Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
98. Episode 98


__ADS_3

Ternyata Leo diam-diam mengikuti Zaan, dia melihat tingkah pria itu di depan semua orang. Zaan ternyata bertingkah gila seakan-akan mengejar wanita yang mereka temui di rumah makan tadi.


"Pfttt apa yang di lakukan pria gila itu" batin Leo, pria itu kini tertawa terbahak-bahak dari kejauhan melihat tingkah tuannya itu.


"Tidak akan ada yang menyangka bahwa pria gila yang sedang berakting di depan mereka adalah Putra Mahkota kekaisaran barat, musuh negeri mereka" batin Leo.


Sementara di kerumunan tempat Mayleen dan Zaan saat ini berasa, Mayleen benar-benar di buat malu oleh pria itu.


"Hey, kau jangan macam-macam dengan ku pria gila. Aku benar-benar bisa menghabisi mu disini sekarang juga" bisik Mayleen.


"Benarkah? Tapi sayang sekali kau tidak bisa melakukan itu, Nona kecil, kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan kepada diri ku" bisik Zaan.


"Aku bahkan tidak mengenali siapa dirimu dan mengapa aku harus bertanggung jawab" bisik Mayleen.


"Apakah kau lupa apa yang terjadi beberapa hari yang lalu saat kau menendang bagian bawah ku dan kabur begitu saja?" bisik Zaan dengan sedikit tersenyum.


"Ternyata dia ada adalah pria yang ku temui saat itu" batin Mayleen.


Zaan dengan sigap menarik tangan Mayleen agar wanita itu tidak kabur lagi.


"Maaf kalian telah melihat pertengkaran kami, sekarang kalian boleh melanjutkan aktivitas kalian masing-masing, aku dan istriku sudah memutuskan untuk berbaikan dan pulang ke rumah" ucap Zaan.


"Ah syukurlah seharusnya kalian suami istri harus saling menjaga"


"Benar sekali dan kau wanita jangan dengan tega meninggalkan anak-anak mu di rumah, kasihan mereka"


"Anak zaman sekarang sangat tidak becus merawat suami dan anak"


Para warga lalu bubar setelah itu.


"Pria gila ini aku benar-benar ingin membunuhnya" geram Mayleen.


"Ikut aku sekarang" Tarik Zaan, dia membawa Mayleen ke sebuah tempat yang tidak ada orang sama sekali.


"Sepertinya kau sangat betah memegang tanganku, tuan yang sangat pandai berakting, kau mungkin bisa di nobatkan sebagai raja akting di seluruh dunia" ucap Mayleen dengan nada meremehkan.


"Benar sekali, namun aku terlihat lebih baik dari gadis yang suka menguping dan kabur seperti seekor kucing yang telah mencuri ikan, maka aku harus memegangnya erat-erat agar tidak kabur untuk kedua kalinya, bukan?" ucap Zaan membalas ucapan Mayleen.


"Hey tuan, aku tidak berniat untuk menguping percakapan mu beberapa hari yang lalu. Waktu itu aku hanya kebetulan lewat dan melihat mu ingin dirampok oleh orang-orang itu namun saat aku berniat untuk membantu mu kau sudah lebih dahulu melumpuhkan dan membunuh mereka bukan" ucap Mayleen.

__ADS_1


"Namun aku sedikit heran dengan kekuatan yang kau miliki, apakah kau bukan orang yang berasal dari negeri ini, tuan. atau mungkin dengan kata lain kau adalah seorang penyusup" bisik Mayleen dengan sedikit tersenyum.


Setelah kejadian hari itu, Mayleen penasaran dengan kekuatan pria itu dan darimana asalnya jadi dia mencaritahu sendiri mengenai kekuatan misterius yang dimiliki pria itu.


"Sial! Aku ketahuan, wanita ini bisa saja sudah mengetahui identitas asliku" batin Zaan.


Disaat kedua orang itu sedang berbicara, tiba-tiba ada orang ketiga uang datang di antara mereka.


"Hey, akhirnya aku menemukanmu, apa yang kau lakukan disini bersama wanita cantik itu" tanya orang itu yang tak lain adalah Leo.


