Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
55. Episode 55


__ADS_3

"Seseorang tolong aku" teriaknya sambil menarik sebuah akar pohon.


Perlahan tangan mayleen mulai tidak sanggup menarik akar tersebut akhirnya mayleen jatuh ke dalam jurang yang berakhir dengan laut dibawah sana dan tubuhnya terbawa aliran air.


Sementara Liu yaoshan Dan jingmi tidak menemukan keberadaan mayleen, mereka sudah menyuruh beberapa bawahannya tetapi hasilnya nihil, tidak ada Yang mengetahui keberadaannya.


"Suruh para bawahan lainnya menyebar keseluruh hutan ini" ucap Liu yaoshan emosi.


"Sabarlah Kita pasti Akan menemukan may" ucap jingmi.


Tiga hari berlalu tetapi tidak ada hasil dari pencarian mayleen.


"Bagaimana apa sudah ada hasil?"Tanya jingmi pada seorang pria.


"Maaf tuan saya tidak menemukan apa pun, kami sudah menyurusuri beberapa wilayah hutan ini" ucap pria itu.


"Pergilah, lanjutkan pekerjaan kalian" ucap jingmi.


"Huuhh Aku harus mencarimu kemana lagi may" ucap jingmi.


Sementara Liu yaoshan sudah pulang ke istananya Dan memerintahkan seluruh pengawalnya untuk mencari permaisurinya.


"Kemana kau sayang, seandainya saja Aku tahu kejadian itu akan berakhir seperti ini Aku pasti tidak akan melakukannya" ucap Liu yaoshan frustasi dia sudah mencari mayleen kemana-mana tetapi hasilnya nihil.


Sedangkan kembali tersebar rumor-rumor bahwa permaisuri telah menghilang, kabur dan bahkan ada Yang mengatakan bahwa dia telah meninggal dunia. Dengan banyaknya adanya rumor itu para perdana menteri Dan jenderal Yang memiliki seorang putri berlomba-lomba mencalonkan putri mereka untuk mendapatkan posisi sebagai permaisuri.


"Salam Yang mulia hamba sudah mencari keseluruh penjuru hutan tetapi tidak ada tanda-tanda keberadaan permaisuri" ucap Hongli.


"Bagaimana bisa!! Pokoknya Aku tidak mau tahu kalian semua harus mencarinya kemana pun" ucap Liu yaoshan emosi.


"Baik Yang mulia" ucap Hongli lalu bergegas pergi Dari sana.


Sementara tiga hari sebelumnya di sebuah desa terpencil, beberapa orang berkumpul Karena menemukan seorang wanita diujung sungai tempat warga mencuci.


"Siapa wanita itu? sepertinya dia berasal dari keluarga bangsawan Karena terlihat Dari pakaiannya Yang mewah walaupun sudah sobek" ucap seorang warga.


"Sepertinya dia terbawa aliran air sehingga sampai kesini" ucap Salah satu warga.


"Wanita ini Masih bernafas, Ayo kita bawa wanita ini ke rumah kakek ku karena dia seorang tabib" ucap seorang pria.


Wanita Yang terbawa aliran air itu tak lain adalah mayleen, dia lalu diangkat oleh seorang pria untuk dibawa kerumah kekek pria itu.


Sesampainya Di rumah disana, para warga disuruh bubar Dan hanya tersisa kakek tabib itu dan pria yang tadi membantu mayleen kerumah tabib.


"Bagaiman kondisi wanita ini kek?"Tanya pria itu.

__ADS_1


"Wanita ini baik-baik saja Dan hanya terdapat Luka gores dibeberapa kaki dan tangannya, Kita Akan melihat perkembangannya jika dia sudah sadar nanti" ucap tabib.


"Ngomong-ngomong siapa wanita ini Jin huo?" tanya kakeknya.


"Aku tidak tahu juga kek, tadi para warga yang menemukannya ditepi sungai, mungkin wanita ini terbawa aliran air" ucap Jin huo.


"Tumben kau mau menolong seorang wanita" ucap kakek tabib.


"Bukannya kakek sendiri Yang mengajariku bahwa Kita harus menolong siapa pun itu Dan tanpa memandang kaya atau miskin" ucap Jin huo.


"Kau memang cucu kesayanganku, oh ya apa ayahmu sudah kembali?"tanya kakek tabib.


"Belum kek, kata ibu dia akan kembali setelah dua hari lagi" ucap Jin huo.


"Apa kau sudah mendapat pekerjaan?"Tanya kakek tabib.


"Sulit sekali mendapat pekerjaan didesa ini kek, Karena itu ayah pergi ke desa lain dan mencari pekerjaan untuk menafkahi Kami sekeluarga" ucap Jin huo.


"Apa kau mau bekerja bersama kakek saja?"tanya kakek tabib.


