
Seharian Liu yaoshan bersikap dingin kepada mayleen, tetapi bukan berarti dia tidak peduli dengan may. Liu yaoshan tetap menuruti perkataannya walaupun tidak berbicara banyak.
"Apa kau masih marah kepada ku? " tanya mayleen yang tiba-tiba berada di belakangnya dan memegang bahu Liu yaoshan.
"Kaget aku, kenapa dia tiba-tiba berada dibelakang ku" batin Liu yaoshan.
"Tidak" ucap Liu yaoshan datar.
"Lalu kenapa kau berbicara datar seperti itu kepada ku? " tanya mayleen.
"Aku hanya malas berbicara" alasan Liu yaoshan.
"Sungguh? Baiklah kalau begitu jangan berbicara kalau kau sedang malas" ucap mayleen lalu meninggalkannya.
"Dasar wanita tidak peka, di bujuk kek ini malah di kira aku sungguhan " batin Liu yaoshan tambah kesal pada mayleen.
Saat mayleen keluar dia tidak sengaja berpapasan dengan cucu pria nenek yang punya penginapan yang sekarang di tempatinya.
"Nona apa anda membutuhkan sesuatu? " tanya pria itu.
"Tidak, saya hanya ingin keluar untuk berjalan-jalan sebentar" ucap mayleen.
"Apa anda membutuhkan teman untuk menemani mu? " tanya pria itu.
"Memang nya ada orang yang mau berjalan denganku, aku lihat orang-orang sedang sibuk" ucap mayleen.
"hehe seperti nya ini keberuntungan ku karena aku dapat menjebak nya untuk mau menemani ku berjalan-jalan dan aku bisa mengorek sedikit tentang gadis semalam itu" batin mayleen.
"Saya bisa menemani anda nona cantik, jika anda tidak keberatan berjalan dengan orang rendahan seperti saya" ucap pria itu.
"Heeh manis juga mulut kecoak ini " ucap mayleen.
"Jangan merendah seperti itu tuan, tentu saja saya mau dengan senang hati" ucap mayleen mengeluarkan senyum manis tetapi mengandung kepalsuan.
Mereka lalu berjalan-jalan mengelilingi beberapa tempat.
"Aku dengar desa ini memiliki sebuah cerita? " tanya mayleen.
"Hahaha cerita itu hanya kebohongan orang-orang saja" ucap pria itu.
"Oh ya ada yang ingin ku tanya kan, apa kau memiliki seorang adik perempuan" ucap mayleen.
"Kenapa anda menanyakan itu nona? " tanya pria itu.
"Tidak apa-apa aku hanya ingin bertemu dengannya dan bisa menemani ku selama disini jadi aku tidak bosan karena memiliki seorang teman" ucal mayleen.
"Adik ku sangat jarang keluar karena dia sedang sakit parah" ucap pria itu dengan wajah sedih dibuat-buat.
__ADS_1
"Pintar juga orang ini berekting, kenapa tidak sekalian saja jadi aktor film ya" batin mayleen.
"Haishh sayang sekali jadi aku tidak dapat bertemu dengannya" ucap mayleen.
"Dia menjadi seperti itu semuanya karena kesalahan ku" ucap pria itu.
"Memang nya apa yang terjadi sehingga kau menyalahkan diri mu sendiri? kalau kau mau kau dapat menjadi kan aku sebagai teman untuk menemani mu saat ada masalah" ucap mayleen.
"Sebenarnya dia menjadi gila karena nenek kami telah melenyapkan orang yang di sayangi" ucap pria itu.
"Hah? Lalu kenapa kau selama ini malah mendukung nenek mu? " tanya mayleen.
"Aku memang payah karena tidak bisa menolong adik ku satu-satunya, aku selalu bersembunyi di belakang nenek agar tidak di lukai oleh nya dan selalu mendukungnya" ucap pria itu.
"aku masih ragu dengan perkataan pria ini" batin mayleen.
"Kenapa nenek mu membunuh orang itu? " tanya mayleen.
"Karena dia ingin merebut sesuatu aku pun tidak tahu barang apa itu, sehingga dia memutuskan untuk melenyapkan orang itu tetapi alhasil dia tidak dapat menemukan benda yang di carinya itu" ucap pria itu.
"Sebaiknya aku sudahi pembicaraan ini kalau tidak dia mungkin akan curiga dengan ku" batin mayleen.
