
Beberapa hari berlalu, Liu yaoshan dan mayleen sedang membaca buku di perpustakaan istana sambil meminum teh.
"Beberapa hari ini kau kelihatan sangat sibuk, apa sekarang pekerjaan sudah selesai semua?" tanya mayleen.
"Kau tahukan sayang pekerjaan seorang kaisar tidak akan pernah selesai sampai posisinya tergantikan dengan yang baru" ucap Liu yaoshan.
"Aku kasihan melihatmu bekerja seharian dan lihat wajah mu itu terlihat sangat kelelahan bahkan setelah menyelesaikan pekerjaan mu kau pergi menemaniku lagi bukan kah kau bisa pergi beristirahat" ucap mayleen.
"Aku tidak bisa tenang jika tidak melihatmu sehari saja, kalau masalah beristirahat rasa lelah ku bisa hilang jika aku berada di dekatmu" ucap Liu yaoshan.
"Oh ya ada yang ingin ku katakan pada mu aku harap kau bisa menyetujui permintaan ku yang ini" ucap mayleen.
"Katakanlah, apa pun yang kau mau aku pasti akan berikan kepadamu" ucap Liu yaoshan.
"Aku ingin kembali ke hutan kematian beri aku waktu 3 hari saja aku pasti akan kembali" ucap mayleen.
"Aku tidak mengizinkan mu may, kau tau kan bahwa aku tidak ingin terjadi apa-apa pada mu dan kau juga tau kondisi sekarang sedang tidak baik" ucap Liu yaoshan.
"Aku tahu tetapi aku juga memiliki pekerjaan Disana dan aku harus kembali kesana"ucap mayleen.
"Aku tau larangan ku ini tidak akan kau dengar dan kau pasti tetap akan pergi" batin Liu yaoshan.
"Tapi dengan satu syarat" ucap Liu yaoshan.
"Apa itu?"tanya mayleen.
"Pergilah bersama dengan minghao" ucap Liu yaoshan.
"Tapi bukankah dia pengawal pribadi mu? bagaimana dengan mu jika kau butuh sesuatu untuk dikerjakan olehnya" ucap mayleen.
"Aku tidak apa-apa yang penting kau harus sampai dengan selamat dan satu yang perlu kau tahu aku tidak ingin terjadi apa-apa denganmu" ucap Liu yaoshan.
"Baiklah kalau itu kemauan mu" ucap mayleen.
Uhuk..uhuk..
"Ada apa denganmu sepertinya kau sedang sakit lihat wajahmu semakin lama semakin pucat" ucap mayleen khawatir.
"Tidak apa-apa mungkin ini hanya karena pengaruh cuaca dingin saja" ucap Liu yaoshan.
"Kalau begitu kita kembali saja ke kamar" ucap mayleen.
Mereka berdua lalu kembali, setelah sampai dikamar mayleen memerintah Xue mei membawa air hangat untuk Liu yaoshan.
"Oh ya jangan lupa bawakan handuk basah juga kemari" ucap mayleen.
__ADS_1
"Baik kak" ucap Xue mei.
"Berbaringlah biar aku merawatmu, sepertinya kau sedang demam karena pergantian musim ini" ucap mayleen.
"Aku sudah terbiasa seperti ini jika pergantian musim" ucap Liu yaoshan.
Beberapa saat kemudian Xue mei datang dan membawa kan air hangat dan handuk basah.
Mayleen lalu mengambil handuk basah itu dan mencelupkannya keair hangat lalu menaruhnya dijidat Liu yaoshan.
"Tunggu sebentar aku akan membuatkan mu minuman hangat" ucap mayleen.
"Baiklah, cepat lah kembali" ucap Liu yaoshan.
Mayleen lalu kedapur dan membuat teh jahe hangat untuk Liu yaoshan dan membawanya kembali ke kamarnya.
Sedangkan dikamar para pelayan Yenny sedang berpikir cara menyingkirkan mayleen karena sudah beberapa hal yang dia coba lakukan tetapi tidka berhasil dan tidak mudah juga baginya masuk karena pengawasan di kediaman permaisuri sangat ketat.
Tok tok tok
"Masuklah, ada apa?"tanya Yenny.
"Cepatlah pergi makan sebelum kau tidak kebagian" ucap pelayan itu.
"Iya aku tahu pergi dari kamar ku sana" ucap Yenny.
