Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
64. Episode 64


__ADS_3

"Ada apa ini?"Tanya Jin huo.


"Lihat dia ingin mengejarku tapi dia sendiri Yang tersandung oleh meja Hahaha" ucap mayleen.


Ketiganya Yang mendengar ucapan mayleen menahan tawanya Karena takut jika Liu yaoshan Akan marah jika mereka menertawai dirinya.


"Pftt" jingmi dan Zhixin menahan tawanya sambil mengalihkan pandangannya ketempat lain.


" Lihat mereka juga pasti ingin menertawai mu bahahahha" ucap mayleen memegang perutnya Karena kelelahan tertawa.


"Cukup jangan menjadikan aku bahan lelucon lagi may, cepatnya bereskan semua ini dan Kita Akan segera berangkat" ucap Liu yaoshan.


"Ba..baiklah pfttt" ucap mayleen.


"Kalian bertiga keluarlah Dari sini kalau tidak mau Aku Yang menyeret kalian untuk keluar" ucap Liu yaoshan menatap tajam ketiganya.


Tanpa aba-aba ketiganya berlari keluar Karena takut jika Liu yaoshan emosi dan menghajar tiga orang tersebut.


"Kenapa mereka sangat takut denganmu? memangnya kau siapa?"Tanya mayleen.


"Kau Akan tahu nanti setelah Kita sampai diistana, Aku akan menceritakan semuanya kepada mu" ucap Liu yaoshan.


"Huuh akhirnya selesai juga, Bantu aku mengangkat tas ini" ucap mayleen.


"Sini biar Aku saja Yang membawanya, kau keluarlah" ucap Liu yaoshan.


"Sesuai kemauanmu" ucap mayleen lalu keluar tanpa membawa apa-apa.


Sementara diluar sudah ada tiga kuda yang dibawa oleh Liu yaoshan, jingmi dan Zhixin sewaktu datang.


"Apa kuda ini Yang Akan kita pakai?"Tanya mayleen.


"Iya may" ucap jingmi.


"Tapi kenapa hanya ada tiga ekor saja, kitakan berempat" ucap mayleen.


"Kita berdua dan mereka Akan mengendarai kuda mereka masing-masing" ucap Liu yaoshan.


"Tapi siapa yang Akan membawa tas Yang berisi barang-barang Ku itu?"Tanya mayleen.


"Tentu saja dia" ucap Liu yaoshan lalu melemparkan tas berat itu ke Zhixin.


Zhixin dengan sigap menangkap tas Yang dilempar oleh Liu yaoshan, tetapi tidak sesuai dengan dugaannya, tas itu sangat berat.


"Ahh kenapa tas ini sangat berat padahal dari luar kelihatan sangat ringan" batin Zhixin.


"Apa berat? biar Aku saja Yang membawanya" ucap mayleen.

__ADS_1


"Hehe tidak perlu sayang, biar dia saja Yang membawanya lagi pula dia seorang pria jadi wajar saja kalau dia yang menangkatnya" ucap Liu yaoshan.


Tok


"Sudah kubilang jangan panggil aku sayang-sayang atau kubunuh kau hgg" ucap mayleen.


"Hehe sesekali tidak apa-apa may, kau kan istriku jadi wajar Aku memanggil mu dengan sebutan sayangkan" ucap Liu yaoshan.


"Tapi aku tidak nyaman mendengarnya" ucap mayleen.


"Pasti nanti kau akan terbiasa, dulu juga Aku sering memanggil mu dengan sebutan itu tapi kau tidak marah" ucap Liu yaoshan.


"Itu dulu bukan sekarang, Karena Aku tidak ingat apa-apa jadi itu tidak berlaku sekarang" ucap mayleen.


"Sudahlah, kenapa kalian ini selalu saja meributkan hal kecil seperti ini" ucap jingmi.


"Kalau begitu Ayo berangkat" ucap Zhixin Naik kekudanya.


Sementara Liu yaoshan Naik duluan ke kudanya lalu setelah itu menarik tangan mayleen untuk Naik Di kuda.


"Selamat tinggal Jin huo, jika ada kesempatan Aku akan mengunjungi mu dan kakek bye" ucap mayleen sambil melambaikan tangannya.


"Selamat tinggal juga may" ucap Jin huo melambaikan tangannya sambil tersenyum manis.


Setelah pamit mereka melajukan kudanya, Sementara seseorang Masih tetap mengawasi mereka bahkan orang itu terus mengikuti dimana Liu yaoshan Dan mayleen serta dua orang lainnya pergi.


Tuoli sudah tahu jalan yang mereka Akan lalui, jadi Tuoli sudah menyiapkan beberapa orang bayaran khusus untuk menghadang mereka dijalan.


