
"Apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Liu Yaoshan.
"Menurutmu? " ucap mayleen dengan mengangkat sebelah alisnya.
"Jadi ini semua rencana selir Zhang, dia sengaja memasukkan obat kedalam semua teh itu dan ingin membuat mu tidur dengan pria lain dan kami pingsan setelah sadar aku akan memergokimu lalu akan menceraikanmu? " tanya Liu Yaoshan.
"Ya seperti itu dan lihatlah dia sendiri yang menikmati permainan murahannya" ucap mayleen menunjuk kearah kamar kosong tersebut.
"Kau memang sangat pintar mayleen, dengan ini satu persatu selir tersebut dapat ku ceraikan" ucap Liu Yaoshan.
"Apa kita harus memergoki kedua orang itu sekarang? " tanya Liu Yaoshan.
"Terserah kau, itu urusanmu karena dia selirmu" ucap mayleen mengangkat kedua bahunya.
"Baiklah, Ayo kesana" ucap Liu Yaoshan menarik tangan mayleen.
Saat tiba didepan pintu kamar tersebut, Liu Yaoshan menendang pintu tersebut hingga terlepas.
"Selir Zhang!! Apa yang kau lakukan? " teriak Liu Yaoshan.
Kedua orang tersebut menatap kearah pintu dan segera menutup tubuh mereka.
"Ya.. yang.. mu.. mulia.. aa.. aku.. bi.. bisa.. Je..jelaskan" ucap selir Zhang turun dari tempat tidur tersebut dan berusaha meraih tangan Liu Yaoshan.
"Heh.. Cukup selir Zhang!! jangan menyentuh ku dengan tangan Kotor mu itu!! kau sangat menjijikan" ucap Liu Yaoshan.
"Yang mulia itu bukan salahku, ini semua pasti rencana wanita sialan itu!! " teriak selir Zhang menunjuk kearah mayleen.
"Kau masih berani menuduh orang lain hah!! jelas-jelas aku sudah melihat dengan mata kepalaku sendiri" ucap Liu Yaoshan.
"Aku mohon maaf kan aku yang mulia" ucap selir Zhang terisak-isak.
"Kau akan diberikan hukuman selir Zhang" ucap Liu Yaoshan.
"Hehe tamatlah kau selir Zhang, jangan berani-berani mencari lawan yang tidak sepadan denganmu" ucap mayleen dalam hati.
"Pengawal!!! Seret kedua orang menjijikan ini kepenjara" ucap Liu Yaoshan.
Para pengawal tersebut menyeret kedua orang tersebut dan membawanya kepenjara istana dan Akan dikenakan hukuman.
"aktingmu lumayan juga" ucap mayleen menepuk pundak Liu Yaoshan.
" Iya aku tahu, sekarang ayo bangunkan Liu changhai dan Liu xingsheng"ucap Liu Yaoshan.
Mereka lala men bangunkan kedua pangeran yang tertidur akibat obat yang diberika oleh selir Zhang dan pelayannya.
"Kak ada apa ini? kenapa kepalaku sangat pusing" ucap Liu xingsheng.
"Aku juga sama" ucap Liu changhai.
Lalu Liu Yaoshan menceritakan semua yang terjadi pada mereka berdua.
"Ya Sudah ayo kembali dan beristirahat, besok aku Akan menjatuhkan hukuman pada selir Zhang" ucap Liu Yaoshan.
__ADS_1
"Haih.. sanyangnya aku tidak dapat melihat dia tersiksa besok karena aku harus pergi" ucap mayleen dalam hati.
Saat diperjalanan kembali kekediaman masing-masing Liu Yaoshan menarik tangan mayleen.
"Hey lepaskan tanganku, aku mau kembali kekediaman ku" ucap mayleen.
"Hari ini kau harus menemaniku sepanjang waktu karena besok kau Akan pergi dalam waktu lama" ucap Liu Yaoshan.
"Tidak.. aku harus kembali dan menemui jieru" ucap mayleen.
"Kenapa kau selalu saja memikirkan anak itu ha!! Aku sendiri suami tidak kau perhatikan" ucap Liu Yaoshan.
"Huh.. Baiklah-baiklah aku malas berdebat denganmu, tapi aku harus kembali kekediaman ku sekarang untuk memberitahu jieru" ucap mayleen.
"Tidak usah, pelayanku yang Akan memberitahu nya" ucap Liu Yaoshan lalu menarik mayleen.
"Hey kau terlalu dekat denganku" ucap mayleen.
Liu Yaoshan sengaja merapatkan kedua tubuh mereka dan merangkuk pinggang mayleen sangat erat.
Sementara dari kejauhan ada yang melihat melihat mereka dengan pandangan yang tidak suka.
"Hemm.. lihat saja aku Akan merebutnya darimu, tunggu aku sayang" ucap pria tersebut lalu menghilang.
Setelah mereka sampai dikediaman Liu Yaoshan, mayleen hanya mengikutinya masuk kedalam ruang kerja.
