
Setelah persiapan selesai mayleen dan yang lain pun segera berkumpul ditempat yang telah mereka tentukan, semenjak pembicaraan mereka pada saat itu yang membahas serangan yang akan ditujukan ke markas Tuoli mereka semua telah sepakat untuk melalui jalan yang berbeda dan membawa pasukan masing-masing.
"Baiklah karena kalian semua telah berkumpul sebaiknya kita segera menuju ke sana" ucap mayleen memutar kudanya lalu pergi meninggalkan Tao dan yang lainnya kearah yang berbeda.
"Apakah kalian dengar yang dikatakan nyonya, ayo cepat berangkat" teriak minghao lalu pergi.
Fengying dan hongli pun berangkat kearah yang berbeda-beda, sedangkan di tempat mayleen berada dia telah menyiapkan pasukan pemanah tersembunyi yang akan menghabisi bawahan-bawahan tuoli yang menghalangi jalan mereka.
Setengah hari telah berlalu pasukan pengawad bagian hongli telah mengawasi pergerakan markas bagian selatan secara diam-diam, sedangkan pasukan fengying telah menyerang bagian Utara agar dapat mengalihkan perhatian mereka.
Para bawahan tuoli memberikan perlawanan balik kepada pasukan fengying dan gerbang disaat bersama Tao datang bersama para pasukannya dan menyerang gerbang utama.
"Lapor tuan, gerbang utama telah diserang oleh orang yang tidak diketahui dan juga markas bagian Utara telah dihancurkan dan para penjaga banyak yang tewas dan para penyusup tersebut berhasil masuk" ucap bawahan tuoli.
"Cepat juga mereka datang" ucap tuoli dengan seringain tipis.
"Kau majulah dan habisi orang-orang yang masuk ke gerbang utama jangan sampai mereka menembus tempat ini dan perintahkan para bawahan perketat pengawasan dipenjara bawah tanah" ucap tuoli.
"Baik tuan" ucap orang itu membungkuk lalu pergi dari sana.
Pasukan Tao yang melewati gerbang utama mendapat serangan yang cukup kuat dari penjaga-penjaga yang bertugas sehingga membuat mereka kewalahan karena semakin lama orang-orang tersebut semakin bertambah yang menyerang.
sehingga tak lama bertarung pasukan Tao dikepung oleh bawahan tuoli.
"Tuan bagaimana ini kita telah dikepung" ucap seorang pria yang bersama dengan Tao.
"Tetap tenang dan cobalah untuk mengendalikan situasi saat ini sampai fengying dan yang lainnya datang membantu kita" ucap Tao.
"Dari mana asal kalian dan siapa yang memerintahkan kalian menyerang markas kami" ucap seorang pria tua arogan yang menjaga gerbang utama.
"Kau pasti pria tua bodoh, kenapa kau harus bertanya padahal kau sendiri sudah tahu tujuan kami kemari untuk apa" ucap Tao.
Tao mencoba mengulur waktu sampai fengying dan yang lainnya datang.
Sedangkan ditempat yang berbeda fengying dan yang lainnya telah menghabisi para bawahan tuoli dan segera menuju ketempat Tao berada yaitu di gerbang utama.
"Setelah kalian tertangkap oleh boss kami, aku sendiri yang akan merobek-robek mulut mu itu anak muda" ucap pria tua itu sambil menyeringai.
"Kita bisa lihat siapa yang akan tewas terlebih dahulu KAU ATAU AKU" ucap Tao menunjuk pria tua itu dan dirinya.
__ADS_1
Pria tua itu lalu terbawa emosi dengan ucapan Tao, dia menarik pedangnya lalu segera menyerang tao namun usahanya sia-sia setelah fengying datang dan memanah tepat di jantung pria tua tersebut.
"Akhhh..dasar si-sialan ka-kau" teriak pria itu disisa-sisa kehidupannya.
Setelah itu para bawahan penjaga tersebut menyerang tao, fengying dan yang lainnya.
"Habisi mereka semua" teriak fengying.
"Serahkan saja orang-orang ini pada pasukan kita dan sebaiknya kita segera masuk dan membawa kembali Liu yaoshan" ucap Tao.
"Baiklah" ucap fengying.
