Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
77. Episode 77


__ADS_3

Seperti yang dikatakan oleh mayleen, semua pelayan telah dikumpulkan dan mereka hanya bertanya-tanya heran ada apa permaisuri memanggil mereka.


"Salam yang mulia permaisuri" ucap seluruh pelayan dengan kompak.


Pelayan yang dikumpulkan oleh mayleen hanya pelayan yang bekerja disekitar kediamannnya karena jika dia mengumpulkan semua pelayan di istana itu hanya akan membuat kericuhan dan membuat orang menjadi target mereka tidak akan bisa ditemukan.


"Baiklah karena kalian sudah berkumpul disini, aku ingin bertanya siapa yang menjadi juru masak didapur istana kemarin?"tanya mayleen.


Orang tersebut lalu maju dan menghadap kepada mayleen.


"Hamba yang memasak makanan kemarin untuk diantarkan ke kediaman anda yang mulia" ucap juru masak tersebut.


Mayleen menatap orang tersebut dan tidak menemukan kebohongan dimatanya itu dan juga tidak ada hal mencurigakan dari juru masak itu.


"Minghao katakan pada juru masak itu untuk menemuiku diruanganku" ucap mayleen.


"Apa kau juga yang mengantar kan makanan itu?"tanya mayleen.


"Bukan hamba yang mulia tetapi seorang pelayan wanita yang baru bekerja diistana ini" ucap juru masak tersebut.


"Panggil kan pelayan yang dimaksud oleh juru masak ista_" ucap mayleen terpotong.


Seorang pengawal berlari kearah mayleen dan menyampaikan hal baik sekaligus hal buruk kepadanya.


"Salam yang mulia" ucap orang itu menunduk.


"Ada apa?" tanya mayleen.


"Kami sudah menemukan pelayan anda Xue mei dihalaman belakang yang mulia tapi_" ucap orang itu tergantung.


"Ikuti aku" ucap mayleen.


Dia menyuruh pengawal tersebut mengikuti nya karena disana akan banyak orang yang me dengarnya.


"Ada apa?"tanya mayleen.


"Sebaiknya anda langsung melihatnya karena keadaannya sudah tidak bisa dikatakan baik-baik saja yang mulia" ucap pelayan itu.

__ADS_1


Sementara ditempat lain Yenny bersama mata-mata itu sudah kabur dari istana karena jika mereka ketahuan, semua rencana mereka bisa gagal total.


"Cepat kabur sebelum ada yang melihat kita" ucap orang itu.


"Kenapa kau sangat terburu-buru dan kenapa kau malah melepaskan pelayan itu bodoh" ucap Yenny.


"Kita tidak punya waktu banyak permaisuri sudah memerintahkan juru masak itu untuk memanggil mu dan aku sengaja mengalihkan perhatiannya dengan mengembalikan pelayan itu" ucap orang itu.


"Tapi bagaimana jika pelayan itu buka mulut dan memberitahu semua rencana kita kepala permaisuri" ucap Yenny.


"Wanita itu tidak akan bisa bermacam-macam karena aku sudah meminumkannya racun yang sangat mematikan didalam tubuhnya dan penawarnya hanya ada di aku dan pembuatnya, satu hal yang aku suka dari racun itu karena tidak sembarang orang yang dapat mendeteksinya" ucap orang itu.


"Kau memang paling bisa diandalkan pantas saja tuanku sangat menyukaimu" ucap yenny.


Setelah itu mereka pergi menjauh dari istana sedangkan ditempat mayleen dia sangat terkejut melihat keadaan Xue mei.


"Kenapa bisa dia jadi seperti ini?"tanya mayleen.


"Hamba tidak tau yang mulia sewaktu kami menemukannya keadaannya sudah seperti ini dan tidak sadarkan diri lagi" ucap mayleen.


Seorang tabib kerajaan lalu masuk dan memeriksa keadaan Xue mei yang terbaring lemah.


"Panggil kan pelayan wanita dan suruh mereka oleskan saleb ditubuh Xue mei" ucap mayleen.


"Yang mulia bolehkan saya berbicara berdua dengan anda?"tanya tabib tersebut.


"Tentu, ikuti aku kita akan berbicara diruanganku" ucap mayleen.