"Apa boleh?"Tanya Jin huo.


"Tentu saja boleh, apa Yang tidak boleh untuk cucu kakek" ucap kakek tabib.


"Dimana Aku?"Tanya mayleen.


"Ternyata kau sudah bangun nak" ucap kakek tabib.


"Kau berada dirumah kakek, cucu kakek ini Yang membawa mu kemari katanya kau terbawa oleh aliran air hingga sampai kesungai desa ini" jelas sang kakek.


Mayleen yang mendengar penjelasan kakek tabib tersebut lalu mengingat-ngingat kejadian kenapa dia bisa terbawa oleh air hingga desa ini, tetapi saat ingin mengingat banyangan kejadian tersebut hanya membuat kepalanya sangat sakit.


"Dimana ini? kenapa aku berada disini? bukannya aku sedang mengendarai mobil untuk pulang ke rumah setelah selesai menghabisi sekelompok orang tidak berguna itu tapi kenapa tiba-tiba aku terbangun dan sampai kemari? kenapa banyak banyangan tidak jelas diingatanku sebelum aku terbangun" batin mayleen mencoba menggabungkan ingatannya.


"Dari mana kau berasal?"Tanya Jin huo.


"Aku tidak tahu" ucap mayleen spontan.


"Apa kau mengingat Nama keluargamu?"Tanya kakek tabib Dan mayleen hanya menggeleng.


"Sepertinya dia mengalami amnesia tapi apa penyebabnya aku tidak melihat Luka dikepalanya?" ucap sang kakek.


"Baiklah, kau beristirahat saja dirumah kakek sampai kau sembuh Kita akan pergi mencari keluarga mu nak" ucap kakek tabib tetapi tidak direspon oleh mayleen.


Mayleen Masih fokus dengan pikirannya sendiri dan hanya menatap datar sekelilingnya.

__ADS_1


"Setidaknya ucapkan terima kasih pada kakekku Karena dia mau memberimu tempat tinggal" ucap Jin huo.


"Sudahlah jin dia juga baru sadar setidaknya Kasi dia waktu untuk beristirahat sampai dia kembali pulih" ucap kakek tabib.


Setelah itu mereka keluar Dari kamar tempat mayleen berada.


"Sialan!! Apa Yang sebenarnya terjadi padaku" ucapnya.


Sementara dihutan kematian, Bao yu kembali merasakan keberadaan mayleen Yang sempat tidak dapat dilacaknya.


"Pasti terjadi sesuatu padamu may, Aku harus segera menemukanmu" ucap bao yu.


Sedangka diistana Liu yaoshan tak henti-hentinya memarahi setiap orang Yang tidak becus dalam pekerjaannya. sifatnya kembali berubah-ubah semenjak hilangnya mayleen. Rasa takut kembali menghantuinya jika mayleen benar-benar pergi dan menghilang untuk selamanya dari sisinya


"Sayang kumohon kembalilah" ucap Liu yaoshan Yang sedang mabuk didalam kamarnya.


Sementara itu para selir Yang mengetahui hilangnya mayleen mengambil kesempatan mendekati Liu yaoshan.


"Aku ingin menemui Yang mulia" ucap selir agung mei yin.


"Maaf Nona tapi Yang mulia menyampaikan pesan bahwa tidak ada seorang pun yang boleh memasuki kamarnya" ucap minghao.


"Aku tidak peduli, sekarang dia pasti sedang membutuhkan aku" ucap mei yin dengan angkuh.


"Percaya diri sekali wanita murahan ini, seandainya kau bukan wanita tuanku Ku pastikan sudah Ku buang kau kekandang singa peliharaan tuan" batin minghao.


"Maaf Nona tapi anda tidak boleh masuk" ucap minghao.


Selir agung tetap memaksa masuk dan menerobos pengawal didepannya, saat dia membuka pintu bau minuman keras dan disertai aura mencekam dipenuhi oleh kamar Liu yaoshan.


"Astaga Yang mulia apa Yang terjadi pada anda? kenapa anda minum sangat banyak" ucap selir agung berlari kearah Liu yaoshan Dan memegang sebelah tangannya.


"Lepaskan aku!! Siapa kau? apa kau yang menyembunyikan istriku?" ucap Liu yaoshan lalu menghempaskan selir agung mei yin kelantai.


"Rasakan itu kau sendiri Yang memaksa masuk kedalam kandang singa" batin minghao.


Selir agung mei yin lalu menangis dan keluar Dari kamar Liu yaoshan dengan terpincang-pincang Karena kakinya terkilir akibat hempasan Liu yaoshan yang sangat keras.


**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa Di like, komen, dan vote ya(ノ^_^)ノ


SEE YOU NEXT TIME


Follow ig: @syra23_


Bye bye(^∇^)ノ**

__ADS_1


__ADS_2