
Ditempat Mayleen sekarang berada, dia singgah di sebuah rumah makan
"Aku penasaran apakah Xue Mei sudah memberikan hadiah dariku" ucap Mayleen.
"sebenarnya aku sangat ingin melihat reaksi mereka hihi pasti sangat lucu" lanjutnya.
"Permisi anda ingin memesan apa?" tanya seorang pelayan.
"Berikan menu paling istimewa di tempat makan ini" ucap Mayleen.
Sementara di luar tempat makan itu, terdapat dua lelaki yang nampak sedang adu mulut.
"Kan aku sudah katakan kau tidak boleh sering-sering keluar"
"Kau ini berisik sekali, Leo. Diam lah aku ingin menikmati waktuku selama masih berada disini"
Pria itu nampak frustasi dengan pria disebelahnya.
"Bagaimana jika ada yang mengenali kita"
"Kita kan sudah menutupi wajah kita jadi kau tenang saja. Aku masih terlihat seperti penduduk disini tapi lihat lah kau, kau terlihat sangat berbeda, Leo"
"Ini semua karena mu, kau terlihat seperti mereka karena ibu mu orang negeri ini sedang aku sama sekali bukan tentu saja aku jelas terlihat berbeda dengan mereka"
"Makanya ikuti saja yang ku lakukan, lagi pula kita memakai jubah ini tidak mungkin kita bisa ketahuan" ucap pria itu yang tak lain adalah Zaan.
"Terserah kau saja" balas Leo.
"Ah aku sangat lapar, ayo kita masuk ke dalam dan makan sebentar" ucap Zaan.
Kedua pria itu lalu masuk ke rumah makan itu dan memesan beberapa hidangan untuk mengisi perut mereka.
"Ah akhirnya makanannya jadi, aku sudah lapar ucap Mayleen.
"Silahkan di nikmati, nona" ucap pelayan.
"Pelayan!" teriak seseorang dari kejauhan.
Pelayan tersebut datang ke meja orang yang baru saja memanggilnya yang tidak lain adalah Zaan dan juga Leo.
"Anda ingin memesan apa, Tuan?" ucap pelayan.
"Aku ingin menu Istimewa di tempat ini" ucap Zaan.
"Ah maaf tuan tetapi menu istimewa kami telah habis, meja nona sebelah sana yang terakhir memesannya" ucap pelayan.
Zaan dan Leo lalu menatap ke arah meja yang ditunjuk oleh pelayan itu.
"Ah tidak apa-apa, kami pesan sup ikan dan kepiting rebus saja" ucap Leo.
"Tunggu sebentar! Sepertinya aku mengenali wanita yang duduk di sana" batin Zaan.
"Ada apa dengan mu?" tanya Leo.
"Apa kau mengenali wanita yang duduk di sana?" tanya Zaan.
__ADS_1
"Aku tahu dia terlihat cantik, tapi ingat kau tidak boleh jatuh cinta kepada wanita dari negeri musuh" bisik Leo.
"Bukan, Bukan itu maksud ku tapi sepertinya aku pernah melihat wanita itu" ucap Zaan.
"Mungkin hanya perasaan mu saja" ucap Leo.
"Ah mungkin benar" ucap Zaan.
Makanan mereka berdua lalu datang, Zaan dan Leo menghabiskan makanan mereka lalu hendak pergi dari sana.
"Ayo kita pergi" ucap Leo.
"Ayo" balasnya.
Saat keluar dari rumah makan Zaan tidak sengaja melihat seorang anak kecil yang di dirundung oleh anak-anak yang terlihat sudah dewasa.
Tiba-tiba ingatannya beberapa hari lalu kembali.
"Ah aku ingat siapa wanita itu!" batin Zaan.
Pria itu lalu berlari kembali masuk ke dalam rumah makan, namun sayang meja yang di gunakan oleh gadis itu sudah kosong.
"Hey, kau mau kemana lagi!" teriak Leo.
"Tunggu sebentar, aku ada urusan, pulanglah terlebih dahulu, Leo!" Teriak Zaan.
"Ah sial! Pria satu ini benar-benar membuat ku gila" batin Leo.
Zaan kini berlari mencari keberadaan gadis itu.
"Gadis kurang ajar itu yang telah menendang masa depanku" lanjutnya.
Ingatan ketika dia kesakitan itu kembali dan rasanya rasa sakit itu kembali lagi dan Zaan kembali meringis.
...----------------...
Sementara kita kembali dimana Liu Yaoshan dan Selir Lian baru saja membuka dan membaca surat dari Mayleen.
