
Setelah dipilih langsung oleh mayleen para pelayan yang sudah dipilihnya dibawa ke tempat khusus para pelayan.
"Sialan wanita itu!! tempat kumuh apa ini? bahkan tempat sangat-sangat jelek dari kamarku yang dulu" ucap Yenny.
"Heh kamu! cepat bereskan semua barang-barangmu, mulai saat ini adalah kamar mu" ucap seorang pelayan senior.
"Kalau saja ini bukan istana sudah kurobek mulut sialan pelayan ini" batin Yenny.
"Kenapa kau malah melamun? cepat bereskan kamar mu ini!" ucap pelayan tersebut.
"Baik..aku akan segera membereskannya tapi bisakah kau keluar" ucap Yenny.
"Siapa kau menyuruh-nyuruhku? kau hanya pelayan baru diistanaku jangan sok mengatur" ucap pelayan itu lalu menendang sebuah tas yang dibawa oleh Yenny.
Wajah Yenny lalu memerah dan menahan kesal dengan perilaku pelayan senior dihadapannya tersebut.
Dengan pasrah yenny akhirnya merapikan seluruh isi kamar itu dan menaruh barang-barang didalam lemari, sementara pelayan senior tadi keluar karena merasa bosan.
"Akhirnya pelayan sialan itu keluar juga, tubuhku terasa remuk mengerjakan semua ini kalau saja ini bukan bagian rencananya aku tidak akan mau melakukannya" batin yenny.
Sementara pengawal bayangan tuoli sedang menyampaikan informasi yang terjadi diistana tadi.
"Apa wanita itu dapat mengontrol emosinya atau tidak?"tanya tuoli.
"Dia tidak marah didepan semua orang tuan berarti ujian pertamanya berhasil tuan, tetapi terlihat jelas diraut wajahnya bahwa dia sangat kesal saat berbicara dengan permaisuri dan aku tidak dapat mendengar dengan jelas apa yang mereka bicarakan" ucap orang itu.
"Menarik.. wanita itu bisa-bisanya dia membuat Yenny yang begitu berlidah tajam dan dapat membuat orang lain kesal dengan ucapannya sekarang berbanding terbalik" ucap tuoli tersenyum sekilas.
"Terus awasi pekerjaan Yenny dan jika ada masalah yang terjadi dan membuat dia dicurigai cepat bantu dia jangan sampai mereka tahu siapa Yenny sebenarnya" lanjut tuoli.
"Kalau begitu saya pamit dulu tuan" ucap orang itu lalu menghilang.
Sementara mayleen dan Xue mei sedang memulai rencana untuk menanam berbagai macam biji buah-buahan disamping kediamannya.
"Kak lihat baju mu sudah kotor, bagaimana mungkin seorang permaisuri berpenampilan seperti ini" ucap Xue mei.
"Jangan pedulikan bajuku nantikan aku bisa mandi, oh ya ambilkan aku pot kecil yang berisi bibit pohon mangga di sana" ucap mayleen.
Xue Mei lalu mengambil menuruti perkataan mayleen dan mengambil sebuah pot kecil yang berisi bibit pohon mangga.
"Kak apa kau yakin pohon-pohon yang masih kecil ini bisa tumbuh?"tanya Xue mei.
"Tentu saja bisa" ucap mayleen.
__ADS_1
"Bisa-bisa kediaman ini menjadi tertutup jika pohon-pohon ini tumbuh besar kak" ucap Xue mei.
"Nanti saja kita lihat kalau pohon ini berhasil tumbuh dengan subur mei" ucap mayleen.
Sementara Liu yaoshan sudah bangun dari tidurnya dan melihat keseluruh penjuruh kamar tidak siapapun kecuali dirinya.
"Kemana mayleen" batinnya.
"Pengawal!!"Panggil Liu yaoshan.
Dua pengawal lalu masuk dan membungkuk dihadapan Liu yaoshan.
"Ada apa yang mulia?"tanya salah satu pengawal tersebut.
"Kemana permaisuri?"tanya liu yaoshan.
"Permaisuri ada di samping kediaman yang mulia bersama pelayannya" ucap pengawal tersebut.
"Apa yang dilakukannya disana?"tanya liu yaoshan.
"Permaisuri meminta seorang pekebun datang keistana dan membawa beberapa bibit pohon buah-buahan untuk ditanam disamping kediaman" ucap pengawal tersebut.