"Hey apa kau menyuruhku malihatmu bekerja seharian" ucap mayleen menatap Liu Yaoshan yang sibuk dengan kertas-kertas yang berada dihadapannya.
"Tunggu sebentar, aku Akan menyelesaikan ini lalu menemanimu" ucap Liu Yaoshan.
"Huh.. sudahlah aku akan kembali dan bermain berasama adikku, disini sangat membosankan" ucap mayleen berdiri dari tempat dia duduk tadi.
"Jangan pergi, baiklah-baiklah aku Akan mengerjakan ini nanti" ucap Liu Yaoshan menarik tangan mayleen kembali.
"kau ini sangat suka menarik tanganku nanti tanganku putus bagaimana" ucap mayleen sangat kesal pada Liu Yaoshan.
"Hahaha kau sangat lucu" ucap Liu Yaoshan mencubit pipi mayleen.
"Hey jangan mencubit pipi ku, sakit tau" ucap mayleen mendorong tubuh Liu Yaoshan.
Lalu mayleen segera berlari keluar dari ruangan Liu Yaoshan.
"Hey jangan berlari stay kau Akan jatuh" ucap Liu Yaoshan ikut berlari mengejar mayleen.
"Kau tidak Akan bisa mengejar ku" ucap mayleen mengeluarkan lidahnya.
"Kau meremehkan aku gadis nakal" ucap Liu Yaoshan lalu menghilang dan tepat berada didepan mayleen.
"Akhh.. kepalaku" ucap mayleen menabrak benda keras dihadapannya yang ternyata dada bidang Liu Yaoshan.
"Kau kau lari kemana gadis nakal" ucap Liu Yaoshan lalu menggendong mayleen seperti mengangkat karung beras menuju kamarnya.
"Hey kau mau membawaku kemana" ucap mayleen memberontak.
__ADS_1
"Aku Akan membawamu bermain-main" ucap Liu Yaoshan.
"Seperti nya ini jalan menuju.. akhh Aku harus melarikan dari dari nya" ucap mayleen dalam hati.
"Akhh tolong perutku sangat sakit" ucap mayleen pura-pura lemah dan memegang perutnya.
"Hey ada apa denganmu? " tanya Liu Yaoshan khawatir lalu menurunkan mayleen kebawah dan tidur dipangkuannya.
mayleen hanya diam dan menahan tawanya agar tidak ketahuan dan beberapa saat kemudian dia menghilang dari pandangan Liu Yaoshan.
"Hah!! kemana gadis itu pergi" ucap Liu Yaoshan langsung berdiri dan mulai panik.
Sementara mayleen masuk kedalam ruang dimensinya dan tertawa keras.
"Hahaha dia sangat bodoh" ucap mayleen.
"Siapa yang bodoh may? " tanya Li.
"Sudahlah sekarang Aku mau beristirahat disini, hari ini sangat melelahkan" ucap mayleen.
Sedangkan Liu Yaoshan sedang pusing mencari keberadaan mayleen, dia mendatangi kediamannya dan hanya menemukan jieru yang bermain berasama pelayan mayleen.
"Paman dimana kakakku? pelayan bilang dia bersamamu? " tanya jieru.
"Aku sedang mencarinya, tadi dia tiba-tiba menghilang dari pandangan ku" ucap Liu Yaoshan.
Liu Yaoshan tidak mengetahui bahwa mayleen memiliki ruang dimensi.
"Fengying!! Hongli!! cari keberadaan permaisuri" perintah Liu Yaoshan.
"Baik tuan" ucap keduanya lalu menghilang.
"Akhh kemana kau pergi ha!! berani-beraninya kau pergi meninggalkan aku, lihat saja aku Akan menemukanmu" ucap Liu Yaoshan dalam hati.
Beberapa saat kemudian mayleen bangunkan dari tidurnya dan ingin kembali kekediamannya.
"Hoamm akhirnya aku bisa tidur nyenyak dikasur empuk ini" ucap mayleen.
"May sepertinya kau Akan mendapat masalah ketika pulang" ucap Li.
"Menangnya ada apa? " tanya mayleen.
"Kaisar sedang mencarimu kemana-mana dengan para bawahan yang selalu memata mataimu" ucap Li.
"Aku tidak peduli, sekarang Aku mau kembali" ucap mayleen lalu berteleportasi kedalam kamarnya.
"Huuuh.. akhirnya sampai juga, sebaiknya Aku berhati-hati keluar jangan sampai Liu Yaoshan menemukanku" ucap mayleen.
Sebelum dia melangkah keluar, mayleen tidak menyadari dibelakangnya ada orang yang sedang menatapnya tajam dan menahan emosinya yang sedari mencari keberadaannya.
**Jika kalian suka pada ceritanya jangan lupa di like, komen, vote, dan follow me π
Love you all ππ
__ADS_1
See you next time.. β
Bye Ω©(ΰ΄°Μα΄ΰ΄°Μ)α΅ΚΈα΅ π΄δΈπ**