
Setelah kejadian penyerangan tersebut mayleen berhasil membawa pulang kemenangan, sementara kawanan mereka berhasil dikumpulkan kembali kecuali Tao, setelah melakukan pencarian selama seminggu dan hasilnya nihil lelaki itu tidak juga ditemukan dimana-mana sementara tuoli juga hilang entah kemana setelah kejadian dipenjara bawah tanah saat itu.
Karena pencarian tersebut tidak menghasilkan kemajuan sedikit pun, mayleen memutuskan untuk kembali bukan untuk dirinya tetapi karena dia masih mempedulikan para temannya yang juga ikut terluka saat melakukan penyerangan tersebut dan harus segera mendapatkan pertolongan.
Setelah kepergian mereka dari sana, mayleen menyuruh diam-diam bawahannya untuk tetap melakukan pencarian dan membakar semua markas tuoli sampai tak tersisa sedikit pun dan segera mengabarinya setelah mendapat titik terang dari pencarian Tao.
Sementara di suatu tempat seseorang sedang duduk di kursi kebesarannya sambil mengetuk-ngetuk meja dengan jarinya.
"Salam yang mulia" ucap seseorang yang baru saja masuk.
"Katakan informasi apa yang kau dapatkan" ucapnya.
"Mereka telah kembali tuan" ucap orang itu.
"Humm.. seperti semuanya berjalan lancar, sebaiknya aku harus segera kembali" ucapnya.
"Baik tuan" ucap orang itu.
"Oh ya bagaimana keadaannya apa, dia sudah siuman?" tanyanya sebelum orang tersebut melangkah keluar.
"Belum yang mulia, kata tabib racun yang dilumuri dianak panah itu sudah menyebar keseluruhan tubuhnya sehingga lumayan sulit untuk mengeluarkan sepenuhnya tapi untuk sekarang semuanya telah terkendali" ucapnya.
"Baiklah kau boleh pergi sekarang dan beri informasi kepadaku saat dia sudah sadar" ucap orang yang tak lain adalah Liu yaoshan.
Setelah orang itu pergi, Liu yaoshan mengingat saat dia menyelamatkan Tao yang sedang dikejar para bawahan tuoli dalam keadaan yang bisa dibilang cukup parah, ya pria yang tadi dibicarakan oleh Liu yaoshan dan bawahannya adalah Tao yang sekarang dalam keadaan tak sadarkan diri karena racun yang dilumuri pada anak panah saat ingin menyelamatkan fengying saat di markas tuoli.
"Sebaiknya aku kembali sekarang dan juga aku sangat-sangat merindukan mayleen-ku" ucap Liu yaoshan.
Sedangkan gerombolan mayleen yang telah kembali ke istana dan kembali ke kehidupan masing-masing tanpa ada yang menyadari mayleen masih juga tetap memfokuskan diri untuk mencari Tao yang tak juga ditemukan semenjak kejadian penyerangan di markas tuoli.
"Kak aku telah menyiapkan pakaian mu, segeralah mandi agar kau menjadi segar kembali" ucap Xue Mai.
"Mei apa kau mengetahui kemana yang mulia belakangan ini?"tanya mayleen.
"Yang aku dengar yang mulia sedang ada kerjaan diluar istana kak" ucap Xue Mei.
"Maksudmu dia pergi untuk pertemuan kerajaan begitu?"tanya mayleen.
"Iya kak" balas Xue Mei sambil mengangguk.
__ADS_1
"Bagaimana bisa dia pergi, padahal dirinya belum pulih sepenuhnya" batin mayleen.
Tak berpikir panjang lagi mayleen segera pergi merilekskan dirinya dengan berendam dengan air mawar untuk membantu menyegarkan pikirannya.
Tanpa diketahuinya seseorang diam-diam masuk kesana dan berada dibelakang mayleen.
"Mei apakah itu kau?"tanya mayleen yang sedang memejamkan matanya.
Orang itu tak menjawab dan membantu mayleen mencuci rambutnya dan menurut mayleen itu adalah Xue Mei jadi dia tidak keberatan dan tetap melanjutkan berendam sambil memejamkan matanya.
"Bantu aku memijat kepalaku, huh rasanya belakangan ini kepalaku sangat sakit" ucapnya.
Dengan senang hati orang itu membantu mayleen memijat kepalanya.
"Seperti belakangan ini kau kurang tidur sayang" ucap orang itu sambil memperhatikan setiap sudut wajah cantik mayleen.
Mayleen yang mengenali suaranya itu segera membuka matanya dan dia sangat terkejut melihat orang tersebut ternyata bukan Xue Mei.
