
"Eh kenapa kau malah menyuruh ku menikahinya, waktu itu dia yang tiba-tiba memelukku bukan aku" ucap Liu yaoshan.
"Terserah pada mu, aku tidak peduli" ucap mayleen.
"Apa kaki mu sudah baikan, kau masuk berjalan sendiri pada hal kan kaki mu masih belum sembuh.
" Jangan sok pedulikan aku urus saja semua wanita mu" ucap mayleen datar.
"Huh.. dia sepertinya benar-benar marah kepada ku bahkan dia bersikap dingin lagi kepada ku" batin Liu yaoshan.
"May tenang saja aku tidak akan menghianatimu demi wanita lain" ucap Liu yaoshan berusaha membujuk mayleen.
"Siapa juga yang peduli jika kau bersama wanita lain, itu juga bukan urusanku" ucap mayleen.
"Baiklah, aku akan pergi bersama dia jika itu mau mu" ucap Liu yaoshan dia sangat kesal dengan ucapan mayleen seakan dia benar-benar tidak peduli.
Liu yaoshan keluar dari kamar mayleen dan pergi menemui tamu dari kerajaan tetangga yang tak lain adalah changyi dan chyou.
Saat dia keluar dia berharap mayleen akan mengejarnya tetapi harapannya itu pupus saat melihat tidak Ada tanda-tanda mayleen akan mengejarnya.
"Ah bodoh nya aku, kenapa aku malah berharap dia akan mencegahku pergi padahal kan kakinya sedang sakit" batin Liu yaoshan.
Sementara di dalam kamar mayleen yang masih duduk di tempat nya, dia memikirkan hal yang barusan dia debatkan dengan Liu yaoshan.
"Kenapa juga aku harus marah, itu sama sekali bukan urusanku juga terserah pada nya mau dengan siapa pun" ucap mayleen.
Rasa lelah mayleen pun menghilang, dia memanggil xue mei dan menyuruh dia menemaninya berjalan-jalan di istana.
"Kak kita mau kemana? " tanya Liu yaoshan.
"Temani aku berkeliling istana, aku bosan" ucap mayleen.
"Bukannya kakimu sedang sakit kak? " tanya Xue mei.
"Tidak apa-apa, kaki ku masih bisa berjalan kok" ucap mayleen.
"Baiklah, tapi aku akan membantu mu berjalan" ucap xue mei.
Saat dia keluar dari dari kediamannya, dia hanya berkeliling dan banyak pelayan yang menatap nya seakan ada banyak pertanyaan dari tatapan mereka tetapi mayleen hanya berwajah datar dan tidak memperdulikan tatapan mereka.
Sedangkan Liu yaoshan yang sedang berbincang-bincang dengan changyi dan chyou ditaman istana melihat mayleen berjalan dengan di bantu oleh xue mei.
"Kenapa dia keluar dari kamarnya" batin Liu yaoshan.
Liu yaoshan menyadari bahwa bukan hanya dia yang menatap kearah mayleen tetapi juga orang yang berada disampingnya.
"Kenapa dia menatap may dengan senyum seperti itu" batin Liu yaoshan dia merasa kesal karena changyi menatap mayleen dengan senyum manis.
"Akhirnya kau kembali, aku sudah menunggumu disini sampai-sampai aku menunggu kepulanganku kembali ke istana ku" batin changyi.
__ADS_1
Mayleen yang merasa sedang diperhatikan berbalik dan mendapati tiga orang sedang menatapnya siapa lagi kalau bukan Liu yaoshan, changyi, dan chyou.
"Apa-apa mereka menatap ku seperti itu memang nya Ada yang salah denganku" ucap mayleen.
"May_" ucap Liu yaoshan terpotong.
"Hai kita bertemu lagi" ucap changyi memotong ucapan Liu yaoshan.
"Tolong bersikap sopan tuan, dia adalah istri saya sekaligus permaisuri di kerajaan ini" ucap Liu yaoshan.
"Maaf yang mulia, saya hanya merasa senang karena bisa bertemu dengan permaisuri lagi" ucap minghao.
"Ada apa dengan kakak, tidak biasa nya dia bersikap seperti ini kepada seorang wanita" batin chyou.
"Apa kalian pernah bertemu sebelumnya? " tanya Liu yaoshan sebenarnya dia merasa cemburu karena changyi terlihat sangat akrab dengannya.
"Tidak" ucap mayleen datar.
"iya" ucap changyi.
Liu yaoshan menatap tajam keduanya, chyou yang melihat suasana tiba-tiba berubah merasa aneh dengan mereka rtiga.
"Ada apa ini? kenapa mereka saling menatap seperti itu, siapa sebenarnya wanita ini kenapa aku seperti pernah melihatnya" ucap chyou dalam hati.
sementara mayleen merasa bosan sebab dia merasa sedang diintrogasi karena telah melakukan kejahatan.
