Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
72. Episode 72


__ADS_3

"Makanan yang tadi telah diracuni oleh seseorang dan aku tidak tahu siapa pelakunya" ucap mayleen.


"Aku curiga dalang dari semua ini adalah tuoli karena yang dikatakan oleh minghao dia sedang menargetkan seseorang di dalam istana ini" batin Liu yaoshan.


"Tapi kau tidak apa-apa kan? kau tidak memakan sedikit pun makanan itukan?"tanya liu yaoshan sambil memegang kedua bahu mayleen dan mayleen menggeleng.


"Baguslah" ucap mayleen memeluk orang yang dicintainya itu.


"Tidak akan kubiarkan kau menyakiti orang yang kucintai tuoli, akan ku habisi kau jika kau berani-berani menyentuh wanita ku" batin Liu yaoshan.


"Sekarang lepaskan pelukanmu" ucap mayleen.


Liu yaoshan lalu melepaskan pelukannya dan menatap lekat wanita yang dicintainya itu.


"May berhati-hati lah dengan semua orang disekitarmu dan jangan dengan mudah percaya dengan orang lain" ucap Liu yaoshan.


"Aku tahu, memangnya ada masalah apa sebenarnya kenapa kau tidak memberitahu kan nya juga kepada ku" ucap mayleen.


"Kau tidak perlu memikirkan lain dan fokuslah menjadi permaisuri yang baik diistana ini" ucap Liu yaoshan.


Semenjak pulang dari hutan kematian, Liu yaoshan tidak memperbolehkan mayleen menggunakan kekuatan yang dimilikinya dan menunjukkannya pada orang lain lagi karena itu hanya dapat menyakiti dirinya jika orang lain tau.


"Iya-iya aku mengerti" ucap mayleen.


"Apa kau ingin aku bawakan makanan yang baru?"tanya Liu yaoshan dan mayleen menggeleng.


"Tidak perlu, aku juga masih kenyang" ucap mayleen.


"Kalau kau bosan dikediaman mu terus menerus, ayo kita berkeliling disekitar istana ini" ucap Liu yaoshan.


Mayleen langsung menerima tawaran dari Liu yaoshan karena sudah lama dia berada dikediaman terus manerus.


Sementara Yenny dengan bangga mengatakan pada orang suruhan tuoli bahwa dia sudah berhasil mencampurkan makanan tadi dengan racun yang diberikan kepadanya tetapi respon orang tersebut bukan senang malah dia membentak dan memaki Yenny.


"Aku tidak tahu kenapa tuan memerintahkan orang bodoh seperti mu untuk menyelesaikan tugas ini" ucap orang itu.


"Apa katamu tadi? kenapa kau malah mengataiku bodoh" ucap yenny tidak terima.


"Kau memang wanita bodoh, kau sudah pergi begitu saja dan tidak melihat apa wanita itu memakan makanan itu sampai habis atau belum dan lihat sampai sekarang dia baik-baik saja dan sedang berjalan-jalan dengan santai di istana" ucap orang itu.

__ADS_1


"Mungkin saja racunnya belum bereaksi kan di dalam tubuhnya" ucap Yenny membela dirinya.


"Bagaimana mungkin apa kau bodoh, aku lebih tahu bagaimana cara kerja racun itu dari pada kau jadi tugas pertama mu kali ini gagal dan aku akan melaporkan mu kepada tuan" ucap orang itu.


"Tidak mungkin" ucap yenny.


Orang itu lalu pergi meninggalkan Yenny sendirian Disana dan kembali memberi laporan kepada tuannya yang tak lain adalah tuoli.


"Tidak mungkin, tuan tidak boleh mengetahui bahwa aku gagal melaksanakan tugas ku bisa-bisa tuanku akan meninggalkan ku" batin yenny dia tidak tahu orang tadi sudah pergi.


"Sial orang itu sudah pergi, bagaimana ini apa tuan akan memanggil ku dan mengusirku dari sisinya" ucap Yenny berjalan menuju kembali ke kamarnya sambil merenungi nasibnya dikemudian hari.


Saat sampai di kamarnya Yenny duduk di bibir tempat tidur dan masih memikirkan apa reaksi tuannya setelah mengetahui bahwa dia gagal dalam melaksanakan tugas pertama nya.


"Pasti tuan menganggap aku tidak berguna lagi dan dia pasti akan mengusir, akhhh tidak mungkin tuanku sangat mencintai diriku dia pasti tidak akan tega melakukan hal itu kepadaku" ucap yenny terus meyakinkan dirinya.


