
Seminggu telah berlalu, ditempat Tao berada dia terburu-buru menemui mayleen untuk memberikannya kabar yang terjadi pada Liu yaoshan.
"May!! di-dimana kau?"teriak Tao dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Aku dibelakang bersama dengan lili" teriak mayleen.
Tao lalu segera menemui mayleen dan saat sampai ditempat mayleen dan lili berada dia segera menyuruh mayleen berkemas.
"Apakah suamiku sudah datang untuk menjemput ku?"tanya mayleen dengan girang.
"Apa aku harus menceritakan semuanya sekarang kepada mayleen" batin Tao.
"Hey jawab pertanyaan ku, apakah Liu yaoshan sedang dalam perjalanan untuk menjemput ku?"tanya mayleen.
"May sebenarnya aku menyuruhmu berkemas bukan karena Liu yaoshan sedang dalam perjalanan menjemput mu tetapi sesuatu telah terjadi dan kita harus segera pergi dari sini dan pergi ketempat yang aman" ucap Tao.
"Apa maksud mu? jelaskan padaku apa yang sedang terjadi pada suamiku?" tanya mayleen dengan menatap tajam wajah Tao.
"Pria itu tuoli dia sedang menyekap Liu yaoshan semenjak dia pulang dari sini sedangkan waktu itu aku diam-diam menyuruh mata-mata ku untuk mengikuti Liu yaoshan dan mata-mata yang ku kirim terlambat menyampaikan berita ini karena terhalang" ucap Tao.
"Jadi sekarang kau menyuruhku bersembunyi? tidak mungkin aku melakukan itu, aku harus segera pergi kesana dan menyelamatkan suamiku" ucap mayleen.
"Kau tidak akan bisa menyelamatkannya may, kau belum mengenal tuoli dia orang yang akan melakukan apapun untuk mencapai tujuannya" ucap Tao.
"Aku tidak peduli, sekarang aku hanya ingin menyelamatkan suamiku dan kau tidak akan bisa menghalangiku untuk menyelamatkannya" ucap mayleen.
"Baiklah, tapi aku akan ikut dengan mu" ucap Tao.
"terserah pada mu" ucap mayleen lalu pergi meninggalkan Tao disana.
Setelah berkemas, mayleen keluar dari tempat Tao dan diluar Tao telah menyiapkan dua ekor kuda untuk mereka berdua.
"Apakah kau sudah siap?"tanya Tao dan mayleen mengangguk.
Mereka berdua lalu berangkat menuju wilayah barat untuk menyelamatkan Liu yaoshan di markas tuoli.
"Mayleen seperti kita tidak boleh terlalu terburu-buru untuk menyelamatkan Liu yaoshan karena bisa saja tuoli telah mengetahui bahwa kita akan pergi kesana" ucap Tao.
"Jadi maksud mu kita harus menunggu mereka menghabisi suamiku baru kita akan menyelenggarakannya" ucap mayleen yang terbawa emosi.
"bukan begitu mayleen, coba kau pikir kalau hanya kita berdua melawan semua orang disana apa bisa? tentu saja tidak bukan, mungkin sekarang bawahan Liu yaoshan telah mengetahui bahwa Liu yaoshan telah tertangkap jadi sebaiknya kita bergabung bersama mereka" ucap Tao.
"Hufttt.. baiklah kalau begitu kita akan pergi menemui minghao terlebih dahulu diistana" ucap mayleen.
__ADS_1
setelah itu mereka pun meneruskan perjalanan mereka dan menghabiskan sehari tanpa istirahat dan akhirnya mereka sampai diistana dengan melewati jalan yang telah diatur oleh mayleen jika dia ingin keluar diam-diam dari istana dan langsung menuju kebagian bawah tanah kamar mayleen.
"tunggu aku disini, aku akan pergi ke kediaman Liu yaoshan dan melihat apakah minghao berada Disana, ingat jangan kemana-mana nanti kau bisa ketahuan" ucap mayleen.
"Baiklah,aku akan menunggumu disini cepatlah kembali" ucap Tao.
setelah itu mayleen berjalan kearah ruang kerja Liu yaoshan dan dari luar dia bisa mendengar ada beberapa orang yang sedang berbicara dari dalam.
"Apakah minghao sedang menerima tamu" batin mayleen.
kedua penjaga yang melihat mayleen segera membungkuk dan memberi salam.
