Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
95. Episode 95


__ADS_3

Mayleen kini berada di tengah keramaian ibu kota


"Syukurlah sepertinya keadaan disini sudah membaik" batinnya.


Dari kejauhan di sebuah gang yang kecil, mayleen melihat beberapa pria sedang mengelilingi sesuatu.


"Ada apa di sana" batinnya.


Mayleen yang penasaran akhirnya pergi ke sana dan melihat hal apa yang terjadi.


"Serahkan semua uangmu kepada kami" ucap seorang pria besar yang berpenampilan lusuh.


Mayleen hanya menonton adegan itu diam-diam, dia tidak ingin ceroboh dalam mengambil tindakan.


"Hei! Apakah kau bisu dan tuli?!" ucap pria itu lagi sambil menunjuk kepada pria itu.


"Sepertinya dia tidak akan berbicara sebelum kita melakukan kekerasan kepadanya" ucap pria yang lain.


"Gawat mereka ingin memukuli pria itu" batin mayleen.


"Di zaman seperti ini masih ada juga pria yang lemah sehingga mudah di rampok seperti dia" lanjutnya.


Ketika mayleen hendak membantu pria itu tiba-tiba pria yang tadinya menunjuk-nunjuk bahu pria itu berperilaku aneh.


"Akhh a-ada apa dengan diriku, l-leher ku terasa tercekik Akhh t-tolong ak_" ucap pria itu lalu tumbang ke tanah.


Seketika semua pria yang bersama pria itu tiba-tiba terkejut.


"H-hei apa yang kau lakukan pada bos kami! B-beraninya kau!!" ketika hendak memukul hal yang sama pun terjadi.


Sementara mayleen yang melihat kejadian aneh itu sangat terkejut.


"Sangat menarik, siapa pria itu? apakah dia yang melakukan itu bahkan dia tidak menyentuhnya sama sekali, namun kenapa aku sama sekali tidak dapat merasakan kekuatan pria itu" batin mayleen.


"K-kau!"


Semua pria itu akhirnya ketakutan dan lari dari sana, namun sebelum pria yang tadinya ingin dirampok itu juga pergi ada hal yang lebih mengejutkan lagi.


"Apakah kau sudah puas menonton?" ucap pria itu.


"Apa maksudnya? Sepertinya dia dapat merasakan kehadiran ku padahal aku sudah menutupinya, sebesar apa kekuatannya, sebaiknya aku segera pergi dari sini" batin mayleen.

__ADS_1


Ketika hendak kabur dari sana, tiba-tiba pria itu sudah duluan manarik tangan mayleen.


"Gawat, aku tertangkap " batin mayleen.


"Siapa kau? Apakah kau bagian dari kelompok yang tadi?" ucap pria itu dengan anda dingin.


Mayleen yang menutupi dirinya dengan jubah dan dia juga memakai cadar sehingga dia patut di curigai dan kini dia membelakangi pria itu.


"Sialan! Berani-beraninya pria ini menarik tangan ku" batin mayleen.


"Aku bukan kelompok mereka dan aku tidak sengaja melihat kejadian tadi" ucap Mayleen lalu menghempaskan tangan pria itu dari tangannya.


"Tidak sengaja kata mu? Apakah kau kira aku dapat mempercayai ucapanmu" ucap pria itu lagi.


"Aku harus kabur sekarang " batin mayleen.


"Jangan coba-coba untuk kabur, sebelum kau mengatakan yang sebenarnya siapa dirimu" ucap pria itu.


"Ah lihat orang-orang itu kembali" ucap Mayleen sambil menunjuk ke arah belakang pria itu.


"Sebaiknya aku harus memanfaatkan ini untuk kabur sekarang" batin mayleen.


Sekarang pria itu menarik pinggang mayleen agar dia tidak dapat kabur.


"Pinggangnya sangat ramping, apakah dia seorang wanita?" batin pria itu.


"Hei tuan kau sangat tidak sopan! Lepaskan tangan mu sekarang juga!" ucap Mayleen memberontak.


Pria itu penasaran dengan wanita yang di dekap nya, dia lalu manarik penutup kepala mayleen dan membuka cadarnya.


"Ternyata benar kau seorang wanita" ucap pria itu kini dia telah melepaskan tangannya.