"Astaga mesum kenapa kau berada disini" ucap mayleen dengan suara yang lumayan tinggi.
"Pelan kan suara mu sayang nanti orang-orang bisa-bisa mendengar suaramu" ucap orang itu.
"Dan wanita itu adalah istriku, apakah salah?"tanya Liu yaoshan.
"Sudahlah, keluar dari sini aku ingin berpakaian" ucap mayleen sambil menunjuk arah pintu.
"Berpakaian lah sayang aku tidak akan melihat mu, kalau pun aku melihat bukankah tidak salah? aku kan suami mu bukan orang lain" ucap Liu yaoshan.
"Keluar sekarang juga atau aku yang akan menendang mu keluar dari sini" ucap mayleen tambah kesal.
"Baiklah-baiklah aku akan menunggumu dikamar sayang" ucap Liu yaoshan sambil tersenyum dan mengedipkan sebelah matanya.
"Huhh dasar pria mesum" ucap mayleen pelan tapi masih didengar Liu yaoshan dan pria itu terbahak-bahak keluar dari sana melihat ekspresi wajah mayleen yang sedang kesal karenanya.
Setelah selesai berpakaian mayleen pun kembali ke kamar tidurnya dan disana ada Liu yaoshan yang masih setia menunggunya.
"May aku sangat-sangat merindukan mu" ucap Liu yaoshan sambil memeluk wanitanya dan mayleen tak membalas pelukan itu sama sekali.
"Kenapa kau berbohong padaku?"tanya mayleen datar.
__ADS_1
Mendengar hal itu Liu yaoshan melepaskan pelukannya dan menatap wanita yang dia cintai dihadapannya.
"Maksudmu?"tanya mayleen.
"Kenapa kau tidak memberitahu bahwa kau disekap oleh tuoli?" ucap mayleen.
"Kenapa kau tidak menyuruh Minghao untuk segera memberitahukan aku?"tanya mayleen kedua kalinya.
"Untung saja Tao memberitahu itu kepada ku, jika tidak kau mungkin akan disekap oleh tuoli dalam waktu lama" ucap mayleen.
"Sayang aku hanya tidak ingin kau menghawatirkan aku, aku tidak ingin kau terlibat dalam masalah ini aku ingin kau bahagia tanpa beban apa pun, biarkan semua beban itu aku yang tanggung asal aku masih bisa melihat senyuman mu yang selalu menjadi penyemangat bagiku" ucap Liu yaoshan memegang tangan mayleen dan tangan sebelahnya mengusap wajah wanita itu.
Mayleen yang awalnya kesal lalu menjadi terharu dengan ucapan Liu yaoshan tetapi dia menutupi wajah terharunya dengan tatapan datarnya.
"Bukankah aku istrimu? seharusnya kita harus memikul segalanya bersama-sama bukan hanya sepihak tetapi kedua pihak atau kau selama ini tidak mempercayaiku?"tanya mayleen.
"Bukan begitu sayang, aku sangat-sangat mempercayai mu percayalah aku sama sekali tidak ada maksud untuk tidak mempercayaimu" ucap Liu yaoshan dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
Mayleen yang sudah tidak tega melihat pemandangan dihadapannya segera menghentikannya.
"Hey-hey aku hanya bercanda kenapa kau menjadi cengeng hmm" ucap mayleen membawa lelaki itu kedala. pelukannya.
"Kau sangat..hikss.. kejam sayang, kenapa kau mengerjai ku" ucap Liu yaoshan menjadi sosok yang cengeng dihadapan mayleen.
"Sudah-sudah sekarang ayo tidur sudah larut malam" ucap mayleen.
Liu yaoshan pun mengangguk dan mengikuti langkah mayleen ketempat tidur dan ikut merebahkan dirinya.
"Sayang kau pasti kurang tidur belakangan ini kan? apa ada sesuatu yang kau pikirkan?"tanya Liu yaoshan sambil membalikkan kepala kearah mayleen.
"Tao, aku kehilangan dia saat di markas tuoli" ucap mayleen.
"Dia menyelamatkan fengying dari anak panah tetapi malah dia yang terkena dan dari informasi yang kudapat dari fengying anak panah itu terdapat racun, apakah sekarang dia masih hidup?"ucap mayleen.
"Apa kau menghawatirkannya?"tanya Liu yaoshan dengan raut wajah tidak suka alias cemburu. hehe
**jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.
See you next time 😗
__ADS_1
bye-bye 👋☕🌈**