"Apa kau percaya pada ku sehingga kau menceritakan rahasia itu kepada ku? " tanya mayleen.
"Sebenarnya aku sangat membutuhkan teman cerita seperti mu agar aku tidak menyimpan beban yang selalu menggangu ku ini" ucap pria itu.
"Siapa? Apa pria yang datang bersama dengan mu? " tanya pria itu.
"Benar, dia shan suami ku" ucap mayleen dia tidak mau menyebut nama Liu yaoshan depan nya agar mereka tidak ketahuan orang siapa pun.
"Ternyata benar dugaanku, siapa juga yang tidak mau dengan gadis seperti nya. Tetapi aku biaa merasa lega setelah berbicara dengannya, biarpun dia menceritakan hal ini kepada orang lain itu semua tidak masalah semua kebenaran ini terungkap, aku akui selama ini aku memang menjadi orang yang sangat egois" batin pria itu.
Saat mereka dalam perjalanan pulang, mayleen merasa ada seseorang yang mengikutinya.
"Pulang lah terlebih dahulu, sepertinya aku harus membeli sesuatu lagi pula ini sudah tidak terlalu dari penginapan" ucap mayleen.
"Baiklah, kalau begitu aku pergi dulu yah hati-hati di jalan desa ini agak berbahaya di waktu menjelang malam seperti ini" ucap pria itu lalu pergi meninggalkan mayleen sendiri di sana.
"Sepertinya ada yang ingin bermain-main dengan ku" batin mayleen menyeringai.
"Keluar kau atau aku sendiri yang akan menangkap mu ditempat" ucap mayleen.
Tidak ada respon dari orang tersebut.
"Baiklah kau sendiri yang minta" ucap mayleen tiba-tiba menghilang sekejab dari tempatnya.
Orang yang sedari tadi mengintainya lalu keluar dari tempat persembunyiannya.
__ADS_1
"Untung saja dia sudah pergi" ucap orang itu yang tak lain seorang gadis.
"Apa kau sudah senang bermain sembunyi-sembunyian dengan ku nona" tanya mayleen muncul di belakang gadis itu.
Gadis tersebut langsung terkejut saat melihat mayleen berada di belakangnya dan memegang bahunya membuat tubuhnya bergetar ketakutan.
"Ma.. maafkan aku nona aku tidak bermaksud mengikuti mu" ucap gadis itu.
"Siapa kau? kenapa kau mengikuti ku? " tanya mayleen.
"Aa.. aku nuwa teman dari adik pria tadi yang berjalan bersama mu" ucap nuwa dengan suara bergetar.
"Lalu kenapa kau mengikuti ku? " tanya mayleen.
"Aa.. aku ingin meminta tolong pada mu nona, tolong selamat kan jiao dari nenek nya, aku mohon" ucap nuwa.
"Jadi nama gadis itu jiao" batin mayleen.
"Apa kau mengetahui sesuatu keluarga itu? " tanya mayleen.
"Iya, aku akan memberitahu mu semuanya jika nona mau membantu ku" ucap nuwa.
"Aku akan membantu mu jika kau memberitahuku semuanya tentang keluarga nenek itu" ucap mayleen.
"Baik, sebaiknya kita tidak berbicara disini aku takut nenek jiao mengetahui bahwa aku masih berada di desa ini" ucap nuwa pada mayleen.
"Jadi kita berbicara di mana?" tanya mayleen.
"Ayo kita kerumah ku" ucap nuwa.
Setelah itu mayleen memutuskan untuk ikut bersama dengan nuwa ke rumahnya. beberapa saat kemudian mereka sampai di sebuah gubuk kecil yang tak lain adalah rumah nuwa.
"Apa ini rumah mu? " tanya mayleen.
"Iya nona, maaf jika rumah saya sangat berantakan dan jelek" ucap nuwa.
"Tidak apa-apa cepat lah berbicara karena hari sudah mulai malam" ucap mayleen.
**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like komen dan divote😁
See you next time 🕊⌚
Love you all 😍😘😍😘❤
Salam dari author untuk pada pembaca setia "Time Travel: The Goddess of death" Saya akan usahakan up lebih sering🙂
Bye ٩(ര̀ᴗര́)ᵇʸᵉ 🚴三🚴三👋**
__ADS_1