Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
56. Episode 56


__ADS_3

Sudah satu bulan pencarian yang dilakukan oleh bawahan jingmi dan Liu yaoshan tetapi tidak ada hasil sama sekali.


Semenatara di desa, mayleen sedang membantu kakek tabib mengobati seorang penduduk yang terjatuh dari kuda Yang ditungganginya.


"Nak tolong ambilkan obat Yang berada di dalam botol itu" ucap kakek tabib.


"Kek sepertinya obat Yang ini lebih baik dan mempercepat mengeringkan lukanya" ucap mayleen.


"Dari mana kau mendapatkan obat itu nak?"Tanya kakek tabib.


"Aku membuatnya sendiri dari campuran daun-daun obat yang berada dikebun belakang" ucap mayleen.


"Sini kakek periksa dulu" ucap kakek tabib lalu mayleen memberikan obat yang dibuatnya kepada sang kakek.


"Benar katamu nak, Dari baunya saja Aku sudah dapat merasakan bahwa obat ini memiliki manfaat penyembuh yang sangat baik jika dioleskan Di luka bagian luar" ucap kakek tabib.


"Aku Kan sudah bilang jadi jangan meragukan kemampuanku kek" ucap mayleen.


"Iya-iya kakek percaya padamu, tapi ngomong-ngomong kau belajar membuat obat dari siapa?"Tanya kakek tabib.


"Apa yang harus aku jawab? masa aku mengatakan bahwa aku belajar obat-obatan dari seorang ahli yang berada di abad-21 sih, itu sangat mustahil pasti mereka tidak akan percaya" batin mayleen.


"Aku hanya mencoba-cobanya mencampurnya kek karena kebiasaan melihatmu aku jadi bisa" jawab asalan mayleen.


"Bagaimana bisa bahkan dari obat-obat Yang Ku buat, obat mu jauh lebih diatas dari obat buatanku nak, sepertinya sebelumnya kau memang orang Yang sudah ahli membuat obat-obatan" ucap kakek tabib.


"Tidak hanya ahli dalam obat sih tetapi juga ahli dalam pembuatan racun" batin mayleen.


"Kekek Aku kembali" ucap orang Yang baru sampai tak lain adalah Jin huo.


"Apa Yang kau bawa itu?"Tanya kakek tabib.


"Oh ini kue dari ibu, katanya ini kue kesukaan kakek jadi dia menyuruhku membawakan mu" ucap Jin huo.


"Putriku memang Yang terbaik" ucap kakek tabib.


"Boleh Aku mencoba kue itu?"tanya mayleen.


"Tentu saja boleh, Ayo masuk dan makan bersama-sama" ucap kakek tabib.


"Apa kau betah disini may?"Tanya Jin huo.


"Iya Karena kakek sangat baik denganku" ucap mayleen.


"Ehmm Bagaimana denganku? Aku Kan juga baik dengan mu" ucap Jin huo.


"Iya-iya kau juga baik sih tapi tidak sebaik kakek" ucap mayleen.


"May kudengar-dengar kau pandai meracik obat, ajari aku dong" ucap Jin huo.


"Aku akan mengajari mu tapi.."ucap mayleen terpotong.

__ADS_1


"dengan satu syarat, bukankah itu Yang mau kau katakan" ucap Jin huo.


"Hahaha ternyata kau sudah menghafal perkataan Ku" ucap mayleen memukul pelan bahu Jin huo.


"Apa permintaan mu Kali ini? asalkan Aku mampu pasti Akan Aku penuhi"Tanya Jin huo.


"permintaanku Kali ini pasti bisa kah penuhi, temani aku berjalan-jalan di dekat gunung Yang berada di samping desa ini" ucap mayleen.


"Dengan senang hati, tapi Kita harus mendapatkan izin Dari kakek" ucap Jin huo.


"Itu sangat mudah" ucap mayleen.


"Dasar kau, semenjak kedatangan mu aku Yang menjadi cucu kesayangan setelah kau" ucap Jin huo.


"Apa yang kau katakan jin kalian berdua sama-sama cucu kesayangan kakek" ucap kakek tabib Yang mendengar ucapan Jin huo.


"Dengar itu dasar bocah" ucap mayleen lalu pergi mengambil kue yang telah tersaji di piringnya.


"Hey siapa Yang kau katakan bocah? Aku ini lebih dari mu loh" ucap Jin huo.


"Kau memang sudah tua tapi sifat mu sangat ke kanak-kanakan, benarkan kek?" tanya mayleen lalu diangguki oleh kakek tabib.


"Tuh kan kakek malah membelanya" ucap Jin huo cemberut.