"Kau sangat tidak sopan tuan! Sebaiknya kau pergi dari sini sebelum aku benar-benar marah dan menghabisi diri mu" ucap Mayleen dengan emosi baru kali ini dia bertemu pria yang semenyebalkan ini.


"Menghabisiku? Coba saja kalau kau bisa" ucap pria itu sambil tersenyum remeh ke arah mayleen.


"Dia pikir aku tidak bisa melumpuhkan pria sepertinya, walaupun aku mengakui bahwa dia memang benar-benar kuat, kau salah tuan" batin mayleen dengan senyum liciknya.


Pria itu tetap memasang wajah yang meremehkan di hadapan mayleen sehingga benar-benar membuat emosi mayleen memuncak hingga wanita itupun menendang sesuatu yang berharga milik pria itu.


Pria tersebut terkejut, dia hanya memperhatikan gerakan tangan mayleen dan tanpa menyadari wanita itu duluan mengayunkan kakinya.

__ADS_1


"Akhhh k-kau?!!" ucap pria itu sambil menunjuk mayleen.


"Bagaimana? Kau pikir kau siapa, dasar bodoh" ucap Mayleen dengan senyum kemenangannya dan kabur sesegera mungkin.


"S-sialan ini benar-benar sakit" batin pria itu.


Selepas mayleen pergi, pengawal pria itu pun datang.


"Ada apa dengan anda, yang mulia" ucap pengawal pria itu panik


"Cepat bantu aku, kita akan kembali ke penginapan dulu" ucap pria yang kini menahan kesakitan di area bawahnya.


Mereka berdua pun kembali ke penginapan.


"Sudah saya bilang bukan, jangan pergi tanpa saya, anda selalu saja menghilang tiba-tiba" ucap pengawal itu mengomeli tuannya.


"Iya iya diam lah bukan kah sekarang aku sudah di sini"


" Tapi lihat lah, bisa-bisa ada seseorang yang melakukan hal ini kepada anda, cepat katakan siapa dia, aku akan mencari dan menghabisinya, tuan" ucap pengawal itu.


"Sudah-sudah kau tidak perlu melakukan itu, Leo" ucap pria itu.


"Tapi bagaimana bisa orang itu melukai seorang yang akan menjadi pewaris masa depan kekaisaran barat yang mulia Zaan, jika ayah anda tahu dia pasti sudah mengambil tindakan yang tidak terduga" ucap pengawal itu yang bernama Leo.


"Hei kau ini cerewet sekali, bukan kah kita sudah sepakat hal ini akan dirahasiakan dari ayah ku, kau sudah lupa tujuan kita kesini?" ucap Zaan, putra dari kaisar barat, sekaligus pewaris tunggal.


"Aku paham yang mulia, tetapi jika ayah anda tahu bahwa anda mencari tahu tentang ibu anda dia akan sangat sedih" ucap Leo.


"Aku hanya ingin tahu negeri tempat ibuku berasal, Leo. ayah ku tidak pernah mengungkit keluarga dari pihak ibuku, mungkin saja dia masih mempunyai kerabat disini, aku hanya ingin mencari tahu hal itu" ucap Zaan.


"Tapi anda tahu sendiri ini adalah wilayah kekuasaan musuh, jika ketahuan aku tidak tahu bagaimana nasib kita berdua lagi, yang mulia" ucap Leo.


"Kau tenang saja itu tidak akan terjadi" ucap Zaan.


Ya negeri timur dan negeri barat tidak pernah akur, perang terus terjadi diantaranya keduanya hal ini sudah berlangsung dari masa kekuasaan kaisar-kaisar sebelumnya.


Namun waktu itu sebelum ayah Zaan menjadi kaisar barat, dia pernah jatuh cinta lalu menikahi wanita dari negeri timur itu, namun tidak berlangsung lama hingga kelahiran Zaan, ibunya pun meninggal, hanya itu yang Zaan ketahui tentang ibunya dan ayahnya juga tidak mau mengungkit apa-apa tentang ibunya.


Jadi Zaan memutuskan untuk mencaritahu sendiri dan meninggalkan wilayah kekuasaannya dan pergi ke negeri tempat ibunya berasal.


SEE U NEXT EPISODE GUYS 😘

__ADS_1


__ADS_2