Saat keempat orang tersebut memasuki kawasan rumput kering yang sangat luas, Liu yaoshan sudah mengetahui ada bahaya yang sedang memata-matai mereka dari balik rumput-rumput panjang tersebut.


"Berhenti" Teriak Liu yaoshan.


Jingmi dan Zhixin lalu berhenti saat mendengar teriakan Liu yaoshan, Benar dugaan Liu yaoshan saat mereka berhenti Di tengah-tengah daerah itu mereka sudah dikepung oleh beberapa orang yang mengarahkan anak panah kepada mereka.


"Jangan ada Yang bergerak kalau nyawa kalian ingin selamat" ucap ketua mereka.


"Ada apa ini? apa dia kenalan mu?"Bisik mayleen.


"Bukan, Aku tidak tahu siapa mereka" ucap Liu yaoshan.


"Tangkap mereka" teriak ketua orang-orang Yang mengarahkan panah ke Liu yaoshan Dan mayleen.


"Jangan harap kalian bisa menangkap Kami" ucap jingmi lalu turun dari kuda dan mengeluarkan pedangnya.


"Jangan gegabah jingmi, biarkan mereka membawa Kita Aku penasaran siapa Yang berani menyewa beberapa pembunuh bayaran ini" ucap Liu yaoshan.


Mereka berempat lalu dibawa oleh beberapa orang tersebut, mereka dibawa kesebuah goa yang sangat besar saat masuk kedalam sana mereka melewati beberapa jeruji besi yang berisi beberapa tawanan yang telah disiksa.

__ADS_1


Mayleen Yang menyaksikan semua itu tiba-tiba samar-samar teringat sesuatu dikepalanya seperti dia pernah berjalan diantara Jerungi besi seperti ini tapi semakin dalam dia menggali ingatannya semakin parah Rasa Sakit dikepalanya.


"Akhh kepala ku sakit" teriak mayleen tiba-tiba terduduk sambil memengang kedua tangannya.


"May ada apa dengan mu?" ucap Liu yaoshan terkejut lalu mendorong orang yang berada disampingnya dan menghampiri mayleen.


"Hey tangkap pria itu" teriak ketua mereka.


Saat mereka menghampiri mayleen dan Liu yaoshan, jingmi dan Zhixin menghadang orang-orang tersebut.


"Jangan ada Yang mendekat jika kalian masih mau hidup" teriak jingmi mengarahkan pedangnya keorang-orang tersebut.


"Hahaha apa kalian bercanda? kalian ingin membunuh Kami Yang berjumlah sangat banyak? bermimpilah ingat kalian hanya berempat" ucap ketua orang-orang tersebut.


Tanpa aba-aba jingmi dan Zhixin maju dan melawan mereka semua, sementara Liu yaoshan sedang menenangkan mayleen yang sedang memukul-mukul kepalanya Karena rasa Sakit dikepalanya tidak berhenti juga.


"May tenanglah, ada apa denganmu?"Tanya Liu yaoshan.


"Akhh To..tolong aku ke..kepalaku sa..sakit sekali" ucap mayleen kepalanya semakin sakit mendengar suara dentingan pedang.


Liu yaoshan menarik mayleen agar bersandar didadanya sambil mengusap kepala wanitanya.


"Tenanglah may, aku mohon" ucap Liu yaoshan.


Tiba-tiba mayleen pingsan didada Liu yaoshan sehingga membuat pria itu semakin panik.


Sementara tuoli tiba-tiba datang dan menonton pertunjukan pedang Yang ada dihadapannya.


"Berhenti, sudah cukup sampai disini kalian boleh pergi" Teriak tuoli sehingga membuat mereka berbalik dan melihat kearah pria itu.


"Salam tuan, Kami telah berhasil menangkap mereka" ucap ketua orang-orang itu membungkuk pada Tuoli.


"Sudah cukup, kalian boleh pergi" ucap Tuoli.


Ketua serta bawahan Yang tadi menyerang Liu yaoshan Dan Yang lainnya lalu pergi setelah mendengar perkataan Tuoli.


"Bagaimana kejutanku untukmu, apakah.." ucap Tuoli terpotong.


"Sudah kuduga itu semua ulahmu tapi Kali ini kau sudah kelewatan" ucap Liu yaoshan.


Liu yaoshan Yang awalnya duduk, kini sudah berpindah tempat dan kini pedangnya sudah berada dileher tuoli.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa Di like, komen Dan vote ditunggu ya( ꈍᴗꈍ)


See you next time (✿^‿^)


Bye-bye (づ ̄ ³ ̄)づ**

__ADS_1


__ADS_2