Sedangkan orang tadi sudah sampai disebuah tempat dimana tuoli dan bawahannya berada atau bisa dibilang markas persembunyian mereka semua.


"Salam tuan" ucap orang itu.


"Aku sudah tahu apa yang akan kau sampai kan, biar ku tebak pasti Yenny tidak berhasil menyelesaikan tugasnya kan?"ucap tuoli sambil memainkan sebuah ular kecil yang melilit dipergelangannya.


"Tidak apa-apa biarkan saja, lagi pula permainan ini tidak akan seru jika cara bermainnya seperti itu" ucap tuoli.


"Tapi anda tau kan bagaimana sifat ketua jika dia mengetahui tugas kita gagal" ucap orang itu.


"Diamlah dan jangan katakan hal ini dulu kepadanya kau juga tau sifat ketua itu sangat tidak sabaran" ucap tuoli.


"Baik tuan kalau begitu saya pamit dulu" ucap orang itu lalu menghilang.


Sedangkan Liu yaoshan dan mayleen sedang sibuk bercanda gurau ditaman kerajaan.


"Hahahaha sudah jangan membuatku tertawa lagi, lihat kita jadi pusat perhatian para pelayan" ucap mayleen.


"Kau menertawakan masa kecilku lalu bagaimana dengan masa kecilmu sendiri may?"tanya Liu yaoshan seketika membuat mayleen perlahan berhenti tertawa.


"Masa kecilku ya?" tanya mayleen.


"Aku tidak terlalu ingat masa kecilku" lanjutnya.

__ADS_1


"Hahaha kalau saja dulu masa kecilku sama dengan kalian semua, mungkin aku tidak akan menjadi seperti ini sekarang dan akan menjadi gadis normal seperti gadis-gadis yang lainnya" batin mayleen.


"Apa aku salah bicara, kenapa mau tiba-tiba saja diam dan lihat wajahnya sepertinya dia menutupi kesedihannya" batin Liu yaoshan.


"Sudahlah jangan pikirkan omonganku tadi, oh ya ada yang ingin aku tanyakan" ucap Liu yaoshan.


"Apa itu?"tanya mayleen.


"Kenapa kau menanam begitu banyak pohon dikediaman mu?"tanya liu yaoshan.


"Karena aku suka" ucap mayleen singkat.


"Hanya karena itu?"tanya Liu yaoshan.


"Kenapa? apa kau tidak menyukainya?"tanya mayleen.


"Aku suka-suka saja" ucap Liu yaoshan.


"Ayo kembali sepertinya cuaca sekarang sangat dingin" ucap mayleen.


"Iya seperti akan memasuki musim dingin" ucap Liu yaoshan melihat langit yang tidak terlalu cerah menurutnya.


Sementara para pelayan yang melihat kedua pasangan tersebut sangat iri karena mereka tidak memiliki kesempatan untuk memiliki pasangan hidup selama menjadi pelayan diistana.


Yenny juga yang keluar dari kamarnya turut melihat kedua pasangan itu bercanda gurau ditaman, dia mulai merasa kesal melihat targetnya masih hidup dan bahkan tertawa bahagia disana yang berbeda dengan dirinya yang seharusnya berada Disana bersama tuannya sambil bercanda dan tertawa bersama.


"Gara-gara kau aku harus berada disini, lihat saja permainan ku akan dimulai saat ini tetapi aku tidak akan langsung menghabisi mu saat itu juga tetapi aku akan membuatmu menderita hari ke hari" batin yenny menatap tajam ke arah mayleen.


Sedangkan mayleen yang merasa ada hawa aneh yang mengarah kepadanya lantas berbalik dan mengecek ke arah tersebut tetapi sudah tidak ada orang.


"Sepertinya belakang ini aku merasa seperti diawasi oleh seseorang atau mungkin aku hanya berhalusinasi?" batinnya.


Sedangkan ditempat lain fengying dan hongli mendapatkan sebuah informasi penting dari mata-mata yang berhasil mereka masukkan ke markas tuoli.


"Tuan target tuoli kali ini mereka ingin menghabisi istri ketua dan satu lagi anda harus mengatakan pada ketua bahwa mereka tidak boleh terlalu percaya dengan orang-orang istana karena tuoli berhasil memasukkan seseorang yang belum diketahui siapa dia" ucap mata-mata fengying dan hongli.


**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like komen dan vote.


See you again (≧▽≦)

__ADS_1


Bye bye(。•̀ᴗ-)✧**


__ADS_2