Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
21. Episode 21


__ADS_3

Di dalam kamarnya, mayleen melihat adik nya yang biasa nya selalu cerewet hanya diam saja.


"Hey kenapa kau hanya diam? Tidak biasa nya kau seperti ini" ucap mayleen.


"Tidak apa-apa kak aku hanya lelah" ucap jieru.


"Jangan menjadi lemah hanya karena perkataan selir gila itu, kau harus menjadi lebih kuat lagi jangan seperti ini" ucap mayleen mengelus kepala jieru.


"Iya kak, aku akan membalasnya suatu saat nanti jika aku sudah menjadi sangat kuat" ucap jieru yang penuh dengan emosi.


"Bagus" ucap mayleen tersenyum kearahnya.


"Jika kau menunggu menjadi sangat kuat itu masih sangat lama adikku, biarkan kakakmu yang bertugas menjagamu ini melindungimu" ucap mayleen dalam hati dia sudah memiliki rencana terhadap selir Zhang yang ingin bermain-main dengannya.


"Tidurlah jieru lalu lupakan yang terjadi barusan dan bangun lalu memulai ingatan yang indah" ucap mayleen.


Setelah jieru tertidur, mayleen diam-diam keluar dari kediamannya dengan memakai pakaian hitamnya.


"Mari kita mulai permainannya selir zhang, aku tahu kau memiliki pelindung dibelakangmu, tetapi walaupun itu Ada aku pasti kan kalian tersiksa berkali-kali lipat" ucap mayleen lalu menggunakan jurus peringan diri.


Dikediaman ibu suri, dia sedang berbincang-bincang dengan pangeran Liu changhai.


"Bagaimana kabarmu nak? " tanya ibu suri.


"Aku baik-baik saja ibunda" ucap Liu changhai.


"Changhai Ada yang ingin ibu katakan padamu, tetapi ini hanya rahasia antara kita berdua" ucap ibu suri.


"Ada apa ibunda? " tanya Liu changhai.


"Aku ingin kau menjadi kaisar dan menggantikan posisi Liu Yaoshan" ucap ibu suri menatap putranya.


"Apa!! Ibu menyuruh ku mengambil posisi kakak? itu tidak akan terjadi bu, aku sama sekali tidak berminat menjadi kaisar" tegas Liu changhai.


"Changhai!! Kau harus menuruti perkataan ibu, ini semua aku lakukan untuk kebaikanmu kedepannya" ucap ibu suri.


"Aku tidak akan mau ibu, aku tidak akan memperebutkan tahta itu hanya membuat hubungan di antara kami hancur" ucap Liu changhai lalu pergi dari kediaman ibu suri.


"Kau akan kembali ke sini nak dan meminta bantuan ku mengambil posisi Liu Yaoshan" ucap ibu suri menatap kepergian putranya.


Dikediaman selir zhang, dia sedang marah-marah dan menghancurkan seluruh isi kamarnya yang sekarang seperti kapal pecah.


"Akhhhh wanita sialan itu berani-beraninya mempernalukanku dihadapan kaisar dan pangeran" ucap selir Zhang.


"Nyonya aku mempunyai rencana agar permaisuri diusir dari istana ini" ucap pelayan pribadi selir Zhang.


"Cepat katakan!!" ucap selir Zhang.


Pelayan tersebut membisikkan sesuatu ditelinga selir Zhang dan membuatnya menyunggingkan bibirnya.


"Rencana yang bagus, kita akan membuat wanita sialan itu tidur bersama kakak xingsheng" ucap selir Zhang.


"Bagaimana kalau anda mengajak kaisar, pangeran kedua dan ketiga serta permaisuri minum teh bersama lalu anda akan menaruh obat tidur diminunan kaisar dan pangeran kedua agar setelah mereka bangun mereka dapat melihat kelakuan permaisuri dan pangeran ketiga" ucap pelayan tersebut.


"Idemu sangat bagus, sekarang aku akan pergi menemui kak shanku" ucap selir Zhang.

__ADS_1


Tanpa mereka sadari, Ada seseorang yang mendengar percakapan mereka siapa lagi kalau bukan mayleen.


"Hehe liat saja aku akan membuat rencana mu menjadi senjata makan tuan" ucap mayleen tersenyum menatap kedua manusia bodoh itu.


Dikediaman kaisar di sedang melampiaskan seluruh kekesalannya pada kerajaan yang menumpuk.


"Salam yang mulia, ini makan siang anda" ucap pelayan takut-takut.


"Taruh disana" ucap Liu Yaoshan dingin.


"Ba.. baik yang mulia" ucap pelayan tersebut.


lalu Ada lagi yang mengetuk pintunya.


"Salam yang mulia, selir Zhang datang dan ingin menemuimu" ucap pengawal.


"Katakan aku sedang sibuk" ucap Liu Yaoshan dingin.


"Baik yang mulia" ucap pengawal tersebut lalu keluar.


"Huh..gara-gara wanita itu, mayleen marah dan mengusirkan kami dari kediamannya, aku harus memikirkan cara agar dia dan selir-selir lain bisa ku ceraikan dan tersisa hanya aku mayleen dan anak-anakku nanti"ucap Liu Yaoshan dalam hati.


Di luar kediaman Liu Yaoshan, selir Zhang sedang marah-marah dan mendesak masuk kedalam ruangan Liu Yaoshan.


" Biarkan aku masuk, kalian pasti berbohong pada ku"ucap selir Zhang.


