Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
58. Episode 58


__ADS_3

"Sepertinya orangnya sudah pergi" ucap jingmi.


"Jingmi perintahkan yang lainnya untuk mencari may disekitar daerah ini" ucap bao yu.


"Maafkan aku" ucap singa tadi Yang bernama Zhizhu.


"Sudahlah jangan meminta maaf ini juga Salah Kami Yang tidak dapat menjaga may dengan baik" ucap jingmi.


"Ini semua salahku karena tidak bisa menjaganya seharusnya sebagai hewan Yang terikat dengannya Aku Yang harus selalu menjaganya" ucap Bao yu.


"Jangan lupakan Kami juga bao yu, Kami juga terikat dengannya dan satu hal Yang Aku harapkan semoga may baik-baik saja ditempat dia sekarang berada" ucap jingmi.


"Aku juga berharap seperti itu, buktinya sampai sekarang Kita baik-baik saja" ucap bao yu.


"Ayo kembali ke istana tidak baik jika terlalu lama meninggalkan jieru dan nuan nuan sendirian" ucap jingmi.


"Kan Ada Li Yang bisa menjaga mereka dan Kita teruskan saja pencarian ini" ucap Zhishu.


"Li tidak terlalu mahir dalam ilmu Bela diri dan kau juga tahu dia hanya berada diruangannya seharian jika tidak ada kepentingan Yang mendesak" ucap jingmi.


"Baiklah, Ayo kembali" ucap bao yu.


"May Aku berjanji pasti akan menemukan mu dan jika Hari itu sudah datang Aku pastikan akan selalu berada disisimu dan menjagamu agar hal seperti ini tidak akan pernah terulang lagi" batin bao yu.


Semenatara di istana suasana selalu saja tegang tidak ada Yang berani pergi ketempat kaisar Karena mereka Akan berakhir dengan cedera ditubuh.


"Bagaimana ini jika ini terus berlanjut bagaimana nasib kita Yang mulia tidak mempunyai belas kasihan Sama sekali" ucap Salah satu perdana menteri.


"Benar semenjak kehilangan permaisurinya dia menjadi semakin dingin dan tidak terbantahkan" ucap perdana menteri disebelah.


"Bagaimana jika Kita mencarikan wanita Yang sangat cantik untuknya? mungkin Yang mulia Akan jatuh cinta dan kalian tahukan" ucapnya dengan menandakan sesuatu kepada temannya.


"Benar katamu, Aku dengar jenderal Shi mempunyai seorang putri yang sangat cantik? Bagaimana jika Kita bekerja Sama dengannya" ucap perdana menteri tadi.


"Sebaiknya Kita melanjutkan ini lain Kali saja dan membicarakannya diluar Istana jangan sampai ada orang Yang mendengar rencana Kita" ucapnya.


Sementara Di Dalam ruangannya Liu yaoshan sibuk dengan pekerjaan-pekerjaannya tanpa berhenti sejenak saja menurutnya itu bisa menyembuhkan pikirannya Yang sedang kacau.


"Salam Yang mulia, Feng Ying dan Hongli ingin bertemu dengan anda" ucap minghao.


"Suruh mereka masuk" ucap Liu yaoshan tanpa menoleh.


Setelah mendengar izin Dari Liu yaoshan keduanya dipersilahkan masuk oleh para pengawal.


"Ada apa kalian kemari?"ucap Liu yaoshan.


"Yang mulia Kami menemukan kabar bahwa permaisuri.." ucap Hongli.


"Sudah kukatakan jangan membahasnya lagi dihadapanku, bawa mereka keluar minghao dan kau juga pergi kerjakan tugasmu" ucap Liu yaoshan.

__ADS_1


"Tapi.." ucap Hongli.


"Aku tidak suka dibantah jadi keluarlah selagi Aku Masih bersikap baik kepada kalian" ucap Liu yaoshan.


"Sudahlah Hongli sebaiknya kita keluar" ucap fengying.


Setelah mereka semua keluar Liu yaoshan berhenti menatap tumpukan kertas dihadapannya dan manatap lurus kedepan.


"Aku sudah berkali-Kali mencoba menghilangkan mu dari ingatanku tapi kenapa bayanganmu selalu muncul dan hatiku sangat sakit mengingatmu bahkan lebih Sakit Dari semua hal Yang pernah terjadi padaku" ucapnya tak terasa air matanya jatuh.


"Jika kau memang mencintaiku kenapa kau tidak kembali, mungkin benar cintaku ini tidak pernah bisa kau balas" lanjutnya.


Semua memorinya bersama mayleen berputar-putar dikepalanya sehingga membuatnya sangat sakit jika mengetahui orang itu sudah pergi dan tidak tahu kemana.


Tanpa sepengetahuannya minghao masuk dan melihat Liu yaoshan menangis baru Kali itu dia melihat orang Yang dia bangga-banggakan selama ini serapuh itu hanya Karena seorang wanita.


