Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
78. Episode 78


__ADS_3

Yenny terpaksa di bawa oleh beberapa pengawal tuoli dan dilempar keluar dari sana sedangkan Yenny hanya pasrah dan tidak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Sekarang saya mengerti rencana anda yang sebenarnya tuan, anda sudah yakin bahwa Yenny tidak akan mampu melakukan hal ini jadi anda menyuruhnya untuk melakukannya dan jika dia tidak berhasil anda akan mengusirnya, tetapi bolehkah saya tau kenapa anda ingin menyingkirkan dia?"tanya mata-mata itu.


"Aku hanya bosan dengannya, kau tau apa yang harus kau lakukan selanjutnya kan?"tanya tuoli.


"Saya mengerti tuan" ucap mata-mata itu lalu pergi dari sana.


Sedangkan Yenny yang merasa sangat kesal dengan perlakuan tuoli dan bawahannya itu lalu berencana membongkar semunya kehadapan mayleen dan Liu yaoshan, dia lalu bergegas keluar dari wilayah kekuasaan tuoli dan menuju ke istana tetapi semunya terlambat bawahan tuoli sudah mengepungnya.


"Apa mau mu lagi! kenapa kalian mengepungku" teriak Yenny.


"Tidak semudah itu kau pergi Yenny kau sudah tau semua rencana kami berarti kau pun harus lenyap dari dunia ini" ucap mata-mata tuoli.


"Ka_kalian tidak berhak menangkap ku dan aku tidak mau mati ditangan mu brengsek" teriak yenny.


Belum sampai mereka menangkap Yenny segerombolan orang datang dan menyerang para bawahan tuoli dan seseorang menarik Yenny naik ke atas kudanya dan dibawa kabur dari sana.


"Le_lepaskan aku! siapa kau?"bentak yenny.


"Jangan banyak gerak atau aku akan membuang mu dari kuda ku" ucap orang itu yang tak lain adalah hongli sedangkan fengying bersama dengan beberapa bawahan lainnya untuk menyerang bawahan tuoli.


Yenny terpaksa ikut dengan hongli dan fengying sudah memukul mundur para bawahan tuoli dan kembali menuju tempat hongli berada.


Sesampainya disebuah tempat peristirahatan yang dipenuhi dengan tenda-tenda kecil Yenny diturunkan, hongli mengeluarkan pisau kecilnya dan menaruhnya dileher Yenny agar wanita itu tidak macam-macam.


"Ikuti aku dan jangan memberontak atau pisau ini akan menembus leher mu" ucap hongli datar.


Yenny lalu mengikuti perintah hongli dan masuk kesebuah tenda kecil.


"Kau pasti lapar makanlah" ucap hongli datar.


Yenny lalu ragu dengan makanan yang ingin diberikan oleh hongli karena menurutnya kenapa orang itu menangkapnya dan memberinya makan dan bukan membunuhnya.


Seakan bisa membaca pikiran Yenny, hongli lalu mengambil roti itu dan memakannya sedikit.

__ADS_1


"Tenanglah aku tidak memberikan racun atau apa pun didalam makanan ini" ucap hongli datar.


"Siapa kau dan kenapa kau malah membantuku?" tanya Yenny.


"Aku membantu mu karena ada yang harus ku dapat kan dari mu jadi karena itu kami menyelamatkan mu dari orang-orang tadi yang ingin membunuh mu" ucap hongli.


"Bagaimana jika aku tidak aku tidak mau memberi apa yang kau inginkan dari ku?" ucap Yenny.


"Hehe gampang saja kau akan dikurung dan mendapatkan siksaan sepuluh kali lipat dari siksaan yang akan kau dapat dari mereka sampai kau tidak mau hidup atau pun mati" ucap hongli sambil tersenyum jahat kearah Yenny.


Yenny pun merasa takut dengan omongan hongli seakan dia lepas dari kandang buaya dan masuk kedalam kandang harimau.


" Kenapa takdir baik tidak berpihak kepadaku sampai-sampai aku harus mengalami hal menyakitkan seperti ini" ucap Yenny dengan dengan suara yang kecil dan raut wajah sedih.