"Maaf selir Zhang, kaisar sedang sibuk dan tidak ingin di ganggu" ucap pengawal yang menghadang selir Zhang.


"Huh.. liat saja kalian nanti, jika aku sudah menempati posisi permaisuri aku akan memecat kalian" ucap selir Zhang dalam hati lalu pergi dari Sana dengan menghentakkan kakinya.


"Bao yu kita akan memulai pembangunan istana dan aku akan meminta izin padanya" ucap mayleen.


"Kenapa kau perlu izin nya? bukankah kita bisa pergi begitu saja" ucap Bao yu.


"Ya aku tahu tetapi aku harus menitipkan jieru sementara padanya, karena tidak Ada yang bisa melukai adikku jika bersamanya setelah aku tahu siapa dia sebenarnya" ucap mayleen.


"Kau sudah mempunyai alasan untuk kepergianmu ini? " tanya Bao yu.


"Ya" jawab mayleen.


Setelah bebicara dengan Bao yu, mayleen lalu pergi ke kediamannya Liu Yaoshan.


Saat sampai dikediamannya Liu Yaoshan mayleen disambut oleh para pengawal.


"Salam yang mulia Permaisuri" ucap pengawal kompak walaupun tak me dapat respon dari mayleen yang hanya bersikap dingin.


"Katakan padanya aku ingin Membicarakan hal penting" ucap mayleen datar.


"Ba.. baik permaisuri" ucap pengawal tersebut lalu masuk.


"Salam yang mulia" ucap pengawal tersebut.


"Ada apa lagi sudah ku katakan usir dia dan jangan biarkan dia masuk ke kediamanku" ucap Liu Yaoshan menatap tajam sang pengawal.


"Di.. di luar ada permaisuri yang mulia" ucap pengawal tersebut takut-takut.

__ADS_1


"Benarkah!! " ucap Liu Yaoshan berdiri dari tempat nya lalu bergegas keluar.


"Wah.. dalam sekejap kaisar berubah hanya dengan kata permaisuri" ucap sang pengawal dalam hati.


"Kenapa kau diluar, masuklah kalian para pengawal jika permaisuri ingin masuk keruanganku tidak Ada yang boleh melarangnya" titah Liu Yaoshan.


"Baik yang mulia" ucap pengawal kompak.


Setelah itu Liu Yaoshan dan mayleen masuk kedalam ruang kerja Liu Yaoshan.


"Ada apa kau mencariku? apa kau merindukanku? " tanya Liu Yaoshan mengangkat-angkat kedua alisnya.


"Tidak, aku hanya ingin meminta bantuanmu beberapa Hari kedepan" ucap mayleen.


"Katakanlah aku akan membantumu apa pun itu" ucap Liu Yaoshan.


"Bantu aku menjaga adikku jieru beberapa hari kedepan aku akan menjemputnya setelah aku kembali" ucap mayleen.


"Memangnya kau mau kemana? " tanya Liu Yaoshan menatap kearah mayleen.


" aku tidak akan memberitahumu tetapi Kau pasti sudah tahu siapa aku sebenarnya bukan? " tanya mayleen menatap datar kearah Liu Yaoshan.


"Apa maksudmu? aku tidak mengerti" ucap Liu Yaoshan pura-pura tidak tahu.


"Aku sudah tahu siapa kau sebenarnya.... " lanjutnya dengan membisikkan sesuatu ketelinga Liu Yaoshan hingga Liu Yaoshan membulatkan matanya.


"Hehe ternyata istriku sangat pintar dan tidak mudah ditipu" ucap Liu Yaoshan tersenyum.


"Kau tidak perlu lagi berpura-pura didepanku Liu Yaoshan" ucap mayleen.


"Memang sepertinya begitu aku tidak perlu lagi berpura-pura" ucap Liu Yaoshan.


" Hanya itu yang ingin ku katakan padamu, besok aku akan membawa jieru kemari dan jaga dia baik-baik jangan sampai dia terluka sedikitpun" ucap mayleen.


" Berapa lama kau akan pergi? "tanya Liu Yaoshan.


" Sekitar seminggu lebih" ucap mayleen.


"Kenapa kau pergi sangat lama, kau tidak berencana pergi dariku kan? " tanya Liu Yaoshan menatap tajam mayleen.


"Ya aku akan pergi darimu setelah selesai urusan dengan istana ini dan membangun istana sendiri" ucap mayleen dalam hati.


"Tidak akan, lagi pula Ada adikku dikau tidak mungkin aku akan meninggalkannya" ucap mayleen.


" apa kau harus pergi? tidak bisakah kau membatalkannya"tanya Liu Yaoshan dengan raut wajah tidak senang.


"Ya ini urusan penting, hanya itu yang ingin ku katakan aku harus pergi sekarang" ucap mayleen lalu pergi dari sana


"Entah mengapa aku memiliki perasaan yang tidak enak saat mengetahui bahwa dia akan pergi, aku benar-benar tidak bisa meragukan kemampuanmu mayleen tetapi aku merasa semakin kau kuat semakin kau menjauh dariku. memang aku berpura-pura selama ini tetapi cintaku bukanlah kebohongan" ucap Liu Yaoshan dalam hati melihat mayleen yang perlahan menghilang dari pandangannya.


**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like, komen, vote dan follow author 😊💗


See you next time... ⏰


Love you all❤️😘

__ADS_1


Bye ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ 🚴三👋**


__ADS_2