucap Liu yaoshan.


Mayleen tidak menjawab ucapan Liu yaoshan, dia baru menyadari bahwa kamar yang ditempatinya bukan kamarnya.


"Kita ada dimana? " tanya mayleen melihat seluruh isi kamar.

__ADS_1


"Kita ada di desa yang dekat dari tempat kau muntah tadi" ucap Liu yaoshan.


"Berarti kau menunda perjalanan pulang keistana? " tanya mayleen.


"Ya, karna kondisimu tadi tidak memungkinkan untuk melanjutkan perjalanan kembali ke istana" ucap Liu yaoshan.


"Oh.. " ucap mayleen.


Beberapa saat kemudian mayleen mencium bau obat dari lilin aroma didekatnya, dia merasa ada yang aneh dengan bau obat itu.


"Sepertinya tempat ini tidak aman" bisik mayleen berdiri dari posisi duduknya tadi.


"Kita harus segera pergi malam ini juga" ucap mayleen menarik Liu yaoshan.


"Eh kita mau kemana larut malam begini" ucap Liu yaoshan.


"Dasar bodoh apa kau tidak melihat dulu sebelum pergi kesini, ini adalah desa yang menjebak orang jika ada pendatang baru" ucap mayleen.


"Bukan aku yang menemukan desa ini tetapi zhixin" ucap Liu yaoshan.


"Baik, cepat bangunkan dia dan kita akan pergi diam-diam dari sini" ucap mayleen.


Saat keduanya membuka pintu perlahan mereka melihat seluruh penduduk desa itu sudah menunggu keduanya didepan pintu dengan tatapan lapar seperti ini menyantap mereka hidup-hidup.


"Kalian tidak bisa kabur" ucap ibu yang menyewakan rumah untuk mereka.


"Mereka seperti zombi" batin mayleen.


"Hehe sepertinya daging mereka sangat empuk, aku tidak sabar mencicipinya" ucap nenek tua.


"Tentu saja ini semua hanya jebakan kami dan lihat temanmu di dalam Sana dia sudah pingsan karena obat yang aku campurkan di lilin aroma dalam kamar tetapi kalian berhasil selamat" ucap ibu itu.


"Hey kau cepat pergi dan bantu zhixin, aku akan mengalihkan penglihatan mereka" bisik mayleen ke Liu yaoshan.


"Apa kau yakin? Nanti kau kenapa-napa" ucap Liu yaoshan ragu meninggalkannya.


"Tenang saja, serahkan pada ku kali ini cepat lah" ucap mayleen.


"Hey orang-orang jelek kalian tidak akan bisa menangkapku" ucap mayleen menyengir kearah mereka.


"Wanita sialan beraninya kau menghina kami, tangkap wanita ini dan potong-potong dia terlebih dahulu" ucap ibu penyewa rumah.


para penduduk itu berlari kearah mayleen dengan membawa parang, pisau dan benda tajam lainnya.


"Hehe sepertinya sekarang waktuku ikut bermain" ucap mayleen mengeluarkan pedang kesayangannya.


Dengan sangat singakat mayleen menebas beberapa penduduk yang berlari kearahnya, membuat penduduk lainnya bergidik ngeri melihat tatapan mata mayleen dan dengan begitu santai menghabisi mereka.


"Apa hanya begini kemampuan kalian? " tanya mayleen dingin dengan senyum mengejeknya.


"Heh ini baru permulaan wanita sialan!!" teriak ibu itu tidak mau kalah karena ejekan mayleen.


"Kalau begitu kenapa kau tidak maju saja? " ucap mayleen menatap ibu itu.


•••

__ADS_1


Sedangkan Liu yaoshan berhasil melepaskan ikatan zhixin dan berusaha membangunkan nya.


"Bangunlah cepat, aku harus membantu mayleen disana" ucap Liu yaoshan menggoyangkan tubuh zhixin.


"Hey kau tidak boleh membangunkan nya" ucap pria berlari kearah Liu yaoshan dengan membawa pedangnya.


"Huh.. dasar tikus sialan" ucap Liu yaoshan dengan sekali hempasan dari kekuatan Liu yaoshan pria itu hancur hingga menjadi debu yang terbawa angin malam.


Perlahan zhixin membuka matanya, rasanya sakit kepalanya seakan mau pecah.


"Akhh ke..kepala ku sangat sakit" ucap zhixin.


"Hey sadarlah kita harus menolong mayleen di luar" ucap Liu yaoshan membangunkan tubuh zhixin.


"Kenapa kau malah menolongku dan tidak membantunya, dasar bodoh dia itu seorang wanita" ucap zhixin.


"Heh.. kau jangan meremehkannya" ucap Liu yaoshan membopong tubuh zhixin keluar dan saat keluar mereka hanya melihat pemandangan seperti permandian darah.


"A.. apa ini" ucap zhixin tidak percaya dengan penglihatannya.


"Sudah ku bilang jangan meremehkannya" ucap Liu yaoshan dia fokus melihat kearah wanita yang tubuhnya di penuhi darah orang lain.


•••


"Hehe lihatlah nyonya orang-orang mu telah lenyap, jadi apa kau ingin ikut mereka ke neraka" ucap mayleen mendekat kearah wanita tua itu.


"Ka.. kau wa... wanita si.. sialan mati saja" ucap wanita tua itu lalu berlari kearah mayleen dan menggores pergelangan tangan mayleen tanpa mendapat perlawanan sedikit pun dari may.


"Hahahahaha hanya ini kemampuan mu nyonya tua? " ucap mayleen melihat tangan nya yang dialiri darah segar lalu dia meminum kembali darahnya yang menetes itu, perlahan lukanya itu kembali menutup dan tidak meninggalkan bekas karena darah mayleen dapat menyembuhkan penyakit apa pun.


"Ka.. kau mo.. monster" ucap wanita itu ketakutan, dalam sekejap wanita tua itu mati karena pisau kecil milik mayleen menembus tubuhnya dan merobek-robek organ dalamnya.


•••


"Aku seakan tidak percaya dengan penglihatanku" ucap zhixin kembali mengucek matanya.


"Aku baru kali ini menyaksikan dirinya yang seperti ini" ucap Liu yaoshan yang sedari tadi menyaksikan mayleen.


"Apa dia benar-benar monster? dalam sekejab lukanya sembuh hanya dengan mengisap kembali darahnya. aku hanya pernah mendengarnya tetapi belum pernah menyaksikan nya" tanya zhixin.


"Dia bukan moster bodoh" ucap Liu yaoshan menjitak kepala zhixin.


"Memang ada orang yang dapat menjadikan darahnya sebagai obat bagi tubuhnya sendiri hingga dalam sekejab tubuhnya itu bisa kembali pulih, tetapi orang yang seperti itu sudah sangat langkah aku pernah melihat orang yang yang bisa melakukan itu tetapi dia sudah meninggal berpuluh-puluh tahun yang lalu"lanjutnya.


" Aku tidak menyangka wanita cantik dan ramah itu bisa menjadi seperti monster yang dingin dan haus akan darah manusia" ucal zhixin bergidik ngeri setelah melihat mayleen.


"Apa yang kalian bicarakan ? " tanya mayleen datar.


**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like komen dan divote ya..😊


jangan lupa follow author..😊


love you all..😍😘😙😗🤗


See you next time.. ⌚

__ADS_1


Bye ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ 🚴三👋**


__ADS_2