Time Travel: The Goddess Of Death

Time Travel: The Goddess Of Death
93. Episode 93


__ADS_3

Seminggu telah berlalu


Kehebohan yang terjadi belakangan karena adanya suatu penyakit tertular mulai membaik, perlahan rakyat kembali ke aktivitasnya masing-masing dan akibat dari kejadian ini Liu Yaoshan memerintahkan untuk lebih mengawasi lagi penjagaan di daerah-daerah, setiap rakyat yang baru saja kembali ke ibu kota harus melakukan pemeriksaan terutama untuk para pedagang-pedagang.


sementara di kediaman Mayleen, wanita itu sedang berbicara dengan Jingmi.


"Bantu aku menyelidiki siapa pengirim surat ini" ucap Mayleen.


Jingmi menerima surat dari Mayleen dan bahkan dia terkejut melihat isi dari surat tersebut.


"Sepertinya kau memiliki musuh baru lagi may, dia bahkan sangat berani mengancam mu HAHA.." ucap Jingmi dan diakhiri dengan tawaan nya.


"Diam lah, Jingmi. Tikus kecil itu sepertinya ingin bermain-main denganku, lihat saja aku akan meladeninya" ucap Mayleen dengan senyum khasnya.


"Yasudah serahkan saja kepadaku, aku akan menemukan tikus kecil itu untukmu HAHAHA berani sekali dia bermain-main dengan ketua kami" ucap Jingmi.


"Kau memang yang paling dapat aku andalkan, Jingmi"


"Apakah kau belum bertemu suami tersayang mu itu? aku sama sekali belum melihatnya belakangan ini padahal masalah di ibu kota sudah lumayan mereda" ucap Jingmi.


"Aku tidak terlalu perduli dengan itu, sebaiknya kau segera menyelesaikan pekerjaan yang ku berikan" ucap Mayleen dengan tegas.


"Benar juga, sudah seminggu berlalu kenapa dia tidak pernah datang menemui ku" batinnya.


"Ah untuk apa juga aku memikirkannya, tidak mungkin kan sekarang aku menjadi lebih peduli padanya, sudahlah mungkin dia memang sedang sibuk saja" lanjutnya.


Sementara di kediaman kaisar, Liu Yaoshan sedang bersenang-senang dengan seorang wanita muda.


"Yang mulia apakah kau akan membuang permaisuri mu dan menikah dengan ku" ucap wanita yang duduk di pangkuan Liu Yaoshan.


Tangan wanita itu sangat lihai, dia membelai wajah leher hingga ke dada pria yang bersamanya.

__ADS_1


"Jangan berharap! dia adalah wanita yang sangat aku cintai dan kau hanya ****** pemuas nafsu, jadi jaga ucapan mu itu" ucap Liu Yaoshan.


"Kau mencintainya tetapi kau masih mau bermain-main denganku? Bagaimana jika dia tahu? apakah dia masih mau bersama mu?" ucap wanita tersebut.


"Diam lah dan lakukan tugas mu setelah itu pergi dari sini" ucap Liu Yaoshan.


Wanita itu lalu bersandar di dada bidangnya dan tersenyum licik.


"Lihat saja aku akan merebut posisi permaisuri dan akan ku buat kau jatuh cinta sedalam-dalamnya kepada ku hingga kau tidak lagi bisa mencintai wanita lain selain aku" batinnya.


Sepertinya yang kalian tahu bahwa wanita yang kini bersama Liu Yaoshan adalah wanita yang sempat di bantunya sewaktu berada di ibu kota.


Wanita itu ternyata sangat licik, dia berhasil merayu pria yang sudah beristri itu bahkan dia ternyata sudah merencanakan semua di hari-hari sebelum satu persatu kejadian itu terjadi.


Keesokan harinya Liu Yaoshan pergi ke kediaman Mayleen.


"Salam yang mulia" ucap mei sambil menunduk.


" Permaisuri sekarang sedang berada di ruang baca, yang mulia" ucap mei.


Liu Yaoshan lalu pergi dari sana menuju ke ruang baca pribadi milik Mayleen, dia tidak tahu bahwa wanita itu sudah berhari-hari menghabiskan waktunya di sana karena sudah lama mereka tidak bertemu karena kesibukannya.


Sesampainya di sana Liu Yaoshan langsung membuka pintu dan matanya menangkap seorang wanita yang sedang duduk sambil fokus menulis di mejanya.