Sesampainya diruangan mayleen tabib tersebut menjelaskan bahwa bukan hanya luka luar yang dialami oleh Xue mei bahkan didalam tubuhnya juga terdapat hal yang aneh.


"Apa maksud anda?"tanya mayleen.


"Sudah lama saya mengobati seorang pasien dan baru kali ini saya menemukan sebuah hal seperti ini yang mulia, sepertinya seseorang telah memasukkan pil racun kedalam tubuh gadis itu" ucap tabib tersebut.


"Kenapa kau tidak memberikan penawarnya saja" ucap mayleen.


"Penawar racun itu belum diketahui keberadaannya yang mulia karena orang yang dulu membuatnya sudah menghilang entah kemana orang itu" ucap tabib kerajaan.

__ADS_1


"Apa kau mengetahui sesuatu tentang orang itu?"tanya mayleen dan tabib tersebut hanya menggeleng kan kepalanya.


"Kita harus secepatnya menemukan penawar tersebut sebelum pill racun itu hancur didalam tubuhnya dan menggerogoti tubuh gadis itu hingga nyawanya pun tidak bisa lagi diselamatkan yang mulia" ucap tabib itu berbicara jujur kepada mayleen.


"Kenapa cara kerja racun itu sangat aneh" batin mayleen.


"Anda perlu tahu bahwa racun itu memang istimewa dan tidak seperti racun lainnya, racun itu memerlukan waktu untuk melemah dan hancur didalam tubuh dan waktu untuk menemukan penawarnya hanya tiga hari yang mulai" ucap tabib kerajaan.


"Bagaimana bentuk penawar racun itu?"tanya mayleen.


"Penawar racun ini berbentuk sebuah pill kecil berwarna kuning dan dia hanya muncul ditengah bunga salju" ucap tabib tersebut.


"Baiklah aku sendiri yang akan pergi mencari orang itu, tapi apa kau mengetahui dimana orang itu terakhir berada?"tanya mayleen.


"Yang terakhir ku dengar orang itu sedang bermeditasi di puncak gunung tertinggi diutara" ucap tabib kerajaan.


"Bagaimana bisa tempat itu kan sangat jauh dari kerajaan ini dan bukankah daerah Utara tidak berhubungan baik dengan kerajaan ini" ucap mayleen.


"Benar yang mulia sebaiknya anda berpikir lagi sebelum memutuskan hal ini karena anda ingin mempertaruhkan nyawa anda hanya untuk menolong seorang pelayan istana ini" ucap tabib kerajaan.


"Sudahlah anda boleh kembali" ucap mayleen.


Setelah itu tabib tersebut lalu pergi dari ruangan mayleen sedangkan mayleen sedang berpikir bagaimana caranya agar bisa menemukan penawar itu padahal dia sudah berencana untuk kembali ke istananya di hutan kematian dan hal itu pasti akan membuang banyak waktu jika dia kesana tetapi dia juga harus pergi menemui jingmi dan yang lainnya untuk membahas masalah yang terjadi dan waktu yang di minta hanya 3 hari bagaimana mereka bisa menemukan penawarnya secepat itu.


"Masalah ini tidak akan pernah habis jika aku tidak menemukan akar dari semua ini" ucap mayleen.


Sedangkan di sebuah tempat diruangan yang luas seseorang duduk dikursi kebesarannya sambil menyilangkan kakinya.


"Kau sudah gagal menyelesaikan tugasmu bahkan kau tidak pantas lagi untuk bergabung bersama kami, jadi pilihanmu hanya ada dua yang pertama kau ingin pergi sendiri atau bawahanku yang akan mengusir mu?"tanya orang itu yang tak lain adalah tuoli.


"Ma_maaf kan aku tuan aku mohon jangan usir aku hanya kau yang bisa ku jadikan tempat tinggalku tuan" ucap Yenny sambil memohon dibawah kaki tuoli.


"Aku tidak pernah menampung orang bodoh dan tidak berguna untuk tetap berada disisiku aku dulu terlalu bodoh untuk memelihara wanita yang tidak berguna seperti mu, jadi pergilah dari sini atau aku sendiri yang akan. menyeretmu" ucap tuoli dengan nada membentak.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like komen dan vote.


See you again (人 •͈ᴗ•͈)

__ADS_1


bye bye (。•̀ᴗ-)✧**


__ADS_2