
Keesokan paginya sudah banyak warga Yang berkumpul dibalai desa, sedangkan mayleen dan kakek tabib Masih dirumahnya dan bergegas menyelesaikan urusannya.
"Cepat sedikit nak, Kita harus segera ikut berkumpul dibalai desa" ucap kakek tabib.
"Tunggu sebentar lagi kek, perkerjaan Ku tinggal sedikit lagi" ucap mayleen dengan cepat memasukkan obat kedalam botol kecil.
"Tinggalkan saja nak, kalau kita terlambat bisa-bisa Kita dihukum Karena dianggap tidak mematuhi perintah" ucap kakek tabib.
"Baiklah-baiklah, Ayo tapi jin huo kemana kek?"Tanya mayleen.
"Kakek menyuruhnya pergi duluan kesana" ucap kakek tabib.
"Ohh kalau begitu Kita juga berangkat" ucap mayleen.
"Jangan lupa memasang cadar mu nak, jangan sampai kau menjadi pusat perhatian mereka Karena melihat kecantikan mu itu Hahah" ucap kakek tabib sambil tertawa.
"Kakek bisa saja, baiklah tunggu sebentar Aku akan mengambil cadarku" ucap mayleen lalu berlari masuk kedalam kamarnya.
Tak lama kemudian dia keluar dan memakai cadarnya, bahkan saat dia memakai cadarnya aura kecantikannya masih nampak jelas.
Sementara dibalai desa Jin huo sedang menunggu kakek tabib Dan mayleen.
"Kemana mereka? kenapa mereka lama sekali bisa terbakar kulitku jika terus berada ditempat sangat panas ini" ucap Jin huo.
Tak berlangsung lama suara seseorang membuat penduduk desa yang berkumpul disana menatap kearah suara tersebut.
"Para warga sekalian hari ini Kami mengumpul kalian Di tempat ini karena Kita kedatangan tamu penting" ucap kepala desa tersebut.
"Baru Kali ini ada orang penting Yang ingin mengunjungi desa Kita ya, kira-kira siapa ya?"
"Apa mereka ingin mengambil tanah desa ini dan mengusir para warga desa"
"Jangan berpikiran seperti itu, mungkin mereka bermaksud baik datang kedesa ini"
Begitulah bisik-bisik para warga setelah mendengar perkataan kepala desa tersebut.
"Ehm..ehmm kami kemari ingin mencari seseorang, mungkin kalian pernah melihatnya" jingmi membuka suara.
"Siapa Yang anda Cari tuan?" tanya Salah satu penduduk desa.
"Seorang wanita" ucap jingmi.
"Apa boleh Kami tahu Bagaimana ciri-ciri wanita itu?"Tanya orang tadi.
"Dia memiliki rambut panjang dan hitam, kulitnya sangat putih dan tingginya kira-kira di pundak pria itu" ucap jingmi menunjuk Liu yaoshan.
"Sepertinya mereka bingung, apa tidak ada sesuatu Yang bisa jadi pentunjuk misalnya tanda lahir" ucap Zhixin.
__ADS_1
"Oh ya Aku ingat may mempunyai tanda lahir kecil ditelapak tangan kanannya" ucap Liu yaoshan.
"Tanda lahir itu bisa Kita jadikan pentunjuk" ucap jingmi dan diangguki oleh Liu yaoshan dan Zhixin.
"Mustahil menurutku jika hanya itu pentunjuk Yang bisa Kita gunakan" ucap Zhixin.
"Coba saja dulu" ucap Liu yaoshan.
"Dia mempunyai tanda lahir ditelapak tangan sebelah kanannya, apa kalian pernah melihatnya?" tanya jingmi.
Jin huo Yang ikut mendengar perkataan jingmi terkejut, dia pernah melihat sebuah tanda lahir ditangan sebelah kanan may dan semua ciri-ciri Yang disebutkan oleh jingmi sama dengan dengan may.
"Apa wanita Yang dimaksud olehnya adalah may, Aku tidak boleh membiarkan mereka membawanya" Batin Jin huo lalu diam-diam keluar Dari kerumunan.
Tanpa sengaja Liu yaoshan melihat gerak gerik mencurigakan dari Jin huo, dia lalu ingin pergi Dari Sana tetapi zhixin mengalanginya.
"Mau kemana kau?"Tanya Zhixin.
"Tunggu sebentar, Aku akan kembali secepatnya" ucap Liu yaoshan menepuk pundak Zhixin.
Liu yaoshan lalu pergi dan mengikuti Jin huo Yang tadi pergi secara diam-diam dari kerumunan orang banyak.
"Kemana pria itu pergi" ucap Liu yaoshan memandang kesana kemari.
Sementara Jin huo yang menemukan may dan kakek tabib yang hampir sampai disana tetapi dimenghalanginya.
"Kan disana Masih banyak orang" ucap mayleen.