Ditengah-tengah pertarungan tersebut fengying dan Tao pergi dan segera masuk kedalam untuk mencari keberadaan Liu yaoshan sedangkan tanpa keduanya ketahui seorang penjaga mengikuti mereka dan diam-diam membidik salah satu diantara fengying dan Tao.
Tao yang merasa ada seseorang yang sedang memperhatikan mereka berbalik dan melihat penjaga tersebut yang telah melepaskan anak panahnya kearah fengying dan dengan sigap Tao mendorong fengying dan anak panah tersebut mengenai lengannya.
Fengying lalu terjatuh karena dorongan Tao dan melihat kearah Tao yang telah terkena anak panah di lengannya.
"Cepat habisi pria itu akhh..." ucap Tao lalu menarik anak panah di lengannya itu.
Tak lama fengying berdiri dan mengambil panahnya untuk menghabisi penjaga itu, namun penjaga itu segera kabur dan usahanya sia-sia anak panah yang dilepaskan oleh fengying lebih dulu mengenainya.
"hmm.." ucap Tao menahan sakit dilengannya.
"sial! sepertinya anak panah itu telah dilumuri oleh racun berbahaya oleh pria tadi" ucap fengying yang dapat mencium bau yg sangat pekat dari racun tersebut.
"akhh..tubuhku sa-sakit se-sekali" ucap Tao.
"Bertahanlah aku akan akan segera membantu mu dan membawamu ke tempat hongli agar dia bisa mengobati mu" ucap fengying.
"Ti-tidak perlu, tinggalkan aku disini saja tubuhku sudah tidak kuat" ucap Tao.
"Tidak, ini adalah rencana kita dan aku yakin kita akan menghabisi mereka semua dan membawa pulang kemenangan dengan membawa Liu yaoshan kembali" ucap fengying.
Tao tersenyum dengan pandangan yg sudah kabur kemudian dia jatuh pingsan, sedangkan fengying yang melihat tersebut terkejut, dia merasa bersalah karena dirinya yang menyebabkan Tao terkena panah tersebut untuk menyelamatkan dirinya.
Sementara ditempat hongli yang sedang berjaga tidak menemukan tanda-tanda dari teman-temannya.
"Apa mereka gagal?"batin hongli.
__ADS_1
karena khawatir dengan teman-temannta dia terpaksa menyuruh seorang pengwal senior agar menggantikan dirinya disana dan dia segera pergi menemui teman-temannya.
"Sebaiknya aku menyamar agar tidak diketahuan oleh orang yg berada didalam" batin hongli.
Dia melihat seorang pengawal yang sedang berjaga dan segera membuat pengawal itu pingsan dan memakai baju pengawal tersebut.
Setelah itu dia masuk bersama para prajurit yang sedang bertugas.
"Hey kau sepertinya aku baru melihat mu disini" ucap pria.
" Maaf aku prajurit bagian gerbang depan, tuan memerintahkan ku untuk berjaga disini" ucap hongli.
"Tapi aku juga tidak pernah melihat mu bertugas di gerbang uta-"ucap pria tadi terpotong dengan teman disebelahnya.
"Sudahlah untuk apa membicarakan hal itu mungkin dia orang baru yang bertugas di gerbang utama" ucap teman pria itu.
"Baiklah ayok kita pergi" ucap pria itu lalu pergi.
"hufttt... Akhirnya selamat" ucap hongli lalu segera pergi.
Sementara fengying sudah berusaha menghindari beberapa petugas disana dan menyembunyikan Tao disebuah gudang arak.
"Tunggulah disini, aku akan mencarikan mu bantuan" ucap fengying lalu meninggalkan Tao.
Setelah itu dia meninggalkan Tao disana dan pergi mencari bantuan untuknya, sedangkan Hongli yang sudah mondar mandir kesana kemari mencari temannya tidak juga ada petunjuk.
Sedangkan ditempat tuoli berada dia sedang menyiapkan kejutan untuk para musuh-musuhnya.
"Apa kau mendengar keributan itu diluar?" tanya tuoli kepada Liu yaoshan yang sudah melemah.
"..." tidak ada respon sama sekali dari Liu yaoshan dia hanya memandang acuh tak acuh kepada tuoli.
"hehe" sebuah senyum terukir dibibir tuoli.
"Lihat saja sebentar lagi kau akan melihat teman-teman mu mati dihadapan mu" bisik tuoli.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.
thx**(•‿•)
__ADS_1