"Sudah-sudah kakek dengar kalian ingin pergi bukan?" Tanya kakek tabib.


"Iya kek, bolehkan?"Tanya mayleen.


"Kenapa kakek malah menyuruhnya menjagaku bukannya aku yang harus menjaganya" ucap Jin huo.


"Jaga saja dirimu, Aku bisa menjaga diriku sendiri. kalau begitu Aku kembali kekamar dulu ya kek" ucap mayleen lalu pergi ke kamarnya.


"Ah Aku juga pamit pulang kek, ayah pasti sudah menungguku" ucap Jin huo.


"Ingat besok jangan sampai terlamabat" teriak mayleen dari Dalam.


"Iya-iya" ucap Jin huo.


"Dasar anak-anak ini" ucap kakek bahagia melihat cucunya.


Keesokan harinya, Jin huo sudah menunggu mayleen didepan rumah kakek tabib.


"May ayolah cepat sedikit" teriak Jin huo.


"Tunggu sebentar lagi" ucap mayleen.


Beberapa saat kemudian mayleen keluar dan menemui Jin huo yang menunggunya didepan.


"Ayo berangkat" ucap mayleen.


"Kek Kami pergi dulu yah" teriak Jin huo.

__ADS_1


"Pergilah dan hati-hati di jalan yah dan jangan pulang terlalu larut malam" teriak kakek dari dalam.


"Baik kek, sampai jumpa" ucap mayleen.


Setelah pamit kepada kakek tabib mereka berdua lalu pergi menuju ke gunung didekat desa.


"Bagaimana kalau kita berlomba lari agar lebih cepat sampai ke gunung" usul mayleen.


"Siapa takut? Aku pasti Yang akan menjadi pemenangnya karena Aku lebih kuat dari mu may" ucap Jin huo.


"Siapa Yang akan tahu, siapa Yang akan menang jika Kita Belum melakukannya" ucap mayleen.


"Ayo kita mulai dari gerbang desa ini 1, 2, 3!!!" Seru Jin huo lalu berlari kencang melambung mayleen.


"Hehehe bocah itu mau mengalahkan Ku? lihat saja siapa Yang akan menang" batin mayleen.


"Larilah lebih cepat may jika kau ingin mengalahkan Ku" teriak Jin huo Yang sudah berada jauh didepan.


"Aku akan menunggumu kelelahan dulu agar aku bisa melambung mu" batin mayleen.


"Hoshh..Hoshh..Hoshh.." Jin huo lalu kehabisan nafas Dan berhenti ditengah perjalanan Karena dia mengeluarkan seluruh tenaganya diawal.


"Bye-bye bocah sepertinya aku yang akan menenangkan pertarungan ini, ingat jika Aku menang Aku akan meminta sesuatu dari mu" teriak mayleen Yang melambung jauh Jin huo didepan Sana karena dia Masih menyimpan tenaganya sedari awal.


"May kau sangat curang!! hosh..hosh..Kita bahkan tidak..hosh..membuat kesepakatan seperti itu diawal" teriak Jin huo yang mengejar mayleen disisa-sisa tenaganya.


"Tapi sekarang aku telah membuatnya Hahahaha" teriak mayleen.


"Aku akan membalasmu lain Kali may" teriak Jin huo.


"Terserahlah Yang penting Kali ini Aku Yang menang, Ah akhirnya sampai juga" ucap mayleen mebaringkan tubuhnya dipadang rumput Yang berada dibelakang gunung.


"Hoshh..Hoshh..Ka..kau berlari sangat kencang may bahkan kau mengalahkan tenaga berlari seorang pria" ucap Jin huo.


"Aku sudah terbiasa berlari seperti ini bahkan lebih dari Yang ini juga pernah" ucap mayleen keceplosan.


"Ha? Apa kau sudah mengingat sesuatu tentang masa lalu mu?"tanya Jin huo.


"Maksudku aku sering berlarian kesana kemari setiap hari Karena membantu kakek mengobati orang" ucap mayleen.


"Oh begitu, ngomong-ngomong apa kau sudah mengingat sesuatu dari masa lalu mu?"Tanya Jin huo.


"Tidak" ucap mayleen.


"Benar kata Jin huo, kenapa sampai sekarang aku Belum bisa mengingat masa laluku. jika kupaksa kan untuk mengingat sesuatu pasti membuatku Sakit kepala lagi" batin mayleen.


**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote(ʃƪ^3^)


See you next time ( ◜‿◝ )♡


ig: @syra23_

__ADS_1


Bye bye(〃゚3゚**〃)


__ADS_2