
Akhirnya tiba saat penggelaran pernikahan kaisar, seluruh warga menyambut di tengah-tengah ibu kota.
"Aku pikir yang mulia tidak akan menikah lagi, padahal dia terlihat seperti suami yang setia kepada satu orang wanita ternyata aku salah"
"Benar, aku juga berpikir seperti itu padahal yang mulia permaisuri bahkan lebih cantik dan baik"
"Sepertinya seorang lelaki tidak cukup dengan satu wanita saja, mereka sangat mudah tergoda"
"Hey kalian, kalau ada yang mendengar perkataan kalian berdua, kalian akan di tangkap dan diberi hukuman"
"Ah maaf maaf"
Sementara di kediaman Mayleen, dia sedang bersantai dengan meminum teh buatan Xue Mei.
"Kak" panggil Xue Mei.
"Hm?"
" Anda harus hadir di acara penyambutan selir baru, kaisar" ucap Xue Mei.
"Aku tidak peduli" balas Mayleen.
"Semua orang akan berpikir anda tidak menghargai keputusan yang mulia kaisar jika mereka tidak melihat keberadaan mu di sana, itu sudah menjadi hal yang harus dilakukan seorang permaisuri jika kaisar mengambil seorang selir" ucap Xue Mei.
"Ah sungguh merepotkan, baiklah siapkan baju yang harus ku pakai" ucap Mayleen.
"Baik kak" Xue Mei lalu segera menyiapkan pakaian untuk Mayleen.
Setelah selesai bersiap mayleen lalu menuju ke aula istana bersama pelayannya atau lebih dikenal sebagai adik angkat mayleen yaitu Xue Mei.
"PERMAISURI MEMASUKI RUANGAN"
Semua orang di dalam tampak terkejut dan kemudian memberi salam atas kehadiran permaisuri.
"Salam yang mulia permaisuri"
Kemudian mayleen berjalan menuju ke tempat yang telah di sediakan untuknya yaitu di samping yang mulai kaisar.
"Cih menyebalkan sekali kenapa aku harus duduk disamping manusia ini" batin Mayleen.
"Ternyata kau berani juga untuk hadir, May" batin Liu Yaoshan.
Mereka berdua duduk dengan semestinya, namun suasana di dalam aula istana itu nampak sangat buruk untuk mereka yang melihat keduanya.
"PENGANTIN WANITA MEMASUKI RUANGAN"
Wanita yang memakai gaun pengantin pada umumnya dengan di ikuti oleh dua pelayan dibelakangnya dan berjalan memasuki aula istana kemudian memberi salam kepada kaisar dan permaisuri.
"Salam yang mulia kaisar dan yang mulia permaisuri, semoga kalian panjang umur dan segera di berikan keturunan "
"Wah mulut wanita ini manis sekali pantas saja pria disebelah ku ini tergoda dan melupakan janji-janji palsunya" batin Mayleen.
Semua orang di dalam aula berbisik-bisik karena ucapan dari selir yang baru saja diangkat itu.
"Aku mengakui bahwa permaisuri sangat cantik, namun dia tidak dapat memberikan keturunan kepada yang mulia, sama saja dia wanita yang tidak sempurna" batin selir Lian.
__ADS_1
" Berdirilah, Selir Lian" ucap Liu Yaoshan.
"Apakah yang mulia permaisuri tidak mau memberikan ucapan atas pernikahan ku dengan selir Lian" lanjutnya.
"Apakah pria ini berusaha untuk memprovokasi diriku" batin Mayleen.
Mayleen lalu berdiri dari tempat duduknya.
"Selamat atas pernikahan anda, yang mulia" ucap Mayleen.
"Dan juga selamat untuk mu selir Lian" lanjutnya.
"Terimakasih yang mulia permaisuri" ucap selir Lian.
Setelah seluruh rangkain telah selesai, mereka semua kembali dan kini Mayleen juga ikut pergi dan kembali ke kediamannya.
"Akhirnya selesai juga, hari ini aku cukup lelah" ucap mayleen.
"Xue Mei siapkan air hangat untuk ku, aku ingin berendam untuk merilekskan badan ku" lanjutnya.
"Baik, kak" ucap Xue Mei.
Setelah air hangatnya siap, Mayleen lalu pergi merilekskan badannya.
"Ah sepertinya aku melupakan sesuatu, Mei" ucap Mayleen.
"Apa itu, kak?" ucap Xue Mei sambil memijat-mijat dengan lembut tangan Mayleen.
"Hadiah ku untuk kaisar dan selir Lian" ucap Mayleen.