"Papah aku kesana" ucap Liu yaoshan dia tidak ingin mayleen mengetahui bahwa dia hanya berbohong sedang sakit.
"Aku penasaran apa lagi yang sedang dilakukan wanita itu, sepertinya dia tidak bisa tenang disatu tempat dalam sehari saja Hahaha" batin Liu yaoshan.
Saat mayleen dan Xue mei sedang asyik-asyiknya menanam dengan tubuh yang sudah dikotori oleh tanah bahkan kuku-kuku mayleen sudah coklat karena tanah, Liu yaoshan datang dan melihat yang diperbuat istrinya itu.
"May apa yang sedang kau lakukan disini?"tanya liu yaoshan.
Mayleen dan Xue mei terkejut tiba-tiba saja ada orang yang berbicara karena mereka sedang fokus-fokusnya menanam hingga tidak memperhatikan sekitarnya.
"Kaget aku, kenapa kau selalu saja mengagetkan ku sih" ucap mayleen.
"Bukan begitu may, kau yang terlalu fokus menanam hingga tidak melihatku datang" ucap Liu yaoshan.
"Kenapa kau kemari?tabib bilang kau tidak boleh kemana-mana dan tetap di kamar saja berbaring" ucap mayleen.
"Aku bosan may, saat aku bangun aku tidak melihat siapa pun dikamar kecuali diriku sendiri" ucap Liu yaoshan.
"Haisshh..kalau begitu kau kembali ke kediaman mu saja Disana kan ada minghao jadi dia bisa bersama denganmu seharian dan aku juga akan sering kesana untuk merawat mu" ucap mayleen tetap menatap tanaman dihadapannya.
"Aku tidak mau, aku disini saja jika aku bersama minghao aku akan semakin bosan saja" ucap Liu yaoshan.
__ADS_1
Sementara diruanh kerja Liu yaoshan, mingaho sedang bersin-bersin sambil mengerjakan tugas-tugas yang diberikan oleh Liu yaoshan.
"Ada apa dengan ku, cuaca diluar cerah dan tidak ada tanda-tanda musim dingin akan tiba kenapa aku jadi bersin-bersin begini" ucap minghao mengelap hidungnya.
Kembali ketempat mayleen dan Liu yaoshan berada, kedua pengawal dan Xue mei menahan tawa melihat tingkah kedua pasangan itu.
"Baiklah-baiklah kau boleh tinggal ditempat ku sampai kau sembuh tapi dengan satu syarat kau harus menuruti setiap perkataan ku" ucap mayleen.
"Baiklah" ucap Liu yaoshan.
"Pengawal bawa dia kembali kedalam kamar" ucap mayleen.
"Tapi aku ingin melihatmu menanam may" ucap Liu yaoshan.
"Apa kau lupa dengan perkataan ku tadi sayang?"tanya mayleen.
"Hmm... baiklah" ucap Liu yaoshan pergi dengan perasaan senang.
"Barusan may memanggil ku sayang" batin Liu yaoshan tersenyum-senyum sendiri.
Kedua pengawal tersebut merasa aneh dengan Liu yaoshan karena saat mereka kembali Liu yaoshan tersenyum-senyum sendiri.
"Kalian boleh keluar, oh ya katakan pada kepala pelayan bawakan makanan kemari" ucap Liu yaoshan.
"Baik yang mulia" ucap kedua pengawal tersebut membungkuk kepada Liu yaoshan dan bergegas keluar.
Sementara ditempat para pelayan berkumpul Yenny dipanggil untuk berlatih sebelum dia menjadi pelayan dikediaman permaisuri.
"Kau pelayan baru itukan yang langsung dipilih oleh permaisuri?"tanya kepala pelayan.
"Iya, itu saya memangnya ada apa?"tanya Yenny.
"Jaga sikapmu kau hanya pelayan baru disini jangan karena permaisuri yang langsung memilihmu hingga kau tidak tau sopan santun diistana ini" ucap kepala pelayan.
"Kenapa banyak sekali orang menyebalkan di dalam istana ini, aku ingin sekali membunuh wanita tua ini" ucap Yenny.
"Jangan melamuan saja cepat masuk kedalam ruangan ku sekarang juga" ucap kepala pelayan.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa untuk like, komen, dan vote.
See you again⊂(◉‿◉)つ
Bye bye(づ ̄ ³ ̄)づ**
__ADS_1