"Apa yang kau tabur itu juga yang akan kau tuai dikemudian hari jadi jangan menyesal karena penyesalan mu itu sudah terlambat, sekarang kau sudah tidak bisa apa-apa dan turuti perkataan ku" ucap hongli.


Kehidupan Yenny dimasa lalu hanya seorang gadis miskin yang dijual kepada bangsawan-bangsawan dan dijadikan budak dan pada akhirnya dia dipertemukan oleh tuoli dan selama dia bersama pria itu dia diperlakukan layaknya seorang nyonya besar tetapi semua itu tidak bertahan lama dan sayangnya Yenny tidak menyadari itu dan dia pun dibuang dan kehidupannya kembali lagi seperti dulu bahkan lebih parah lagi sehingga Yenny hanya berharap takdir baik dapat berpihak kepadanya tetapi semuanya sudah terlambat tetapi dia melupakan satu hal bahwa tidak ada yang terlambat selagi masih ada kemauan untuk berubah dan menjadi lebih baik kedepannya.


"Aku tahu dan aku pasti akan menerima resiko yang akan terjadi padaku kedepannya" ucap Yenny.


"Kau hanya punya dua pilihan kali ini dan aku berharap kau dapat memilih yang terbaik menurutmu" ucap fengying yang baru saja masuk.


Kedua orang tersebut lalu berbalik dan menemukan asal suara tersebut.


"Boleh aku tahu apa pilihan yang kau maksud?"tanya Yenny.


"Pilihan pertama kau boleh pergi dari sini dan menjalani hidupmu diluar sana dan tidak akan ada yang tahu apa yang akan terjadi bahkan jika bawahan tuoli menemukan mu lalu kembali ingin melenyapkanmu dan pilihan kedua kau mau bekerja sama dengan kami untuk menangkap tuoli dan memberitahukan kepada kami apa saja yang kau tahu tentang tuoli selama kau bersamanya" jawab fengying.


"Silihkan pilih kedua pilihan tadi" ucap hongli.


"Kenapa kalian membenci tuoli?"tanya Yenny.


"Kau tidak perlu tahu, karena kita sama-sama mempunyai masalah dengan pria itu jadi sebaiknya kau menerima tawaran kami kalau tidak pergilah dari sini sebelum fajar tiba kalau kau masih berada disini aku anggap kau setuju bekerja sama dengan kami" ucap fengying.


"Pengawal antar dia ke tenda para penjaga wanita" ucap hongli.

__ADS_1


"Ikut kami nona" ucap seorang penjaga lalu mengarahkan jalan untuk yenny.


Sementara diistana mayleen sedang duduk di kursinya sambil meletakkan dagunya diatas tangan sebagai tumpuan, mayleen sedang memikirkan hal yang harus dia lakukan untuk menyelamatkan xue mei.


"Aku masih mempunyai waktu 3 hari, tapi bagaimana aku harus membicarakan hal ini dengan Liu yaoshan" ucap mayleen.


Setelah lama memikirkannya akhirnya mayleen memantapkan diri untuk memberitahu Liu yaoshan.


"Apa kau melihat yang mulia?"tanya mayleen.


"Salam yang mulia permaisuri, yang mulia sedang berada diruangannya bersama dengan tuan minghao" ucap seorang pelayan.


"Baiklah" ucap mayleen lalu pergi meninggalkan pelayan itu.


"Dasar pria keras kepala aku sudah menyuruh nya untuk tidak beraktivitas dia malah tidak mendengar kan ku" ucap mayleen.


Setelah sampai diruangan Liu yaoshan, mayleen masuk tanpa menghiraukan penjaga yang memberi salam kepadanya.


Liu yaoshan yang sedang sibuk berbicara dengan minghao lalu menatap kearah orang yang membuka pintu ruangannya.


"Salam yang mulia permaisuri" ucap minghao.


"Ada apa may?"tanya Liu yaoshan.


"Ada yang harus dibicarakan dengan mu" ucap mayleen.


Mendengar hal itu minghao lalu keluar dari ruangan tersebut dan tinggallah may dan Liu yaoshan berdua.


"Duduklah dan katakan apa yang mau kau katakan may" ucap Liu yaoshan.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.


See you again (人 •͈ᴗ•͈)


bye bye (。•̀ᴗ-)✧**

__ADS_1


__ADS_2