"Itu hanya pengumuman tidak penting, Ayo pergi dari sini dan segera pulang, kau harus memasakkan sesuatu untukku may" ucap Jin huo.
"Enak saja, masak sendiri sana aku tidak mau" ucap mayleen.
"Jin huo pengumuman apa Yang mereka sampaikan" ucap kakek tabib.
"Mereka ingin memberi sumbangan kepada desa kita yang kecil ini, kakek pasti taukan orang berkuasa seperti mereka pasti ujung-ujungnya Akan mengambil keuntungan dari rakyat kecil seperti kita" ucap Jin huo.
"Sungguh kejam orang-orang seperti mereka, baiklah Ayo kita pulang" ucap kakek.
"Aihh sungguh jahat, Sama saja mereka membantu dengan tidak tulus bukan" ucap mayleen.
Tanpa disadarinya Liu yaoshan mendengar semua pembicaraan mereka, Liu yaoshan sangat mengenal suara wanitanya itu.
"Kenapa pria itu berbohong dan suara wanita itu sangat mirip dengan mayleen, apa jangan-jangan.." batin Liu yaoshan.
Saat mereka bertiga berjalan pulang, Liu yaoshan lalu menyuruh ketiganya berhenti.
"Tunggu!!" ucapnya.
__ADS_1
Ketiganya lalu kompak berbalik dan Jin huo Yang mengenali Liu yaoshan sebagai Salah satu pria yang tadi di balai desa, dia berkeringat dingin dan takut jika mayleen dibawa pergi oleh mereka.
"Aa..ada apa tuan?"Tanya Jin huo.
Liu yaoshan tidak menanggapi pertanyaan Jin huo, Dia lalu berjalan kearah mayleen ia ingin memastikan jika wanita dihadapannya itu istrinya atau bukan.
"Mayleen?" ucap Liu yaoshan dapat terlihat kesedihan dimatanya.
"Maaf anda siapa tuan?"Tanya mayleen Yang Masih memakai cadarnya.
"Ini Aku Liu yaoshan suami mu, apa kau tidak mengenal suami mu sendiri?"Tanya Liu yaoshan sambil menarik kedua tangan mayleen.
"Maaf tuan sepertinya anda Salah orang, dia adalah tunangan saya" ucap Jin huo Yang tiba-tiba memotong pembicaraan keduanya.
Mayleen dan kakek tabib yang mendengar perkataan Jin huo terkejut.
"Tidak mungkin! dia adalah istriku" ucap Liu yaoshan menatap tajam Jin huo.
"Apa-apaan ini siapa pria ini kenapa dia bisa mengetahui namaku?Dan apa-apaan Jin huo kenapa menyebut Ku sebagai tunangannya" batin mayleen merasa bingung.
Zhixin Yang melihat Liu yaoshan belum kembali-kembali juga merasa heran, dia lalu pergi mencarinya.
Saat zhixin sibuk mencari Liu yaoshan, dia mendengar suara keributan Dari sebuah lorong dan dia mengenal suara itu lalu dia pergi kearah lorong itu.
"Ada apa ini?"Tanya Zhixin.
"Maaf tuan sepertinya tuan ini mengira tunangan saya adalah istrinya yang hilang" ucap Jin huo.
Zhixin lalu menatap Liu yaoshan Yang kelihatan sangat marah kepada pria yang menyebut wanita bercadar Yang berada disamping kakek tua itu sebagai tunangannya.
"Tunggu, Nona apa anda Sama sekali tidak mengenal pria ini?" tanya zhixin menunjuk Liu yaoshan dan mayleen menggelengkan kepala.
"Mungkin kau Salah mengenali orang lain sebagai istri mu" bisik zhixin dan mendapat tatapan tajam dari Liu yaoshan.
"Tidak mungkin Aku Salah mengenali istriku sendiri, Lihatlah pasti telapak tangannya ada sebuah tanda lahir bukan?" ucap Liu yaoshan dengan nada sedang menahan emosinya.
"Apa benar Nona?" Tanya Zhixin dan mayleen mengangguk dia tidak tahu apa Yang harus dikatakannya.
"Tidak mungkin, mungkin istri anda dan tunangan saya memiliki sedikit kemiripan" ucap Jin huo tetap tidak menerima.
"Dia istriku dan bukan tunangan mu jadi jangan Coba -coba kau menyebutnya sebagai tunangan mu" ucap Liu yaoshan menatap Jin huo dan tatapan nya itu seakan membuat pria itu sangat sulit bernafas seakan dia tercekik padahal Liu yaoshan tidak menggunakan apa-apa sama sekali.
**Jika kalian tertarik dengan ceritanya jangan lupa dilike, komen, dan vote.
See you(✿^‿^)
Ig: @syra23_
__ADS_1
Bye-bye(人 •͈ᴗ•͈)。◕‿◕**。