"Ternyata cepat juga kau menyelesaikan tugas mu, bagaimana kau sudah tau siapa dia, Jingmi?" ucap Mayleen yang masih sibuk dengan kuas, tinta, dan kertasnya.


"Tugas? Jingmi? Kau mengira aku ini lelaki lain dan tugas apa yang kau berikan kepadanya" ucap Liu Yaoshan.


Mayleen yang mengenali suara itu lalu mengangkat kepalanya dan ya ternyata sesuai dugaannya ternyata itu bukan Jingmi melainkan Liu Yaoshan, suaminya.


"Oh ternyata kau, ada apa kau kemari?" ucap Mayleen.

__ADS_1


"Kau sangat tidak sopan may, kita sudah lama tidak bertemu namun kau malah bertanya seperti itu? huh apakah kau tidak merindukan suami mu ini?" ucap Liu Yaoshan.


"Tidak" balas Mayleen.


Liu Yaoshan lalu berjalan cepat menghampiri Mayleen dan menarik tangan wanita itu yang masih sibuk menorehkan tinta ke kertas sehingga dia tidak menghiraukan kehadirannya.


"Katakan sekali lagi bahwa kau tidak merindukan ku?!" ucap Liu Yaoshan dengan tatapan datarnya dan dengan nada yang dingin.


"Iya itulah kenyataannya aku memang tidak merindukan mu, bukan kah kau hanya mencintai pekerjaan mu mungkin sama halnya dengan ku, aku juga begitu, jadi sebaiknya kau jangan menggangguku untuk saat ini" ucap Mayleen dengan tegas.


"Sepertinya keputusan ku untuk kemari adalah kesalahan yang besar, aku sudah meluangkan waktu ku ditengah-tengah kesibukan ku namun kau?! sudah lah sebaiknya aku pergi" ucap Liu Yaoshan dengan amarah yang ingin memuncak.


"HAHA dasar pria bodoh, apakah dia pikir dia bisa bermain dibelakang tanpa sepengetahuan ku, kesibukan katanya? sungguh menggelikan" batin mayleen.


Kemarin usai pembicaraan Mayleen dan Jingmi, sebenarnya mayleen juga cukup penasaran kesibukan seperti apa yang dipunyai pria itu sampai-sampai pria yang biasanya selalu menghampirinya hampir setiap hari kali ini bahkan telah seminggu tidak pernah mengunjungi kediamannya lagi.


Mayleen yang diam-diam keluar dari kediamannya dan seperti biasa menggunakan caranya sendiri agar tidak dapat diketahui siapa pun kini telah menembus penjagaan kediaman kaisar hingga dia sampai di kamar pria itu.


Dan siapa sangka, Mata wanita itu membulat melihat seorang pria yang sangat di kenali ya sedang memangku seorang wanita muda yang berpenampilan seksi dan sedang merayunya bahkan semua pembicaraan antara keduanya terdengar semua oleh mayleen.


"Pria brengsek! aku pikir dia telah berubah ternyata aku salah dia masih sama seperti dulu saat dia menyakiti pemilik asli tubuh ini" ucap Mayleen geram.


Mayleen masih mengamati kedua sejoli yang berada didalam ruangan itu.


"Sepertinya aku harus menghapus semua ingatan tentang kata-kata manis yang kau ucapkan, untung saja aku belum terlalu termakan rayuan busuk mu itu" ucapnya


"Sepertinya dewa masih melindungi diriku dari lelaki seperti mu ck, lihat saja aku akan membuat membalas atas apa yang kau perbuat hari ini dan untuk perempuan itu sepertinya aku sudah tahu HAHA..." seusai mengucapkan itu mayleen lalu bergegas pergi kesana tanpa sepengetahuan siapa pun.


"Berapa banyak muka yang dimiliki pria itu? Apakah dia berpikir aku akan menemuinya dan meminta maaf atas apa yang ku lakukan kepadanya hari ini? jangan harap! aku akan memperlihatkan neraka yang sebenarnya untuk kalian para manusia hina" ucap Mayleen dengan seringai an yang membuat siapa saja yang melihat merasa sedang melihat dewi kematian.


MAAF BANGET YAHH BARU LANJUT LAGI🙏🏻

__ADS_1


SEE U NEXT EPISODE GUYS😘


__ADS_2