Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
82. Episode 82


__ADS_3

Semua tahap yang dilalui oleh may berjalan lancar kini dia berdiri diujung paling dalam gua dimana tempat itu terlihat sangat indah serta bunyi aliran air yang membuat pikirannya tenang, kesunyian Disana membuat siapapun betah untuk menetap ditempat indah itu.


"Kau memang wanita yang hebat dan luar biasa aku sungguh takjub padamu nona" suara seseorang memecahkan keheningan yang sempat dirasakan oleh may walaupun hanya sebentar saja.


"Siapa kau?" tanya mayleen dengan wajah datar.


"Kau tidak perlu tahu siapa aku, nikmatilah tempat ini dulu selagi kau masih disini" ucap orang itu.


"Aku tidak mempunyai waktu meladeni orang seperti anda jadi bisakah anda mengatakan apa tujuan anda membawa saya kemari?"tanya mayleen.


"Aku tahu kau kemari mencari sebuah penawar bukan? dan kalau kau mau tahu siapa aku kau akan mengetahuinya nanti" ucap orang itu.


" Cepat katakan kalau kau mengetahui keberadaan penawar itu jika tidak aku akan menghabisi mu sekarang juga" ucap mayleen.


"Hehehe maafkan aku tapi tunggu lah sebentar ada seseorang yang akan aku bawakan untuk mu nona cantik" ucap pria itu.


"Nikmatilah tempat ini dulu, aku akan kembali saat orang itu sudah datang" ucap orang itu lalu menghilang bagaimana tertiup angin.


Kini mayleen sendiri ditempat itu dia memilih duduk didekat sebuah air terjun.


"Aku sangat haus tapi pria itu sama sekali tidak memberi ku air sedikit pun dasar pelit" ucap mayleen lalu meminum air dari aliran air terjun tersebut.


Mayleen tidak mengetahui bahwa air itu dapat membuat orang yang meminum mengantuk dan akhirnya tertidur pulas setelah bangun orang yang meminum air tersebut akan kembali segar.


Pada akhirnya mayleen tertidur diatas rumput-rumput hijau yang tumbuh didekat air terjun tersebut.


Tak lama kemudian orang yang ditunggu-tunggu akhirnya datang dengan tergesa-gesa.


"Selamat datang kawan sudah lama kita berjumpa, apa kau merindukanku?"tanya orang itu.


"Dasar brengsek dimana kau menyembunyikan istriku" ucap Liu yaoshan yang tak lain pria yang ditunggu-tunggu sedari tadi.


"Istri mu? bukankah selama ini kau hanya pria dingin yang menjauh dari para wanita-wanita yang berusaha mencuri perhatian mu.


"Cepat katakan dimana kau menyembunyikan istriku sebelum ku habisi kau ditempat ini juga" ucap orang itu yang tak lain teman lama Liu yaoshan yang bernama Tao.


"Bersabarlah sudah lama kita tidak berjumpa apa kau tidak mau menemani ku berbincang-bincang dan minum teh bersama" ucap Tao.

__ADS_1


Pria tampan itu adalah teman lama Liu yaoshan yang sudah lama tak berjumpa karena kesibukan mereka berdua, bukan Liu yaoshan tidak menyukai tao karena menjauhinya tetapi karena pria itu bermuka polos dan berhati iblis, dia hobi menjebak seseorang didalam dunia ilusi.


Grepp


"Cepat katakan dimana kau menyembunyikan istriku atau ku pastikan tempat ini hancur" ucap Liu yaoshan menatap tajam kedua mata Tao.


"Huhfftt ternyata yang dikatakan oleh orang-orang benar jika seorang yang berhati dingin menemukan cintanya dia bahkan bisa membunuh temannya sendiri demi wanitanya" ucap Tao.


"Jangan banyak bicara antar aku sekarang juga ketempat istriku" ucap Liu yaoshan.


Tao lalu mengantar Liu yaoshan ketempat mayleen tertidur di dekat air mancur.


Liu yaoshan yang melihat mayleen tergeletak Disana segera menghampiri dan membangunkannya.


"May may bagunlah" ucap Liu yaoshan menepuk-nepuk pipi mayleen.


