
Ketika mayleen terbangun lebih dahulu, dia perlahan melepaskan pelukan Liu Yaoshan dari tubuhnya. Dia pun berjalan keluar, diluar dia hanya melihat para pelayan yang berjalan mondar mandir dan membungkuk kepadanya tetapi mayleen hanya melewati mereka dan berjalan mencari tempat yang cocok untuk nya.
"Udara disini sangat bagus, aku sangat menyukainya" ucapnya duduk di sebuah kursi lalu menghirup udara ditaman bunga tersebut.
Mayleen memperhatikan bunga-bunga yang mekar disekitarnya dan pikirannya melayang saat dia didunia modern, waktu dia dan adiknya masih kecil selalu pergi ketaman bunga lalu bermain bersama hingga langit menggelap.
"Jika aku bisa berkata, aku sangat merindukanmu entah apa yang kau lakukan sekarang disana, sekarang mungkin kau sudah puas dengan melenyapkanku hingga aku terlempar kedunia yang bahkan aku sama sekali tidak mengenalnya dan hanya menjalankan hidup yang membosankan, aku hanya berharap rinduku terbalaskan olehmu jika kau masih punya hati untuk merindukan kakakmu " ucap mayleen tersenyum.
Angin bertiup kencang dan menerbangkannya rambut panjangnya yang terurai.
"Jika seandainya bisa aku ingin memutar waktu kembali mungkin aku ingin kembali kesana dan memperbaiki semuanya agar tak berakhir seperti itu" ucap mayleen.
Dari kejauhan Liu Yaoshan mendekat kearahnya dan menutupi tubuh mayleen dengan jubah miliknya.
" Kau bisa sakit jika di luar terus, angin disini selalu bertiup sangat kencang, ayo masuk"ucap Liu Yaoshan.
"Aku tidak selemah itu" ucap mayleen.
"Aku akan menemanimu disini, apa kau menyukai tempat ini? " tanya Liu Yaoshan.
"Ya.." ucap mayleen.
"Ini adalah taman bunga milik mendiang ibu, dia juga sangat menyukai bunga" ucap Liu Yaoshan.
"Kenapa ibumu bisa meninggal? " tanya mayleen membuat Liu Yaoshan terdiam
"Lupakanlah, jangan ceritakan jika kau tidak bisa lagi pula aku hanya bertanya biasa" lanjutnya.
"Dia diracuni" ucap Liu Yaoshan.
"Tidak Ada yang tahu hal itu selain aku, setiap hari racun yang berada ditubuhnya semakin menggerogotinya hingga keadaannya semakin menurun dan dia mengakhiri hidupnya sendiri. awalnya aku tidak percaya yang meracuninya orang yang paling dekat dengannya hingga saat aku ingin menghampiri ibuku aku melihatnya dengan mata kepalaku sendiri, tetapi pada saat itu aku hanya seorang anak kecil yang bodoh dan tak bisa berbuat apa-apa.." lanjutnya dengan suara bergetar untuk menahan tangisannya.
"Cukup jangan ceritakan lagi, aku sudah tahu semuanya" ucap mayleen menepuk-nepuk bahu Liu Yaoshan.
"Target yang sama, apa aku harus mengajak nya bekerja sama" ucap mayleen dalam hati.
"Aku tahu ibu suri adalah dalang dibalik pembunuhan ibumu, benarkan? " tanya mayleen.
"Siapa yang memberitahumu? " tanya Liu Yaoshan.
"Hey aku bisa mengetahui semua hal dalam sedetik " ucap mayleen bangga membuat Liu Yaoshan menahan tawanya.
" Hey kenapa wajahmu seperti sudah memenangkan sebuah perang besar" ucap Liu Yaoshan.
"tentu saja aku sangat bangga pada diriku ini" ucap mayleen
__ADS_1
"Ya kau sangat bangga pada dirimu dan kau beruntung mempunyai pasangan sepertiku" ucap Liu Yaoshan.
"Heh.. entah itu Keberuntungan atau kesialanku, tetapi Keberuntungan ku karena kau mempunyai wajah yang tampan"ucap mayleen.
" Aku sudah tampan dari aku lahir "ucap Liu Yaoshan.
Mereka berdua hanya menghabiskan waktu bersama ditaman seperti sepasang kekasih yang sedang berkencan.