"Aku ingin kau mengantarkan langsung hadiah itu secara khusus kepada mereka berdua dan pastikan surat itu di buka oleh mereka di hadapan mu, Mei." ucap Mayleen dengan memejamkan matanya.
"Kapan aku harus mengantarkannya yang, kak" ucap Xue Mei.
"Besok pagi saja, biarkan mereka bersenang-senang malam untuk malam ini" ucap Mayleen.
"Ah baiklah" ucap Xue Mei.
"Sebenarnya apa isi surat itu, kenapa wajah yang mulia permaisuri sangat bahagia jika membahas mengenai surat itu" batin Xue Mei.
Setelah Mayleen selesai berendam, dia lalu berpakaian dan kembali ke kamarnya untuk beristirahat.
Keesokan harinya, sebelum Xue Mei mengantarkan surat itu kepada kaisar dan Selir Lian, Mayleen menitipkan sedikit pesan untuk Xue Mei.
"Jika setelah membuka surat itu kaisar ingin mencari ku, katakan aku tidak ada, jika dia memaksa biarkan saja dia melihat sendiri" ucap Mayleen.
"Baik, kak" ucap Xue Mei.
"Akhirnya jalan menuju kebebasan ku di mulai" batin Mayleen.
Xue Mei lalu pergi ke kediaman Kaisar.
"Kau mencari siapa?" ucap seorang pengawal.
"Apakah yang mulia kaisar dan Selir Lian berada di dalam?" tanya Xue Mei.
__ADS_1
"Benar, tapi untuk apa kau kemari? Siapa yang menyuruhmu?" tanya pengawal.
"Aku pelayan yang mulia permaisuri, beliau menitipkan hadiah pernikahan untuk kaisar dan selir Lian dan aku harus langsung menyerahkan ini kepada mereka" ucap Xue Mei.
"Ah tunggu sebentar, aku akan memberitahunya"
Pengawal itu lalu masuk ke dalam dan memberitahu kepada Liu Yaoshan, sang kaisar.
"Ada apa?" tanya Liu Yaoshan.
"Salam yang mulia kaisar dan selir Lian" ucap pengawal.
"Seorang pelayan dari kediaman yang mulia permaisuri datang dan ingin memberikan hadiah pernikahan untuk anda dan selir Lian yang mulia" ucap lanjutnya.
"Biarkan dia masuk" ucap Liu Yaoshan.
"Cih wanita itu masih saja mengganggu waktu ku dengan yang mulia" batin selir Lian.
"Baik yang mulia" ucap pengawal itu lalu keluar.
Pengawal itu lalu membolehkan Xue Mei untuk masuk ke dalam.
"Kau boleh masuk ke dalam" ucap pengawal.
Xue Mei lalu masuk ke dalam dan menghadap kepada Kaisar dan Selir Lian.
"Salam yang mulia kaisar dan selir Lian" ucap Xue Mei.
"Cih hadiah apa memang nya yang di berikan oleh permaisuri, cepat berikan kepada ku pelayan" ucap selir Lian dengan nada meremehkan.
"Jaga ucapan mu selir Lian!" bentak Liu Yaoshan.
Liu Yaoshan tahu bahwa Xue Mei sudah dianggap adik oleh Mayleen selama ini dan jika selir Lian macam-macam dengannya pasti Mayleen tidak akan tinggal diam saja.
"Apa-apaan wanita ini baru sehari saja menjadi selir kaisar sudah keluar sifat aslinya" batin Mayleen.
"M-maafkan aku yang mulia, ini mungkin karena efek aku mengandung sehingga aku menjadi lebih emosional" ucap selir Lian.
"Huh tidak apa-apa, jadi Xue Mei kemari kan hadiah dari permaisuri" ucap Liu Yaoshan.
Xue Mei lalu menyerahkan surat itu kepada Liu Yaoshan.
"Ah aku ingat kemarin Kakak menyuruhku untuk melihat sampai mereka berdua selesai membacanya" batin Xue Mei.
"Secarik surat? Cih hadiah macam apa itu, aku pikir dia memberikan semacam perhiasannya yang berharga" batin selir Lian.
Liu Yaoshan heran dengan hadiah yang di maksudkan oleh Mayleen hanya secarik surat saja.
"Anda harus membaca surat itu bersama selir Lian yang mulia, ini pesan dari permaisuri" ucap Xue Mei.
Liu Yaoshan lalu membuka surat itu dan ikut di baca oleh selir Lian yang berada di sampingnya, kedua mata mereka nampak membulat dan terkejut dengan hadiah yang diberikan oleh Mayleen.
Apakah isi surat tersebut?
SEE U DI NEXT EPISODE BYE-BYE 😘
__ADS_1