"Aku tidak akan menggangu waktu kalian bertiga, kalau begitu aku pergi dulu" ucap mayleen berjalan dengan di bantu xue mei.
Setelah pergi dari sana, mayleen kembali ke halaman belakang kamarnya yang dipenuhi dengan bunga yang sudah dia tanam.
"*Sekarang aku tahu kenapa pria itu mengatakan mengenalku, ternyata gadis yang pernah aku bantu saat dihutan adalah keluargannya tetapi kenapa pria itu bisa tahu padahal saat disana hanya ada gadis itu dan pelayan wanita bersamanya" batin mayleen yang sedang berpikir.
"Oh aku ingat sekarang, waktu itu kan ada seseorang yang berada di dalam mereka itu dan dia tidak keluar, mungkin saja pria tadi adalah dia" batin mayleen mencoba menebak-nebak*.
"Ah..untuk apa juga aku memikirkan hal tidak penting seperti itu" ucap mayleen.
Mayleen merileks kan dirinya dihalaman belakang sambil meniup wangi bunga yang ada disana.
"Kak apa kau ingin minum teh? aku akan menyiapkan" ucap xue mei.
"Baiklah" ucap mayleen.
Setelah itu xue mei pergi dari sana dan membuat kan mayleen teh, saat dia sudah berada dihalaman depan dia bertemu dengan Liu yaoshan.
"Dimana mayleen? " tanya Liu yaoshan.
"Permaisuri sedang berada di halaman belakang yang mulia" ucap xue mei.
Setelah itu Liu yaoshan segera pergi kehalaman belakang kediaman mayleen, saat sampai disana dia melihat seorang wanita cantik duduk menyilangkan kakinya sambil memandangngi bunga-bunga yang sedang bermekaran.
__ADS_1
"Jangan memandangiku seperti itu, Ada apa lagi kau kemari? " ucap mayleen.
"Aku hanya ingin menanyakan sesuatu padamu" ucap Liu yaoshan.
"Hm? " ucapnya.
"Apa kau pernah bertemu dengan changyi sebelumnya? " tanya Liu yaoshan.
"Pria yang tadi bersamamu? " tanya balik mayleen.
"Iya" ucap Liu yaoshan.
"Mungkin" ucap mayleen.
"Dimana kau bertemu dengan nya? " tanya Liu yaoshan dia jadi tidak menyukai changyi semenjak dia dapat menebak dari tatapannya tadi bahwa changyi menyukai mayleen diam-diam.
"Kenapa aku merasa kau sedang mengintrogasiku karena telah melakukan kesalahan? " tanya mayleen.
"Kau tahu kan aku tidak menyukai kau bersama dengan pria lain, tetapi kau tidak pernah memperdulikan aku" ucap Liu yaoshan.
"Baiklah-baiklah aku tidak akan mendekati siapa pun" ucap mayleen dia sudah malas melanjutkan percakapannya dengan Liu yaoshan karena ujungnya mereka akan berdebat lagi.
Saat mereka sibuk memandangi bunga di hadapan mereka, xue mei datang membawakan teh dan cemilan untuk mayleen, dia sudah tahu Liu yaoshan berada disana jadi dia membuat kan mereka berdua sekaligus.
"Kenapa kau membawa makanan sangat banyak? " tanya mayleen.
"Hamba sudah tahu bahwa yang mulia juga kesini saat bertemu didepan tadi jadi hamba membuat kan untuk yang mulia juga permaisuri" ucap xue mei.
"Baiklah, kau boleh pergi" ucap mayleen.
Setelah xue mei pergi, mayleen meminum teh dicangkirnya sambil lanjut memandangi bunga-bunga yang menenagkannya itu.
"Apa kau bisa untuk tetap disini dan tidak pergi kemana pun? " tanya Liu yaoshan.
"Tidak bisa, aku memiliki banyak urusan jadi aku tidak bisa hanya menjadi burung yang terus-terusan berada di dalam sangkar" ucap mayleen.
"Sebanyak apa urusan mu di luar sana? " tanya Liu yaoshan.
"Sangat banyak" ucap mayleen tanpa menoleh dan matanya mengarah ke atas menatap langit.
"Oh ya Ada yang ingin aku bicarakan denganmu" ucap mayleen.
"Hm? " tanya Liu yaoshan.
"Apa kau mau membalaskan dendam atas kematian ibu mu? " tanya mayleen membuat raut wajah Liu yaoshan berubah seketika.
**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like komen dan divote yaπ
See you next time πβ°
__ADS_1
love you all πππππ€
Bye Ω©(ΰ΄°Μα΄ΰ΄°Μ)α΅ΚΈα΅ π΄δΈπ΄δΈπ**