"Kenapa kau disini? Bukan kah aku sudah menyuruh mu untuk kembali terlebih dahulu " ucap Zaan.


"Sayangnya aku tidak bisa meninggalkan mu sendirian karena kau mungkin akan membuat keributan, namun ternyata dugaan ku benar, pfttt kau benar-benar pandai berakting" ucap Leo kini dia tidak dapat menahan tawanya.


"Sialan! Ternyata dia melihat ku" batin Zaan.


"Sepertinya pria ini terlihat bukan berasal dari negeri ini, apakah mereka berdua seorang penyusup" batin Mayleen.


"Sepertinya kalian berdua perlu berbicara, kalau begitu aku akan pergi terlebih dahulu dan ya satu lagi aku tahu kalian berdua buka dari negeri ini dan tenang saja aku tidak akan membocorkan" ucap Mayleen.


"Tunggu sebentar!" ucap Leo.


"Kalau begitu sepertinya kita perlu melakukan negosiasi namun untuk hari ini aku tidak bisa, maka dari itu 3 hari kemudian kita akan bertemu lagi di tempat ini" ucap Mayleen.


"Bagaimana kita bisa mempercayai omongan mu, kau bisa saja kabur setelah kau pergi dari tempat ini" ucap Zaan.


Mayleen lalu menghela nafasnya dan mencabut giok putih yang biasa digunakan kan dan memberikan benda itu ke Zaan.


"Ambil, benda ini sangat berharga jadi kau harus mengembalikannya ketika kita bertemu kembali" ucap Mayleen hendak ingin pergi.


"Tunggu sebentar!" ucap Zaan.


"Apa lagi?!" ucap Mayleen.


"Beritahu aku siapa nama mu?" ucap Zaan.


"Apakah kau bisa memperkenalkan dirimu terlebih dahulu sebelum kau menanyakan nama orang lain yang tak kau kenal?" ucap Mayleen.


"Ah nama ku Zaan dan dia Leo" ucap Zaan.

__ADS_1


"Dari nama mereka saja sudah jelas mereka bukan dari negari ini, aku harus menyuruh Jingmi untuk mencari tahu asal kekuatan yang mereka miliki" batin Mayleen.


"Aku May" ucap Mayleen lalu benar-benar meninggalkan kedua pria itu.


...----------------...


Sementara kini Xue Mei sedang menunggu kepulangan Mayleen.


"Apakah kakak benar-benar meninggalkan aku sendirian di istana ini? Huhu" batin Xue Mei meratapi nasibnya.


Sedangkan di ruangan Liu Yaoshan, pria itu telah menyuruh seluruh tentara bayangnya bahkan Minghao untuk mencari keberadaan Mayleen.


Pria itu kini sedang minum-minum di dalam ruangannya di temani oleh selir Lian.


"D-dia tidak boleh meninggalkan ku, d-dia itu wanitaku seorang" ucap Liu Yaoshan terbata-bata.


"Aku ada disini bersama mu yang mulia" ucap selir Lian.


"A-aku hanya ingin dia, bukan kau! A-aku menikahi mu k-karena kau memiliki anakku di perut mu" ucap Liu Yaoshan.


"Sial! Sampai saat ini dia masih saja mengungkit hal itu di hadapan ku, aku benar-benar muak mendengarnya" batin Selir Lian.


"C-cepat suruh mereka untuk mencari istriku, aku belum menyetujui perceraian ini, d-dia masih istri sah ku" ucap Liu Yaoshan.


"Sudah cukup yang mulia, kau harus berhenti minum kau sudah sangat mabuk" ucap Selir Lian.


Kini Liu Yaoshan melihat bayangan Mayleen di diri Selir Lian, pria itu kini berhalusinasi.


"K-kau kenapa kau tega meninggalkan ku lagi dan lagi?!" teriak Liu Yaoshan sambil menggoyang-goyangkan bahu selir Lian.


"Aku disini bersama dengan mu yang mulia, aku tidak akan pernah pergi meninggalkan mu" ucap Selir Lian.


Karena kebanyakan minum kini pria itu tumbang di pelukan selir Lian.


...****************...


Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa like, komen dan vote.


Salam dari Author;)

__ADS_1


__ADS_2