"Aku tidak tahu apa responnya jika mengetahui hal ini, Aku hanya bisa mendoakan semoga permaisuri baik-baik saja dan segera kembali" batin minghao.


"Yang mulia" ucapnya.


"Sudah aku bilangkan keluar Dari ruanganku" ucap Liu yaoshan dengan lantang.


"Maaf Yang mulia hamba hanya ingin mengatakan sesuatu pada anda" ucap minghao.


"Cepat katakan dan setelah itu keluar Dari ruanganku" ucap Liu yaoshan.


"Fengying dan Hongli mengatakan bahwa dia menemukan sebuah robekan baju Di ujung jurang Di Dalam hutan Yang mulia" ucap minghao menyerahkan kain itu.


"Ini tidak mungkin" ucapnya menggenggam Kain itu.


Minghao Yang mengerti suasananya keluar Dari ruangan Liu yaoshan dan meninggalkan pria itu sendirian.


Liu yaoshan terduduk Masih dengan menggenggam Kain itu, dia tidak percaya dengan hal Yang baru saja terjadi.


"Tidak itu pasti bukan kau may, Aku sangat yakin ini pasti milik orang lain tidak mungkin kau orang yang kuat tapi.." ucapnya menyangkal semua pikiran negativ yang berada dikepalanya.


"Aku tak sanggup may kenapa kau meninggalkan Aku sendirian" ucapnya menangis dalam diam hatinya kembali Sakit mengingat jika hal itu benar-benar terjadi padanya.


Sementara ditempat lain mayleen sudah sampai dirumah kakek tabib sebelum itu Jin huo terlebih dahulu pamit untuk pulang kerumahnya.


"Kakek Aku pulang" ucap mayleen.


"Oh cucu kesayangan kakek yang cantik ini sudah pulang ya" ucap kakek tabib.


"Kek ini ikan bakar untuk mu Aku akan menaruhnya dimeja jangan lupa memakannya yah Aku mau Mandi dulu lalu beristirahat Karena Aku sangat lelah" ucap mayleen.


"Baiklah nak, terima kasih untuk makanannya" ucap kakek tabib.


"Sama-sama kek" ucap mayleen Dari jauh.

__ADS_1


Mayleen lalu membaringakan tubuhnya ditempat tidurnya Yang keras itu Karena kelelahan dia ketiduran.


Dia Dalam mimpinya dia berada disebuah ruangan Yang sangat besar.


"Dimana Aku bukannya aku tadi berada ditempat tidurku" ucap mayleen.


"Kenapa kau meninggalkan Ku " ucap seseorang.


"Siapa itu?"tanya mayleen tetapi tidak ada respon, dia lalu mengikuti suara Yang menurutnya terdengar sangat menyedihkan.


Mayleen melihat seorang pria bertubuh kekar terduduk didepan tempat tidur dan dapat dia pastikan pria itu sedang menangis.


"Kenapa hatiku Sakit mendengar suara tangisan kecil pria itu" ucap mayleen tak terasa dia meneteskan air matanya sambil menyentuh dadanya yang terasa sakit.


Kakinya seakan berjalan sendiri mendekati pria itu dan saat dia ingin menyentuh pundak pria itu tiba-tiba dia terbangun.


"May may ada apa dengan mu?"Tanya Jin huo dan kakek Yang terlihat panik.


Mayleen menatap kesal kepada dua orang dihadapannya tetapi dia merasa ada air Yang membasahi matanya.


"Ada apa dengan mu may? kenapa kau menangis?"Tanya Jin huo.


"Tidak tahu, sepertinya tadi Aku bermimpi buruk" ucap mayleen.


"Kau membuat Kami panik saja" ucap Jin huo.


"Ada apa kalian kekamarku?"Tanya mayleen.


"Tadi Aku lupa memberikan mu ini" ucap Jin huo.


"Punya siapa ini?"Tanya mayleen.


"Ini punyamu sewaktu Aku menemukan mu kalung ini sudah berada bersama mu tapi Aku lupa memberikannya tadi jadi aku kembali lagi" ucap Jin huo.


Mayleen menatap kalung dihadapannya, samar-samar dia mengingat sesuatu dikepalanya. Dia melihat seorang wanita menyerahkan kalung itu padanya.


"Siapa wanita itu?"batin mayleen.


Mayleen lalu menerima kalung itu dan memakainya dilehernya.


"Kalian keluarlah, aku mau membersihkan diri dulu" ucap mayleen.


Setelah itu jin huo dan kakek tabib keluar Dari Sana Dan mayleen pergi ke kamar Mandi.


**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa dilike, komen, dan vote.( ◜‿◝ )♡


Ig: @syra23_


Salam Dari author(ノ^_^)ノ

__ADS_1


Bye bye guys(~‾▿**‾)~


__ADS_2