Setelah itu Yenny pun ikut dan pergi keruang makan khusus para pelayan istana dan saat sampai Disana banyak pelayan yang menatap sinis yenny.
"Lihatlah itukan pelayan baru yang sombong dan kasar itu" ucap para pelayan.
"Lihatlah tingkah lakunya itu seperti seorang majikan saja padahal dia hanya pelayan rendahan diistana ini hahahha" ucap para pelayan.
"Dasar orang rendahan seadainya saja aku bisa sekarang pun aku sudah membungkam mulut kalian semua" batin yenny.
Karena muak mendengar perkataan para pelayan diruangan itu Yenny lalu mempercepat pengambilan makanannya dan keluar dari sana, tetapi satu langkah keluar dengan sengaja satu orang pelayan menyenggolnya sehingga membuat makanan yang diambilnya tadi berhamburan dilantai.
"Apa kau tidak punya mata ha!!" bentak yenny.
"Oh ternyata ada orang, maaf aku tidak sengaja" ucap pelayan itu santai.
"Apa mata mu mau ku colok baru kau bisa melihat orang yang lewat disebelah mu atau memang kau sengaja melakukannya" ucap Yenny dengan suara yang keras.
"Kan aku sudah meminta maaf kenapa kau malah memarahiku" ucap pelayan itu.
"Heh apa kau pikir aku membutuhkan maaf mu, bersihkan sampah-sampah itu sekarang" ucpa yenny.
__ADS_1
"Enak saja kau yang menjatuhkannya, kau sendiri yang harus membersihkannya kenapa kau malah menyuruh ku" ucap pelayan itu.
Yenny yang sangat tidak tahan lagi dengan pelayan itu lalu menarik kepala pelayan tersebut dan menaruhnya ketumpahan makanan dilantai.
"Makan dan telan semua makanan dilantai itu" ucap Yenny sambil menekan belakang kepala pelayan itu dilantai.
"Ehmm..ehmm..to_tolong a..aku" ucap pelayan tersebut.
"Tidak akan ada yang berani menolongku dasar wanita murahan" ucap Yenny.
Kepala pelayan yang baru masuk kedalam ruangan tersebut terkejut atas tingkah pelayan yang baru masuk keistana itu.
"Berhenti!! apa-apaan kalian ini aku menyuruh kalian keruang makan untuk makan dan bukannya menghambur-hamburkan makanan" bentak kepala pelayan.
Yenny yang mendengar bentakan tersebut berhenti dan melepaskan kepala pelayan yang tadi berusaha mencari masalah dengannya.
"Maafkan aku nyonya, pelayan baru ini yang mencari masalah duluan denganku" ucap pelayan tersebut sambil duduk dan menangis.
Sedangkan Yenny semakin geram dengan tingkah pelayan kurang ajar dan ingin sekali memukulnya.
"Kau yang sengaja menyenggol ku sehingga membuat makananku tumpah kelantai" ucap yenny.
"Diam! sekarang kalian berdua ikut keruanganku dan bersihkan lantai itu terlebih dahulu" ucap kepala pelayan.
Yenny yang mendengar perintah itu hanya diam dan segera membersihkan makanan-makanan yang berceceran dilantai.
"Huhhfff sudah cukup aku muak ditempat ini" batin yenny.
Beberapa saat kemudia kedua orang itu sudah berada di dalam ruangan kepala pelayan dan mereka diberi hukuman, Yenny diberi hukuman tidak boleh makan seharian dan dia harus berkerja seharian sedangkan pelayan juga harus melakukan hal yang sama dengan Yenny.
"Aku mohon nyonya aku tidak akan tahan jika tidak makan seharian" ucap pelayan yang tadi.
Sedangkan Yenny hanya diam dan melihat pelayan yang tadi menangis dibawah kaki kepala pelayan.
"Dasar wanita rendahan hanya karena makanan dia rela berlutut seperti itu" batin yenny.
Sedangkan dikediaman mayleen, dia telah meminumkan Liu yaoshan dengan teh jahe yang dibuatnya itu.
"Bagaimana perasaan mu sekarang?"tanya mayleen.
"Lumayan dari yang sebelumnya" ucap Liu yaoshan dengan dengan suara yang agak serak.
**Jika kalian tertarik pada ceritanya jangan lupa di like, komen dan vote.
See you again (✿^‿^)
__ADS_1
bye bye (◠‿・)—☆**