"Apa-apaan ini! Surat gugatan cerai?! Berani-beraninya dia memberikan hal seperti ini sebagai hadiah" Emosi Liu Yaoshan dan kini pria itu berdiri dari tempat duduknya.
"Wah wanita ini lebih gila dari dugaan ku, tapi rasanya aku sangat bahagia melihat ini" batin selir Lian.
"Bawa aku ke tempat Permaisuri sekarang!" ucap Liu Yaoshan.
Xue Mei baru kali ini melihat pria itu benar-benar marah, gadis kecil itu merasa ketakutan.
Liu Yaoshan kini berjalan ke arah Kediaman Mayleen, dia kini dipenuhi dengan rasa emosi dan kecewa dengan keputusan yang di ambil oleh wanita itu.
"Berani-beraninya dia ingin menceraikan ku?!" batin Liu Yaoshan.
"Ah maaf saya lupa memberitahu anda yang mulia, permaisuri saat ini sedang tidak berada di kediamannya" ucap Xue Mei.
"Jadi wanita ini sudah merencanakannya, dia sudah tahu setelah pelayannya menyerahkan surat itu kepada ku, aku akan datang ke kediamannya, Bagus-bagus sekali Mayleen! Kau memang wanita yang pintar" batin Liu Yaoshan.
...----------------...
__ADS_1
Sementara sekarang Mayleen sedang berjalan-jalan di ibu kota dan berbelanja apa pun yang dia inginkan.
"Hahaha akhirnya aku bebas, hidup ku kembali bebas tidak ada lagi istana dan tidak ada lagi yang bisa mengatur-atur diriku" batin Mayleen.
"Namun kenapa aku merasa seperti ada yang mengikuti ku" lanjutnya.
"Ah akhirnya aku menemukanmu juga" ucap pria yang tidak lain adalah Zaan.
"Hey, kau harus bertanggung jawab atas apa yang telah kau lakukan kepada ku?!" teriak Zaan sambil menunjuk Mayleen ditengah keramaian.
"Apa-apaan pria ini? Aku saja tidak mengenalnya" batin Mayleen.
"Kena kau" batin Zaan.
Mayleen tidak mengenali Zaan waktu itu karena pria itu memakai penutup Wajah dan hanya Zaan yang mengenali Mayleen karena dia sempat membuka cadar yang di gunakan oleh Mayleen.
Namun ketika Mayleen makan di tempat makan tadi dia melepas cadarnya dan kini dia kembali mengenakan cadar itu.
"Ada apa dengan mereka"
"Sepertinya ini pertengkaran antar kekasih"
"Wanita itu sungguh tega meninggalkan lelaki itu, kasian sekali dia"
Begitulah kira-kira yang di bicarakan oleh orang-orang, Zaan yang mendengar omongan orang-orang itu tiba-tiba terlintas di otaknya untuk mengerjai Mayleen.
"Istriku, aku mohon jangan tinggalkan aku! Anak-anak kita sedang menunggu di rumah" ucap Zaan dengan dramatis.
"Ah ternyata dia suaminya, kasian sekali dia bahkan rela mengemis seperti itu kepada istrinya"
"Wanita ini sungguh tega meninggalkan suami dan anaknya di rumah"
"Dia pasti wanita yang tidak beres"
"Apa-apaan ini kenapa aku malah berada di situasi seperti ini? Siapa pria sialan itu yang mengaku-ngaku sebagai suami ku" batin Mayleen.
Kini wanita itu tersenyum paksa dibalik penutup wajahnya dan menghampiri pria yang mengaku-ngaku sebagai suaminya.
"Tuan sepertinya anda salah orang, aku bukan istri anda" ucap Mayleen.
"Hehe rencanaku berhasil"
"Hiks aku tahu kau pasti sedang kesal kepada ku, tapi aku mohon pikirkan anak-anak kita yang sedang menunggu mu di rumah" ucap Zaan semakin dramatis dan memohon di bawah kami Mayleen.
"Akh aku benar-benar ingin memukul wajah pria ini" batin Mayleen dengan mengepel kedua tangannya.
"Kasian sekali"
"Iya benar, suaminya sampai memohon seperti itu"
"Aku tidak tega melihatnya"
Semua orang di sana mengerumuni Mayleen dan Zaan, pria itu benar-benar pandai berakting hingga Mayleen dipandang jelek oleh warga yang melihat drama itu.
SEE YOU NEXT EPISODE, BYE BYE🦀
__ADS_1