" Sudahlah aku ingin masuk kedalam"ucap mayleen.
"Kapan kau mau kembali keistana? " tanya Liu Yaoshan.
"Kau pulanglah duluan, aku masih mempunyai urusan " ucap mayleen.
"Kali ini kau harus ikut denganku pulang, apa kau sudah melupakan jieru waktu terakhir kali aku bertemu dengannya dia menangis karena para selir dan mulai muncul rumor yang tidak jelas tentangmu entah dari mana sumbernya" ucap Liu Yaoshan.
"Apa!! Kenapa kau baru memberitahuku, berani sekali para wanita sialan itu membuatnya menangis, ternyata mereka belum kapok juga" ucap mayleen.
"Jadi ayo kita pulang bersama besok ya" ucap Liu Yaoshan.
"Huh.. " ucap mayleen berjalan cepat, dia kesal tetapi dia ingin memgerjai Liu Yaoshan.
"Hehe aku berekting marah saja pada nya, aku ingin lihat reaksinya" ucap mayleen.
Liu Yaoshan berusaha membujuk mayleen, tetapi tidak mendapat respon. mayleen hanya terus berjalan kearah kamarnya lalu membaringkan tubuhnya ditempat tidur dan menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut walaupun dia tidak mengatuk.
"Kenapa kau tidur lagi?" ucap Liu Yaoshan.
"Terserah pada ku" ucap mayleen.
"Apa kau tidak ingin berjalan-jalan keluar hmm? " tanya Liu Yaoshan.
"Tidak " ucap mayleen.
"Ayo pergi makan sedari tadi kau belum makan" ucap Liu Yaoshan.
"Tidak mau" ucap mayleen.
Liu Yaoshan geram melihat tinggal mayleen, dia lalu pelan-pelan masuk kedalam selimut yang menutupinya.
"Hey jangan kemari" ucap mayleen semakin menjauh.
"Aku sangat lapar, ayo pergi makan atau aku akan memakanmu disini" busik Liu Yaoshan membuat mayleen merinding dan segera terbangun.
"Hahahaha lihat wajahmu me merah" ucap Liu Yaoshan.
__ADS_1
"Huh.. wajahku tidak merah kok" ucap mayleen memegang kedua pipinya.
"Sinilah mendekat pada ku aku tidak akan melakukan apa-apa" ucap Liu Yaoshan.
"Tidak mau" ucap mayleen.
Liu Yaoshan menggunakan kekuatannya menarik mayleen untuk me dekat.
" apa yang kau lakukan"ucap mayleen dia merasa tubuhnya berjalan sendiri menuju kearah Liu Yaoshan hingga dia duduk dipangkuannya.
"Kau tidak bisa kemana-mana jika kau tidak menurut pada ku" ucap Liu Yaoshan memegang erat pinggang mayleen.
"Mayleen " panggil Liu Yaoshan.
"Hm.. apa? " ucap mayleen.
"Aku ingin meminta sesuatu padamu" ucap Liu Yaoshan.
"Katakanlah aku akan berikan jika aku bisa jadi sekarang lepaskan aku" ucap mayleen.
"Benarkah? ini hal yang bisa kau lakukan" ucap Liu Yaoshan senag lalu berbisik ketelinga mayleen.
"Tidak mau" ucap mayleen datarnya.
"Kenapa? kau kan istriku, itu adalah kewajibanmu" ucap Liu Yaoshan.
"Sudahlah aku ingin makan, aku lapar" ucap mayleen turun dari pangkuannya dan berjalan keluar.
"Huh.. May.. " ucap Liu Yaoshan.
"Tidak, ayo kau tadi bilang sangat lapar ayo pergi makan" ucap mayleen berusaha mengalihkan pembicaraan, dia tidak mau membahas hal tadi.
"Baiklah" ucap. Liu Yaoshan menurut.
Setelah itu keduanya pergi makan bersama, mayleen yang merasa tidak nyaman berusaha menghindar dari Liu Yaoshan.
**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like komen dan divote yaπ
Jangan lupa follow authorπ
love you all πππππ€
See you next time.. β**
Bye Ω©(ΰ΄°Μα΄ΰ΄°Μ)α΅ΚΈα΅ π΄δΈπ
__ADS_1