"Salam yang mulia permaisuri" ucap keduanya.
"Apakah minghao berada didalam?"tanya mayleen.
"Iya, yang mulia beliau sedang kedatangan tamu" ucap kedua penjaga tersebut.
"Katakan padanya aku ingin bertemu dengannya" perintah mayleen.
"Baiklah yang mulia" ucap penjaga tersebut lalu segera memberitahukan minghao yang berada didalam ruangan.
Sedangkan minghao, hongli dan fengying yang sedang berdiskusi didalam beralih saat melihat seorang penjaga masuk kedalam ruangan.
"Yang mulia permaisuri ingin bertemu dengan anda" ucap penjaga tersebut.
"A..apa barusan kau bilang? yang mulia permaisuri?" tanya minghao.
"iya yang mulia beliau sedang menunggu anda diluar" ucap penjaga.
"bodoh kenapa kau menyuruh yang mulai permaisuri menunggu diluar, segera antar beliau kemari" ucap minghao membentak penjaga tersebut.
"bagaimana bisa yang mulia permaisuri kemari" ucap hongli.
"mungkin beliau sudah mengetahui bahwa tuan tertangkap oleh tuoli" ucap fengying.
mayleen lalu masuk dan menemui ketiga orang yang berada didalam.
"salam yang mulia permaisuri" ucap ketiganya sambil membungkuk.
"sekarang tidak ada waktu untuk memberikan salam seperti itu, aku akan langsung pada intinya apa kalian belum memiliki rencana untuk menyelamatkan suamiku" ucap mayleen dingin dan menatap datar ketiga orang tersebut.
"ma-maaf yang mulia kita belum menemukan celah untuk menyerang markas tuoli" ucap minghao.
__ADS_1
"Sekarang ikut aku, aku akan mempertemukan seseorang dengan kalian dan kita akan membahas rencana untuk menyelamatkan suamiku" ucap mayleen.
ketiga pria itu lalu mengikuti mayleen sampai ke kediamannya.
Saat sampai dikediaman mayleen, minghao, hongli dan fengying terkejut dengan orang yang ingin diperkenalkan oleh mayleen.
"kau?!" ucap fengying.
"Hai senang bertemu dengan kalian" ucap Tao.
" sudah lah sekarang bagaimana rencana yang akan kalian bentuk" ucap mayleen.
Mereka lalu berkumpul dan membahas rencana yang akan mereka lakukan dan mereka sepakat membagi tim untuk menyerang markas tuoli.
"Aku yang akan menyerang markas bagian Utara bersama pasukan ku" ucap fengying.
"aku yang akan menjaga bagian selatan agar tidak ada yang bisa kabur kebagian sana" ucap hongli.
"kalian akan mendapat masing-masing pengawal khusus dan minghao yang akan mengatur perlengkapan senjata dan pasukan, jangan sampai ada yang terlewatkan paham?" tanya mayleen.
"paham yang mulai" ucap minghao.
"baiklah kalau begitu aku yang akan memimpin pasukan dari gerbang utama di bagian barat" ucap Tao.
"Baiklah, sekarang kalian kembali lah keruangan masing-masing dan siapkan diri kalian untuk besok dan Tao kau ikutlah bersama ketiga orang itu" ucap mayleen.
"baiklah may, selamat malam" ucap Tao sambil tersenyum manis kearah mayleen.
minghao, hongli, dan fengying melihat pemandangan tersebut malah bersamaan memberikan tatapan tajam kepada Tao.
"Dasar pria ini beraninya dia mengambil kesempatan saat tuan tidak ada, lihat saja aku akan melaporkan mu saat tuan kembali" ucap minghao lalu mereka bertiga saling memberi kode.
"baiklah kalau begitu kami akan kembali yang mulia" ucap minghao dengan senyum lalu menarik Tao untuk ikut bersamanya.
setelah mereka bertiga pergi mayleen lalu kembali ke kamarnya untuk beristirahat tetapi pikiran terus tertuju kepada Liu yaoshan.
"bertahanlah aku pasti akan datang menyelamatkanmu dan kita akan kembali ke istana lalu aku akan memberikan mu sebuah hukuman karena membuat ku menghawatirkan mu" batin mayleen.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen, dan vote.
see u next time.
bye-bye**.
__ADS_1