"Sepertinya dia tertidur karena efek dari air itu" ucap Tao.


Liu yaoshan lalu mengangkat tubuh mayleen dan meminta Tao membawa mereka ke sebuah ruang tempat beristirahat.


Setelah mengantar mayleen kekamar yang disediakan oleh Tao, Liu yaoshan kembali menemui pria itu.


"Kurasa ada yang ingin kau katakan padaku, sampai kau melakukan hal sebodoh ini" ucap Liu yaoshan datar.


"Seperti yang kau katakan, aku dengar tuoli tak berhenti menyerang mu dan orang sekitar mu walau tak secara langsung" ucap Tao dengan wajah serius.


"Iya itu benar tetapi kenapa kau menanyakan hal itu bukankah tidak ada urusannya dengan mu" ucap Liu yaoshan.


"Tapi kau membutuhkan sesuatu dariku bukan hingga kau wilayah Utara" ucap Tao.


"Apa maksud mu jangan bilang penawar yang ku cari bersama dengan istri ku kau juga memiliki nya?"tanya liu yaoshan.


"Tepat sekali, aku akan memberimu penawar itu tetapi aku memiliki satu permintaan" ucap Tao.


"Jangan macam-macam dan cepat berikan penawar itu padaku" ucap Liu yaoshan.


"Katakan kau setuju atau tidak dengan permintaan ku itu" ucap Tao.

__ADS_1


"Katakan apa yang kau inginkan" ucap Liu yaoshan.


"Hmm aku ingin istri mu tetap tinggal disini selama 7 hari dan kau akan menjemput nya setelah hari ke 8, bagaimana apakah kau setuju" ucap Tao.


"Jangan macam-macam kau, permintaan macam apa yang kau ajukan itu aku tidak mungkin akan membiarkan istriku tinggal dengan pria lain" ucap Liu yaoshan.


"Baiklah, tetapi berikan penawar racun itu sekarang juga" ucap seseorang yang mendengar pembicaraan antara Liu yaoshan dan Tao.


Mayleen yang terbangun melihat sekitarnya dan tak menemukan seorang pun dia lalu memutuskan keluar dari ruangan tersebut dan tak sengaja mendengar pembicaraan antara Liu yaoshan dan Tao.


"Kenapa kau menyetujui nya?"tanya Liu yaoshan


"Aku mempunyai alasan tersendiri jadi biarkan aku tinggal ditempat ini selama seminggu dan bawalah penawar racun itu kembali ke istana" ucap mayleen.


" Kalian tidak berniat berselingkuh di belakang ku kan?" tanya Liu yaoshan.


"Pemikiran macam apa itu, apa selama ini kau tidak pernah mempercayai ku?"tanya mayleen.


"Bukan begitu, seharusnya kau memberikan ku alasan kenapa kau ingin tetap disini" ucap Liu yaoshan.


"Bukankah sudah jelas alasannya bahwa dengan tujuan kita ke wilayah ini, sekarang kita hanya punya waktu sehari lagi kalau tidak Xue mei tidak akan bisa diselamatkan" ucap mayleen.


" Baiklah kalau begitu besok pagi aku akan kembali ke istana dan Segeran kembali kemari untuk menjemput mu" ucap Liu yaoshan.


Mayleen lalu mengiyakan ucapan Liu yaoshan dan pergi dari sana untuk membersihkan dirinya.


" Bagaimana bisa kau menemukan penawar itu?"tanya Liu yaoshan.


"Dulu sewaktu aku pergi dari kerajaan tanpa berpikir panjang aku langsung pergi ke daerah ini tanpa membawa apa pun dan beruntungnya saat itu aku bertemu guru, dia lalu membawaku pulang kerumahnya dan dari situ lah di mengajariku berbagai ilmu yang dipunyainya lalu dia meninggal setahun yang lalu dan mewariskan segala yang dipunyainya kepadaku karena dia tidak memiliki seorang istri maupun anak termasuk penawar itu " jelas Tao.


"Tapi kenapa kau bisa mengetahui bahwa aku berada di daerah ini?" tanya Liu yaoshan.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.


See you again ( ╹▽╹ )


bye byee(。•̀ᴗ-)✧**

__ADS_1


__ADS_2